alexa-tracking

Petral Rupanya Belum Dibubarkan tapi Pertamina Harus Bayar Hutang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57bff3185a51634b518b4567/petral-rupanya-belum-dibubarkan-tapi-pertamina-harus-bayar-hutang
Petral Rupanya Belum Dibubarkan tapi Pertamina Harus Bayar Hutang
Ada cerita baru lagi soal Petral, si mafia migas yang dianggap telah merugikan keuangan negara...

Petral Rupanya Belum Dibubarkan tapi Pertamina Harus Bayar Hutang

agan-agan boleh percaya boleh saja tidak. Yang katanya Petral sudah dibubarkan sejak Mei 2015, ternyta eh ternyata belum dibubarkan secara menyeluruh. Mereka masih ada, meski tdk lagi melakukan bisnis dengan Pertamina.

Memang Petral, seperti kata orang, sangat sulit dibubarkan dan itu akhirnya terbukti hingga kini.
Salah satu penyebabnya krn ternyata Petral ini masih punya utang - piutang dengan pihak lain. Terpaksalah Pertamoina harus menyelesaikan semua itu. Istilah betwainya, Pertamina kini terpaksa 'NYEBOKIN' Petral lagi

Tpi itu gak apa-apa, karena itulah risiko dan kewajiban yg harus diambil oleh Pertamina jika ingin memperbaiki supply and chain migas di Indonesia termasuk memberangus mafia migas di Indonesia tercinta ini.

Sangat disayangkan, namun Pertamina bersyukur bisa menghemat hingga ratusan miliar krn membubarkan Petral dan menggantikannya dengan Integrated Supply and Chain.

Ya, memang sih ada rugi-rugi dikit, namun semua bisa terutupi krn broker dan mafia impor minyak tdk banyak mengganggu Pertamina lagi, terutama dalam bisnis impor BBM dari luar negeri.
Semoga saja, Pertamina bisa sukses dengan sistem baru Supply and Chain, setelah membubarkan Petral yang selama ini jadi pabrik duit para mafia migas Indonesia.
Petral Rupanya Belum Dibubarkan tapi Pertamina Harus Bayar Hutang

Silahkan Baca Link ini


Pertamina Energy Trading Limited, atau yang dikenal dengan Petral, ternyata sampai sekarang belum juga dibubarkan. Padahal, pembubaran Petral telah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo sejak pertengahan Mei 2015 silam.

PT Pertamina berdalih, Petral, melalui anak usahanya Pertamina Energy Service (PES) di Singapura, memiliki utang-piutang dengan beberapa perusahaan.

Likuidasi molor dari tenggat awal yang dipasang perusahaan ialah pada April 2016. “Kami mengupayakan prosesnya selesai tahun ini,” ujar Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Kamis (25/8) kemarin.

Pertamina sebenarnya sudah menyelesaikan likuidasi Petral dan Zambesi Investment. Saat ini prosesnya masuk tahap formal.

Arief tidak ingat persis berapa piutang yang tercatat dalam PES. Seingat dia, jumlahnya kecil. Namun masuk aset perusahaan. Likuidasi juga terhambat karena ada piutang tercatat dalam daftar sengketa.

Untuk ketepatan proses, Pertamina meminta pendampingan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Proses inilah yang harus dilakukan perlahan sehingga memakan waktu. Sedangkan pemeriksaan akuntansi PES dianggap mudah oleh Arief. “Kami tidak ingin dituduh macam-macam karena memang tidak ada apa-apanya,” ujar Arief.

Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Pertamina Dwi Wahyu Daryoto mengatakan pembubaran Petral menghasilkan efisiensi di luar perkiraan perusahaan.

Per Juni lalu, realisasi efisiensi pengadaan mencapai US$ 91 juta atau melampaui target perusahaan dalam periode sebanyak US$ 42 juta. “Realisasinya 218 persen dari target,” kata Dwi.

Sudirman Said, ketika masih menjadi menteri, menjelaskan, Presiden Jokowi menyambut baik keputusannya. Sebab, pembubaran Petral telah sesuai dengan arahan dari Jokowi pada awal masa pemerintahannya.

“Tadi saya menghadap Presiden, melaporkan proses tindak lanjut keputusan pembubaran Petral karena, waktu arahan diberikan, beliau menyampaikan: silakan diputuskan, Pertamina dan pemerintah mendukung. Sudah lapor dan beliau menyambut baik. Sesuatu yang mitosnya selama ini tidak bisa disentuh, akhirnya bisa selesai,” demikian antara lain disampaikan Menteri ESDM (waktu itu) Sudirman Said, 15 Mei 2015.

Namun Presiden Jokowi meminta, selama proses likuidasi berlangsung, Pertamina dan Kementerian ESDM melakukan audit investigasi secara benar agar tidak ada lagi keraguan soal adanya mafia di tubuh Petral.

“Ini sebuah milestone dari proses pembenahan supply chain. Penekanan dari beliau adalah investigasi harus dilakukan sehingga terang benderang, tidak ada lagi rumor dan spekulasi. Dalam hal investigasi, ada pelanggaran hukum, ya dilimpahkan kepada penegak hukum. Namun arahnya udah jelas, begitu tim menunjuk auditor independen, hal itu akan dilakukan,” papar Sudirman Said, kala itu.

image-url-apps
Namanya jg hutang ya hrs dibayar. Jgn sampai ngutang, malah ngamuk pas ditagih seperti ...
emoticon-Traveller
image-url-apps
Males baca
Lg kejar setoran
KASKUS Ads
mapia emoticon-Cool
×