alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ecb8bd12e257fd798b4579/diary-1--rumah-ci-tantri
Diary 1 : Rumah Ci Tantri
Ada seorang kakak kelas ku dulu pada saat itu bernama Christantri Martha Liani. Perempuan kelahiran tahun 1997 ini, dulu nya pernah satu tempat les bahasa inggris dengan ku, tetapi pada saat itu kami masih belum dekat seperti sekarang. Dia adalah orang kedua yang bisa melihat makhluk-makhluk alam lain yang aku tahu setelah Pak Saring. Sebelum aku menyadari kemampuan ku ini, aku sering sharing bareng dia tentang spiritual. Walaupun berbeda agama, percakapan kami selalu berjalan seolah tak ada perbedaan. Menurutku, dia adalah seorang teman dan juga seorang guru yang bisa membantu dan menolong ku tentang spiritual. Tipe orang penyabar sepertinya yang membuat aku nyaman berbicara padanya.

Dia adalah orang yang menurutku seperti tabib. Pernah sekali aku bertemu dengannya pada waktu luang di sekolah, aku berkata padanya bahwa aku sakit kepala. Dia hanya tersenyum dan memintaku untuk membelakanginya. Jari-jari nya yang lembut menyentuh pelipis kepalaku dengan gerakan memutar pelan. Aku tak tahu mantra atau kata-kata apa yang dia ucapkan, tetapi sangat luar biasa. Kepalaku bisa menjadi lebih ringan dan tak terasa sakit sama sekali. Sungguh luar biasa bagiku karena aku belum pernah bertemu orang seperti ini. Tapi yang membuatku cemas adalah setelah dia memijat kepalaku, wajahnya tampak lebih sedikit pucat dan seperti orang yang sedang kelelahan. Ya aku mengerti segala hal yang berhubungan dengan spiritual membutuhkan energi. Mungkin itu karena energinya telah terkuras karena telah membantuku.

Terkadang, kami menyempatkan diri bertemu setelah pulang sekolah, agar aku dapat bertanya padanya tentang hal yang masih belum kumengerti. Kami tidak hanya berdua, tapi bertiga, ditemani oleh Ci Sri yang satu tingkatan dengan Ci Tantri, karena biasanya aku pulang bersama Ci Sri. Ci Tantri yang pada saat itu sedang tidak ada kegiatan, mengajak ku dengan Ci Sri untuk mampir ke rumahnya. Di rumahnya, kemampuan ku di latih dengan melihat makhluk-makhluk di sana.

1. Anak kecil di sudut ruang tamu

Hal pertama yang menarik perhatianku adalah anak kecil yang berada di sudut ruang tamu. Anak laki-laki, yang umurnya belum lebih dari 10 tahun kurasa, tak terlalu tinggi dengan ekspresi yang ceria. Aku lupa siapa namanya, yang hanya kuingat hanyalah inisial namanya, R. Ia layaknya anak-anak biasa, berlari kesana kemari dengan tawa yang ceria, terkadang sedikit menakutkan jika ia melihat orang baru, orang yang belum pernah dia temui sebelumnya. Ekspresi yang ceria itu dapat berubah menjadi ekspresi diam dengan mata sinis melihat orang baru tersebut. Dia memiliki seorang mama yang mengikuti Ci Tantri.

2. Pria di dapur

Pria di dapur, makhluk yang sedikit menakutkan bagi orang yang baru bias melihat makhluk lain. Berumur sekitar 20-30 tahun, tergantung di sudut atas sebelah kanan dari dapur, memakai baju dalam putih dan luaran hitam, celana panjang dasar hitam, rambut yang sedikit berantakan, muka pucat dan mata yang terbuka lebar. Aku tak tahu apa yang membuat nya bisa bergantung di sudut itu dan apa yang tergantung. Termasuk makhluk yang pasif, yang artinya tak bisa bergerak sama sekali. Pada malam hari, yang biasanya makhluk-makhluk astral seperti itu beraktivitas, ia tetap diam. Hanya matanya yang dapat bergerak, mengikuti objek penglihatannya berjalan.

3. Perempuan yang mengikuti Ci Tantri

Perempuan yang sedikit tak normal, wajah seperti luka bakar, rambut panjang, mekar dan berantakan, lumayan tinggi, memakai baju terusan putih yang sudah lusuh dan kotor. Wajahnya tambah mengerikan ketika dia sedang tersenyum. Senyuman yang sepertinya bukan senyuman pada biasanya, senyuman licik. Aku masih bisa merasakan bahwa seolah-olah dia ada dihadapanku, ketika aku mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan. Aku tak mengerti kenapa orang sabar dan murah senyum seperti Ci Tantri ini bisa punya pengikut seperti ini. Dia adalah ibu dari anak kecil yang ada di sudut ruang tamu Ci Tantri. Aku tak bisa menjelaskan lebih panjang tentang pengikut Ci Tantri, karena aku merasa... takut.

Masih banyak lagi makhluk yang ada di rumah Ci Tantri yang tak bisa aku jelaskan satu persatu karena aku tak terlalu memerhatikannya. Ci Tantri, orang sudah aku anggap seperti mamaku, karena sifatnya yang benar-benar mirip dengan seorang ibu pada umumnya. Dia adalah orang yang bijaksana, yang menurutku, sangat bijak dalam mengambil keputusan akan masalah-masalah yang sering aku tanyakan.

Spoiler for Yang sebelumnya..:
mana foto ci tantri nya ? emoticon-Malu
emoticon-Malu

cerita seram harus di iringi mulustrasi agar lebih kena
Quote:Original Posted By hebiryu
mana foto ci tantri nya ? emoticon-Malu


idem sama mbah ini menanti foto ci tantri nya emoticon-Hammer2

deprox dulu...nunggu foto Ci Tantri nya....emoticon-Cool
ikut menanti foto cici nya emoticon-Genit: emoticon-Hammer emoticon-Mad: ........................ emoticon-Ngacir
jangan lupa di updet di satu trit aja trus di index ya
emoticon-Traveller
wah banyak sesepuh yang menunggu foto ci tantri

mohon TS segera melengkapi foto yng diminta untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan


btw mana ane tau hal apa yang tidak diinginkan sama TS emoticon-Ngacir
wkwkwkw....semua penasaran ama si cici nya..
bagaimana kalo ts pajang pic cicinya..

ane juga kepohh picnya emoticon-Hammer (S)
Ciii.....

Eh salah

emoticon-Wakaka
Tambahin mulustrasinya dong gan emoticon-Malu emoticon-Genit
Nah lho sepuh disini minta barang bukti ci tantri.
TS berani Kasih Barang Bukti Ga ya. Kita ikuti saja perkembangan cerita ini.

Balik lagi SR di pojokan
Quote:Original Posted By chanliew
Ada seorang kakak kelas ku dulu pada saat itu bernama Christantri Martha Liani. Perempuan kelahiran tahun 1997 ini, dulu nya pernah satu tempat les bahasa inggris dengan ku, tetapi pada saat itu kami masih belum dekat seperti sekarang. Dia adalah orang kedua yang bisa melihat makhluk-makhluk alam lain yang aku tahu setelah Pak Saring. Sebelum aku menyadari kemampuan ku ini, aku sering sharing bareng dia tentang spiritual. Walaupun berbeda agama, percakapan kami selalu berjalan seolah tak ada perbedaan. Menurutku, dia adalah seorang teman dan juga seorang guru yang bisa membantu dan menolong ku tentang spiritual. Tipe orang penyabar sepertinya yang membuat aku nyaman berbicara padanya.

Dia adalah orang yang menurutku seperti tabib. Pernah sekali aku bertemu dengannya pada waktu luang di sekolah, aku berkata padanya bahwa aku sakit kepala. Dia hanya tersenyum dan memintaku untuk membelakanginya. Jari-jari nya yang lembut menyentuh pelipis kepalaku dengan gerakan memutar pelan. Aku tak tahu mantra atau kata-kata apa yang dia ucapkan, tetapi sangat luar biasa. Kepalaku bisa menjadi lebih ringan dan tak terasa sakit sama sekali. Sungguh luar biasa bagiku karena aku belum pernah bertemu orang seperti ini. Tapi yang membuatku cemas adalah setelah dia memijat kepalaku, wajahnya tampak lebih sedikit pucat dan seperti orang yang sedang kelelahan. Ya aku mengerti segala hal yang berhubungan dengan spiritual membutuhkan energi. Mungkin itu karena energinya telah terkuras karena telah membantuku.

Terkadang, kami menyempatkan diri bertemu setelah pulang sekolah, agar aku dapat bertanya padanya tentang hal yang masih belum kumengerti. Kami tidak hanya berdua, tapi bertiga, ditemani oleh Ci Sri yang satu tingkatan dengan Ci Tantri, karena biasanya aku pulang bersama Ci Sri. Ci Tantri yang pada saat itu sedang tidak ada kegiatan, mengajak ku dengan Ci Sri untuk mampir ke rumahnya. Di rumahnya, kemampuan ku di latih dengan melihat makhluk-makhluk di sana.

1. Anak kecil di sudut ruang tamu

Hal pertama yang menarik perhatianku adalah anak kecil yang berada di sudut ruang tamu. Anak laki-laki, yang umurnya belum lebih dari 10 tahun kurasa, tak terlalu tinggi dengan ekspresi yang ceria. Aku lupa siapa namanya, yang hanya kuingat hanyalah inisial namanya, R. Ia layaknya anak-anak biasa, berlari kesana kemari dengan tawa yang ceria, terkadang sedikit menakutkan jika ia melihat orang baru, orang yang belum pernah dia temui sebelumnya. Ekspresi yang ceria itu dapat berubah menjadi ekspresi diam dengan mata sinis melihat orang baru tersebut. Dia memiliki seorang mama yang mengikuti Ci Tantri.

2. Pria di dapur

Pria di dapur, makhluk yang sedikit menakutkan bagi orang yang baru bias melihat makhluk lain. Berumur sekitar 20-30 tahun, tergantung di sudut atas sebelah kanan dari dapur, memakai baju dalam putih dan luaran hitam, celana panjang dasar hitam, rambut yang sedikit berantakan, muka pucat dan mata yang terbuka lebar. Aku tak tahu apa yang membuat nya bisa bergantung di sudut itu dan apa yang tergantung. Termasuk makhluk yang pasif, yang artinya tak bisa bergerak sama sekali. Pada malam hari, yang biasanya makhluk-makhluk astral seperti itu beraktivitas, ia tetap diam. Hanya matanya yang dapat bergerak, mengikuti objek penglihatannya berjalan.

3. Perempuan yang mengikuti Ci Tantri

Perempuan yang sedikit tak normal, wajah seperti luka bakar, rambut panjang, mekar dan berantakan, lumayan tinggi, memakai baju terusan putih yang sudah lusuh dan kotor. Wajahnya tambah mengerikan ketika dia sedang tersenyum. Senyuman yang sepertinya bukan senyuman pada biasanya, senyuman licik. Aku masih bisa merasakan bahwa seolah-olah dia ada dihadapanku, ketika aku mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan. Aku tak mengerti kenapa orang sabar dan murah senyum seperti Ci Tantri ini bisa punya pengikut seperti ini. Dia adalah ibu dari anak kecil yang ada di sudut ruang tamu Ci Tantri. Aku tak bisa menjelaskan lebih panjang tentang pengikut Ci Tantri, karena aku merasa... takut.

Masih banyak lagi makhluk yang ada di rumah Ci Tantri yang tak bisa aku jelaskan satu persatu karena aku tak terlalu memerhatikannya. Ci Tantri, orang sudah aku anggap seperti mamaku, karena sifatnya yang benar-benar mirip dengan seorang ibu pada umumnya. Dia adalah orang yang bijaksana, yang menurutku, sangat bijak dalam mengambil keputusan akan masalah-masalah yang sering aku tanyakan.

Spoiler for Yang sebelumnya..:


Lahir tahun 97 berarti baru 19 tahun si ci tantri nya.

Yang saya bold

Ci tantri sudah kayak mama saya sendiri.

Jadi ts umur berapa?

gelar tiker dulu ,, beda 1 tahun sama cici nya TS ,, hahaha
nunggu foto jg ... jadi kepo deh
ijin minyak dulu dan jgn lupa index emoticon-Cool
Quote:Original Posted By ulatbulugatal
Lahir tahun 97 berarti baru 19 tahun si ci tantri nya.

Yang saya bold

Ci tantri sudah kayak mama saya sendiri.

Jadi ts umur berapa?


hohohohoo,

sudah sudah mbaah...

kenalin, saya bapaknya....

emoticon-Salaman
untuk sementara ane bayangin foto Tantri Kotak aja.
TS Nyumput kamana yeuh?
Quote:Original Posted By amukrogo
hohohohoo,

sudah sudah mbaah...

kenalin, saya bapaknya....

emoticon-Salaman



saya anaknya emoticon-Wkwkwk
Huasemmm tenan ono bapake ono anake.

Huahaha

Ci tantri where r u.