alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f7e1bd162ec261718b4567/memodifikasi-sifat-sangunis-melankolis-sedikit-koleris
Memodifikasi Sifat Sangunis-melankolis sedikit Koleris
Malem agan dan sista sekalian, bagi yg baca malem nih yah. Haha

Disini saya butuh motivator dan psikolog dan komen2 dari kaskuser sekalian.

Setelah baca di internet gw punya kepribadian sangunis-melankolis sedikit koleris atau sangunis-koleris dibumbui melankolis, yang jelas gw itu sanguinis.

Gw selalu punya tujuan, tapi tujuan itu ga kecapai2 gw udah berusaha teguhin tujuan itu sehari dua hari tiga hari oke tapi kedepannya gw Bosen cari tujuan lain, dan menyesal.

Sifat melankolis ini jg aneh menurut ane, sesaat ane butuh dikerumunan orang, terkadang saat dikerumunan ane milih menyendiri, 2 sifat yg bertolak belakang, ini yg penyebab ane punya temen cuma " Say hai and good bay " Sahabat ? Cuma mitos dari negri dongeng.

Satu lagi sifat sanguinis yg ane benci " Hidup untuk hari ini " ini penyebab utama tujuan2 ane jadi plin plan, beban pikiran ada kalau lagi iri sama orang selepasnya terserah gw, hidup gw.

Dan buruknya gw dah tau buruknya gw dimana, udah berusaha berubah dan nihil, kan kampret punya sifat begini -,-.

Sebenernya butuh motivator, orang tua belum cukup kuat.

Aish, gw nanya gw yg jawab.
Argh
emoticon-nyantai udah jawab sendiri jadi jawabnya gampang sayang quota emoticon-Pertamax
Homo sapiens itu mamalia paling dinamis di muka Bumi. Pelabelan kepribadian (introvert/ekstrovert/ambivert) atau temperamental (sanguin/kolerik/melankolik/flegmatik) hanya bersifat sementara. Jadi jangan terfokus pada pengkotakan, terlebih hanya tes di internet ckck.

Dalam ilmu psikologi ada dikotomi perihal penentuan perilaku manusia: nature dan nurture. Nature bersifat asali, contoh seseorang memukulmu. Secara asali pilihanmu cuma dua: kabur atau balas memukul. Lalu nurture bersifat persepsi atau pengalaman, contoh sejak kecil orang tua mendidikmu secara Islam. Hampir mustahil ketika dewasa kamu menyeberang menjadi Konghucu.

Begitu pula dengan temperamental, entah sanguin, kolerik, melankolik, atau flegmatik. Kembali ke poin awal, manusia itu dinamis. Misal seorang sanguin yang identik dengan bersosialisasi dan ramah-tamah, mustahil dia tetap bersikap begitu saat begal memepet dari samping.

Begal: serahin motor lu! emoticon-Mad
Sanguin: wedeh apa kabar, bro? Ambil dah. emoticon-Wowcantik

Mustahil, kan?

Atau seorang kolerik yang identik dengan ketekunan dan optimistis, saat rasa malas menghampiri tetap saja akan menjadi tidak produktif. Jadi permasalahanmu bukan pada karakter, melainkan mental block (situasi ketika kamu paham permasalahanmu dan mengetahui solusinya, tapi kamu tidak melakukan apa-apa karena alam bawah sadarmu menolak melakukan sesuatu).

Jadi siapa pun itu, entah seorang sanguin, kolerik, melankolik, flegmatik, introvert, ambivert, ekstrovert, konservatif, moderat, hetero, lesbian, gay, biseks, transgender, interseks, Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Veddoid, Ahok, Haji Lulung, nastak, nasbung, The Jak, Bonek, Viking, Aremania, Manchunian, Liverpudlian, Madridistas, Barcelonistas, Milanisti, Interisti, Song Joong Ki, Song Hye Kyo, Mario Teguh, Kiswinar, Jessica, (alm.) Mirna, pelaku videotron, dll.... semuanya pernah merasakan mental block.

Berkacalah di depan cermin. Sosok yang muncul di sana adalah seseorang yang sangat memahami dirimu sendiri. Coba tanyakan kepadanya bagaimana cara mengatasi mental block itu.

emoticon-Malu
Jangan pernah merasa sendiri. Tuhan itu maha besar, sehingga bukan hanya Tuhan yang selalu ada di sisi kita, tapi sesungguhnya kita selalu berada di dalam Tuhan. Sehingga, semakin anda sendiri semakin anda khusus bagi Tuhan


- Mario Teguh
Quote:Original Posted By astrophel
Homo sapiens itu mamalia paling dinamis di muka Bumi. Pelabelan kepribadian (introvert/ekstrovert/ambivert) atau temperamental (sanguin/kolerik/melankolik/flegmatik) hanya bersifat sementara. Jadi jangan terfokus pada pengkotakan, terlebih hanya tes di internet ckck.

Dalam ilmu psikologi ada dikotomi perihal penentuan perilaku manusia: nature dan nurture. Nature bersifat asali, contoh seseorang memukulmu. Secara asali pilihanmu cuma dua: kabur atau balas memukul. Lalu nurture bersifat persepsi atau pengalaman, contoh sejak kecil orang tua mendidikmu secara Islam. Hampir mustahil ketika dewasa kamu menyeberang menjadi Konghucu.

Begitu pula dengan temperamental, entah sanguin, kolerik, melankolik, atau flegmatik. Kembali ke poin awal, manusia itu dinamis. Misal seorang sanguin yang identik dengan bersosialisasi dan ramah-tamah, mustahil dia tetap bersikap begitu saat begal memepet dari samping.

Begal: serahin motor lu! emoticon-Mad
Sanguin: wedeh apa kabar, bro? Ambil dah. emoticon-Wowcantik

Mustahil, kan?

Atau seorang kolerik yang identik dengan ketekunan dan optimistis, saat rasa malas menghampiri tetap saja akan menjadi tidak produktif. Jadi permasalahanmu bukan pada karakter, melainkan mental block (situasi ketika kamu paham permasalahanmu dan mengetahui solusinya, tapi kamu tidak melakukan apa-apa karena alam bawah sadarmu menolak melakukan sesuatu).

Jadi siapa pun itu, entah seorang sanguin, kolerik, melankolik, flegmatik, introvert, ambivert, ekstrovert, konservatif, moderat, hetero, lesbian, gay, biseks, transgender, interseks, Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Veddoid, Ahok, Haji Lulung, nastak, nasbung, The Jak, Bonek, Viking, Aremania, Manchunian, Liverpudlian, Madridistas, Barcelonistas, Milanisti, Interisti, Song Joong Ki, Song Hye Kyo, Mario Teguh, Kiswinar, Jessica, (alm.) Mirna, pelaku videotron, dll.... semuanya pernah merasakan mental block.

Berkacalah di depan cermin. Sosok yang muncul di sana adalah seseorang yang sangat memahami dirimu sendiri. Coba tanyakan kepadanya bagaimana cara mengatasi mental block itu.

emoticon-Malu


Komen kocak tapi bagus emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By astrophel
Homo sapiens itu mamalia paling dinamis di muka Bumi. Pelabelan kepribadian (introvert/ekstrovert/ambivert) atau temperamental (sanguin/kolerik/melankolik/flegmatik) hanya bersifat sementara. Jadi jangan terfokus pada pengkotakan, terlebih hanya tes di internet ckck.

Dalam ilmu psikologi ada dikotomi perihal penentuan perilaku manusia: nature dan nurture. Nature bersifat asali, contoh seseorang memukulmu. Secara asali pilihanmu cuma dua: kabur atau balas memukul. Lalu nurture bersifat persepsi atau pengalaman, contoh sejak kecil orang tua mendidikmu secara Islam. Hampir mustahil ketika dewasa kamu menyeberang menjadi Konghucu.

Begitu pula dengan temperamental, entah sanguin, kolerik, melankolik, atau flegmatik. Kembali ke poin awal, manusia itu dinamis. Misal seorang sanguin yang identik dengan bersosialisasi dan ramah-tamah, mustahil dia tetap bersikap begitu saat begal memepet dari samping.

Begal: serahin motor lu! emoticon-Mad
Sanguin: wedeh apa kabar, bro? Ambil dah. emoticon-Wowcantik

Mustahil, kan?

Atau seorang kolerik yang identik dengan ketekunan dan optimistis, saat rasa malas menghampiri tetap saja akan menjadi tidak produktif. Jadi permasalahanmu bukan pada karakter, melainkan mental block (situasi ketika kamu paham permasalahanmu dan mengetahui solusinya, tapi kamu tidak melakukan apa-apa karena alam bawah sadarmu menolak melakukan sesuatu).

Jadi siapa pun itu, entah seorang sanguin, kolerik, melankolik, flegmatik, introvert, ambivert, ekstrovert, konservatif, moderat, hetero, lesbian, gay, biseks, transgender, interseks, Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Veddoid, Ahok, Haji Lulung, nastak, nasbung, The Jak, Bonek, Viking, Aremania, Manchunian, Liverpudlian, Madridistas, Barcelonistas, Milanisti, Interisti, Song Joong Ki, Song Hye Kyo, Mario Teguh, Kiswinar, Jessica, (alm.) Mirna, pelaku videotron, dll.... semuanya pernah merasakan mental block.

Berkacalah di depan cermin. Sosok yang muncul di sana adalah seseorang yang sangat memahami dirimu sendiri. Coba tanyakan kepadanya bagaimana cara mengatasi mental block itu.

emoticon-Malu


emoticon-Leh Uga bener2 mantaf ini emoticon-Leh Uga
Ntapz

#mentalblockissue
Quote:Original Posted By astrophel
Homo sapiens itu mamalia paling dinamis di muka Bumi. Pelabelan kepribadian (introvert/ekstrovert/ambivert) atau temperamental (sanguin/kolerik/melankolik/flegmatik) hanya bersifat sementara. Jadi jangan terfokus pada pengkotakan, terlebih hanya tes di internet ckck.

Dalam ilmu psikologi ada dikotomi perihal penentuan perilaku manusia: nature dan nurture. Nature bersifat asali, contoh seseorang memukulmu. Secara asali pilihanmu cuma dua: kabur atau balas memukul. Lalu nurture bersifat persepsi atau pengalaman, contoh sejak kecil orang tua mendidikmu secara Islam. Hampir mustahil ketika dewasa kamu menyeberang menjadi Konghucu.

Begitu pula dengan temperamental, entah sanguin, kolerik, melankolik, atau flegmatik. Kembali ke poin awal, manusia itu dinamis. Misal seorang sanguin yang identik dengan bersosialisasi dan ramah-tamah, mustahil dia tetap bersikap begitu saat begal memepet dari samping.

Begal: serahin motor lu! emoticon-Mad
Sanguin: wedeh apa kabar, bro? Ambil dah. emoticon-Wowcantik

Mustahil, kan?

Atau seorang kolerik yang identik dengan ketekunan dan optimistis, saat rasa malas menghampiri tetap saja akan menjadi tidak produktif. Jadi permasalahanmu bukan pada karakter, melainkan mental block (situasi ketika kamu paham permasalahanmu dan mengetahui solusinya, tapi kamu tidak melakukan apa-apa karena alam bawah sadarmu menolak melakukan sesuatu).

Jadi siapa pun itu, entah seorang sanguin, kolerik, melankolik, flegmatik, introvert, ambivert, ekstrovert, konservatif, moderat, hetero, lesbian, gay, biseks, transgender, interseks, Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Veddoid, Ahok, Haji Lulung, nastak, nasbung, The Jak, Bonek, Viking, Aremania, Manchunian, Liverpudlian, Madridistas, Barcelonistas, Milanisti, Interisti, Song Joong Ki, Song Hye Kyo, Mario Teguh, Kiswinar, Jessica, (alm.) Mirna, pelaku videotron, dll.... semuanya pernah merasakan mental block.

Berkacalah di depan cermin. Sosok yang muncul di sana adalah seseorang yang sangat memahami dirimu sendiri. Coba tanyakan kepadanya bagaimana cara mengatasi mental block itu.

emoticon-Malu


Ya sebenernya sih udah ikut test kepribadian di internet sih. Haha
Jd permasalahannya itu mental block, bukan dari sifat yang 4 itu yah.

Btw boleh bagi referensi bacaan untuk mengatasi mental block ?

Terus apa penyebab terbentuknya mental block kka ?
Quote:Original Posted By gentongb

Btw boleh bagi referensi bacaan untuk mengatasi mental block ?
Terus apa penyebab terbentuknya mental block kka ?


tinggal gini kan bisa..

Psychology of Mental Blocks

mbokyaaaaaa bs ngaskus, artinya bs buka inet..
bs buka inet, artinya bs buka google..
jgn males..

emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By visualalooza


tinggal gini kan bisa..

Psychology of Mental Blocks

mbokyaaaaaa bs ngaskus, artinya bs buka inet..
bs buka inet, artinya bs buka google..
jgn males..

emoticon-Nohope


Bukannya males, ane udah baca sebagian dan isinya tips tips gitu loh.
Yg ane cari itu pengalaman hidupnya emoticon-Stick Out Tongue

Ehh iya ding males.
Hahaha

Kepribadian ganda yg aneh -,-
Quote:Original Posted By kikiaskia


Komen kocak tapi bagus emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By route16


emoticon-Leh Uga bener2 mantaf ini emoticon-Leh Uga

emoticon-Leh Uga

Quote:Original Posted By gentongb


Ya sebenernya sih udah ikut test kepribadian di internet sih. Haha
Jd permasalahannya itu mental block, bukan dari sifat yang 4 itu yah.

Btw boleh bagi referensi bacaan untuk mengatasi mental block ?

Terus apa penyebab terbentuknya mental block kka ?

Penyakit mental block itu bukan membaca referensi, tapi aksi. Lakukan! Seperti yang kubilang, cobalah bertanya dengan dirimu sendiri. Contoh kamu memiliki cita-cita berlibur ke Jepang. Kamu sudah mengetahui cara dan solusinya, yakni membuat passport dan minimal memegang uang Rp 10-12jt. Tapi tetap tidak kamu lakukan karena alam bawah sadarmu membangun dinding: jangan mimpi lu goblok; cem punya hepeng ae; jauh bro; mahal nyet; nanti kena tsunami mau lu; ngapain ke Jepang mau ketemu Saori Hara; dll.

Padahal cita-citamu itu sepele, menabung sebulan Rp 500k juga bakal berangkat dua tahun kemudian. Jadi belajar gila sebentar, seperti kubilang berbicara di depan cermin dengan dirimu sendiri. Yakinkan diri supaya terkumpul itu uang untuk terbang ke Jepang.

Selama masih realistis, cita-cita/tujuan hanya masalah paradigma. Berhasil atau gagal hanya persepsi. Lain hal jika cita-cita/tujuanmu tidak realistis, contoh: mau konser bareng Beyonce di Mekkah, atau mau ke Korea Utara buat jitak kepala Kim Jong Un.

emoticon-Leh Uga


Quote:Original Posted By visualalooza


tinggal gini kan bisa..

Psychology of Mental Blocks

mbokyaaaaaa bs ngaskus, artinya bs buka inet..
bs buka inet, artinya bs buka google..
jgn males..

emoticon-Nohope

Hai, cantik. emoticon-Wowcantik
Quote:Original Posted By astrophel

Hai, cantik. emoticon-Wowcantik


hai nona..
lama hilang mendadak muncul dgn komen syuperrrr..

emoticon-Belo
Quote:Original Posted By astrophel


emoticon-Leh Uga


Penyakit mental block itu bukan membaca referensi, tapi aksi. Lakukan! Seperti yang kubilang, cobalah bertanya dengan dirimu sendiri. Contoh kamu memiliki cita-cita berlibur ke Jepang. Kamu sudah mengetahui cara dan solusinya, yakni membuat passport dan minimal memegang uang Rp 10-12jt. Tapi tetap tidak kamu lakukan karena alam bawah sadarmu membangun dinding: jangan mimpi lu goblok; cem punya hepeng ae; jauh bro; mahal nyet; nanti kena tsunami mau lu; ngapain ke Jepang mau ketemu Saori Hara; dll.

Padahal cita-citamu itu sepele, menabung sebulan Rp 500k juga bakal berangkat dua tahun kemudian. Jadi belajar gila sebentar, seperti kubilang berbicara di depan cermin dengan dirimu sendiri. Yakinkan diri supaya terkumpul itu uang untuk terbang ke Jepang.

Selama masih realistis, cita-cita/tujuan hanya masalah paradigma. Berhasil atau gagal hanya persepsi. Lain hal jika cita-cita/tujuanmu tidak realistis, contoh: mau konser bareng Beyonce di Mekkah, atau mau ke Korea Utara buat jitak kepala Kim Jong Un.

emoticon-Leh Uga



Hai, cantik. emoticon-Wowcantik


Huehehe bisa aja ma. Konser bareng beyonce di mekah? Pergi ke mekah. Di hotel setel video konser beyonce atau cd-nya, trus nyanyi2 sambil bayangin lg konser bareng. Kalo yg ke Korut agak sulit ya kayaknya paspor mau ke sana? Tapi kalo bisa dapet ya berangkat, trus buka gambar foto kim jong ub, trus jitak lewat hp emoticon-Stick Out Tongue *maksa dot com* lama ga muncul ma?
Quote:Original Posted By astrophel
jangan mimpi lu goblok; cem punya hepeng ae; jauh bro; mahal nyet; nanti kena tsunami mau lu; ngapain ke Jepang mau ketemu Saori Hara; dll.


emoticon-Leh Uga...
wow .. aq suka kalo kamu garang
emoticon-Baby Boy 1


Quote:Original Posted By visualalooza


hai nona..
lama hilang mendadak muncul dgn komen syuperrrr..

emoticon-Belo

Sibuk, Rin. Sekarang sampingannya sebar paku di jalan.

emoticon-Malu


Quote:Original Posted By archaengela


Huehehe bisa aja ma. Konser bareng beyonce di mekah? Pergi ke mekah. Di hotel setel video konser beyonce atau cd-nya, trus nyanyi2 sambil bayangin lg konser bareng. Kalo yg ke Korut agak sulit ya kayaknya paspor mau ke sana? Tapi kalo bisa dapet ya berangkat, trus buka gambar foto kim jong ub, trus jitak lewat hp emoticon-Stick Out Tongue *maksa dot com* lama ga muncul ma?

Jiahahahaha itu mah alternatif. Konser sesungguhnya dan menjitak kepala Kim Jong Un dalam arti sebenarnya. emoticon-Hammer (S)

Sibuk, Kak. Sedang mengembangkan bisnis baru, jual-beli anak orok.

emoticon-Malu


Quote:Original Posted By black1ce


emoticon-Leh Uga...
wow .. aq suka kalo kamu garang
emoticon-Baby Boy 1



Dah cocok jadi DE pengganti Baka belom?

emoticon-Cool
Sangunis, melankolis, klengoris, klitoris atau apalah aneh2 ae tong emoticon-Busa
Maaf gan ane bukan motivator ataupun psikoloh ,, ane hanyalah manusia biasa emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By astrophel
Homo sapiens itu mamalia paling dinamis di muka Bumi. Pelabelan kepribadian (introvert/ekstrovert/ambivert) atau temperamental (sanguin/kolerik/melankolik/flegmatik) hanya bersifat sementara. Jadi jangan terfokus pada pengkotakan, terlebih hanya tes di internet ckck.

Dalam ilmu psikologi ada dikotomi perihal penentuan perilaku manusia: nature dan nurture. Nature bersifat asali, contoh seseorang memukulmu. Secara asali pilihanmu cuma dua: kabur atau balas memukul. Lalu nurture bersifat persepsi atau pengalaman, contoh sejak kecil orang tua mendidikmu secara Islam. Hampir mustahil ketika dewasa kamu menyeberang menjadi Konghucu.

Begitu pula dengan temperamental, entah sanguin, kolerik, melankolik, atau flegmatik. Kembali ke poin awal, manusia itu dinamis. Misal seorang sanguin yang identik dengan bersosialisasi dan ramah-tamah, mustahil dia tetap bersikap begitu saat begal memepet dari samping.

Begal: serahin motor lu! emoticon-Mad
Sanguin: wedeh apa kabar, bro? Ambil dah. emoticon-Wowcantik

Mustahil, kan?

Atau seorang kolerik yang identik dengan ketekunan dan optimistis, saat rasa malas menghampiri tetap saja akan menjadi tidak produktif. Jadi permasalahanmu bukan pada karakter, melainkan mental block (situasi ketika kamu paham permasalahanmu dan mengetahui solusinya, tapi kamu tidak melakukan apa-apa karena alam bawah sadarmu menolak melakukan sesuatu).

Jadi siapa pun itu, entah seorang sanguin, kolerik, melankolik, flegmatik, introvert, ambivert, ekstrovert, konservatif, moderat, hetero, lesbian, gay, biseks, transgender, interseks, Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, Veddoid, Ahok, Haji Lulung, nastak, nasbung, The Jak, Bonek, Viking, Aremania, Manchunian, Liverpudlian, Madridistas, Barcelonistas, Milanisti, Interisti, Song Joong Ki, Song Hye Kyo, Mario Teguh, Kiswinar, Jessica, (alm.) Mirna, pelaku videotron, dll.... semuanya pernah merasakan mental block.

Berkacalah di depan cermin. Sosok yang muncul di sana adalah seseorang yang sangat memahami dirimu sendiri. Coba tanyakan kepadanya bagaimana cara mengatasi mental block itu.

emoticon-Malu


makasih pencerahannya gan emoticon-Matahari

ternyata gak sekompleks yang pernah ane pikirin

haha emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By astrophel

Sibuk, Rin. Sekarang sampingannya sebar paku di jalan.

emoticon-Malu



Jiahahahaha itu mah alternatif. Konser sesungguhnya dan menjitak kepala Kim Jong Un dalam arti sebenarnya. emoticon-Hammer (S)

Sibuk, Kak. Sedang mengembangkan bisnis baru, jual-beli anak orok.

emoticon-Malu



Dah cocok jadi DE pengganti Baka belom?

emoticon-Cool


Widihhhhh hahaha.
ubah sifat orang itu ga gampang kk emoticon-Leh Uga