alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ed48351854f72d0f8b4567/setelah-17-tahun-blackberry-berhenti-produksi-ponsel
Setelah 17 Tahun, BlackBerry Berhenti Produksi Ponsel
BlackBerry Ltd. akhirnya memutuskan tidak lagi memproduksi perangkat ponsel pintar (smartphone). Padahal, perusahaan asal Kanada ini sempat menjadi ikon dan pionir smartphone sejak 17 tahun silam.

Setelah 17 Tahun, BlackBerry Berhenti Produksi Ponsel

Keputusan penting itu disampaikan oleh Chief Executive Officer BlackBerry John Chen, setelah memangku jabatan itu selama hampir tiga tahun. Ia sebelumnya sudah menyerahkan sejumlah kegiatan produksi ponsel kepada Foxconn Technology Group. Pertimbangannya, BlackBerry dinilai akan lebih mudah meraih keuntungan secara konsisten dengan melepaskan bisnis ponsel pintarnya.

"Pasar berbicara dan saya mendengarkan," kata Chen dalam diskusi dengan wartawan, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (28/9). Ia menyatakan kekuatan BlackBerry yang sebenarnya terletak pada piranti lunak (software), perusahaan, dan keamanan.

Setelah dalam beberapa tahun terakhir berusaha bersaing, manajemen BlackBerry harus mengakui kekalahannya dari Apple Inc. yang membesut smartphone iPhone dan Samsung Electronics Co. yang mengusung Android. Kini, BlackBerry menyerahkan produksi ponsel kepada para mitranya di luar negeri dan fokus kepada bisnis yang lebih menguntungkan serta software yang sedang berkembang.

Strategi baru BlackBerry itu diharapkan mampu mendongkrak margin dan meningkatkan penjualan ponsel bermerek tersebut. Chen mengatakan merek BlackBerry masih memiliki kekuatan di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Afrika Selatan dan Nigeria.

BlackBerry menyatakan telah menandatangani perjanjian dengan satu perusahaan Indonesia untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan perangkatnya. Selain itu, BlackBerry sedang menjalani proses kerjasama dengan pabrik-pabrik di India dan Cina. Perusahaan tetap akan merancang aplikasi ponsel pintar serta sistem operasi Android dalam versi Alphabet Inc. dengan tingkat keamanan ekstra.

"Ini jalan keluar yang akhirnya mereka tempuh," kata analis dari BCG Partners, Golin Gillis. Ia pun menilai Chen akan tetap mampu meneruskan strateginya mengembangkan software BlackBerry selama mampu menjaga arus kas dari hasil strategi tersebut.

Strategi ini ditempuh Chen untuk memastikan merek BlackBerry tetap berkibar sebagai penyedia piranti lunak pada pinsel pintar dengan keamanan tinggi. Meski ponsel keluaran terbarunya, DTEK50, hampir seutuhnya diproduksi oleh perusahaan lain, strategi baru BlackBerry ini tetap merupakan langkah besar bagi perusahaan yang sempat bernilai US$ 80 miliar tersebut. Namun, saat ini, nilai pasar BlackBerry hanya tersisa US$ 4,3 miliar.

BlackBerry menyatakan pemasukan dari software dan jasa lainnya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 156 juta pada kuartal II lalu dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Namun, pendapatan dari software masih merosot dibandingkan kuartal sebelumnya, yang sebesar US$ 266 juta.

Chen menargetkan BlackBerry meraup pendapatan tahunan dari software sebesar US$ 500 juta. Selanjutnya, ia membidik pertumbuhan 30 persen pada Maret 2017.

Ketika BlackBerry pertama kali merilis ponsel pintar BlackBerry seri 850 pada 1999, perangkat ini menggabungkan papan ketik fungsional QWERTY dengan fasilitas e-mail, yang menjadi pembuka era modern smartphone. Karena memiliki sistem operasi dengan keamanan tinggi, para penggunanya tersebar di mana-mana. Mulai dari kereta komuter, restoran, hingga rumah. Bahkan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama setia memakai perangkat BlackBerry, sebelum akhirnya dikabarkan beralih pada Samsung awal tahun ini.

BlackBerry mulai mendapat saingan seiring peluncuran iphone oleh Apple pada 2007. Perangkat ini menggunakan layar sentuh (touchscreen) serta memperkenalkan lapak aplikasi App Store. Awalnya, konsumen menyatakan tidak ingin meninggalkan BlackBerry dengan keyboard dan kemudahannya. Namun, daya tarik ragam aplikasi akhirnya menyedot para pengguna ponsel untuk berpangkat kepada perangkat ponsel berbasiskan Android maupun iOS.

"Ini sudah tak terelakkan. Mereka (BlackBerry) tidak memiliki jumlah yang banyak untuk bisa mempertahankan keuntungan," ujar seorang analis Bloomberg Intelligence, Matthew Kanterman. BlackBerry hanya menjual 400 ribu ponsel pada kuartal kedua tahun ini. Jumlah ini hanya separuh penjualan pada periode sama tahun lalu. Sementara itu, Apple menjual lebih dari 40 juta iPhone pada kuartal II-2016.

Sumber: Katadata
DULU JAMAN SBY, BLACKBERRY GAK RUGI... emoticon-Marah SEKARANG..... emoticon-Marahemoticon-Marahemoticon-Marahemoticon-Marahemoticon-Marah
kasihan yak..
ini kata guru spiritual ane (bukan gatot loh ya emoticon-Malu (S))

"Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya"
emoticon-Cool
Gimana ni pak jokowi
emoticon-Traveller
Setelah 17 Tahun, BlackBerry Berhenti Produksi Ponsel
Untung seumur hidup gw gak pernah make nih merek emoticon-Big Grin
salah jokowi nih pasti emoticon-Marah
tumbang juga nih BB emoticon-norose
nokiyem ame bulberi tumbang juga,
iphone kapan ya ?

emoticon-Leh Uga

mirip2 sama blackberry khan jualannya.
gimana nasip z10 saya emoticon-Frown
salah jokowi n ahok emoticon-Leh Uga
Gak bisa ngikutin jaman ya pasti tergerus,
Kunci bisnis kuat dan lama ya ciptain ekosistem nya
Quote:Original Posted By GSMArena

The writing's been on the wall for this one for quite a while now. Today BlackBerry has finally made it official though - it won't develop any more phones by itself from this point on. That said, we'll still see the BlackBerry brand on mobile devices, they just won't be designed or built by the Canadian company.

These will be created by hardware partners which will then license the use of the BlackBerry software stack atop Android. Such partners definitely include TCL, which has already done something like this for the DTEK50, in fact nothing but a rebranded Alcatel Idol 4. The Chinese company is probably going to reprise its "BlackBerry hardware partner" role with the upcoming and very oft-leaked DTEK60, and who knows, maybe for other handsets in the future too.

BlackBerry is also partnering with "a telecom joint venture in Indonesia" which will make some more devices under its brand. So for all intents and purposes, BlackBerry the company is done with phone hardware design and stuff like that, focusing only on software development, "including security and applications"


emoticon-Cool

Dari jaman nukia, eriksun, sampe skrng ane g prnh pke ni produk kanada. cuma app bbm aj yg ke integrasi iphone atw droid app. dan baru tau klo ni bb udah 17th umurnya g kerasa. emoticon-Leh Uga
Gmna nasib bb andro???
Baru jg keluar...yaelah

Eh uda keluar ap belum ya bb andro emoticon-Bingung (S)
dari jaman jebot gw konsisten mengatakan kalau bb adalah hape mahal tak berguna
Quote:Original Posted By akunku.dibanned
gimana nasip z10 saya emoticon-Frown


Bentar lagi buat wasap aja ga bisa, jual sekarang bang
Jaman dulu ...
Niat bikin pabr di Sini
Eeeh bikin di malaysia

KUALAT emoticon-Big Grin
ane gak pernah pakai tu hp....emoticon-Big Grin