alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f8d2f9162ec25d628b4569/membedah-sisi-linguistik-kalimat-ahok-soal-al-maidah-51
Membedah Sisi Linguistik Kalimat Ahok Soal Al-Maidah 51
JAKARTA -- Seorang penulis buku Brili Agung merasa terusik dengan polemik calon gubernur DKI Jakarta pejawat Basuki Tjahaja Purnama yang menyatakan warga DKI telah dibohongi dengan surat Al Maidah ayat 51. Cuplikan pernyataan Ahok tersebut menjadi viral dan telah dilaporkan menghina Agama Islam ke polisi.

"Sebenarnya saya sudah malas untuk membahas hal ini. Namun nurani saya terusik saat pembela Pak Basuki berdalih tidak ada yang salah dengan kalimat Pak Basuki. Salah satu yang membuat saya heran adalah pernyataan Pak Nusron Wahid yang notabenya adalah tokoh NU," kata Brili memulai tulisannya di blog briliagung.com yang diterbitkan pada Jumat (7/10).

Brili mengatakan, karena dirinya bukan ahli agama, maka dia akan membedah pernyataan Ahok tersebut pada sisi linguistik. "Tulisan ini akan lebih difokuskan untuk membedah sisi linguistik, sisi kaidah bahasa yang beliau gunakan," katanya dalam tulisan berjudul Membedah Sisi Lingusitik Kalimat Pak Basuki.

Berikut tulisan Brili Agung:

Ini adalah potongan kalimat beliau:

“Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macam-macam..”

Sengaja saya fokuskan pada kalimat yang menimbulkan polemik ini..." Saya sudah melihat keseluruhan video, dan memang masalahnya ada pada frasa ini.

Terjemahan versi sebagian besar orang: Pak Basuki menistakan surat Al Maidah. Al Maidah 51 dibilang bohong oleh Pak Basuki.

Terjemahan versi pembela Pak Basuki: Pak Basuki tidak menistakan Al Maidah 51. Dia menyoroti orang yang membawa surat Al Maidah 51 untuk berbohong.

Mari kita bedah dengan kepala dingin. Jika kita ubah kalimat di atas dengan struktur yang lengkap maka akan menjadi seperti ini:

“Anda dibohongin orang pakai surat Al Maidah 51” – Ini adalah kalimat pasif.

Anda: Objek

Dibohongin: Predikat

Orang : Subjek

Pakai surat Al Maidah 51: Keterangan Alat

Dengan struktur kalimat seperti ini, jelas yang disasar dalam kalimat Pak Basuki adalah SUBYEK-nya. Yaitu “orang”. Dalam hal ini orang yang menggunakan surat Al Maidah 51.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bohong/bo·hong/ berarti tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya; dusta:

Dan inilah arti dari surat Al Maidah 51 tersebut: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Makna dari surat Al Maidah 51 tersebut sudah sangat jelas. Bukan kalimat bersayap yang bisa dimultitafsirkan. Tanpa dibacakan oleh orang lain, seseorang yang membaca langsung Surat Al Maidah 51 pun mampu memahami artinya.

Kesimpulan saya, dengan makna sejelas ini surat Al Maidah 51 TIDAK BISA DIJADIKAN ALAT UNTUK BERBOHONG. Jadi ketika Pak Basuki berkata dengan kalimat seperti itu, sudah pasti dia menyakiti Umat Islam karena menempatkan Al Maidah 51 sebagai “keterangan alat” yang didahului oleh predikat bohong. Menempelkan sesuatu yang suci dengan sebuah kata negatif, itulah kesalahannya.

Sebuah logika yang sama dengan kasus seperti ini:

Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya:

"Jangan makan babi, Allah mengharamkannya dalam Surat Al Maidah ayat 3."

Pedagang babi lalu komplain: "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pake Surat Al Maidah Ayat 3."

Atau

Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya: "Al Quran mengharamkan khamr dan judi dalam Surat Al Maidah ayat 90."

Bandar judi dan produsen vodka pun protes: "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pakai Surat Al Maidah Ayat 90."


Jika Anda sudah membaca arti Surat Al Maidah Ayat 3 dan 90, mana yang akan Anda percaya? Ustadz yang memberitahu Anda atau Pedagang Babi, Khamr, dan Bandar Judinya?

Itu pilihan Anda. Namun sebagai orang yang mengaku Muslim, jika Alquran dan As Sunnah tidak menjadi pegangan utama kita, apakah kita masih layak menyebut diri kita Muslim?

Brili Melanjutkan, selama tinggal di Jakarta, dia mengalami dua periode gubernur, yaitu Fauzi Bowo dan Ahok. Secara kinerja, dia angkat topi terhadap Ahok yang sudah membuat banyak perubahan di kota Jakarta yang dicintai.

Brili mengandaikan kinerja Ahok seperti makanan yang sangat enak, walaupun tentu saja ini debatable. Tapi pembungkus makanan ini sangat kotor. Brili menganalogikan makanan kesukaannya adalah Mie Ayam. Tapi dia akan menolak memakan mie ayam itu jika dibungkus memakai kulit babi yang busuk.

"Namun, saya akan memakan mie ayam tersebut jika dibungkus dengan wadah yang bersih dan halal," kata dia.

Brili melanjutkan, jika ada dua pilihan untuk masyarakat Jakarta, pertama makanan enak, namun bungkusnya kotor dan haram. Pilihan kedua adalah makanan enak dan bungkusnya bersih dan halal.

"Maka saya yakin masayakat Jakarta ini akan memilih yang kedua. Bagaimana dengan Anda?" tulisnya.


Brili Agung dikenal sebagai Authormaker dengan visi hidup “Di tahun 2060, 7 dari 10 penulis di Indonesia ketika ditanya siapa gurunya, mereka akan menjawab Brili Agung.”

Brili disebut sudah melanglang buana ke seluruh pelosok Indonesia dan ASIA untuk memberikan training di perusahaan multinasional. Dia juga mencetak puluhan penulis lewat Inspirator Academy. Di sana ia menjadi guru untuk semua yang ingin menginspirasi lewat tulisan.

Brili Agung juga sudah menulis 17 buku seperti Jangan Bodoh Mencari Jodoh, Mencintai Tak Bisa Menunggu, Reborn: JBMJ, Seni Memantaskan Diri, ME, Sebuah Novel berjudul PETAKA dan lainnya. Brili juga menjadi ghost dan co-writer puluhan trainer, pengusaha dan artis nasional.

http://m.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/10/08/oeq21v-membedah-sisi-linguistik-kalimat-ahok-soal-almaidah-51

Dasar babik buduk, bacot taikk emoticon-Mad
Yang pasti langkah ni buat makin rame dan terkenal. Rating naik nih sepertinya
Bentar lagi pedagang babik dan pedagang alkohol ikut2an bacot, jgn mau dibodohin ustadz/kiai/guru dll dgn ayat di Quran tentang larangan utk mengkonsumsinya emoticon-Matabelo
itu kan tadi udah gue jelasin..

kita fokus dulu pada kata DIBOHONGI / BOHONG / DUSTA, yang dari kamus indonesia yang anda sampaikan bahwa bohong/bo·hong/ berarti tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya; itu benar.

Tapi perlu diketahui pula, bahwa ada berbagai macam cara / trik untuk berbohong:
Trik 1: Orang berbohong dengan cara menyampaikan sesuatu yang tidak benar
Trik 2: Orang berbohong dengan cara menyampaikan sesuatu yang benar sebagian, dan menutupi sesuatu yang benar lainnya, sehingga fakta keseluruhan menjadi tidak benar karena orang yang dibohongi hanya terfokus pada sebagian saja, istilahnya Peralihan
Trik 3: Orang berbohong dengan cara tidak menyampaikan apa apa, atau menjawab tidak tau apa apa padahal tau

Quote:Kesimpulan saya, dengan makna sejelas ini surat Al Maidah 51 TIDAK BISA DIJADIKAN ALAT UNTUK BERBOHONG. Jadi ketika Pak Basuki berkata dengan kalimat seperti itu, sudah pasti dia menyakiti Umat Islam karena menempatkan Al Maidah 51 sebagai “keterangan alat” yang didahului oleh predikat bohong. Menempelkan sesuatu yang suci dengan sebuah kata negatif, itulah kesalahannya.

kesalahan terbesar anda menempatkan Pernyataan Ahok bahwa ada orang melakukan kebohongan hanya menggunakan Trik1 saja, padahal maksud Pak Ahok adalah Trik2. Ayatnya sih benar tapi hanya sebagian ayat saja yang disampaikan, sedangkan ayat ayat lainnya tentang Kepemimpinan di Al Quran tidak disampaikan. Padahal ada khan ayat tentang Kepemimpinan itu harus Laki Laki di surat Al Nisa, padahal salah satu calon wakil gubernur wanita, koq gak ada gembar gembornya untuk ayat Al Nisa tersebut. Tapi sengaja ayat tersebut ditutup tutupi agar berfokus tidak memilih Ahok saja. itu yang disebut kebohongan.

Sekarang banyak orang mengatakan bahwa telah menonton videonya keseluruhan, ntah benar ata tidak, tapi tetap saja fokus hanya ke ucapan itu saja..

Padahal jelas jelas Ahok menjelaskan supaya Orang yang diberi bantuan Program budidaya Kerapu tidak usah gak enakan sama beliau, karena tidak memilih beliau karena surat Al Maidah.

coba sekarang sebutin: SATU SAJA GUBERNUR MUSLIM YANG BERANI BILANG KE ORANG ORANG SUPAYA TIDAK MEMILIH DIA KARENA GAK ENAKAN KARENA AYAT YANG DIYAKINI AGAMA ORANG ORANG TERSEBUT WALAUPUN SUDAH DIBERI BANTUAN PROGRAM? TIDAK ADA
Ahok ini udah bikin sadar pemilih Muslim Jakarta yang masih galau dengan ngungkit ayat surat ini
ayat suci maha sakti itu mustahil bisa dijadiin alat. dasar tapir penghina kutab junjungan kitak-kitak!! emoticon-Blue Guy Bata (L)

tapi sudahlah, daripada mikirin tapir, mending kita kimpoi kilat ke penghulu di puncak, nikah semalam yang sesuai dengan kitab sakti kitak-kitak.
halal dan nikmat coy. emoticon-Big Grin
jangan kau menyangka bahwa ahok akan membawa kedamaian di bumi DKI, ahok datang bukan utk mmbawa kedamaian mlainkan pertentangan emoticon-Cool
Quote:Original Posted By jinmales
ayat suci maha sakti itu mustahil bisa dijadiin alat. dasar tapir penghina kutab junjungan kitak-kitak!! emoticon-Blue Guy Bata (L)

tapi sudahlah, daripada mikirin tapir, mending kita kimpoi kilat ke penghulu di puncak, nikah semalam yang sesuai dengan kitab sakti kitak-kitak.
halal dan nikmat coy. emoticon-Big Grin


Mending ngikut aliran sempak terkasih, lgs diampuni segala dosa, itu baru joss emoticon-Matabelo
ini orang ngaku ahli bahasa?

udah pernah belajar pragmatik belum?

ayat al quran, jangankan digunakan buat berbohong.

buat membunuh orang juga sampai sekarang masih.

kek ISIS tuh.

intinya itu tafsiran ayatnya yg digunakan untuk kepentingan sendiri/kelompok.
Penulis yang berpengalaman

Fokus pada tujuan acara dan topik memang kadang sulit . .
Bener2 ahli bahasa?
Quote:Original Posted By bohrauger
ini orang ngaku ahli bahasa?

udah pernah belajar pragmatik belum?

ayat al quran, jangankan digunakan buat berbohong.

buat membunuh orang juga sampai sekarang masih.

kek ISIS tuh.

intinya itu tafsiran ayatnya yg digunakan untuk kepentingan sendiri/kelompok.


Lha iya Blog, isi ayatnya sdh jelas eksplisit, isinya larangan, kok malah dikonotasikan jgn mau dibodohin dgn ayat tsb emoticon-Gila
Quote:Original Posted By kortikal
Mending ngikut aliran sempak terkasih, lgs diampuni segala dosa, itu baru joss emoticon-Matabelo



he-euh, trio samawi memang joss yak. emoticon-Matabelo
emoticon-Toast setuju om, saya sebagai muslim merasa kalimat yang keluar dari ahok sudah sangat keterlaluan, jadi intinya menurut ahok SIAPAPUN SUBJEKNYA yang ngomong/ceramah menggunakan dalil Al Maidah ayat 51 disebut sebagai pembohong,..siapapun!, baik ulama atau awam.

#AhokNyungsep
Nyimak dulu dah
kenapa juga orang seperti ahok & jokowi susah bener buat ngomong minta maaf kpd orang yg kedudukannya lbh rendah, apalagi kpd rakyat.
Sekarang Jelas, bahwa Almaidah 51 nya sebagai keterangan Alat...yg katanya Netral...

Terus Penghinaan Agamanya dimana?????¿

Apa kalo ada Tukang Judi bilang "Jangan mau diboongin make Ayat Judi"...itu artinya dia Menghina Agama??? Yg harus bikin lo mencak2 sebagaimana lo pada mencak2nya kalo Ahok yg ngomong?????¿
Quote:Original Posted By hyudilautbiru
kenapa juga orang seperti ahok & jokowi susah bener buat ngomong minta maaf kpd orang yg kedudukannya lbh rendah, apalagi kpd rakyat.


Kalo mereja minta Maaf, Nanti Nasbung Nasbung laknat yg ga doyan perdamaian pada Bilang: "tuh kan ngaku salah, buktinya Minta maaf...ayooo ngaku ajaaa emeng merasa salah kaaannn???¿"
Quote:Original Posted By kocrottt


Kalo mereja minta Maaf, Nanti Nasbung Nasbung laknat yg ga doyan perdamaian pada Bilang: "tuh kan ngaku salah, buktinya Minta maaf...ayooo ngaku ajaaa emeng merasa salah kaaannn???¿"


Emang ga bisa salah ya gan, sungguh super emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By kocrottt
Sekarang Jelas, bahwa Almaidah 51 nya sebagai keterangan Alat...yg katanya Netral...

Terus Penghinaan Agamanya dimana?????¿

Apa kalo ada Tukang Judi bilang "Jangan mau diboongin make Ayat Judi"...itu artinya dia Menghina Agama??? Yg harus bikin lo mencak2 sebagaimana lo pada mencak2nya kalo Ahok yg ngomong?????¿

itu lah gobloknya "ahli bahasa" kita ini netral ya netral yg tidak netral itu org yg memakai itu ayat utk kepentingannya.