alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57ec4472582b2eca1f8b4584/imam-besar-masjid-istiqlal-jihad-itu-menghidupkan
Imam Besar Masjid Istiqlal: Jihad Itu Menghidupkan
Imam Besar Masjid Istiqlal: Jihad Itu Menghidupkan

Metrotvnews.com, Jakarta: Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar mengatakan, jihad adalah untuk menghidupkan orang bukan untuk mematikan. Selama ini, penafsiran jihad masih saja salah kaprah.


"Jihad adalah untuk menghidupkan orang, bukan untuk mematikan. Jihad menghidupkan jiwa, menghidupkan kehidupan dan penghidupan, menghidupkan kebersamaan," kata Nasaruddin di Makassar, Rabu (28/9/2016), seperti dikutip dari Antara.


Karena itu, jihad, kata Nasaruddin, tidak bisa dipisahkan dari dua kata berikutnya, yaitu ijtihad dan mujahadah. Tanpa dua lafal tersebut, yang ada, jihad hanya menjadi sebuah kenekatan belaka.


Jihad tanpa ijtihad dan mujahadah, menurut Nasaruddin tergolong bunuh diri, dan nabi tidak pernah membenarkan bunuh diri. Nabi, kata dia, justru berpesan jangan pernah menceburkan diri ke kebinasaan.


"Itu bukan bidadari yang jemput, tapi neraka," tegasnya.


Jihad, kata dia, juga harus didahului dengan hijrah secara intelektual. "Hijrah dulu baru jihad, hijrah secara intelektual yaitu mentransformasikan sesuatu yang negatif ke positif," pungkasnya.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...u-menghidupkan

---

Kumpulan Berita Terkait TERORISME :

- Imam Besar Masjid Istiqlal: Jihad Itu Menghidupkan Polisi Tangkap Fasilitator Warga Indonesia ke Suriah

- Imam Besar Masjid Istiqlal: Jihad Itu Menghidupkan 17 Kementerian akan Tangani WNI Eks ISIS

- Imam Besar Masjid Istiqlal: Jihad Itu Menghidupkan Dubes Australia: Solo Bukan Sarang Teroris

namun menurut nabi, jihad itu membunuh orang kafir

Dari Amru bin Abasah ra. beliau berkata,” Ada orang bertanya kepada Rosululloh,”Wahai Rosululloh, apakah Islam itu ?” Beliau menjawab,” Hatimu merasa aman, dan juga orang-orang muslim merasa aman dari gangguan lidah dan tanganmu.” Orang tersebut bertanya,”Lalu Islam bagaimanakah yang paling utama?’ Beliau menjawab,”Iman.” Orang tersebut bertanya lagi,” Apakah iman itu?” Beliau menjawab,” Kamu beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan kebangkitan setelah mati.” Orang tersebut bertanya lagi,”Lalu iman bagaimanakah yang paling utama itu?” Beliau menjawab,”‘Hijroh.” Orang tersebut bertanya lagi,” Apakah hijroh itu?” Beliau menjawab,”Engkau meninggalkan amalan jelek.” Orang tersebut bertanya lagi,”Lalu hijroh bagaimanakah yang paling utama itu?” Beliau menjawab, ”Jihad.” Orang tersebut bertanya lagi,”Apakah jihad itu?” Beliau menjawab,” Engkau memerangi orang kafir jika kamu bertemu mereka.” Orang tersebut bertanya lagi,” Lalu bagaimanakah jihad yang paling utama itu?” Beliau menjawab,” Siapa saja yang terluka kudanya dan tertumpah darahnya.” (HR. Ahmad 4/114 dengan sanad shohih, juga oleh Abdu Razzaq 11/127 no. 20107, Ath Thobroni dan Al-Baihaqi, mempunyai syawahid dalam Silsilah Ahadits al Shahihah no. 551).

Abu Bakar ibn Abu Musa berkata : "Aku mendengar bapakku (Abu Musa) ketika dia berhadapan dengan musuh, berkata : "Rosulullah saw bersabda, "sesungguhnya pintu-pintu surga berada dibawah bayang-bayang pedang", maka berdirilah seorang lelaki yg compang-camping bajunya dan berkata : "Wahai ABu Musa, apakah kau mendengar Rosulullah saw mengatakan hal itu?". Bapak menjawab : "benar". Lalu orang tadi kembali kepada teman-temannya dan berkata: "Aku mengucapkan salam kepada kalian". Kemudian ia patahkan sarung pedangnya serta melemparkannya, lalu ia melangkah maju dengan pedangnya ke arah musuh, maka ia menebas dengan pedangnya hingga akhirnya ia mati terbunuh" (HR Muslim)

"Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, sehingga hanya Alloh sajalah yang di ibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya.Dan dijadikan rizkiku di bawah bayang-bayang tombak dan dijadikan kehinaan dan kerendahan atas yang menyelisihi perintahku. Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut." (HR.Ahmad dari Abdullah bin Umar R.A)

Dari Ibnu Umar, Rasulullah ` bersabda: "Aku diutus dengan pedang di akhir zaman sehingga hanya Allah semata yang disembah tiada sekutu baginya, dan dijadikan rizkiku di bawah baying-bayang tombakku, dan dijadikan kehinaan dan kekerdilan bagi siapa yang menyelisihi urusanku. Dan barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka." (H.R. Ahmad 2/92. Dishohihkan Albani)

Dan barang siapa yang mati dan belum pernah berperang, dan tidak pernah terbersit dalam hatinya untuk berjihad maka dia mati dalam salah satu cabang kemunafikan. (HR. Muslim)

Dari Jabir bin Samurah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Agama ini akan senantiasa tegak, yang mana tetap ada sekelompok dari umatku yang berperang membelanya hingga hari kiamat. (HR Muslim).

Di dalam hadits ‘Uqbah bin ‘Amir disebutkan:
Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas perintah Allah, mereka kalahkan musuh mereka, mereka tidak terpengaruh dengan orang yang menyelisihi mereka hingga (menjelang) datang kepada mereka hari kiamat dan mereka tetap seperti itu. (HR Muslim)
yess pejwan
Ini baru mantep