alexa-tracking

Kalimantan Barat tetapkan kejadian luar biasa rabies

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57bff68a54c07a50308b456b/kalimantan-barat-tetapkan-kejadian-luar-biasa-rabies
Kalimantan Barat tetapkan kejadian luar biasa rabies
Kalimantan Barat tetapkan kejadian luar biasa rabies
Ilustrasi: petugas kesehatan berusaha menangkap anjing dengan sumpit bius
Pemerintah Kalimantan Barat kembali harus menetapkan kejadian luar biasa (KLB) atas kasus penyebaran rabies atawa penyakit anjing gila di provinsi tersebut. Pemberlakuan status demikian pernah dipermaklumkan pada Februari lalu.

Dalam isbat status terdahulu, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, mengaku penyebaran virus rabies membuatnya "pusing, karena sudah banyak...(warganya) yang meninggal.' Karenanya, pada kondisi serupa kali ini, ia meminta para "bupati dan wali kota...untuk serius menangani...vaksin untuk rabies.'

Demi menyikapi problem berulang tersebut, Cornelis berkoordinasi dengan pemerintah pusat, salah satunya lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Langkah itu diambil sebagai solusi untuk menyiasati keterbatasan anggaran.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan--sebagaimana dikutip detikcom pada Jumat (26/8)--bahwa penyakit anjing gila di Kalimantan Barat "merebak sejak minggu lalu" dengan banyaknya laporan mengenai warga yang "digigit anjing." Bahkan, ujar Sutopo, "polisi juga (ada) yang digigit.'

Media lokal, Pontianakpost.com, memberitakan pihak berwenang telah melakukan vaksinasi terhadap 20.459 dari 176.490 ekor hewan yang dilaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat. "Sasaran vaksinasi hewan masih jauh. Saat ini baru mencapai 22,23 persen," kata kepala dinas termaksud, Abdul Manaf.

Menurutnya, rendahnya tingkat vaksinasi disebabkan oleh buruknya rasio jumlah petugas kesehatan hewan berbanding dengan luasnya wilayah yang mesti dijelajahi. "Jika dinas kesehatan, petugas ada dari pusat hingga ke desa. Sebaliknya kami, untuk kabupaten saja tidak ada dinas peternakan. Jika pun ada, itu hanya untuk kepala bidangnya yang latar belakangnya bukan orang peternakan," ujar Abdul Manaf dilansir Pontianakpost.com.

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat terjangkit rabies mencapai 28 jiwa: 2015, 14 orang meninggal; 2015, lima orang; 2016, sembilan jiwa.

Sementara itu, angka gigitan bertambah. Pada 2015, 763 orang menjadi korban gigitan. Untuk 2016, jumlah korban gigitan hingga Agustus mencapai 877 orang, yang 660 di antaranya telah mendapatkan vaksinasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa kasus rabies yang kali pertama dilaporkan di Indonesia tercatat pada 1884. Sementara, pada 2013, 24 dari 33 provinsi di tanah air diketahui telah tertular.

Ketika kasus rabies mengemuka untuk kali pertama di Bali pada 2008, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) turut melakukan penanganan dengan menyumbangkan bantuan teknis. Hasilnya, kasus rabies pada manusia ketika itu berkurang dari 11 per bulan pada 2010 menjadi hanya satu kasus saja per bulan pada tahun berikutnya.

Setelah vaksinasi terhadap anjing diluncurkan secara massal pada 2012 dan 2013, terjadi penurunan kasus besar-besaran. Ujungnya, pada tahun yang disebut terakhir, cuma satu kasus rabies pada manusia terekam.
Kalimantan Barat tetapkan kejadian luar biasa rabies


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...r-biasa-rabies

---

dibius, dirawat sementara, divaksin, dilepas-->berapa anggaran yang diperlukan ?

kenapa tidak dimusnahkan saja ?
Quote:


sama seperti negeri ini dalam memelihara PNS setda, kecvamatan dan kelurahan emoticon-Big Grin
berapa dana DAU, APBD dan APBN yang habis buat nggaji ANJING2 SEPERTI MEREKA? emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
musnahkan saja hewan carriernya, tingkat kematian akibat infeksi rabies termasuk paling tinggi.

emoticon-shakehand

Quote:


yg penting bener prosesnya gan, jangan sampe didemo aktivis pecinta hewan ntar ribet urusannya
jadi inget jaman sd di jakarta rame bgt takut kena gigitan anjing rabies emoticon-Takut
Quote:


bener gan.
efektif dan efisien.
yg tidak mau dimusmahkan silakan pelmilik masing2 a5u yg mmberi vaksin
Quote:


emoticon-Leh Uga

eniwei, terikait berita saya kira anjing tanpa dog tag mesti ditaro di penangkaran untuk dimusnahkan setelah jangka waktu tertentu.
Quote:


setuju gan. termasuk kelelawar jg.

kalau manusia habis kegigit ga di vaksin dalam 24 jam, tingkat kematiannya 99.99999% emoticon-Takut
Quote:


Agan pasti belum pernah ke Kalimantan Barat ya? Jangan coba2 bunuh anjing atau babi di Kalimantan Barat gan... Hukum adatnya gede... Teman sekantor perrnah kena hukum adat gara2 nabrak anjing kena denda 5 juta di sekitar pertigaan simpang tanjung, sanggau.... Hukum adat lebih keras dariapada hukum positif nasional disini gan...

Quote:

belum

Weh lhaa, kalau yang melakukan petugas pemerintah masa juga didenda ?

kan mengirit anggaran bila dimatikan, sehingga apbd tidak boros, untungnya juga ke masyarakat kalimatan sendiri


jgn main sama anjing lah nanti rabies Kalimantan Barat tetapkan kejadian luar biasa rabies Kalimantan Barat tetapkan kejadian luar biasa rabies
dokter hewan ada job neh buat maksin rabies emoticon-Malu (S)
Quote:


ente bisa diamuk batman gan. lebih gampang nangkep anjing/kucin gliar daripada kelelawar liar.

beda daerah hewan pembawanya bisa beda2 tuh.

btw pemerintah dah ngumumin tuh, kasusnya kebanyakan gara2 gigitan anjing.emoticon-I Love Indonesia (S)
Ngeri
Quote:


Sama aja Gan... Hukum adat mengalahkan hukum positif di Kalimantan barat gan... Bulan juli lalu... Kantor bea cukai entikong di hukum adat 61 juta rupiah gara2 menangkap 5 krat minuman keras... Tapi nggak tau jadinya dibayar apa nggak... Di kalimantan barat bahkan ada raperda pengakuan hukum adat... Jadi agak susah kalo mau memusnahkN anjing disini....