alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ecc5da50741066018b4567/kiai-muda-nu-jakartamasyarakat-harus-jernihtentukan-pilihan
Kiai Muda NU Jakarta:Masyarakat Harus JernihTentukan Pilihan
Jakarta - Meski pemilihan gubernur
(pilgub) DKI Jakarta masih sekitar 5 bulan
lagi, antusiasme masyarakat dan suhu
politik di Ibu Kota kian menghangat. Geliat
komentar pendukung tiga pasangan calon,
yakni Basuki T Purnama-Djarot Saiful
Hhidayat (Ahok-Djarot), Agus Harimurti
Yudhoyono-Sylviana Murni, dan Anies
Baswedan-Sandiaga Uno, semakin banyak di
media sosial.
Menurut kiai muda Nahdlatul Ulama (NU)
Jakarta, Taufik Damas, hal itu menunjukkan
antusiasme masyarakat yang cukup tinggi
dalam menyambut pilgub Jakarta. “Tentu
ini sangat positif. Masyarakat memang
harus melek politik. Dukung-mendukung itu
soal biasa, meski waktu kampanye belum
dimulai. Saya hanya mengajak masyarakat
untuk tetap jernih dalam menentukan
pilihan," ujar Taufik Damas yang juga Wakil
Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta di Jakarta,
Kamis (29/9).
Menurut Taufik, tiga pasangan calon (paslon)
sama-sama baik. Hanya saja dia
menegaskan, Ahok masih yang terbaik saat
ini, karena telah teruji. "Tiga paslon baik
semua. Tetapi, saya melihat Ahok masih
yang terbaik. Dia sudah terbukti. Dia tegas,
bernyali, dan kerjanya cepat. Saya melihat
Ahok itu sangat tulus dalam bekerja. Dia
tidak peduli dengan opini yang membuat
dia tidak populer. Karena, yang penting
adalah kerja untuk kebaikan Ibu Kota dan
warganya. Ini luar biasa,” ujar alumni
Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, itu.
Taufik tidak menampik bahwa tiga paslon
memiliki kelebihan masing-masing. Namun,
dia menegaskan, kelebihan fundamental
yang ada pada Ahok yang harus dipahami
oleh masyarakat. “Kelebihan fundamental
yang ada pada Ahok adalah ketegasan dan
keberaniannya melawan penyimpangan. Dia
tak peduli berhadapan dengan mafia.
Semua berjalan sesuai aturan yang benar,"
ujarnya.
Dia juga memuji integritas dan semangat
transparansi yang terus digelorakan Ahok
selama memimpin Jakarta. Dengan
demikian, akan banyak uang negara yang
dapat diselamatkan. Uang negara itu
digunakan sesuai aturan dasar kenegaraan,
yaitu sebesar-besarnya untuk kemaslahatan
masyarakat dalam bentuk berbagai
program.
"Ini yang harus dipahami oleh masyarakat
secara jernih,” ujarnya.
Ketika ditanya, apakah calon yang lain
mampu menjadi seperti Ahok, Taufik
menjawab seharusnya mampu. Karena,
prinsip-prinsip kepemimpinan yang ada
pada Ahok itu yang dibutuhkan oleh
masyarakat saat ini.
“Calon yang lain, saya kira memiliki
kemampuan seperti itu dan memang
seharusnya seperti itu. Tetapi, mereka
belum terbukti dan teruji. Misalnya, Anies
Baswedan. Dia santun, intelektual, dan
tutur-katanya bagus. Namun, untuk menjadi
gubernur tidak cukup hanya syarat itu.
Begitu juga Agus Harimurti, yang dianggap
muda, mantan tentara, dan santun. Tetapi,
sama juga, belum terbukti kemampuannya
mengurus Jakarta,” kata Taufik.
Menurutnya, soal kesantunan merupakan
hal yang penting. Namun, dia berharap agar
masyarakat tidak berpikir terlalu sederhana
dalam hal ini. “Kesantunan itu sangat
penting. Tetapi masyarakat jangan
menyederhanakan persoalan. Jangan
berpikir bahwa dengan kesantunan soal
kemimpinan menjadi baik semua. Belum
tentu. Apalagi, banyak kesantunan yang
menipu. Santun tetapi korupsi. Itu
melelahkan. Memimpin Jakarta ini
memang harus marah. Kalau tidak marah,
berarti tidak kerja. Soal gaya marah, itu
bergantung pada tabiat masing-masing
individu dan tidak ada yang salah dengan
tabiat lahiriah setiap orang,” tegas Taufik.
m.beritasatu.com/nasional/389381-kiai-muda-nu-jakarta-masyarakat-harus-jernih-tentukan-pilihan.html

Sae pak kyai pemikirane smpyan
cari yg memberi bukti bukan janji
Promosiin Ahok.
setuju pak kiai,
sungguh pemikiran yg maju, moderat n pancasilais ...


yg masih terbelenggu dogma milih pemimpin wajib seimin

khan bisa milih djarot emoticon-Wink
tumben ada kyai cerdas kayak gini
emoticon-Traveller
kalo nasbung mah gak bakal ngerti yg gini2an neh..
kebanyakan begaul ama kuda sih.. emoticon-Big Grin
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?" (QS An Nisa: 144)

Ini perintah Allah, bukan sara.
emoticon-Cool
Mau gelarnya kyai, ustad, profesor kalau ga sesuai kitab suci ya buat apa...


Mereka tak lebih hebat dari yang bikin kitab suci. Buat apa dipercaya...
Siap2 diserang pakar surga bp
emoticon-Traveller
Kiai kapirrrrrrrrr ! Susupan syah, wahyudi, remason, fifa, uefa, afc, who, unicef,dll !


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Masih muda. Gak ada yg kenal emoticon-Embarrassment
berita yang membuat para nasbung menjadi kejang² tak terelakan dan begitu menusuk hingga ke biji emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Tumben ada kiai ngomong begini. Pdhl di sebelah bnyk yg teriak kofar-kafir.... emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By sapisapigila
kalo nasbung mah gak bakal ngerti yg gini2an neh..
kebanyakan begaul ama kuda sih.. emoticon-Big Grin


comment of the day emoticon-Mewek
yang ini udah dibeli ahok?
baca dimana gitu, kalo MUI dan Muhammadiyah memang udah melarang milih pemimpin non muslim.

Tapi kalo NU masih membolehkan dan ada fatwanya, tapi ada syaratnya. - tidak ada calon lain yang beragama islam,
- jika ada, tapi dikhawatirkan berkhianat.
- tidak jadi ancaman bagi umat Islam.

CMIIW
Siap bos emoticon-Big Grin
Itu gmn bray kok pks dan pkb dukung cabup non muslim di kab sula malut
Quote:Original Posted By tristan99
Tumben ada kiai ngomong begini. Pdhl di sebelah bnyk yg teriak kofar-kafir.... emoticon-Stick Out Tongue


NU broh, kadar nkri dan pancasilais nya tidak diragukan lagi. Nasionalis sejati sejak jaman perjuangan, bukan nasionalis kemarin sore. Jempol 10 buat NU emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By phateticwaltz
baca dimana gitu, kalo MUI dan Muhammadiyah memang udah melarang milih pemimpin non muslim.

Tapi kalo NU masih membolehkan dan ada fatwanya, tapi ada syaratnya. - tidak ada calon lain yang beragama islam,
- jika ada, tapi dikhawatirkan berkhianat.
- tidak jadi ancaman bagi umat Islam.

CMIIW


Ketua Lembaga Kajian dan
Pengembangan Sumber Daya PBNU,
Rumadi Ahmad, mengatakan bahwa
PBNU sudah pernah mengeluarkan fatwa
pada 1999 tentang memilih pemimpin
non-Muslim.
"Fatwa kepemimpinan kalau MUI,
Muhammadiyah, sudah jelas memilih
pemimpin kafir tidak boleh, titik. Namun,
NU punya fatwa-nya yang membolehkan,
kata ulama pada tahun 1999," kata
Rumadi di Jakarta Pusat, Kamis
(15/9/2016).
Dalam fatwa itu dijelaskan bahwa boleh
memilih pemimpin non-Muslim jika
pertama memang tidak ada orang Islam
yang mampu memimpin. Kedua, ada
calon beragama Islam, tetapi karena
dikhawatirkan berkhianat, boleh memilih
alternatifnya yang non-Muslim.
"Ketiga, memilih pemimpin non-Muslim
selama tokoh itu dianggap tidak jadi
ancaman bagi umat Islam, boleh saja,"
kata Rumadi.
Rumadi menjelaskan bahwa
kepemimpinan dan pemilu selalu jadi
masalah bagi pemilih beragama Islam
sebab ada teks yang mengaturnya. Teks
itu pula yang menjadi rujukan atau
senjata untuk keuntungan politik.
Menurut Rumadi, konteks di balik teks ini
adalah peperangan pada masa lampau.
"Bagi orang NU tidak ada lagi
peperangan. Jadi, sekarang masa
perdamaian. Kalau perdamaian me-refer
ke ayat yang tadi itu (haram memilih
pemimpin kafir), ya itu tidak relevan,"
kata dia.
megapolitan.kompas.com/read/2016/09/15/16462071/pbnu.merujuk.ke.fatwa.1999.tentang.pemimpin.non-muslim