alexa-tracking

Perkembangan Kasus Arsitek Swiss Bangun Jembatan kena Denda Rp. 195 Juta

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57f5cdd2ddd7705f7e8b456c/perkembangan-kasus-arsitek-swiss-bangun-jembatan-kena-denda-rp-195-juta
Peringatan! 
Perkembangan Kasus Arsitek Swiss Bangun Jembatan kena Denda Rp. 195 Juta
Menindak lanjuti berita di thread Miris!Arsitek Swiss Bangun Jembatan Sukarela di Indonesia Malah Didenda Rp 195 Juta

Sebelumnya newbie tergerak untuk menelusuri permasalahn tersebut sebetulnya dimana
Apakah benar yang bersalah adalah Instansi Bea Cukai atau ada permasalahan lain

Sebelum melangkah lebih jauh mari kita cari tahu bagaimana ada angka Rp 195 Juta itu ?

Demurrage (biaya penumpukan) bisa diartikan sebagai biaya (denda) yang harus dibayarkan oleh penerima barang (consignee / importir) karena terlambat mengembalikan container milik pelayaran dan posisi container tersebut masih di dalam pelabuhan. Jadi misal kita mendapatkan free time demurrage selama 7 hari, namun karena ada masalah dalam hal kepabeanan, kontainer baru bisa kita keluarkan dari port / kawasan pabean setelah 10 hari berada di port, maka dalam hal ini kita terkena denda keterlambatan pengembalian container selama 3 hari.

Berapa biaya penumpukan :

Tarif baru berdasarkan SK Direksi PT.Jakarta International Container Terminal dengan nomor : HK.560/1/3/JICT-2016 tanggal: 26 Februari 2016 dan Keputusan Direksi Pelindo II No. HK.568/23/2/1/PI.II/16

TARIF PENUMPUKAN 20' 40'
TARIF DASAR PENUMPUKAN (TDP) Rp. 27.200 Rp. 54.400
Hari Ke-1 BEBAS BEBAS
Hari ke-2 dan seterusnya 900% X TDP 900% X TDP

- Tarif pelayanan jasa penumpukan petikemas (TPJPP) dengan ukuran lebih dari 40' dikenakan tambahan 25% (dua puluh lima persen) dari tariff dasar jasa penumpukan peti kemas 40'

untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di Perhitungan biaya demurage


Nah dari penjelasan diatas mungkin dapat diurai bagaimana angka Rp. 195 Juta itu muncul

Pertanyaan selanjutnya apa yang menyebabkan pengurusan itu lama sehingga muncul denda sebanyak itu :

Jawabannya adalah Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 70/PMK.04/2012 tanggal 7 Mei 2012 ada beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi oleh si peng impor barang untuk lengkapnya bisa dibaca di sini :

Peraturan tentang impor barang hibah/bantuan

Pada akhirnya semua terjawab mengapa dan bagaimana permasalahan tersebut terjadi

Harapan dari newbie kita jangan hanya bisa menghakimi atau menjudge sesuatu sebelum melihat lebih dalam
Berpikirlah cerdas dalam menyikapi permasalahan

Perkembangan Kasus Arsitek Swiss Bangun Jembatan kena Denda Rp. 195 Juta Perkembangan Kasus Arsitek Swiss Bangun Jembatan kena Denda Rp. 195 Juta Perkembangan Kasus Arsitek Swiss Bangun Jembatan kena Denda Rp. 195 Juta

Untuk link FB nya bisa dilihat di Penyelesaian Masalah Bule Swiss
image-url-apps
akhirnya happy ending.. emoticon-Angel
nasbung gagal nyinyir deh.. emoticon-Big Grin
image-url-apps
Istilahnya niat baik mh ada bae jalan keluarnya
KASKUS Ads
image-url-apps
Ane gak ikut komeng tempo hari gan...
Ane juga yakin itu baru berita sepihak yang masih harus di "tabayuni"

Btw... Ente orang bea cukai ya gan sampe bela2in nyari data untuk konfirmasi emoticon-shakehand
image-url-apps
Awam memang kagak paham birokrasi yg musti dihadapi dalam impor baarang, semua negara juga ada rule n regulationnya gak main sembarangan aja

Cuma liat kasus orang seperti dizolimi birokrasi
Langsung pada menghujat..
Pahami dulu aturan mainnya sebelum bacot
Ini kan mirip dengan cerita dari Mriko tentang orang yang ditangkap gara-gara ngasih makan gelandangan.
Intinya, baik di Mriki atau di Mriko, selalu saja birokrasi hobinya cari gara-gara,
entah karena merasa sok hebat atau sekedar pengen memeras.

emoticon-Najis
Quote:


Siapa yg sok hebat siapa yg memeras gan ?
Kan udah jelas asal sebab musababnya kenapa ada denda

Bagian mana memerasnya ?

emoticon-Bingung (S)
emoticon-Bingung (S)
Quote:


Ane bukan orang Bea Cukai gan...

Ane hanya tergerak hatinya jika ada yg menghujat tp gak tau permasalahan sebenarnya dimana
image-url-apps
rindu jaman SBY

kinerja pemerintah jadi lemah sejak bukan di pimpin SBY

semoga dengan majunya Agus sebagai DKI1 akan meringankan setidaknya beban masyarakat indonesia yang di jakarta
image-url-apps
Quote:



ini apaah?? bikin ngakak emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
Quote:


Iya aja dah gw... sebenernya gw suporter SBY dulu, tapi kalo terlalu dipuja2 kayak gini kok makin enek yah... emoticon-Traveller
image-url-apps
baguslah emoticon-Toast
Tapi kok bisa banyak bgt dendanya ya ? emang tu orang impor barang berapa peti ?
image-url-apps
Hohoh namanya juga rezim dagelan... dagelan dgn peraturan2 mengada2 buat bisa korupsi.. dari tax amnesty sampe dgn bea cuki ngoahahah
image-url-apps
Quote:


Itu mah akal2an pemerintah aja buat meras duiit dgn peraturan2 konyolnya ngoahaha...
Quote:


iya palingan juga.. barusan ane itung2 biaya nginepin peti 20feet seminggu di pelabuan gak nyampe 3 juta.
image-url-apps
Kalo nyinyir y,nyinyir trs meskipun dijelasin..contoh aja si sukro,tinggal tanya bosnya lgsg dikasi jawaban,malah malu konyol..said iqbal beserta pasukannya gaji dibawah 4,5jt single,ikut demo TA..nyinyir,tp gk lihat pokok permasalahan...dan ujung2 nya pepatah legendaris BP keluar...
image-url-apps
gw sebetulnya dukung tritnya

tapi kalo nggak ikut aturan BP

bantai mod! emoticon-Cool


biar TS bikin trit lagi , biar belajar cara benernya bikin trit di BP.

TS ngomongin aturan
Forum BP juga punya aturan.
Quote:


Amiin emoticon-Toast
image-url-apps
Quote:

Hahahha..namanya juga negara dagelan brow... banyakin sabar aja brow hehehe
×