alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f8232896bde62a6b8b4573/kpud-dki-meminta-pilih-pemimpin-muslim-bukan-sara
KPUD DKI: Meminta Pilih Pemimpin Muslim Bukan SARA
KPUD DKI: Meminta Pilih Pemimpin Muslim Bukan SARA

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta, Sumarno mengatakan, masyarakat sering salah kaprah ketika menanggapi imbauan yang menyarankan agar warga Muslim memilih pemimpin yang seiman. Sebagai orang menilai imbauan tersebut sebagai pelanggaran SARA. 

"Padahal, imbauan seperti itu bukan pelanggaran SARA. Dalam demokrasi, sah-sah saja seseorang memilih pemimpin berdasarkan agama yang diyakininya," ujar Sumarno kepadaRepublika.co.id, Jumat (7/10).

Yang dikatakan melanggar SARA, kata dia, jika pernyataan yang disampaikan itu mengandung unsur penghinaan atau pelecehan terhadap agama, suku, atau etnis tertentu. "Kalau sekadar mengimbau masyarakat untuk memilih pemimpin yang seiman, itu tidak masalah. Tapi kalau sudah sampai menghina, melecehkan, bahkan menyerang agama atau suku orang lain, itu baru melanggar namanya," kata Sumarno menjelaskan.

Menurut dia, mengemukanya isu-isu SARA menjelang perhelatan Pilkada bukan barang baru lagi di Indonesia. Fenomena semacam itu, kata Sumarno, memang rentan terjadi di tahun-tahun politik.

Saat ditanya soal ucapan bernuansa SARA yang dilontarkan Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), beberapa waktu lalu, Sumarno mengaku tidak dapat menyampaikan komentar apa pun kepada publik. Sebagai penyelanggara Pemilu, kata dia, KPU hanya bertugas melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan persoalan administrasi kandidat, bukan menilai pelanggaran yang dilakukan kandidat. 

"Kami serahkan penilaian objektifnya kepada Bawaslu. Karena mereka yang berwenang menilai apakah (ucapan Ahok) itu memenuhi unsur penghinaan SARA atau tidak. Apalagi kini juga ada laporan warga yang masuk ke Polda Metro Jaya. Biarlah penegak hukum yang menilai," kata Sumarno lagi.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali menuai kecaman keras dari masyarakat, khususnya warga Ibu Kota. Kali ini, ucapannya yang dinilai menyinggung masalah SARA menjadi biang penyebabnya.

Kasus tersebut ketika Ahok mengadakan kunjungan ke Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada 27 September, lalu. Di sana, Ahok sempat menyampaikan arahan di hadapan masyarakat setempat. "Bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai Surat al-Maidah 51, macem-macem itu," ujar Ahok ketika itu.

Pernyataan Ahok yang kontroversial tersebut muncul di rekaman video berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik yang diunggah akun YouTubePemprov DKI berjudul '27 Sept 2016 Gub Basuki T Purnama Kunjungan ke Kep Seribu dlm Rangka Kerja Sama dgn STP'. Kalimat berbau SARA itu dapat didengar jelas di menit 24 dari detik 15-23 pada rekaman itu.


http://m.republika.co.id/berita/nasi...lim-bukan-sara


Orang kafir menghina al-Quran tidak mengherankan. Yang sangat mengherankan ialah orang Islam yang masih membela dan memuja orang kafir itu.
Semakin besar kekuasan semakin kecil ruang untuk berbuat sembarangan. Sebuah paradoks bila pejabat publik terus2an berperangai sembrono.
Muslim ketika mengutip ayat Al-Quran, sering disebut SARA. Non-muslim ketika mengutip ayat Al-Quran, malah disebut kebebasan demokrasi.
Ahoax gak pede adu gagasan, sehingga terus2an main isu SARA dan lecehkan alquran . Frustasi elektabilitasnya anjlok
Cagub2 lainnya fokus pada visi dan gagasan, ahok malah terus2an sibuk menebar kebencian pada sesama dg isu2 SARA
Padahal 2 cagub lainnya adem aja... gak ada yg jualan isu SARA spt Ahok...
Politik identitas itu niscaya. Bagaimana agar supaya ia tidak jadi bencana, itu tugas akal sehat kita. Politik identitas ini perkara "Aku berbeda dengan kau, tapi aku menerima kau yang berbeda, maka kau terimalah aku. Mari kita bersepadu. 
Rayakanlah identitasmu. Tapi bukan dengan menyingkirkan "Yang Lain". Jika mengakui perbedaan tiap identitas adalah pintu, maka menghormati keberadaan nilai-nilainya adalah kunci.
dengerin tuh hok...


KPUD DKI: Meminta Pilih Pemimpin Muslim Bukan SARA
Ahok lebih memilih main SARA ketimbang adu gagasan . #TinggalkanAhok
Ahok itu contoh anti toleransi. Jangan ditiru yah. Untuk yang tersinggung, jangan ikut2an melecehkan agama lain ya? Kita bersaudara dalam kebhinekaan..
Harusnya pilgub jadi ajang adu gagasan , sedih ketika ahok jadikan pilgub jadi panggung utk menyebut alquran itu membohongi dan membodohi 😭
Muslim begitu menghargai keyakinan org lain tp ahok malah terus2an menebar kebencian pada sesama dg isu2 SARA
Alquranmu dinistakan, aturan ditabrak, saudara2 rakyat kecilmu dizalimi , digusur demi pengembang ... Apa lg alasan membela?
Ni trit diborong Mukidi semua?

Buat trit sendiri, eh dikomenin sendiri.

emoticon-Cape d...
Isi trit lu dah bagus..
Tp ngapa lu ngomen2 sendiri..
Ah elah..
Hoktod bukan kapasitasnya mendikte dan mengutak-atik isi kitab suci agama yang bukan agama dirinya...

Panastaik memang bebal! emoticon-Blue Guy Bata (L)
Jadi siapa yang dituduh si Hoktod membohongi masyarakat pakai Al Maidah 51? Si Hoktod mau menuduh para ulama telah berbohong pakai Al Maidah 51?
begitu banyak serangan isu sara pada A hok dlm pemilihan gub
hanya gara2 A Hok itu adalah cina ,bukan muslim .

presiden di indonesia harus org indonesia asli beragama muslim
pertanda tragislah buat org indonesia asli beragama kristen katolik hindu itu
mrk tak akan dpt kesempatan menjadi presiden ya
gara2 ga mau denger masukan sih Ahok, ga pengen dipoles katanya, bagus sih..emang kemasan aslinya begitu..

TSnya native indon sinophobia seakan2 mau kambing hitamkan Ethnic Chinese
seakan2 yg suka sibut SARA itu adalah Ethnic Chinese
kalian kaum mayoritas native indon sendiri yg suka rasis & sara
jangankan sara & rasis pada kaum minoritas Ethnic Chinese
sesama kaum mayoritas native indon aja saling rasis2an sibuk berkutat ribut masalah sara
Sudah Merdeka 70 Tahun, tapi Masih Berkutat Masalah SARA, Kapan Indonesia Maju
http://www.tribunnews.com/nasional/2...indonesia-maju