alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f8998254c07a02098b4568/kumpulan-cerita-thriller----masuk-mari-gan
Poll: what
1 100% (1 votes)
2 0% (0 votes)
kumpulan cerita thriller dan creepy pasta -..- masuk mari gan
"Memakan atau Dimakan"
By: Anastasia Sisilia

Aku sangat kesal dengan temanku, ia penunjuk jalan yang payah. Karena dialah aku terjebak di hutan ini dengan rasa lapar yang luar biasa. Aku harus mengeluarkan semua tenagaku untuk mencari makan sedangkan dia hanya bersantai disana,tergeletak dan menatapku dari balik tengkorak matanya yang hitam.
"Hei Jason,apa yang matamu lakukan di mangkuk sup ku? Baiklah, aku harus merebusnya lebih lama." Gumamku.

[Story Time]
"Memakan atau Dimakan"
By: Anastasia Sisilia

Aku sangat kesal dengan temanku, ia penunjuk jalan yang payah. Karena dialah aku terjebak di hutan ini dengan rasa lapar yang luar biasa. Aku harus mengeluarkan semua tenagaku untuk mencari makan sedangkan dia hanya bersantai disana,tergeletak dan menatapku dari balik tengkorak matanya yang hitam.
"Hei Jason,apa yang matamu lakukan di mangkuk sup ku? Baiklah, aku harus merebusnya lebih lama." Gumamku.



1. Memakan atau Dimakan]--page 1
2. Yandere ]--page 1
3. Sepucuk Cinta - part 1 ]--page 1
4. Sepucuk Cinta - part 2 ]--page 1
5. Never Ending
6. Awal
7. Inilah Rumahku
8. Webcam Part 1&2
9. Willy's Family Bloods part-1&2
10. prepare for update Willy's Family Bloods part - 3&4
Kenape ada dobel gitu emoticon-Ngakak (S)
hah? bisul pecah? emoticon-Ngakak

edit : setelah dibaca semua,ternyata seru juga
update lagi dong emoticon-Hammer (S)
rebusnya lamaan dikit gan
ane udh masuk nih gan
error gan :v

"Yandere"
By: Anastasia Sisilia


Satu kali....aku tak hiraukan,ia masih terus mengganggu dan menghujaniku dengan kata kata kotor.

Dua kali... aku tak hiraukan,ia masih menghujaniku dengan segala tuduhan dan hinaan.

Aku merasa tidak mempunyai masalah dengan gadis itu. Aku hanya sangat malas membuang waktuku untuk hal yang tak berharga.

Tiga kali,ia mulai mengancam akan membunuhku lewat pesan singkatnya,aku masih diam. Aku sibuk..sangat sibuk hingga tak akan aku biarkan waktuku yang berharga untuk sesorang yang tak layak.

Empat kali,ia berusaha meneror dengan mengirim surat ke rumahku
'aku akan membunuhmu sekarang juga!'

Apa ia gila? atau bodoh?

Malam itu aku biarkan lampu kamar nampak remang untuk menemani menyelesaikan semua tugasku.

Aku menghela napas dengan secangkir kopi di tangan. Mungkin aku butuh udara segar malam ini. Ku intip sedikit kearah jendela lalu aku melihat bayangan seseorang dibawah remang lampu,mengamati ke arah kamarku dari sebrang jalan.

"tcih...gila" Aku sepenuhnya tahu siapa dia yang ada diluar sana. Aku segera mematikan lampu kamar dan aku menyediakan guling yang ditutupi selimut diatas tempat tidur.

Akhirnya ia bergerak memasuki rumah. Dasar amatir. Mataku terbelalak dan telingaku mendengar tajam suara langkah kaki menaiki tangga. Aku menunggu di dalam kegelapan dengan waspada.

Daun pintu kamar mulai bergerak,aku biarkan ia masuk kedalam istanaku.Dia mengendap endap,berusaha sebisa mungkin tak bersuara,meraba dalam kegelapan.

Ia mendakati kasurku,lalu perlahan tangannya mengudara diatas kepalanya dengan menggenggam sebilah pisau.

"Wanita bodoh.." bisikku dibelakang telinganya

Brakkkk.... Aku memukul kepalanya dengan sebalok kayu sisa kemarin malam. Ia tersungkur diatas tempat tidurku,lalu aku menyalakan saklar lampu.

"sampah.."

Wajahnya mulai sedikit samar dalam ingatan,aku masih berusaha keras mengingat siapa wanita yang cukup gila untuk membunuhku. Aku mengikat kedua tangan dan kakinya. Ia nampak kesusahan untuk membuka kedua matanya.

"selamat pagi nona cantik"

Ia menggeram terbelalak melihat wajahku. Meronta dari balik belenggu tali dan mencoba teriak dari balik lilitan kain dimulutnya.

"kaukah yang terus menerorku? kaukah yang mengancam ingin membunuhku?"

Kakiku menginjak pergelangan lehernya,ia menggeliat bak cacing yang keluar dari lubang hangat. Aku duduk diatas dadanya yang empuk lalu ku genggam erat martil kesayanganku dan mulai kuhempaskan di atas kepalanya. Satu...dua..tiga..empat..lima..enam...tujuh ah dua belas kali hempasan sudah cukup untuk membuatnya merasa kesakitan. Darahnya keluar begitu deras dari balik retakan tengkoraknya.

"Menyiksamu akan sangat menyusahkanku jadi selamat menikmati 'kesakitan' mu"

Ku biarkan wanita itu tergeletak dengan luka menganga dikepala,ia akan segera menjemput kematiannya sendiri. Aku bangkit berdiri dan beralih ke pekerjaanku yang sempat aku tunda untuk satu jam yang tak berharga. Tubuh seorang wanita muda cantik yang aku letakan disudut ruangan kamarku.

"Aku hanya perlu sedikit menguliti bagian kakinya.
.melelahkan,aku dapat pekerjaan double sekarang."

Setelah aku rasa cukup dan selesai dengan tubuh wanita itu. Aku beralih kepada wanita yang baru saja aku bunuh. Mulutnya sudah menganga dengan mata terbelalak tak bernyawa.

"kau sudah mati?" kakiku menggoyang goyangkan tubuh wanita itu.

Sekarang aku ingat siapa orang ini,wanita yang menuduhku merebut kekasihnya. Itu konyol,hanya karena seorang laki-laki kau berani memaki dan meneror seseorang yang tak bersalah? laki-laki yang membayar atas jasaku untuk membunuh kerabatnya kemarin sore disebuah cafe dekat kota?

Ku ambil ponselku diatas meja dan menghubungi temanku.

"Hei Jack..aku punya hadiah untukmu. Dua tubuh wanita cantik dengan organ dalam yang masih utuh"

"Wah Marry tangkapan yang bagus. Apakah diantaranya adalah gadis yang mengancammu? Yang menuduhmu mengambil kekasihnya?"

"Ya..mungkin aku rasa. Akan aku beri kejutan untuk teman laki-lakinya. Berikan aku penawaran yang besar atas kepala wanita ini."

"Baiklah aku pikir kau bisa menyelesaikannya sendiri Marry,sampai jumpa."

tuttttt.....

Tidakkah itu lucu,seorang gadis yang menyebut dirinya Yandere sejati dengan meneror dan mengancamku,memaki-maki dengan mulut kotornya? ia tak berharga sama sekali. Sekarang ia mengusikku,masuk ke istanaku dan bahkan mencoba membunuh...membunuh seseorang yang sudah puluhan tahun hidup dalam kegelapan?

Apa kau bercanda?
masih banyak gan tenang :v
Quote:Original Posted By sonfeb

"Yandere"
By: Anastasia Sisilia


Satu kali....aku tak hiraukan,ia masih terus mengganggu dan menghujaniku dengan kata kata kotor.

Dua kali... aku tak hiraukan,ia masih menghujaniku dengan segala tuduhan dan hinaan.

Aku merasa tidak mempunyai masalah dengan gadis itu. Aku hanya sangat malas membuang waktuku untuk hal yang tak berharga.

Tiga kali,ia mulai mengancam akan membunuhku lewat pesan singkatnya,aku masih diam. Aku sibuk..sangat sibuk hingga tak akan aku biarkan waktuku yang berharga untuk sesorang yang tak layak.

Empat kali,ia berusaha meneror dengan mengirim surat ke rumahku
'aku akan membunuhmu sekarang juga!'

Apa ia gila? atau bodoh?

Malam itu aku biarkan lampu kamar nampak remang untuk menemani menyelesaikan semua tugasku.

Aku menghela napas dengan secangkir kopi di tangan. Mungkin aku butuh udara segar malam ini. Ku intip sedikit kearah jendela lalu aku melihat bayangan seseorang dibawah remang lampu,mengamati ke arah kamarku dari sebrang jalan.

"tcih...gila" Aku sepenuhnya tahu siapa dia yang ada diluar sana. Aku segera mematikan lampu kamar dan aku menyediakan guling yang ditutupi selimut diatas tempat tidur.

Akhirnya ia bergerak memasuki rumah. Dasar amatir. Mataku terbelalak dan telingaku mendengar tajam suara langkah kaki menaiki tangga. Aku menunggu di dalam kegelapan dengan waspada.

Daun pintu kamar mulai bergerak,aku biarkan ia masuk kedalam istanaku.Dia mengendap endap,berusaha sebisa mungkin tak bersuara,meraba dalam kegelapan.

Ia mendakati kasurku,lalu perlahan tangannya mengudara diatas kepalanya dengan menggenggam sebilah pisau.

"Wanita bodoh.." bisikku dibelakang telinganya

Brakkkk.... Aku memukul kepalanya dengan sebalok kayu sisa kemarin malam. Ia tersungkur diatas tempat tidurku,lalu aku menyalakan saklar lampu.

"sampah.."

Wajahnya mulai sedikit samar dalam ingatan,aku masih berusaha keras mengingat siapa wanita yang cukup gila untuk membunuhku. Aku mengikat kedua tangan dan kakinya. Ia nampak kesusahan untuk membuka kedua matanya.

"selamat pagi nona cantik"

Ia menggeram terbelalak melihat wajahku. Meronta dari balik belenggu tali dan mencoba teriak dari balik lilitan kain dimulutnya.

"kaukah yang terus menerorku? kaukah yang mengancam ingin membunuhku?"

Kakiku menginjak pergelangan lehernya,ia menggeliat bak cacing yang keluar dari lubang hangat. Aku duduk diatas dadanya yang empuk lalu ku genggam erat martil kesayanganku dan mulai kuhempaskan di atas kepalanya. Satu...dua..tiga..empat..lima..enam...tujuh ah dua belas kali hempasan sudah cukup untuk membuatnya merasa kesakitan. Darahnya keluar begitu deras dari balik retakan tengkoraknya.

"Menyiksamu akan sangat menyusahkanku jadi selamat menikmati 'kesakitan' mu"

Ku biarkan wanita itu tergeletak dengan luka menganga dikepala,ia akan segera menjemput kematiannya sendiri. Aku bangkit berdiri dan beralih ke pekerjaanku yang sempat aku tunda untuk satu jam yang tak berharga. Tubuh seorang wanita muda cantik yang aku letakan disudut ruangan kamarku.

"Aku hanya perlu sedikit menguliti bagian kakinya.
.melelahkan,aku dapat pekerjaan double sekarang."

Setelah aku rasa cukup dan selesai dengan tubuh wanita itu. Aku beralih kepada wanita yang baru saja aku bunuh. Mulutnya sudah menganga dengan mata terbelalak tak bernyawa.

"kau sudah mati?" kakiku menggoyang goyangkan tubuh wanita itu.

Sekarang aku ingat siapa orang ini,wanita yang menuduhku merebut kekasihnya. Itu konyol,hanya karena seorang laki-laki kau berani memaki dan meneror seseorang yang tak bersalah? laki-laki yang membayar atas jasaku untuk membunuh kerabatnya kemarin sore disebuah cafe dekat kota?

Ku ambil ponselku diatas meja dan menghubungi temanku.

"Hei Jack..aku punya hadiah untukmu. Dua tubuh wanita cantik dengan organ dalam yang masih utuh"

"Wah Marry tangkapan yang bagus. Apakah diantaranya adalah gadis yang mengancammu? Yang menuduhmu mengambil kekasihnya?"

"Ya..mungkin aku rasa. Akan aku beri kejutan untuk teman laki-lakinya. Berikan aku penawaran yang besar atas kepala wanita ini."

"Baiklah aku pikir kau bisa menyelesaikannya sendiri Marry,sampai jumpa."

tuttttt.....

Tidakkah itu lucu,seorang gadis yang menyebut dirinya Yandere sejati dengan meneror dan mengancamku,memaki-maki dengan mulut kotornya? ia tak berharga sama sekali. Sekarang ia mengusikku,masuk ke istanaku dan bahkan mencoba membunuh...membunuh seseorang yang sudah puluhan tahun hidup dalam kegelapan?

Apa kau bercanda?


hmmmm ini kayaknya bukan thriller gan .. tapi cryptic..
emoticon-2 Jempol

ok gan thanks sarannya, pantengin aja terus, post karya temen, jadi kurang ngarti :v

Quote:Original Posted By xilouette


hmmmm ini kayaknya bukan thriller gan .. tapi cryptic..
emoticon-2 Jempol


Quote:Original Posted By sonfeb
error gan :v

Keren gan, nyimak ya..

"Sepucuk Cinta" (Part 1)
By: Anastasia Sisilia


Pekerjaan ini membuatku gila. Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menyambung hidupku. Kebrutalan dan kehampaan yabg aku dapatkan semenjak aku dilahirkan ke dunia. Aku tumbuh menjadi anak yang tinggal di dalam kegelapan dan melakukan sebuah pekerjaan yang kotor. Bahkan ini menjadi satu bagian gelap dalam dirimu. Kau akan merasakan 'nanika' seketika itu pula merampas sisi kemanusianmu, dan mencoba mengendalikanmu seperti yang 'nanika' inginkan.

Tumbuh menjadi seorang pria dewasa yang bekerja pada siang hari dan menjadi pelayan sebuah coffee shop ternama di tengah kota.
Lalu, suatu ketika di siang yang terik. Lonceng dari tokonya berbunyi.

"Selamat datang."

Aku melihat seorang gadis bergaun putih selutut dengan rambut berkilau dan bibir merona yang tipis, ia tersenyum ramah.

Dia selalu datang di toko ini setiap hari kamis petang dengan gaun yang berbeda-beda. Sesekali aku melihat bola matanya yang mengikuti sajak tulisan di buku yang ia baca. Begitu cantik... Buku dengan sambul hitam berlukiskan bunga mawar dengan ketebalan hampir 3cm. Ia tak pernah selesai membacanya. Akupun selalu mencuri pandangan hanya untuk melihat bibirnya yang mengecup pada cangkir kopinya. Semakin sering gadis itu datang, aku semakin memperhatikannya.

Pekerjaan di siang hari inilah satu-satunya yang bisa disebut normal. Ketika jam sudah menunjukan jam 12 malam, aku selalu mendapat perintah baru.

"Jalan Fujimora No 12. " Aku bergegas mengganti baju ku, memakai hoodie dengan membawa ransel kecil. Disanalah 'nanika' berada. Secepat mungkin aku berjalan menyela kabut malam itu, udara dingin hampir sudah tidak bisa membunuhku. Lolongan serigala saat itu terdengar begitu nyaring beratap rembulan yang memberontak untuk menyelinap sang kabut.

Tring!

Aku mendapatkan pesan yang berisi poto dari korbanku. Mungkin saudaraku sudah ada disana. Aku membiarkan pesan gambar itu dan berlari secepat yang aku bisa.

"Tcih... Apa aku terlambat?" Tanyaku pada Viley, dia saudaraku, kita sama-sama tumbuh dalam seperdelapan kegelapan di dunia.

"Aku sudah menunggu, baka!"

"Baiklah, akan kita mulai."

Ketika kabut mulai mereda, aku dan Viley berjalan memasuki rumah yang cukup besar dengan jarak pintu utama dengan gerbang yang lumayan jauh. Rumah ini sangat mudah ditemukan karena letaknya yang berada dipuncak bukit. Jadi siapapun bisa melihatnya. Langkah pertama kami dimulai dari gerbang.

"Viley, apakah sudah beres?"

"Aku sudah melakukan bagianku, sekarang giliranmu. Aku akan mencari hiburan lainnya."

Aku bisa mempercayakan semuanya pada Viley. Ia sudah mematikan semua perangkat keamanan rumah itu atau mungkin ia sudah membunuh semua staff keamananp disana. Ia berjalan mengitari rumah kemudian ia hilang ditengah kabut selanjutnya. Aku memasuki pintu gerbang dengan sangat mulus sesuai rencana kami.

Rumah yang sangat besar bergaya ala rumah-rumah di Eropa dengan tangga utama di tengah ruangan. Aku tidak boleh kehilangan konsentrasiku. Menurut perintah yang aku dapatkan, aku hanya perlu membunuh keluarga inti. Tapi jika diperlukan aku akan membunuh seisi rumah ini, aku berharap Viley menyisakannya untuk 'nanika'.

"Tcih.." Aku tersenyum dengan tangan yang menutupi sebagian mukaku.

"Nanika, Inilah bagian kita." aku mengelus rambutku.

Aku mengeluarkan kedua pisau dagingku. Kanan dan kiri. Kemudian aku mulai menaiki tangga itu dan kutemukan sebuah ruangan besar disana. Tanpa basa basi lagi, aku langsung mendobrak paksa pintu itu.

Brakkk!!

Sepasang suami istri terlihat begitu terlelap diatas kasur empuk seperti raja dan ratu, tapi mereka terbangun karena mimpi buruk yang harus mereka hadapi saat ini juga. Lampu diruangan itu redup, angin dingin terasa di ruangan itu ketika Viley sudah berada di jendela dengan pistol yang ia genggam. Lampu pun menyala.

Suami istri itu terbelalak kaget dan memeluk satu sama lain

"Apa...ap..apa yang kalian inginkan?"

Suara terbata dari sang suami sambil mencoba melindungi istrinya. Istrinya memandangku ragu. Aku berjalan mendekat, mata pisauku nampak berkilau malam itu.

"Malam yang indah Tuan Andreson. kami mempunyai perintah dari kerabat bisnis anda. Untuk membunuh anda dan keluarga." Gumamku dengan suara yang rendah.

"Ap...apa?!"

Doorr!!

Tembakan yang berasal berasal dari lubang pistol berlaras sedang dengan tipe Magnum, senjata kesayangan Viley yang mampu menembus apapun yang dilaluinya, termaksud kepala dari pria itu. Sang istri hanya bisa berteriak dan mulai mengeluarkan air mata, matanya penuh dengan kengerian.

"Kau tau? Laki laki itu berusaha mengeluarkan sesuatu dari balik bantalnya. Kau bodoh!" Cetus Viley yang kemudian menondongkan pistolnya ke arah sang istri.

"Baiklah. Biarkan yang satu ini menjadi bagianku."

"Bagaimana kau bisa tidak tahu pergerakan pria itu yang semenit saja bisa melubangi dadamu. Dasar bodoh!"

Ia mengambil pistol yang pria itu sembunyikan dan melemparnya tepat dihadapan mata kakiku.

"Seharusnya 'nanika' mu, kau ganti dengan yang lebih modern." Ia selalu bersikap sombong dihadapanku.

"Lakukan saja tugasmu, Viley!"

Kemudian ia berjalan kebelakangku untuk mengambil yang aku butuhkan di ranselku. Aku mendekati wanita itu yang masih gemetar dan melototi mayat yang tengkoraknya hancur ditembak Viley. Ya itu suaminya.

"Tolong..to..long..lepaskan..a..ku" ucapnya memelas minta pengampunan. Wanita itu menggenggam selimut tebalnya yang tak lagi putih.

"Maaf nona, kami hanya melakukan pekerjaan kami."

Crat..

Aku segera menghempaskan pisauku dilehernya, laluku renggut rambut si wanita berambut pirang itu. Ini akan memudahkanku untuk menggoroknya sampai tak ada yang bisa ia muntahkan. Bahkan aku akan memuruskan ribuan urat dan saraf yang menempel di tulangnya.

Tawaku terdengar nyaring diruangan itu. Aku merasa sangat geli. Setelah aku yakin bahwa tak ada satupun nadi yang tertinggal, aku mengangkat kepala wanita itu dan memperlihatkannya kepada Viley yang hanya berdiri disana memandangiku melakukan keahlianku.

"Baiklah..baiklah, Mr. Daging. Itu sangat memukau. Apa kau berusaha melampauiku? Aku sudah mendapatkan videonya sesuai permintaanmu." Ia mengalihkan padangan nya dari tatapan biru sang wanita itu.

"Nanika ingin yang lebih dari ini, Viley." Aku meminum darah yang masih menetes segar dari tengkorak kepala si wanita.

"Menjijikan! Sora, aku akan melakukan yang selanjutnya, membunuh putri dari keluarga kaya ini. Selesaikanlah pekerjaanmu segera. Inilah keahlian dari 'nanika' mu bukan?" Ia tertawa tipis sambil melambaikan tangannya, sebelum ia keluar dari pintu ruangan itu.

Seperti yang Viley bilang, inilah keahlianku. Menguliti semua kulit yang menempel dikorban. Mencongkel matanya, dan mengeluarkan organ tubuh yang kami butuhkan untuk dijual. Akan aku pastikan tak ada lagi yang tersisa kecuali tulang.

"Ini sudah cukupkan." Aku mengelap keringat didahiku yang sudah tercampur oleh darah.

Brakk!!

Viley membawa gadis dengan mata tertutup dan mulut yang disumpal masuk ke ruangan. Sang gadis terisak menangis.

"Gadis sombong!" Ia membanting badan wanita itu kelantai dengan kesal.

"Ia melukaimu?" Tanyaku geli. Viley memang nampak memegangi lengan kirinya yang mengeluarkan cukup banyak darah.

"Haha, dasar ceroboh!" Ejekku kepadanya.

"Tcih.." Ia membuka penutup matanya, aku mengamati seksama paras dan matanya yang melotot ngeri ke arah mayat kedua orang tuanya yang sudah tak bersisa lagi.

"Mam..a..pa..pa." bisik gadis itu nampak putus asa.

Lalu, aku mulai menyadari sesuatu. Mata itu, tatapan itu, lalu kalimat yang keluar dari bibir itu. Aku tertegun memandang wajah yang tak asing lagi bagiku.

"Kau akan menyusul kedua orang tuamu!" Bentak Viley yang berdiri dihadapannya dan menodongkan pistol magnum kesayangannya.

Viley mulai mengambil aba-aba untuk menarik pelatuknya. Dengan kesigapan aku langsung menghempaskan pisauku kemudian memotong srbagian dari lehernya.

"Dasar bedebah!" Satu tebasan aku rasa sudah cukup membawa Viley pada kematiannya.

Aku menyadari sesuatu dari bola mata itu, bibir tipisnya dan rambut yang nampak berkilau. Kau ingat? Gadis dengan gaun putih selutut, gadis yang selalu datang di kamis petang membawa buku hitam dan membiarkan matanya menari-nari diatas sajak yang ia baca? Ya, dia adalah gadis itu.

Kemudian aku mengambil pistol Viley dan menghujani tubuhnya dengan sisa peluru yang ia punya. Satu..dua..empat tembakan lebih tepatnya.

"Maaf Viley, semenit yang lalu 'nanika' ku yang kuno berhasil membunuhmu."

Aku berlutut dihadapan gadis itu dan memegangi bahunya....

"Sepucuk Cinta" (Part 2 - END)
By: Anastasia Sisilia


Gadis itu memberontak saat aku ingin memegangnya.

"Tidak!! Bunuh saja aku! Bunuh aku!!!"
Karena aku kesal dengan sikapnya yang tak tahu terima kasih. Aku memukul bagian belakang kepalanya,ia pingsan. Tidakkah ini tindakan yang bodoh? Seorang pembunuh yang membawa kabur..ah tidak lebih tepatnya menyelamatkan korbannya. Ini adalah yang pertama seumur hidupku menjadi seorang pembunuh bayaran. Akhirnya aku membawa gadis itu dan tidak lupa dengan sekarung penuh yang berisi organ manusia. Aku biarkan tubuh Viley tergeletak dan menjadikan ruangan itu sebagai kuburannya.

Selama berminggu-minggu aku memanipulasi laporan pekerjaan kepada 'sang penyewa' bahwa aku telah berhasil membunuh keluarga kaya yang menajdi saingan bisnisnya. Dan aku biarkan gadis pujaanku itu hidup bersamaku. Mulai hari ini aku mencoba menjalani ikatan seperti orang normal lainnya. Ternyata orang sepertiku bisa menikahi gadis muda cantik yang malang,walaupun dengan sedikit paksaan dan ancaman. Tapi inilah kisah percintaan kami. Gadis yang menikah dengan pria pembunuh bayaran.

Inilah kali pertamaku merasakan sedikit kebahagiaan,Rose..itulah namanya,ia mulai menerima semua keadaan terdesaknya itu. Aku berfikir Rose akan mulai menyayangiku pula.

Setelah hampir setengah tahun aku menutupi bangkai ini, akhirnya aku mendapat sebuah informasi dari salah satu kerabat yang terpacaya bahwa aku harus berhati-hati dengan kehidupan normal yang mulai aku jalanin saat ini.

"Sora...aku ingin memberitahu sesuatu kepadamu,bahwa orang yang dulu pernah menjadi penyewa jasamu mengetahui semua kebohongan yang kau ciptakan."

"Ya..lanjutkan"

"Sebaiknya kau mengetahui ini,ia berusaha mencari gadis yang kau ambil darinya itu. Ia menyewa beberapa pembunuh bayaran lainnya untuk menghabisimu berdua."

"Itu konyol.."

Itulah sedikit percakapanku dengan seorang kerabat pembunuh juga.

"Baiklah terimakasih,kawan." aku menutup teleponku.
Rose,yang mendengar percakapanku di sudut ruangan,memandang dengan kekhawatiran. Aku berdiri dan menatapnya.

"Jangan khawatir,sayang. Kita akan bahagia."

Aku segera mengajak Rose untuk pergi dari rumah kami dan berpindah pindah tempat. Aku tidak berusaha kabur,hanya saja aku berusaha mengulur waktu supaya aku bisa lebih lama dengan gadis cantik itu. Aku belum siap untuk kehilangannya.

"Sora.." Sapa Rose penuh keraguan
"Apakah..aku akan menemukan kembali jalan menuju kematianku yang kau tunda?" Ia mulai mengeluarkan air matanya

"Hmm..Rose. Aku tidak akan membiarkan orang lain membunuhmu." Aku menggenggam tangannya dan menyisipkan rambut kebelakang telinganya.

------------------------------------------

Saat malam mulai memaksa untuk datang dan mengusir sang mentari. Aku mulai mendapat pesan singkat.

"Mereka mulai bergerak..bersiaplah"

Aku tersenyum sambil mengasah kembali 'nanika' yang sudah lama ku simpan itu. Tak terasa sesuatu membasahi kedua pipiku. Aku merasakan hal terburuk akan terjadi padaku malam ini juga.

Ku lihat Rose sudah terbaring tidur disana,dengan senyum yang selalu ia perlihatkan di dalam lelap tidurnya. Aku menggenggam kedua 'nanika' ku sama seperti pertama kali aku memasuki tangga utama dirumah besar itu. Aku mulai memutuskan sesuatu dalam otakku...semua perasaan bergejolak dalam telingaku. Semua bisikan,hasutan dan semua kejahatan itu muncul kembali. 'Nanika' mulai mencoba mengambil kendali. Dengan tangan yang sedikit gemetar aku mencoba memainkan 'nanika' yang berada ditanganku. Mendekati Rose..dan mencium keningnya.

"Aku mencintaimu saat ini dan selamanya,Rose." Bisikku lirih ditelinganya. Mungkin saat ini ia sedang bermimpi tidur di padang rumput yang indah dengan angin yang menyerbu lembut pada helaian rambutnya.

Ku dengar sesorang mulai memasuki rumahku dengan sangat perlahan,hampir tidak ada suara. Seketika itu pula aku meneguhkan semua keputusanku.

"Rose!!! Aku mencitaimu!!!" Teriakku dengan sedikit tangisan malam itu.

Crat...crat..crat

Aku menghempaskan hampir 3 kali tebasan pada tubuh Rose. Aku merusak tubuhnya yang sedang tertidur. Kemudian gerombolan pembunuh itu masuk ke kamarku dan melihat aku berusaha menganiaya orang yang aku cintai.

Aku menggorok leher Rose,sambil menangis.

"Tidak akan...tidak akan aku biarkan!! Tidak akan ku biarkan!" Teriakku sejadi jadinya sambil menggesekan 'nanika' dengan kasar dikerongkongannya.

Diantara pembunuh itu ada salah satu kerabat yang memberitahuku tentang semua ini. Ia dan yang lainnya menahan langkah mereka untuk mendekatiku. Mereka hanya menyaksikanku dengan senjata yang mereka bawa sendiri.

'"Belum cukup!! Belum cukup,Rose. Aku akan membawamu pada keabadianmu di surga!!" Teriakku menggema.

Aku tidak akan membiarkan jari-jari kotor mereka menyentuh sedikit bahkan seujung helai rambut dari Rose. Mata indah Rose saat itu terbelalak kaku,bayangan terakhir dari bola matanya adalah wajah beringasku yang membunuhnya. Tapi..aku tetap melihat senyum dari bibir tipisnya. Aku seperti mendengar bisikannya,yang mengatakan bahwa ia juga mencintaiku saat ini.

Hempasan demi hempasan. Satu persatu bagian tubuh Rose terlepas. Kerabatku mendekat dan berkata

"Itu sudah cukup,Sora" suaranya memelas. Kawan kawanku hanya tersenyum melihat ku yang jatuh kedalam lubang yang aku ciptakan sendiri.

Aku tertunduk dan menjatuhkan pisauku. Menangisi kebodohan yang aku perbuat. Dengan air mata yang bercampur darah Rose aku memeluk sisa sisa dari tubuhnya. Aku berdiri menghadap mereka dan mengambil kembali 'nanika' ku,

"Selamat datang kembali di keluargamu,Sora." Senyum dan tawa mereka mengiasi dukaku yang telah mengambil nyawa Rose.

"Aku tau kau akan kembali menjadi dirimu,jangan berbuat bodoh lagi dengan gadis selanjutnya. Kami tidak akan membiarkanmu menjadi normal."

Tidakkah semua kisah cinta harus berakhir dengan kebahagiaan. Inilah sepenggal kisah cintaku,seorang pembunuh yang jatuh cinta dan berusaha kembali normal. Pada akhirnya 'kami' tidak akan menjadi bagian dari mereka yang menyebut dirinya normal. Kamu tidak diperbolehkan memiliki seseorang yang harus kami lindungi. Disinilah kami tinggal,disinilah kami dibesarkan,dalam keluarga kegelapan yang mungkin tidak akan pernah kalian ketahui. Bahkan seorang pembunuhpun harus siap untuk direnggut haknya memiliki seseorang yang ia cinta.

"Tadaima..saudaraku."

Ucapan terakhirku sambil berjalan menghampiri teman-temanku dan meninggalkan mayat Rose diatas tempat tidurnya. Salah satu dari mereka menghampiri tubuh Rose dan mengambil bagian bagian yang mereka perlukan.

"Sisakan aku mata indahnya,akan aku bayar berapapun kalian mau." Ucapan terakhirku sambil melalui mereka. Aku tertunduk dan masih menangisi perbuatanku.

Aku terjebak disini...di kegelapan.

Aku mencintaimu,Rose.


makasih gan, ane ga paham bikin link ni gan wkwk nubi parah

Quote:Original Posted By yunasva

Keren gan, nyimak ya..


Quote:Original Posted By sonfeb

[*url=taruh link postnya]kasih judul link[*/url]
hapus bintang. selamat mencobaemoticon-Cool
Quote:Original Posted By sonfeb

contohnya gini
V
V
V
V
Yandere
Sepucuk Cinta - Part I
Sepucuk Cinta - Part II (END)
taruh di post #1 untuk update. selanjutnya bikin sendiriemoticon-Cool
Yandere

coba pencet punya ane gan, bener kaga :v

Quote:Original Posted By yunasva

contohnya gini
V
V
V
V
Yandere
Sepucuk Cinta - Part I
Sepucuk Cinta - Part II (END)
taruh di post #1 untuk update. selanjutnya bikin sendiriemoticon-Cool


Quote:Original Posted By sonfeb
Yandere

Quote:Original Posted By sonfeb
coba pencet punya ane gan, bener kaga :v

pencet apanya nihemoticon-Malu emoticon-Leh Uga

link nya gan :'v

Quote:Original Posted By yunasva


pencet apanya nihemoticon-Malu emoticon-Leh Uga