alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f8223198e31bbc038b456a/bukan-ahock-yang-menentukan-tapi-pengadilan
Bukan Ahock Yang Menentukan Tapi Pengadilan
Quote:
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 dalam pidato di Kepulauan Seribu berbuah tuntutan hukum. Sejumlah organisasi kemasyarakatan melaporkan gubernur petahana itu ke kepolisian.
Anggota DPD RI Fahira Indris mengatakan, berhubung sudah masuk ranah hukum maka biar pengadilan yang memutuskan apakah pernyataan Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51 merupakan bentuk penistaan agama atau tidak.
"Bukan hak dia yang menentukan tidak menistakan agama tetapi pengadilan," katanya di komplek parlemen, Jakarta, Jumat (7/10).
Fahira memberikan apresiasi kepada berbagai organisasi kemasyarakatan yang menempuh koridor hukum dalam menyikapi persoalan ini. Baginya, pengadilan adalah koridor yang tepat untuk menentukan seseorang bersalah atau tidak.
"Bukti video sudah ada, nanti di pengadilan akan diuji. Pakar atau ahli multimedia, bahasa, agama dan bidang keilmuan lainnya akan lebih fair melihat apakah pernyataan Ahok menista agama atau tidak seperti yang dia katakan. Tapi satu yang pasti, dia Ahok tidak punya kompetensi menilai, menafsir, apalagi mengambil kesimpulan ayat dalam Al-Quran. Dia lebih baik diam, kalau tidak memahami apa yang dia katakan," jelas waki ketua Komite III DPD tersebut.
Fahira pun berharap pihak kepolisian bertindak cepat mengusut kasus ini agar kemarahan publik tidak berkembang menjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya yakin polisi profesional. Karena kasus ini berdampak besar jika tidak segera diproses dan diusut tuntas," tegasnya.
sumur

Percuma buzer teroris kaing kaing di mari emoticon-Leh Uga
sop nastak
1. serang narsum, ts atau sumur
2. pasang meme wowo, pks, pler
3. pasang pict apapun yg ga ada hub dgn trit untuk oot
4. mensucikan bacot



Padahal masalah mungkin bisa diselesaikan sebelumnya dengan meminta maaf...


Djarot butuh selotip yg banyak buat ahok dan nguikernya..

Quote:Original Posted By Kepalapreman



Padahal masalah mungkin bisa diselesaikan sebelumnya dengan meminta maaf...


Djarot butuh selotip yg banyak buat ahok dan nguikernya..



hoktod bacot itu ngerasa dirinya kim jong atau hitler, mana mungkin merasa bersalah
hasil akhirnya udah bisa ditebak
Quote:Original Posted By jacky.wu

Percuma buzer teroris kaing kaing di mari emoticon-Leh Uga


buzzer hoktod hanya sekumpulan sampah bray gak ngaruh ke pilkada entar wong mereka cuman minor belagu emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By jacky.wu
sop nastak
1. serang narsum, ts atau sumur
2. pasang meme wowo, pks, pler
3. pasang pict apapun yg ga ada hub dgn trit untuk oot
4. mensucikan bacot


kl sop nasbung?
Bring it On kata Ahokemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By jacky.wu
sop nastak
1. serang narsum, ts atau sumur
2. pasang meme wowo, pks, pler
3. pasang pict apapun yg ga ada hub dgn trit untuk oot
4. mensucikan bacot

itulah warna warni SOP nastak otak babiemoticon-Recommended Seller

Dasar buzzer
Seperti biasa
Ga ada nasbung yang ga maen fitnah, sudah SOP standar itu

Kalo sudah atau engga, mulai playing victim atau monolog sesama klonengan

emoticon-Stick Out Tongueencet
Ayat Alquran adalah Firman Tuhan dan merupakan kitab Suci Umat islam.

Ketika ayat Alquran dituduh dipakai untuk membohongi orang itu sama saja dengan merendahkan ayat Alquran yang suci. Itu sama saja dengan menistakan ajaran agama islam.

Alquran bukan alat untuk menbohongi orang. Siapa yang mengatakan ayat Alquran dipakai untuk membohongi orang lain berarti telah melecehkan agama islam dan kitab sucinya.

Nih BACA pendapat dari pakar Bahasa.

Quote: Membedah Sisi Linguistik Kalimat Pak Basuki
Oleh : Brili Agung
(Ahli Tata Bahasa)

Sebenarnya saya sudah malas untuk membahas hal ini. Namun nurani saya terusik saat pembela Pak Basuki berdalih tidak ada yang salah dengan kalimat Pak Basuki. Salah satu yang membuat saya heran adalah pernyataan Pak Nusron Wahid yang notabenya adalah tokoh NU.

Baik, dalam tulisan ini saya tidak akan berpolemik masalah agamanya (jelas saya bukan ahlinya). Tulisan ini akan lebih difokuskan untuk membedah sisi linguistik, sisi kaidah bahasa yang beliau gunakan.

Ini adalah potongan kalimat beliau :

“Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macam-macam..”

Sengaja saya fokuskan pada kalimat yang menimbulkan polemik ini. Saya sudah melihat keseluruhan video, dan memang masalahnya ada pada frasa ini.

Terjemahan versi sebagian besar orang : Pak Basuki menistakan surat Al Maidah. Al Maidah 51 dibilang bohong oleh Pak Basuki.
Terjemahan versi pembela Pak Basuki : Pak Basuki tidak menistakan Al Maidah 51. Dia menyoroti orang yang membawa surat Al Maidah 51 untuk berbohong.

Mari kita bedah dengan kepala dingin. Jika kita ubah kalimat di atas dengan struktur yang lengkap maka akan menjadi seperti ini :
“Anda dibohongin orang pakai surat Al Maidah 51” – Ini adalah kalimat pasif.

Anda : Objek
Dibohongin : Predikat
Orang : Subjek
Pakai surat Al Maidah 51 : Keterangan Alat

Dengan struktur kalimat seperti ini, jelas yang disasar dalam kalimat Pak Basuki adalah SUBYEK nya. Yaitu “orang ” . Dalam hal ini orang yang menggunakan surat Al Maidah 51.

Karena Surat Al Maidah 51 di sini hanya sebagai keterangan alat yang sifatnya NETRAL. Saya analogikan dengan struktur kalimat yang sama seperti ini :

“Anda dipukul orang pakai penggaris.”

Struktur kalimat di atas sama, yaitu : OPSK . Jenis kalimat pasif. Subyek ada pada orang. Sedangkan penggaris merupakan keterangan alat yang bersifat netral.

Di sini menariknya.

Penggaris memang bersifat netral. Bisa dipakai menggaris, memukul dan yang lainnya tergantung predikatnya. Yang menentukan apakah si penggaris ini fungsinya menjadi positif atau negatif adalah predikatnya.

Nah masalahnya adalah apakah Surat Al Maidah 51 bisa digunakan sebagai alat untuk berbohong?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bohong/bo·hong/ berarti tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya; dusta:

Dan inilah arti dari surat Al Maidah 51 tersebut : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Makna dari surat Al Maidah 51 tersebut sudah sangat jelas. Bukan kalimat bersayap yang bisa dimultitafsirkan. Tanpa dibacakan oleh orang lain, seseorang yang membaca langsung Surat Al Maidah 51 pun mampu memahami artinya.

Kesimpulan saya, dengan makna sejelas ini surat Al Maidah 51 TIDAK BISA DIJADIKAN ALAT UNTUK BERBOHONG. Jadi ketika Pak Basuki berkata dengan kalimat seperti itu, sudah pasti dia menyakiti umat islam karena menempatkan Al Maidah 51 sebagai “keterangan alat” yang didahului oleh predikat bohong. Menempelkan sesuatu yang suci dengan sebuah kata negatif, itulah kesalahannya.

Sebuah logika yang sama dengan kasus seperti ini :

Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya : "Jangan makan babi, Allah mengharamkannya dalam Surat Al Maidah ayat 3".
Pedagang babi lalu komplain. "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pake Surat Al Maidah Ayat 3".
atau
Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya, " Al Quran mengharamkan khamr dan judi dalam Surat Al Maidah ayat 90".
Bandar judi dan produsen vodka pun protes, "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pakai Surat Al Maidah Ayat 90. "

Jika Anda sudah membaca arti Surat Al Maidah Ayat 3 dan 90 , mana yang akan Anda percaya? Ustadz yang memberitahu Anda atau Pedagang Babi, Khamr, dan Bandar Judinya ?

Itu pilihan Anda. Namun sebagai orang yang mengaku muslim, jika Al Qur’an dan As Sunnah tidak menjadi pegangan utama kita, apakah kita masih layak menyebut diri kita muslim?

Pak Basuki yang terhormat, selama tinggal di Jakarta saya mengalami dua periode gubernur. Pak Fauzi Bowo dan Pak Basuki. Secara kinerja, saya angkat topi terhadap Anda yang sudah membuat banyak perubahan di kota tercinta kami ini.

Katakanlah kinerja Pak Basuki ibarat makanan yang sangat enak (walaupun tentu saja ini debatable) , bungkus makanan ini sangat kotor. Saya ambil analogi makanan kesukaan saya adalah Mie Ayam. Saya akan menolak memakan mie ayam itu jika dibungkus memakai kulit babi yang busuk. Namun saya akan memakan mie ayam tersebut jika dibungkus dengan wadah yang bersih dan halal.

Jika ada dua pilihan untuk masyarakat Jakarta :
1. Makanan enak namun bungkusnya kotor dan haram
2. Makanan enak dan bungkusnya bersih dan halal

Maka saya yakin masayakat Jakarta ini akan memilih yang kedua. Bagaimana dengan Anda?

Jakarta, 7 Oktober 2016
Brili Agung
Penulis 23 Buku
Biar pengadilan yg menentukan
Quote:Original Posted By unawakaned2
Seperti biasa
Ga ada nasbung yang ga maen fitnah, sudah SOP standar itu

Kalo sudah atau engga, mulai playing victim atau monolog sesama klonengan

emoticon-Stick Out Tongueencet

saya melihat ada guncangan sangat hebat dari golongan titid mini seperti andaemoticon-Stick Out Tongue

mau tau klonengan si babi?
emoticon-Request
noh diatas... die semua...
emoticon-Repost
emoticon-Repost
emoticon-Repost
Bukannya ngurusi program kota Jakarta, malah akidah didebatin..
Ini kampanye apa sudah dimulai??!! Debat resmi antar cagub lebih gentlemen, debat program untuk kesejahteraan warga...
Quote:Original Posted By jacky.wu
sop nastak
1. serang narsum, ts atau sumur
2. pasang meme wowo, pks, pler
3. pasang pict apapun yg ga ada hub dgn trit untuk oot
4. mensucikan bacot


drpd adek Lu, ada berita tentang SOLO malah bawa" ahokemoticon-Leh Uga
yg no. 3 sering bnget tuh dilakuin sma adek lo yg pic'y pisangBukan Ahock Yang Menentukan Tapi Pengadilan
Quote:Original Posted By victimofgip.99


Nih BACA pendapat dari pakar Bahasa.



A1 lagi gip? emoticon-Wakaka

pakar Bahasa mengarang 23 buku. emoticon-Big Grin
Emang dari 23 buku itu dia mengarang 1 buku tentang tata bahasa? emoticon-Big Grin

Yang namanya pakar bahasa itu kalau dia kerja sebagai dosen atau peneliti di universitas bagian linguistik.

gip... gip... tolol tak berujung.
Setiap nebak salah mulu.

emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By r3van80
A1 lagi gip? emoticon-Wakaka

pakar Bahasa mengarang 23 buku. emoticon-Big Grin
Emang dari 23 buku itu dia mengarang 1 buku tentang tata bahasa? emoticon-Big Grin

Yang namanya pakar bahasa itu kalau dia kerja sebagai dosen atau peneliti di universitas bagian linguistik.

gip... gip... tolol tak berujung.
Setiap nebak salah mulu.

emoticon-Wakaka



Silahkan dibantah kalau ada yang salah dari tulisan itu. Ane akan ladeni ente debat soal bahasa dan Alquran. Berani?