alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/580133d2dbd770af798b4571/gus-dur-ternyata-bukan-orang-sakti
Gus Dur Ternyata Bukan 'Orang Sakti'
Banyak yang menganggap mendiang KH Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur adalah orang yang punya 'kesaktian'. Salah satu 'kesaktian' Gus Dur adalah bisa tahu pembicaraan orang meski dia sedang tertidur. Saat bangun, Gus Dur bisa langsung nyambung mengobrol. Dan omongannya tak melenceng dari yang sedang dibicarakan. Padahal mantan Ketua Umum PBNU itu sempat tertidur pulas.

Terlepas dari semua itu, Gus Dur memang unik. Mantan Presiden RI keempat itu punya ciri khasnya sendiri. Senang humor dan cuek. Salah satu ungkapan yang jadi trade marknya adalah 'gitu aja kok repot'.

Gus Dur sendiri jadi Presiden hanya sebentar. Ia terpaksa harus turun dari kursi kepresidenan karena diberhentikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memilihnya. Lewat sidang istimewa MPR pada tahun 2001, Gus Dur diputuskan harus berhenti.

Sebelum Gus Dur turun, situasi politik saat itu memang memanas. Hubungan Istana dengan parlemen tak baik. Gus Dur selalu bersebrangan dengan kalangan politisi Senayan. Apalagi setelah Gus Dur menyebut DPR sama saja dengan taman kanak-kanak. Perseteruan pun kian memanas.

Adalah kasus Bulogate dan bantuan dari Sultan Brunei Darussalam yang jadi pemantik permusuhan Gus Dur dengan Senayan. Oleh para politisi Senayan, Gus Dur dianggap terlibat dalam dua kasus tersebut. Tapi Gus Dur membantahnya.

Dua kasus itu jadi peluru politik Senayan untuk menghantam Gus Dur. Desakan agar Gus Dur turun pun menguat. Tapi bukan Gus Dur bila tak melawan. Ia balik menggertak DPR, dengan berniat membubarkan lembaga perwakilan rakyat tersebut. Salah satu ancaman Gus Dur yang terkenal ketika itu adalah dekrit pembubaran parlemen.

Sayang Gus Dur tak terlalu dapat dukungan. Bahkan dari para pembantunya di kabinet. Wacana dekrit yang dilontarkannya tak disokong para menteri utamanya. Tidak hanya itu, tentara juga menolaknya. Terlebih kepolisian, yang sudah 'gerah' pasca pencopotan Bimantoro sebagai Kapolri.

Gus Dur pun dikepung dari segala penjuru. Akhirnya pada bulan Juli 2001, Gus Dur terpaksa 'pergi' dari Istana. Dengan bercelana pendek, Gus Dur keluar dari Istana. Dekrit yang sempat dikeluarkannya bak macan ompong. Megawati Soekarnoputri, wakilnya kemudian naik jadi Presiden. Sang Kyai yang suka humor itu pun kembali ke Ciganjur, tempat rumahnya berada.

Tapi memang Gus Dur bukanlah orang sakti. Gus Dur juga bukan orang yang punya indera keenam, yang mampu melacak obrolan orang, meski dia sedang tertidur pulas. Itu diakui sendiri oleh Gus Dur, ketika dia jadi bintang tamu di acara Kick Andy yang dipandu Andi F Noya.

Di acara itu, Andi F Noya sempat menanyakan soal 'kesaktian' Gus Dur bisa menguping obrolan orang saat tertidur. Kata Gus Dur, ia tak seperti itu. Saat tidur, ya tidur. Dia tak mendengar obrolan orang disekitarnya.

Gus Dur kemudian membeberkan kiatnya bisa langsung nyambung mengobrol setelah bangun tidur. Kata dia, saat bangun, ia mendengar dulu apa yang terakhir sedang diobrolkan. Dari situ, ia langsung bisa nimbrung mengobrol. Dan nyambung.

" Saya dengarkan kata terakhir yang saya inget. Mereka pasti belum bicara jauh, gitu saja. Lha disangkanya saya denger," kata Gus Dur.

Mendengar jawaban Gus Dur, Andi F Noya tergelak. Ternyata itu rahasia Gus Dur bisa langsung nyambung mengobrol, meski dia sempat tertidur pulas. Bukan karena dia punya karomah, kesaktian atau indera keenam. Tapi hanya soal kiat mendengarkan.

Pada 30 Desember 2009, pada umur 69 tahun, Gus Dur wafat. Ia meninggal setelah di rawat di RSCM karena sakit komplikasi. Di tanah kelahirannya Jombang, Jawa Timur, Gus Dur dimakamkan.

Sumber : http://www.vebma.com/opini/Gus-Dur-T...ang-Sakti/1613

Gus Dur Ternyata Bukan 'Orang Sakti'

Quote:Original Posted By agusrakeyan
Banyak yang menganggap mendiang KH Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur adalah orang yang punya 'kesaktian'. Salah satu 'kesaktian' Gus Dur adalah bisa tahu pembicaraan orang meski dia sedang tertidur. Saat bangun, Gus Dur bisa langsung nyambung mengobrol. Dan omongannya tak melenceng dari yang sedang dibicarakan. Padahal mantan Ketua Umum PBNU itu sempat tertidur pulas.

Terlepas dari semua itu, Gus Dur memang unik. Mantan Presiden RI keempat itu punya ciri khasnya sendiri. Senang humor dan cuek. Salah satu ungkapan yang jadi trade marknya adalah 'gitu aja kok repot'.

Gus Dur sendiri jadi Presiden hanya sebentar. Ia terpaksa harus turun dari kursi kepresidenan karena diberhentikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memilihnya. Lewat sidang istimewa MPR pada tahun 2001, Gus Dur diputuskan harus berhenti.

Sebelum Gus Dur turun, situasi politik saat itu memang memanas. Hubungan Istana dengan parlemen tak baik. Gus Dur selalu bersebrangan dengan kalangan politisi Senayan. Apalagi setelah Gus Dur menyebut DPR sama saja dengan taman kanak-kanak. Perseteruan pun kian memanas.

Adalah kasus Bulogate dan bantuan dari Sultan Brunei Darussalam yang jadi pemantik permusuhan Gus Dur dengan Senayan. Oleh para politisi Senayan, Gus Dur dianggap terlibat dalam dua kasus tersebut. Tapi Gus Dur membantahnya.

Dua kasus itu jadi peluru politik Senayan untuk menghantam Gus Dur. Desakan agar Gus Dur turun pun menguat. Tapi bukan Gus Dur bila tak melawan. Ia balik menggertak DPR, dengan berniat membubarkan lembaga perwakilan rakyat tersebut. Salah satu ancaman Gus Dur yang terkenal ketika itu adalah dekrit pembubaran parlemen.

Sayang Gus Dur tak terlalu dapat dukungan. Bahkan dari para pembantunya di kabinet. Wacana dekrit yang dilontarkannya tak disokong para menteri utamanya. Tidak hanya itu, tentara juga menolaknya. Terlebih kepolisian, yang sudah 'gerah' pasca pencopotan Bimantoro sebagai Kapolri.

Gus Dur pun dikepung dari segala penjuru. Akhirnya pada bulan Juli 2001, Gus Dur terpaksa 'pergi' dari Istana. Dengan bercelana pendek, Gus Dur keluar dari Istana. Dekrit yang sempat dikeluarkannya bak macan ompong. Megawati Soekarnoputri, wakilnya kemudian naik jadi Presiden. Sang Kyai yang suka humor itu pun kembali ke Ciganjur, tempat rumahnya berada.

Tapi memang Gus Dur bukanlah orang sakti. Gus Dur juga bukan orang yang punya indera keenam, yang mampu melacak obrolan orang, meski dia sedang tertidur pulas. Itu diakui sendiri oleh Gus Dur, ketika dia jadi bintang tamu di acara Kick Andy yang dipandu Andi F Noya.

Di acara itu, Andi F Noya sempat menanyakan soal 'kesaktian' Gus Dur bisa menguping obrolan orang saat tertidur. Kata Gus Dur, ia tak seperti itu. Saat tidur, ya tidur. Dia tak mendengar obrolan orang disekitarnya.

Gus Dur kemudian membeberkan kiatnya bisa langsung nyambung mengobrol setelah bangun tidur. Kata dia, saat bangun, ia mendengar dulu apa yang terakhir sedang diobrolkan. Dari situ, ia langsung bisa nimbrung mengobrol. Dan nyambung.

" Saya dengarkan kata terakhir yang saya inget. Mereka pasti belum bicara jauh, gitu saja. Lha disangkanya saya denger," kata Gus Dur.

Mendengar jawaban Gus Dur, Andi F Noya tergelak. Ternyata itu rahasia Gus Dur bisa langsung nyambung mengobrol, meski dia sempat tertidur pulas. Bukan karena dia punya karomah, kesaktian atau indera keenam. Tapi hanya soal kiat mendengarkan.

Pada 30 Desember 2009, pada umur 69 tahun, Gus Dur wafat. Ia meninggal setelah di rawat di RSCM karena sakit komplikasi. Di tanah kelahirannya Jombang, Jawa Timur, Gus Dur dimakamkan.

Sumber : http://www.vebma.com/opini/Gus-Dur-T...ang-Sakti/1613


Kalau ditanya jawabannya gitulah. Seandainya memang benar beliau punya kelebihan/ kesaktian masak kalau ditanya terus mengaku.