alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57c042ea54c07a364e8b4567/hanya-sebuah-cerita-perjalanan-hati
Poll: nama kucing kesayangan?
dimas 50.00% (1 votes)
satria 50.00% (1 votes)
Hanya Sebuah Cerita Perjalanan Hati
Aku, anak paling bontot dari tiga bersaudara.Terlahir dikeluarga yang lumayan berada (rumah ada,mobil ada,dan motor ada emoticon-Toast).Tidak ada yang Istimewa. Hanya perempuan biasa dengan semua aktifitas dan kesibukan yang melanda.Aku bukan seseorang yang pandai merangkai kata,bukan pujangga bukan juga penulis, emoticon-Toast
Harap dimaklumi jika ada penulisan dan kalimat yang janggal,karna aku juga bukan dari jurusan satra.

1. KULIAH

Yup,akhirnya jadi mahasiswa. Walaupun hanya universitas swasta, patut di syukuri. Menimang kemampuan otakku yang pas-pasan hehehe.
Merantau kenegeri orang,tanpa orang tua dan mulai membiasakan mandiri. Aku bisa di bilang cukup mandiri, walaupun terlahir sebagai anak paling bontot, bukan berarti semua kebutuhan minta ke orang tua.Oh iya,kenalin namaku Rina (Samaran)..Skip...

Tak terasa sudah memasuki semester 2, aku di kenalin sama teman sekos-an ku. Kebetulan temenku ikut organisasi Resimen Mahasiswa di kampus. Sebut saja nama temenku itu Tika.

"Rin, ada yang suka ama kamu" kata tika
"lho,siapa?" aku jawab bingung.
"Rendi, tau kan? temenku yang diresimen yang dulu sempat ku kenalin ama kamu" jawabnya lagi
What??? Rendi?? Cowok keren turunan arab, yang senyumannya bikin aku semaput.Rendi yang itu??..
Gak lama kita deket, yaa dibilang pacaran enggak,temen juga enggak. Ngegantung gitu.
Jalan-jalan bareng, cerita dan mulai membuka hati masing-masing.

Ujian semester berakhir, kita mutusin buat pulang kekota kelahiran.Aku dan rendi pesen tiket Bis ke jurusan yang sama,Kita sama-sama dari riau. Dia di tanjung pinang, Aku di kota ***i. Rendi ngajak singgah ke kota pekanbaru. Dimana dia mau nemuin temennya katanya. Oke aku mutusin nurut.

Bis berangkat jam 8 malam, Didalem bis kita hanya cerita cerita kecil. Tentang kuliah dan kegiatan organisasinya.
Aku ketiduran, gak tau kenapa hari itu lelah banget.
Tiba-tiba tanganku disentuh sesuatu yang hangat, kaget dan penasaran. Rendi menggengam tanganku. Aku gak berani bangun dari tidurku, kalau bangun pasti bikin suasana canggung. Secara aku belum pernah pacaran sampai pegangan tangan. Kuper? Iya, aku gak pernah pacaran dari esempe hingga esema. Ini laki-laki pertama yang menggenggam tanganku. Dan ini hal yang baru buatku, yang bikin jantungku berasa mau lepas dari rongganya.

Rendi hanya menggenggam tanganku halus, Desiran darahku makin keras,tangannya yang besar dan hangat membungkus tanganku yang kecil. Tanpa ada sepatah kata pun keluar dari bibirnya. Mungkin dia tahu kalau aku masih tidur. Aduh, gimana mau lanjut tidur kalau sampai ditempat tujuan rendi gak lepasin genggaman tangannya. Aku berusaha mengontrol detak jantungku yang karuan. Mengatur nafasku agar tetap seperti layaknya orang yang sedang tertidur pulas.

Dan belum sampai jantungku berdetak normal, Rendi menjatuhkan kepalanya di pundakku. menyandarkan kepalanya di bahuku yang mungil. Ini jantung kalau gak di tahan bakalan loncat dari tubuhku. "Tenang..tenang.." aku mencoba mengontrol pikiranku. Ini merupakan moment pertama ku bersentuhan dengan laki-laki. Aku tetap di posisi tidurku dikursi bis, tanpa bergeming dimana badanku kaku membatu.
Akhirnya, bis berhenti. Rendi melepaskan genggamannya dari tanganku dan menegakkan kepalanya.

"Rin,bangun, Kita udah sampai" Rendi membangunkanku.
"Oh iya?," aku menjawab pendek,biar gak ketara aku masih gugup.hahahaha
"ayo,turun". Ajak Rendi.
Kami menurunkan tas bawaan dan siap untuk turun dari bis.

What the???
Terlihat jalanan tak berujung dan gelap,dikanan kiri terdapat pohon pinus dan sejenisnya. Tanpa penerangan dan setiap 300 meter baru nemu lampu jalan dan itu redup.
"ini?". aku bertanya pada rendi.
"iya,rumah temenku didalem sana,ayo jalan" jawan rendi mantab.
"hei,ini kampus kan?kita mau jalan kemana? katanya mau kerumah temenmu?".Aku panik,jangan-jangan ni orang kagak bener ampe ngajak di tempat gelap begini.Ya,itu gerbang menuju salah satu kampus yang ada dipekanbaru.
"Iya,tenang aja.Kamu aman kok, badan kecil begitu akunya gak nafsu".Jawab rendi sambil tertawa.
"Eee,buset.ngajak barantem nih ya" jawabku kesal.
"Hahaha,Udah ah yuk,jalan" Rendi mulai berjalan didepan.

Aku ngikutin dari belakang, koperku dibawa in rendi. Sadis ini kampus, gelap gulita.jam 2 malam pula. Pepohonan kiri kanan,kalau siang pastinya adem. Malam begini mah suasanya angkek. Aku clingak-clinguk kiri kanan, dan sekilas dibalik salah satu pepohonan, aku lihat bayangan putih berdiri. Tidak begitu jelas,tapi terlihat nyata. Dan semakin kupertajam pandanganku, tiba-tiba rendi menggandeng tanganku.
"Jangan jauh-jauh" kata rendi seakan tau apa yang kulihat tadi.
"Ii-iya"jawabku terbata.Aku berlari kecil di samping rendi, karna posisiku tadi masih dibelakang rendi.


di lanjut sist ceritanya