alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ed12271cbfaaec428b456c/pelajaran-dari-kasus-jessica-polisi-main-main-jaksa-yang-pusing
Pelajaran dari Kasus Jessica: Polisi Main-Main, Jaksa yang Pusing
JAKARTA - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai, penyidik tidak boleh melakukan pemaksaan saat memeriksa seseorang terkait dugaan kasus kejahatan. Sebab penyidik adalah aparat hukum yang harus tunduk dan taat pada ketentuan berlaku dalam menjalankan tugas kewenangan yang diberikan.

"Jadi intinya polisi tidak boleh memaksa tersangka (untuk mengakui perbuatan kejahatan,red). Dia harus mencari bukti-bukti lain, yang menguatkan tersangka sebagai pelaku kejahatan," ujar Abdul Fickar saat dihubungi JPNN, Kamis (29/9).

Abdul Fickar mengemukakan pendapatnya, menyikapi keterangan terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso pada persidangan yang digelar di PN Jakarta Pusat, Rabu (28/9) kemarin. Dalam keterangannya, Jessica menyebut kerap mendapat perlakuan tak manusiawi dari oknum aparat, saat proses pemeriksaan dan penahanan.

"Keterangan terdakwa kan tidak mengikat. Dia memiliki hak ingkar. Jadi bukti-bukti lain itu yang perlu diperkuat. Misalnya, saksi yang melihat (terdakwa melakukan kejahatan,red), mendengar atau merasakan sendiri," ujar Abdul Fickar.

Selain itu, penyidik kata Fickar, juga penting mendalami alat bukti lain. Seperti surat, dokumen, keterangan ahli maupun hal-hal lain. "Tiga ini menjadi penting, karena tersangka oleh undang-undang diberi hak ingkar. Jadi polisi harus menguatkan itu," ujar Fickar.

"Saya kira dari kasus ini ada satu pelajaran yang bisa kita tarik. Meskinya penyidik dan penuntut disatukan, karena punya hubungan yang tak terpisah. Di sidang kan jaksa yang menangani. Jadi kalau polisi bekerja main-main, kasihan jaksanya di pengadilan," ujar Abdul Fickar.

Selain itu, Abdul Fickar juga menilai jaksa harusnya diberi kewenangan menghadirkan saksi lain, di luar saksi-saksi yang dihadirkan penyidik.

"Langkah ini penting, karena sebagai contoh dalam kasus ini (pembunuhan Wayan Mirna Salihin,red) semua kesaksian dari kepolisian, dibantah," ujar Abdul Fickar.(gir/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2016/09/29/470802/Pelajaran-dari-Kasus-Jessica:-Polisi-Main-Main-Jaksa-yang-Pusing-

kasihan deh si ganteng brewok emoticon-Betty
ini mah bukan main-main lagi emoticon-Mad
kata plokis

plokisshiitt Indo : Jess, termasuk tipe gw bangettsss....... emoticon-Angel
dari awal gak ada otopsi lengkap aja udah terlalu maksa kasusnya.
untung aja si J cewek n berduit, kalo sebaliknya udah lepas semua kuku di jari2 emoticon-Big Grin
pantes jaksa yg turun yg masih pada ijo emoticon-Big Grin
berkasnya kan bolak balik mulu, baru P21 di injury time

kejari jakpus seperti "dipaksa" membawa kasus ini ke persidangan

alhasil yg dikeluarin JPU model smeagol ato jaiko

emoticon-Wakaka
dikiranya si jesica ini kaya david dan kemal, untung dulu pelaku sebenernya ketangkep, kalo g masih dibui tu mereka
nekat p21 mamam tuh
Parah pihak jaksa yg d tumbalin emoticon-Ngakak
Smua emng slah polkis yg ga teliti periksa d hari kejadian, jd rempong gini dah emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By TheTenant
kata plokis

plokisshiitt Indo : Jess, termasuk tipe gw bangettsss....... emoticon-Angel



Kelihatan bobrok nya polshit
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka



Gegara Pak Kombes
Quote:Original Posted By tukinembinpaijo
JAKARTA - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai, penyidik tidak boleh melakukan pemaksaan saat memeriksa seseorang terkait dugaan kasus kejahatan. Sebab penyidik adalah aparat hukum yang harus tunduk dan taat pada ketentuan berlaku dalam menjalankan tugas kewenangan yang diberikan.

"Jadi intinya polisi tidak boleh memaksa tersangka (untuk mengakui perbuatan kejahatan,red). Dia harus mencari bukti-bukti lain, yang menguatkan tersangka sebagai pelaku kejahatan," ujar Abdul Fickar saat dihubungi JPNN, Kamis (29/9).

Abdul Fickar mengemukakan pendapatnya, menyikapi keterangan terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso pada persidangan yang digelar di PN Jakarta Pusat, Rabu (28/9) kemarin. Dalam keterangannya, Jessica menyebut kerap mendapat perlakuan tak manusiawi dari oknum aparat, saat proses pemeriksaan dan penahanan.

"Keterangan terdakwa kan tidak mengikat. Dia memiliki hak ingkar. Jadi bukti-bukti lain itu yang perlu diperkuat. Misalnya, saksi yang melihat (terdakwa melakukan kejahatan,red), mendengar atau merasakan sendiri," ujar Abdul Fickar.

Selain itu, penyidik kata Fickar, juga penting mendalami alat bukti lain. Seperti surat, dokumen, keterangan ahli maupun hal-hal lain. "Tiga ini menjadi penting, karena tersangka oleh undang-undang diberi hak ingkar. Jadi polisi harus menguatkan itu," ujar Fickar.

"Saya kira dari kasus ini ada satu pelajaran yang bisa kita tarik. Meskinya penyidik dan penuntut disatukan, karena punya hubungan yang tak terpisah. Di sidang kan jaksa yang menangani. Jadi kalau polisi bekerja main-main, kasihan jaksanya di pengadilan," ujar Abdul Fickar.

Selain itu, Abdul Fickar juga menilai jaksa harusnya diberi kewenangan menghadirkan saksi lain, di luar saksi-saksi yang dihadirkan penyidik.

"Langkah ini penting, karena sebagai contoh dalam kasus ini (pembunuhan Wayan Mirna Salihin,red) semua kesaksian dari kepolisian, dibantah," ujar Abdul Fickar.(gir/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2016/09/29/470802/Pelajaran-dari-Kasus-Jessica:-Polisi-Main-Main-Jaksa-yang-Pusing-

kasihan deh si ganteng brewok emoticon-Betty


Kalau Jaksa tidak bisa buktikañ si Jess yang bunuh dan memang si Jess bukan pembunuhnya

Ya tetap si Jess yang rugi, rugi waktu, perasaan dan uang yg dikeluarkanpun tidak akan sedikit untuk bayar PH
Quote:Original Posted By rexan92
Parah pihak jaksa yg d tumbalin emoticon-Ngakak
Smua emng slah polkis yg ga teliti periksa d hari kejadian, jd rempong gini dah emoticon-Leh Uga


Kok jaksa ditumbalin?

Sudah tahu BB tidak memenuhi syarat, masih tetep dibawa ke pengadilan
Sok Pede ada ni jaksanya,

Plokis di percaya cuihhhh
Die org jagoannya die jg banditnya
Quote:Original Posted By ponari.hong


Kok jaksa ditumbalin?

Sudah tahu BB tidak memenuhi syarat, masih tetep dibawa ke pengadilan
Sok Pede ada ni jaksanya,



P21nya pake jalur khusus emoticon-Ngakak
Buat jadi Wakapolda ribet juga, yak, ternyata.. emoticon-Shutup

#eehh
plokis kacrut
gara2 ngartis sih emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By ponari.hong
Kok jaksa ditumbalin?

Sudah tahu BB tidak memenuhi syarat, masih tetep dibawa ke pengadilan
Sok Pede ada ni jaksanya,


Kyk nya d paksa2 tuh, ampe KM dtng ke kejaksaan emoticon-Ngakak
Gedek kali, jd bw aja ke pengadilan, biar jaksa mudanya dpt jam terbang, d jadiin ajang latihan emoticon-Leh Uga

Terbukti kan terkenal jaksa2nya d mari, d ksh nama smeagol, dora, dll emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga
Kl engga ga bkal rame tuh trit sidang kopi ampe part 8 emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga
emoticon-Wkwkwk
Masuk babak tuntutan makin seru nih, satu2nya yang terlihat jelas cuma bahwa jessica mengatur letak "penghalang" cctv, tapi entah oleh maksud tertentu atau cuma "iseng" ngabisin waktu.

Jessica pembunuhnya atau bukan cuma dia sendiri yg pasti tau emoticon-Ngacir