alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58018cd0529a457d6b8b456a/dukungan-aliansi-santri-kata-timses-ahok-bentuk-kebhinekaan
#Dukungan Aliansi Santri, Kata Timses Ahok Bentuk Kebhinekaan
Quote:Sabtu, 15 Oktober 2016 | 07:52 WIB | Megapolitan
#Dukungan Aliansi Santri, Kata Timses Ahok Bentuk Kebhinekaan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Tim Pemenangan atau tim sukses (Timses) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Prasetio Edi Marsudi menyatakan dukungan Aliansi Santri Peduli Demokrasi terhadap calon petahana sebagai bentuk kebhinekaan.

"Dukungan ini menandakan kebhinekaan di Indonesia," kata Prasetio melalui keterangan tertulis di Jakarta Jumat (14/10/2016).

Prasetio mengatakan polemik isu SARA yang muncul harus dipandang secara luas lantaran Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dijelaskan Prasetio, masyarakat harus membedakan antara pemerintahan dengan agama atau Ahok sebagai administrator pemerintahan yang bertugas membenahi Jakarta.

Salah satu perwakilan Forum Komunikasi Ukhwah Wathoniyah Hilal Safari menuturkan dukungan tersebut tidak menyentuh SARA namun karena faktor sosok yang mampu membangun DKI Jakarta.

"Kita mendukung calon yang kompatibel dan larangan isu SARA merupakan cara berpolitik yang berkualitas," ujar Hilal.

Hilal menekankan seluruh elemen masyarakat harus menghargai perbedaan untuk menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat DKI Jakarta agar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani," ungkap Hilal.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Mohammad Ongen Sangaji menambahkan dukungan Forum Ukhuwah Wathoniyah menjadi tanda demokrasi cerdas.

"Kita bisa memberikan pelajaran, pesantren yang bergabungan dengan kita menunjukan demokrasi yang cerdas," ucap Ongen.



Editor : Farida Denura
Sumber : Antara
http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/30157/dukungan.aliansi.santri.kata.timses.ahok.bentuk.kebhinekaan



Muncul juga akhirnya prasetio
Bagus lah makin banyak dukungan buat ahok - djarot
Ini Bukan Soal Ahok, Tapi Soal yang Lebih Besar
Quote:
Kamis, 13 Oktober 2016 | 19:58 WIB
#Dukungan Aliansi Santri, Kata Timses Ahok Bentuk Kebhinekaan
Illustrasi. Ahok dengan piala penghargaan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyak orang menuduh saya die hard pendukung Ahok. Bahkan ada yang menuduh saya buzzer politik yang dibayar untuk mengkampanyekan Ahok. Salah! Saya tidak sedang jatuh cinta pada Ahok. Saya juga tidak terpesona.

Ahok itu fenomena yang luar biasa. Bahkan orang seperti Rhenald Kasali saja mengaku terkejut dengan sepak terjangnya. Kita boleh tidak setuju dengan pendekatan yang dia ambil. Tapi kalau kita jujur, kita akan mengakui bahwa Ahok melakukan hal yang tidak dilakukan orang sebelum dia.

Tapi sekali lagi, Ahok tetaplah sosok politikus di mata saya. Kepada politikus saya selalu waspada, bukan terpesona.

Belasan tahun yang lalu saya pernah berbincang dengan abang saya, aktivis Muhammadiyah. Ia baru saja menghadiri rapat terkait pemilihan gubernur di daerah kami. Seperti biasa isunya adalah mendukung calon muslim. Saya waktu bertanya,”Selama ini gubernur kita selalu muslim, bukan? Apa keuntungan yang didapat oleh umat Islam?”

Abang saya waktu itu tidak bisa menjawab. Memang tak akan ada jawaban. Jarang ada politikus yang berkomitmen pada umat Islam. Lebih tegas lagi, jarang ada politikus yang berkomitmen terhadap apapun selain kepentingan mereka sendiri.

Jadi apa pentingnya Islam dan umat Islam dibawa-bawa? Tidak ada. Ini hanyalah permainan, yang mengaduk-aduk emosi publik, membuat mereka percaya bahwa Islam sedang dipertaruhkan.

Coba kita tanya kepada orang-orang Jakarta, adakah keuntungan menonjol yang dirasakan umat Islam sepanjang pemerintahan Fauzi Bowo dan gubernur-gubernur sebelumnya yang muslim, dibanding Ahok? Atau, adakah keburukan bagi umat Islam selama pemerintahan Ahok?

Ya, orang-orang akan bicara soal remeh-remeh seperti larangan memakai lapangan Monas, yang sebenarnya diberlakukan Ahok untuk semua kelompok. Atau soal larangan takbir keliling, yang sudah dikeluarkan sejak zaman Sutiyoso. Atau, soal pemugaran mesjid Amir Hamzah yang dijadikan fitnah seolah sudah dihancurkan Ahok. Masih banyak lagi.

Intinya adalah, ini soal menjauhkan umat Islam dan pembodohan dan tunggangan politikus.

Di kuar soal itu, bagi saya ini adalah soal menjaga Indonesia yang sekuler. Orang harus terus menerus disadarkan bahwa Indonesia bukan negara Islam. Segala argumen berbasis syariat menyangkut politik Indonesia tidak relevan. Maka dalil-dalil soal halal haram pemimpin muslim itu tidak relevan. Konstitusi kita sudah menegaskan, setiap warga negara punya hak yang sama. Hanya itu yang relevan.

Tapi bukankah itu bagian dari kebebasan yang didukung oleh demokrasi? Bukan. Salah itu. Itu adalah realitas yang masih tersisa dalam demokrasi. Di Amerika masih ada orang yang memilih berdasar atas sentimen warna kulit. Itu realitas. Tapi demokrasi terus mendorong agar orang tidak memilih berdasarkan itu. Maka, ketika Obama menjadi presiden, maka itu adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah demokrasi di Amerika. Faktor warna kulit menjadi tak lagi penting, meski tetap menjadi realitas dalam demokrasi.

Inilah yang sedang saya perjuangkan. Preferensi politik berdasar agama masih menjadi ralitas dalam politik kita. Saya mau melihat realitas ini meredup. Terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok memimpin Jakarta pada 2012 lalu adalah langkah awal. Tapi terpilihnya Ahok nanti ajan menjadi sejarah yang lebih besar.

Jadi, ini bukan soal Ahok. Ini soal merawat Indonesia yang sekuler dan demokratis.

Penulis : Kang Hasan
Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : http://abdurakhman.com
ditunggu dari yang laennya emoticon-Big Grin
Gue Pancasila, gue dukung ahokdjarot emoticon-Cool
Ahokdjarot yes yes yes emoticon-army

Karena kalau kaum jawa dan cino bersatu, maka subur lah tanah ini ! (Credit to H.O.S Tjokro Aminoto) emoticon-army




emoticon-Traveller
dukungan dan popularitas ahok djarot bakal meningkat
seiring kampanye gratis bibib dan kawan2 kmaren
percaya dah.
mulai gerak nih, pak prasetio

Quote:"Kalau memilih pemimpin itu harus orang yang punya rasa kebangsaan nasionalisme. Kita tidak ingin mencari pemimpin di suatu daerah untuk menimbulkan sara, kita ini negara dengan kemajemukan yang luar biasa. Kita satu jiwa, Bhinneka Tunggal Ika." (Megawati Soekarnoputri - Presiden Indonesia V)


mpok, bang, encang, encing, nyak, babe semuanye buat dki jangan coba-coba emoticon-Takut
pilih yang sudah terbukti, sudah teruji! emoticon-Kiss

Maju maju untuk menang
Gotong royong untuk menang
Berjuanglah untuk menang
Ahok Djarot menang! emoticon-army
kalau ingin menunjukan kebhinekaan ada baiknya seluruh penganut agama atau kepercayaan
Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.


emoticon-Cool