alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57bff06b31e2e6ff268b4569/pejabat-publik-ikut-tim-sukses-ahok-terbiasa-menabrak-aturan
Pejabat Publik Ikut Tim Sukses, Ahok Terbiasa Menabrak Aturan
Pejabat Publik Ikut Tim Sukses, Ahok Terbiasa Menabrak Aturan

Koordinator Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, mengatakan masuknya sejumlah komisaris dan pejabat publik dalam Tim Pemenangan Ahok merupakan bentuk kegalauan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Lucunya, masuknya sejumlah komisaris dan pejabat publik itu terkesan dibiarkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

“Ahok ini sudah dilanda kegalauan hebat karena takut kalah. Itu atas sepengetahuan Jokowi dan Luhut, Ahok kemudian memasukan nama-nama pejabat publik dan komisaris BUMN. Karena mereka sudah sukses memenangkan Jokowi jadi Presiden,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (25/8).

Meski nantinya menuai kontroversi, masuknya komisaris dan kepala lembaga pemerintahan menjadi tim kampanye diperkirakan tidak akan diganti Ahok. Sebab, hal itu sudah menjadi kebiasaan sekaligus hobi Ahok, melanggar aturan.

“Ahok ini sudah terbiasa menabrak aturan. Jokowi juga sepertinya akan melakukan pembiaran, meski masuknya nama-nama itu melanggar aturan,” jelas Tom.

Larangan pejabat publik ikut kampanye merujuk pada PP 18/2013 Jo. PP 29/2014 tentang Perubahan Atas PP 18/2013. Selain itu juga Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE- 07 /MBU/1 0/20 15 tentang ketentuan pencalonan pejabat dan karyawan BUMN sebagai calon kepala daerah.

PP 18/201 mengatur bahwa pejabat publik harus mengajukan cuti bila mengikuti pelaksanaan kampanye Pilkada, adapun Surat Edaran Menteri BUMN dengan tegas menyatakan komisaris BUMN dilarang ikut kampanye Pilkada.

Untuk diketahui, nama Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Komisaris PT Danareksa Kartika Rini Djoemadi, dan Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Taufan Hunneman disebut-sebut masuk dalam Tim Pemenangan Ahok.

Dalam informasi yang beredar dikalangan wartawan, Nusron disebutkan menjadi Ketua Tim Pemenangan Ahok. Begitu juga nama Kartika Djoemadi dan Taufan Hunneman.

http://www.aktual.com/pejabat-publik...nabrak-aturan/
orang bener pasti kepinginnya ngumpul sesama orang bener..


wuakakakak takut gimana dia aja blom ada lawan emoticon-Leh Uga
bagus juga sindiran agan emoticon-Leh Uga

Quote:Original Posted By kloneng2016
orang bener pasti kepinginnya ngumpul sesama orang bener..



orang orang rakus kuasa mau memerah jakarta
hehehe met coli ya gan emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By kloneng2016
orang bener pasti kepinginnya ngumpul sesama orang bener..



Betul sekali gan, yg benar cuma mereka
kartika, nusron.. hehe kerja juga gak ada hsil karena backgroundnya gak kompeten,
ngebacot dan begadang di medsos itu kompetensi mereka emoticon-Sorry



Quote:Original Posted By kloneng2016
orang bener pasti kepinginnya ngumpul sesama orang bener..



apalagi ada dana papa dan cukong, isi nasi kotak lebih ntabz
Pejabat Publik Ikut Tim Sukses, Ahok Terbiasa Menabrak Aturan
Quote:Original Posted By tukang.meweks
kartika, nusron.. hehe kerja juga gak ada hsil karena backgroundnya gak kompeten,
ngebacot dan begadang di medsos itu kompetensi mereka emoticon-Sorry

apalagi ada dana papa dan cukong, isi nasi kotak lebih ntabz
Pejabat Publik Ikut Tim Sukses, Ahok Terbiasa Menabrak Aturan


ente lagi ngebacot ya gan.. emoticon-Malu
emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka


Quote:Original Posted By tukang.meweks
kartika, nusron.. hehe kerja juga gak ada hsil karena backgroundnya gak kompeten,
ngebacot dan begadang di medsos itu kompetensi mereka emoticon-Sorry




apalagi ada dana papa dan cukong, isi nasi kotak lebih ntabz
Pejabat Publik Ikut Tim Sukses, Ahok Terbiasa Menabrak Aturan



Musuhnya juga belum nongol, mana jagoan cagub keluarga?!
ada yg tau aturan larangan pejabag publik aktif kampanye sanksinya apa?
klo larangan tanpa sanksi aturannya hanya dodol..
Quote:Original Posted By kloneng2016
orang bener pasti kepinginnya ngumpul sesama orang bener..




quote ini aja dah

papa nova, wiranto, brutus, cukong
Disebut-sebut masuk..
Yang nyebut2 juga nggak tau siapa emoticon-Leh Uga
Orang baik kumpulnya sama dengan orang baik
Orang munapig kumpulnya dengan orang munapig juga

emoticon-shakehand
semoga nanti provinsi2 lain meniru cara ini
dari tidak cuti sampai isi timses adalah org2 pemerintahan

emoticon-Toast
Disebut-sebut... menurut informasi yang beredar...di kalangan wartawan....

Ini etika jurnalistiknya gimana deh??
Quote:Original Posted By kata.nalar
Pejabat Publik Ikut Tim Sukses, Ahok Terbiasa Menabrak Aturan

Koordinator Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, mengatakan masuknya sejumlah komisaris dan pejabat publik dalam Tim Pemenangan Ahok merupakan bentuk kegalauan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Lucunya, masuknya sejumlah komisaris dan pejabat publik itu terkesan dibiarkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

“Ahok ini sudah dilanda kegalauan hebat karena takut kalah. Itu atas sepengetahuan Jokowi dan Luhut, Ahok kemudian memasukan nama-nama pejabat publik dan komisaris BUMN. Karena mereka sudah sukses memenangkan Jokowi jadi Presiden,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (25/8).

Meski nantinya menuai kontroversi, masuknya komisaris dan kepala lembaga pemerintahan menjadi tim kampanye diperkirakan tidak akan diganti Ahok. Sebab, hal itu sudah menjadi kebiasaan sekaligus hobi Ahok, melanggar aturan.

“Ahok ini sudah terbiasa menabrak aturan. Jokowi juga sepertinya akan melakukan pembiaran, meski masuknya nama-nama itu melanggar aturan,” jelas Tom.

Larangan pejabat publik ikut kampanye merujuk pada PP 18/2013 Jo. PP 29/2014 tentang Perubahan Atas PP 18/2013. Selain itu juga Surat Edaran Menteri BUMN Nomor: SE- 07 /MBU/1 0/20 15 tentang ketentuan pencalonan pejabat dan karyawan BUMN sebagai calon kepala daerah.

PP 18/201 mengatur bahwa pejabat publik harus mengajukan cuti bila mengikuti pelaksanaan kampanye Pilkada, adapun Surat Edaran Menteri BUMN dengan tegas menyatakan komisaris BUMN dilarang ikut kampanye Pilkada.

Untuk diketahui, nama Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Komisaris PT Danareksa Kartika Rini Djoemadi, dan Komisaris PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Taufan Hunneman disebut-sebut masuk dalam Tim Pemenangan Ahok.

Dalam informasi yang beredar dikalangan wartawan, Nusron disebutkan menjadi Ketua Tim Pemenangan Ahok. Begitu juga nama Kartika Djoemadi dan Taufan Hunneman.

http://www.aktual.com/pejabat-publik...nabrak-aturan/


Kalau melanggar aturan tinggal dilaporin ke bawaslu, lagian ini kan masih belum kampanye, kl aja sebelum kampanye mereka nggak jadi times kampanye atau mundur Dari jabatannya
Siap2 di kaskus akan makin banyak buzzer berkeliaran..
hora kaget emoticon-Big Grin