alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ecdf1b582b2ee53f8b4574/kppu-seret-pgn-ke-meja-hijau-untuk-dugaan-monopoli-gas
KPPU seret PGN ke meja hijau untuk dugaan monopoli gas
KPPU seret PGN ke meja hijau untuk dugaan monopoli gas
Petugas PGN berbincang dengan pemilik rumah ketika memeriksa jaringan gas di pemukiman warga di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/9/2016).
Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyeret PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ke meja hijau dalam dugaan praktik monopoli distribusi gas di Medan, Sumatera Utara. Sidang perdana kasus ini akan digelar pada minggu kedua bulan Oktober dalam agenda pemeriksaan laporan dugaan perkara (LDP).

Oleh KPPU, PGN dinilai melanggar Pasal 17 Undnag-Undang No.5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

PGN diduga memanfaatkan posisi tawar yang lebih kuat dalam penyusunan dokumen kontrak yang tertuang dalam perjanjian jual beli gas (PJGB) sehingga memberatkan pelanggan, terutama yang terkait dengan penetapan harga. Sehingga, harga gas di wilayah ini jauh lebih mahal, bahkan jika dibandingkan dengan harga gas di negara tetangga.

Ketua KPPU, M. Syarkawi dalam pemberitaan Metrotvnews, menyebut tiga indikasi yang menunjukkan bahwa PGN menyalahgunakan posisi mereka.

Pertama, PGN secara sepihak tanpa mempertimbangkan daya beli dari konsumennya untuk menentukan harga jual gas. Kedua, penetapan harga dilakukan oleh PGN dinilai sangat jauh dari wajar. Ketiga, klausul dalam perjanjian jual beli yang cenderung merugikan konsumennya.

Akibatnya, konsumen tidak punya daya tawar di saat pelaksanaan PJBG. Apalagi, tidak ada substitusi penyedia gas di Sumatera Utara. Hal ini dianggap merugikan konsumen lantaran PGN seolah-olah mengabaikan daya beli pelanggan.

Menurut data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), harga gas industri di Sumatera Utara bisa mencapai USD13,9 hingga USD13,94 per MMBTU. Angka ini terbilang lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur sebesar USD8,01 sampai USD8,05 per MMBTU atau Jawa bagian Barat sebesar USD9,14 hingga USD9,18 per MMBTU.

Sementara, sebagai perbandingan, harga gas di Tanah Air yaitu USD10-USD12 per MMbtu, tertingi di Asia Tenggara. Sementara itu, harga gas di Malaysia USD4,47 per MMbtu, Singapura USD4 per MMbtu, Vitenam USD7,5 per MMbtu dan Filipina USD5,43 per MMbtu.

Gas yang digunakan PGN untuk kawasan Sumatera Utara dipasok dari lapangan Pangkalan Susu, Pakam Timur, dan Benggala yang berlokasi di Sumatera. Seluruh lapangan tersebut dioperatori oleh PT Pertamina EP.

Selain itu, terdapat pula pasokan gas dari fasilitas regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) Arun, yang pasokannya berasal dari Sulawesi dan Papua. Dalam hal ini, KPPU menduga PGN menguasai 100 persen jaringan gas di Sumatera Utara.

Kendati demikian, Syarkawi belum mau membeberkan struktur biaya gas yang seharusnya, dan besaran margin yang diterima PGN sehingga bisa dikategorikan sebagai monopoli. Atas perkara ini, PGN terancam denda maksimal sebesar Rp25 miliar dan sanksi-sanksi tambahan lainnya jika terbukti bersalah.

Direktur Penindakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Gopprera Panggabean, dalam Bisnis Indonesia mengatakan investigasi praktik monopoli ini dilakukan sejak 2014.

Pada 24 April 2015, PGN memberikan proyeksi harga jual gas sekitar USD14--16/MMbtu. Kemudian pada 31 Juli 2015, PGN menyurati pelanggan terkait penyesuaian harga jual ke pelanggan. Hal ini disusul masuknya pasokan gas eks LNG Arun ke jaringan distribusi Medan pada 1 Agustus 2015.

Pada 9 September 2015, PGN mengirimkan tagihan dengan harga yang telah disesuaikan. Selanjutnya, pelanggan gas industri menyampaikan keberatan atas nominal tagihan kepada PGN pada 10 September 2015.

PGN menjanjikan ada penyesuaian harga gas kepada pelanggan industri dari USD12,22/MMbtu menjadi USD11,22/MMbtu pada Januari 2016. Namun janji tersebut belum terealisasi.

Merger PGN dan Pertagas

Pemerintah sejak empat bulan lalu sudah berencana untuk menggabungkan dua perusahaan pengelola gas, PGN dan Pertagas. Salah satunya adalah untuk mengatasi permasalahan perbedaan harga di hulu dan hilir.

Dalam penggabungan yang selanjutnya disebut holding BUMN migas ini, PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk perusahaan, dan di bawahnya ada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Pertamina hanya akan bermain di bisnis hulu, sedangkan PGN akan bermain di bisnis hilir gas.Karena itu, Pertagas selaku anak usaha Pertamina yang berbisnis gas, akan diserahkan kepada PGN dan dilebur.

Namun, menurut Syarkawi merger kedua perusahaan ini hanya akan membuat kekuatan monopoli semakin besar.

"Holding akan semakin menguasai. Dari konteks industri bersifat essential facility seharusnya pemerintah membuat regulasi yang kuat,"jelas Syarkawi.Namun, kata Syarkawi, pihaknya juga akan terus memonitor produsen gas yang lain, dalam hal ini Pertagas, untuk membandingkan apakah sama melakukan monopoli harga penjualan dan distribusi gas."Apalagi Pertagas kita monitor terus, karena mereka ini perusahaan yang bukan lagi duopoli tapi cenderung monopoli karena pasarnya hanya terbagi antara Pertagas dan PGN," tutupnya.
KPPU seret PGN ke meja hijau untuk dugaan monopoli gas


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-monopoli-gas

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- KPPU seret PGN ke meja hijau untuk dugaan monopoli gas Kolektor jeroan wanita dari Sleman

- KPPU seret PGN ke meja hijau untuk dugaan monopoli gas Beli motor Rp33 juta dengan satu drum koin seribu

- KPPU seret PGN ke meja hijau untuk dugaan monopoli gas Jangan bangga mempunyai anak terlalu penurut

×