alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Pilkada /
ARAH SUARA PEMILIH PILGUB DKI
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f5f9a0925233a90f8b456f/arah-suara-pemilih-pilgub-dki

ARAH SUARA PEMILIH PILGUB DKI

RILIS MEDIA – POPULI CENTER 6 OKTOBER 2016

“ARAH SUARA PEMILIH PILGUB DKI.”

JAKARTA. Setelah menunggu penantian panjang, akhirnya 3 pasangan calon Gubernur sudah mendaftar ke KPU DKI Jakarta. Pemilih pun sudah mulai mengerucutkan pilihan dan ini menjadi menarik untuk diukur, kemana sebenarnya arah suara pemilih Pilgub DKI pasca pendaftaran pasangan calon? Lalu bagaimana dengan pemilih yang masih belum menentukan pilihannya? Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden, di 6 wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±4% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini juga bertujuan untuk melihat arah suara pemilih di Pemilihan Gubernur pada bulan Februari 2017 mendatang.

Dalam survei ini, Populi Center mendapatkan beberapa temuan menarik. Pertama, 84 persen masyarakat DKI sudah mengetahui Pilgub DKI 2017, sementara 15 persen belum mengetahui. Ini artinya sosialisasi Pilgub DKI sudah dilakukan dengan baik. Selanjutnya, 91.7 persen masyarakat akan berpartisipasi untuk memilih dalam Pilgub DKI mendatang. Ini artinya antusias partisipasi dan pengetahuan tentang Pilgub DKI berbanding lurus.

Kedua, pada September 2016, sebanyak 81.4 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Gubernur BTP. Sebelumnya, pada Agustus 2016 sebesar 84.7 persen masyarakat Jakarta mengaku puas terhadap kinerja Gubernur BTP. Tingkat kepuasan ini cenderung turun dari periode-periode sebelumnya di mana pada Juni 2016 tingkat kepuasan publik mencapai 85.2 persen, April 2016 sebesar 81.5 persen dan Februari 2016 sebesar 85.5 persen. Meskipun mengalami penurunan, penurunannya masih relatif stabil.

Ketiga, top five program yang paling bermanfaat diantaranya Kartu Jakarta Sehat (40.3%) , Kartu Jakarta Pintar (22.7%), kemudahan birokrasi kelurahan (14.5%), penanganan banjir (7.2%), dan perijinan terpadu (PTSP) (5%). Sementara itu, sejumlah isu yang perlu diselesaikan diantaranya kemacetan (23.8%), jumlah pengangguran (18.8%), dan biaya berobat (14.2%).

Keempat, dari sejumlah bidang, masyarakat menilai bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur memiliki kinerja paling memuaskan di bidang kesehatan (82.2%), pendidikan (81.7%), dan perijinan terpadu satu pintu (73.7%). Hal ini sejalan dengan program-program yang dirasa paling bermanfaat. Sebaliknya, bottom three kebijakan yang dirasa belum memuaskan adalah pemberantasan korupsi (55.8%), perekonomian (39.5%), dan penanganan kemacetan (18%).

Kelima, saat diberikan pertanyaan terbuka mengenai siapa tokoh yang paling layak dipilih untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta, responden menjawab BTP sebesar 40.8 %. Sementara itu, elektabilitas Anies berada di posisi kedua dengan persentase sebesar 17.3%, diikuti oleh Agus Yudhoyono (12.5%), Sandiaga Uno (1.5%), dan Tri Rismaharini (0.8%). Namun masih banyak juga pemilih yang belum memutuskan dan memilih untuk tidak menjawab yaitu sebesar 25.5%.

Keenam, untuk elektabilitas 3 pasang calon, 45.5% masyarakat memilih pasangan BTP-DJarot, diikuti oleh 23.5% yang memilih Anies-Sandi, dan 15.8% yang memilih Agus-Sylvi. Sementara itu, 15.2% masih belum ragu, belum memutuskan dan tidak menjawab. Dari temuan ini, bisa disimpulkan bahwa undecided voters mulai menurun saat sudah diberikan pilihan nama dan suara pemilih yang ada di kategori undecided voters masih bisa digunakan untuk mendongkrak elektabilitas dari setiap k calon Gubernur/ Wakil Gubernur.

Ketujuh, setelah memilih 1 dari 3 nama pasangan calon kandidat, masyarakat ditanyakan mengenai kemantapan pilihan mereka. Hasil survei menunjukkan bahwa 52.3% merasa sudah mantap dengan pilihannya, kemudian 34.7% merasa masih mungkin berubah, dan 13% cenderung tidak tahu dan memilih untuk tidak menjawab.

Kedelapan, untuk elektabilitas head to head, elektabilitas BTP-Djarot lebih tinggi saat berhadapan dengan Agus-Sylvi dibanding saat berlawanan dengan Anies-Sandi. Apabila head to head dengan Agus-Sylvi (31.8%), elektabilitas BTP-Djarot yaitu sebesar 48.5%. Namun apabila head to head dengan Anies-Sandi (36.2%), maka elektabilitas BTP-DJarot sebesar 46.8%. Temuan menarik yaitu saat Anies-Sandi berlawanan dengan Agus-Sylvi, pemilih kategori undecided voters malah bertambah banyak. Ini artinya sekitar 14.75% undecided voters beririsan dengan pasangan calon BTP-DJarot.

Kesembilan, 3 kriteria utama dari masyarakat DKI Jakarta dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur diantaranya bersih dari korupsi (30.2%), tegas (30%), dan merakyat (21.8%).

Kesepuluh, pemilih DKI Jakarta tidak menghiraukan isu sara. Hal ini terbukti dari data yang menunjukkan bahwa masyarakat penganut agama Islam paling banyak memilih pasangan BTP-Djarot (42.5%). Sementara itu, untuk masyarakat dengan preferensi partai pengusung calon tertentu, cukup loyal dengan pilihan tokoh yang diusung partai pilihannya. Sebagai contoh, masyarakat dengan preferensi partai PDIP dan Golkar paling banyak memilih BTP-DJarot. Begitupula dengan masyarakat yang memilki preferensi partai Demokrat, paling banyak memilih pasangan calon Agus-Sylvi, dan masyarakat dengan preferensi partai Gerindra paling banyak memilih Anies-Sandi.

Kesebelas, mayoritas pasangan memiliki voters yang sudah mantap dengan pilihannya. Namun pasangan BTP-Djarot paling banyak yang memiliki loyal voters (atau pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya). Sementara itu, Agus-Sylvi paling sedikit yang memiliki loyal voters, bahkan angka pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya dan pemilih yang masih mungkin berubah dengan pilihannya hampir memiliki presentase yang sama.

http://populicenter.org/index.php/co...6-oktober-2016

Hasil Survey :
Ahok - Djarot : 45,5%
Anies - Sandi Uno : 23,5%
Agus - Sylvi : 15,8 %
Tidak memilih : 15,2%

Kalau pakai perhitungan suara sah saja, berarti Ahok-Djarot berarti dapat 53,7%.
Itu artinya Pilgub DKI cukup 1 putaran saja.
Thread Sudah Digembok
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
kasih dua putaran biar nasbung lebih lama orgasmenya.
kalau arah angin kemane brayy ? emoticon-Bingung (S)
jadi sepakat nih 2 periode ? emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Quote:


Buang2 duit kalau 2 putaran gan... emoticon-Big Grin
Predisi saya cuma satu ronde ... emoticon-Big Grin

Arahnya udah jelas sih, tapi ada yang lagi mengaburkan... emoticon-Big Grin
survei bayaran antek aseng emoticon-Marah
Prediksi 1 putaran, boleh2 aja Gan.
Tapi jangan sampai Cyrus atau Populi Center pasang iklan, meng-endorse warga pilih Ahok agar Pilgub DKI cukup 1 putaran saja.
Jangan diulangi kelakuan Denny JA & LSI waktu Pilpres 2009.

Quote:


Quote:


emoticon-Leh Uga
Justru keadian 2009 bakal terjadi.... emoticon-Leh Uga
n tetap petahana yg menang ....... emoticon-Leh Uga
pks tidak disurvei? eh, penting nggak sih emoticon-Embarrassment

Quote:
OH TIDAK MUNGKIN..KALAU BUKAN JAGOANNYA NASBUNG YG MENANG SURVEY INI NGAK FEAR DAN MURNI SURVEY BAYARAN emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Diubah oleh pangpung883
DUA PUTARAN BIAR DUIT BANYAK BEREDAR emoticon-Leh Uga
Survey abal2 bikinan sunny
udah 2 putaran aja, biar rejeki Tukang Sablon
Diubah oleh cerminbp
kalo suka ya pilih.. kalo gk ya jgn pilih... ini negara demokrasi...
ini pilgub bukan pemilihan pemimpin golongan tertentu





gitu aja kok repot emoticon-Traveller
warga Glodok sepakat Pilih Agus For DKi 1
Diubah oleh ferryaditya777
Agus menang polling dimana2 sampe 50 persen < tp hari hasil survei malah paling bawah. Jgn2 pollingny pake pasukan bayaran... emoticon-Ngacir
Masih lama, dalam seminggu aja popularitas bisa berubah. Ini masih 5 bulan.
Yuk kita jungkir balikkan cikeas dan hambalang
Dua putaran aja biar banyak yang blusukan bawa duid
emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di