alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57bfb8b3d9d770894e8b456a/kala-tax-amnesty-berubah-jadi-mimpi-buruk
Kala Tax Amnesty Berubah Jadi Mimpi Buruk
Kala Tax Amnesty Berubah Jadi Mimpi Buruk


Undang-undang (UU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty sudah efektif berlaku sejak awal Juli lalu dan terus bergulir sampai sekarang. Namun, selang dua bulan berjalan, tax amnesty justru dianggap menjadi teror bagi rakyat.

“Presiden bahkan dalam beberapa kali pidatonya selalu mengatakan bahwa sudah mengantongi nama, alamat dan tempat penyimpanan dana di luar kini tak mampu menarik dana tersebut,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Menurutnya, mimpi indah pemerintah yang merasa akan mampu menarik uang Rp4.000 triliun yang parkir di luar, kini beralih jadi menyasar rakyatnya sendiri yang sedang kesulitan pertumbuhan ekonomi dan bahkan bekerja keras untuk sekedar mampu bertahan di tengah ketidakpastian yang ada. Sehingga berubah menjadi jadi mimpi buruk dan jadi jargon teror


“Presiden bahkan seperti mengancam dan menakut-nakuti secara halus para pemilik uang tersebut, tapi presiden sepertinya lupa bahwa kepastian politik dan kepercayaan pada pemerintah adalah modal utama arus modal masuk, dan inilah yang tidak dimiliki oleh pemerintah,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, setelah gagal menarik uang dari luar, sekarang pemerintah menjadikan rakyatnya jadi target tax amnesty. Pemerintah menjadikan aset sebagai sesuatu yang harus dipajak berganda.

“Memangnya semua orang punya NPWP? bukankah PBB tanah dan rumah, PKB kendaraan serta pajak-pajak lain itu adalah bentuk pelaporan harta kepada negara? Mengapa sekarang jadi masalah dan dengan akal-akalan tax amnesty seolah rakyat yang menyembunyikan asetnya?,” tulis dia.

“Lazimnya, pajak itu adalah untuk produktivitas, untuk hasil atau pendapatan bukan kepada aset. Lama-lama sendok garpu di dapur juga harus masuk laporan tax amnesty. Yang paling parah, bisa jadi isi septick tank juga harus lapor pajak karena dianggap aset oleh rezim ini,” ungkap dia.

http://economy.okezone.com/read/2016...di-mimpi-buruk

Ada trilyunan uang negara yg dicuri Cukong BLBI, tp malah ngejar receh dr rakyat kecil dengan Tax Amnesty..

😥😧
#GagalPaham
Quote:Original Posted By kata.nalar
Undang-undang (UU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty sudah efektif berlaku sejak awal Juli lalu dan terus bergulir sampai sekarang. Namun, selang dua bulan berjalan, tax amnesty justru dianggap menjadi teror bagi rakyat.

“Presiden bahkan dalam beberapa kali pidatonya selalu mengatakan bahwa sudah mengantongi nama, alamat dan tempat penyimpanan dana di luar kini tak mampu menarik dana tersebut,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Menurutnya, mimpi indah pemerintah yang merasa akan mampu menarik uang Rp4.000 triliun yang parkir di luar, kini beralih jadi menyasar rakyatnya sendiri yang sedang kesulitan pertumbuhan ekonomi dan bahkan bekerja keras untuk sekedar mampu bertahan di tengah ketidakpastian yang ada. Sehingga berubah menjadi jadi mimpi buruk dan jadi jargon teror


“Presiden bahkan seperti mengancam dan menakut-nakuti secara halus para pemilik uang tersebut, tapi presiden sepertinya lupa bahwa kepastian politik dan kepercayaan pada pemerintah adalah modal utama arus modal masuk, dan inilah yang tidak dimiliki oleh pemerintah,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, setelah gagal menarik uang dari luar, sekarang pemerintah menjadikan rakyatnya jadi target tax amnesty. Pemerintah menjadikan aset sebagai sesuatu yang harus dipajak berganda.

“Memangnya semua orang punya NPWP? bukankah PBB tanah dan rumah, PKB kendaraan serta pajak-pajak lain itu adalah bentuk pelaporan harta kepada negara? Mengapa sekarang jadi masalah dan dengan akal-akalan tax amnesty seolah rakyat yang menyembunyikan asetnya?,” tulis dia.

Lazimnya, pajak itu adalah untuk produktivitas, untuk hasil atau pendapatan bukan kepada aset. Lama-lama sendok garpu di dapur juga harus masuk laporan tax amnesty. Yang paling parah, bisa jadi isi septick tank juga harus lapor pajak karena dianggap aset oleh rezim ini,” ungkap dia.

http://economy.okezone.com/read/2016...di-mimpi-buruk


nah ini baru beneremoticon-thumbsup
emoticon-Traveller
sett dah
ini sih perampokkan di siang bolong
Ikut nimbrung dulu, karena terus terang gue merasa keberatan dengan aturan tax amnesty ini.


Menurut saya Tax amnesty memang dibuat untuk memeras dan menjebak rakyat kelas menengah kebawah yang tidak memiliki pilihan untuk melindungi dirinya.

Akibat kegoblokan pemerintah mengelola keuangan yang mengakibatkan kondisi keuangan acak adut, kita semua dipaksa dengan ancaman untuk ikut menanggung kegoblokan mereka.

Tidak ada keadilan bagi golongan menengah kebawah, sementara golongan atas saat ini justru beramai2 melarikan asetnya ke luar negeri berupa tabungan di negara2 yang melawan project tax amnesty indonesia.

Pemerintah bisa membuka data orang diluar negeri tidak lebih dari omong kosong belaka, sementara sistem pendataan di dalam negeri aja masih kacau balau. Belum lagi negara seperti singapura bahkan australia (anggota g20) yang secara diam2 ikut berusaha mengagalkan proyek TA di indonesia dengan berbagai Cara.

TA ini adalah salah satu contoh Hukum Tajam Ke Bawah (Kelas menengah kebawah) dan Tumpul Ke Atas (Kelas Atas bisa dengan mudah menyembunyikan asetnya di luar negeri)


Salah satu ketidak adilan :
Sebagai contoh saya membeli tanah di tahun 2001 dengan njop cuman senilai 60 juta, entah setan yang merasuk darimana pemerintah menaikkan njop tanah saya menjadi 1.2 milliar di tahun 2015.
Akibatnya saya yang seumur hidup tidak pernah memiliki npwp, secara rumah masih nunut ortu dan tanah itu satu2nya harta saya.
Saya dipaksa membayar tebusan sebesar 24jt

Dimanakah Keadilan ? Kenapa harus menebus sebesar 24jt untuk tanah senilai 60jt?

Lagipula belum tentu tanah itu laku 1m kalau saya jual, banyak penentuan NJOP belakangan ini hanya akal2an pemerintah untuk mengeeruk pajak yang lebih tinggi dari rakyat.
gak paham ahh gan pajak pajakan ngitungnya susah emoticon-Ngakak
menurut Ane: dibilang mimpi buruk mungkin sih iya bagi masyarakat yang merasa terbebani dengan sanksi... emoticon-Malu (S)

sisi lain, kalo gak target pencapaian pemasukan kurang bisa2 SUN yang gede bakal terbit lagi emoticon-Big Grin bisa ribut lagi

pemerintah hanya mendapat uang cuma lewat pajak, pemasukan devisa dan kredit dari bank BI... andai yah bisa nyetak uang untuk belanja negara emoticon-Malu (S) seperti Jerman (Hitler) yang menerbitkan uang bebas hutang mereka mulai 1935 dan USA (Abraham Lincoln) yang menerbitkan dolar greenbacks 1862 emoticon-Malu (S)

dan (kenyataannya) pemerintah tidak bisa mencetak uang seenak sendiri... emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By buceros
menurut Ane: dibilang mimpi buruk mungkin sih iya bagi masyarakat yang merasa terbebani dengan sanksi... emoticon-Malu (S)

sisi lain, kalo gak target pencapaian pemasukan kurang bisa2 SUN yang gede bakal terbit lagi emoticon-Big Grin bisa ribut lagi

pemerintah dapat uang cuma lewat pajak, pemasukan devisa dan kredit dari bank BI

dan pemerintah tidak bisa mencetak uang seenak sendiri... emoticon-Big Grin




Pemerintah cuman bisa ngerampok.
Merampok rakyat dan merampok pengusaha.

Kenapa ga explorasi ?
Membuka pemasukan baru dari pertambangan.
Membuka pemasukan baru dari Investasi perikanan.

Saya yakin banyak investor asing yang mau.
Negara kita bukanlah China atau korea atau jepang yang notabene negara Manufaktur, keunggulan kita sebagai negara sumber daya tolong dimanfaatkan sepenuhnya.

Ambisi jokowo yang ingin merubah indonesia menjadi negara semacam China dan Jepang melalui program Infrastruktur malah mencekik leher rakyatnya sendiri.

Lebih baik fokus ke explorasi Strengh Indonesia yaitu sebagai Negara Sumber Daya.
Banyak sumber daya terbarukan yang bisa jadi andalan expor indonesia. Ga perlu jadi negara manufaktur semacam jepang dan china, ga nyampe otak kita dan memang bukan keunggulan kita.

Tirulah australia, brazil, new zealand semua negara pengekspor sumber daya alam, indonesia unggul diperikanan, fokus kesini. Jangan sibuk bikin proyek2 mercusuar st kerrta cepat, tol lintas sumatra. Ini semua ga perlu tapi ngabisin dana paling banyak.
Quote:Original Posted By jokowowo8888
Ikut nimbrung dulu, karena terus terang gue merasa keberatan dengan aturan tax amnesty ini.


Menurut saya Tax amnesty memang dibuat untuk memeras dan menjebak rakyat yang tidak memiliki pilihan untuk melindungi dirinya.

Akibat kegoblokan pemerintah mengelola keuangan, kita semua dipaksa ikut menanggung kegoblokan mereka.

Tidak ada keadilan bagi golongan menengah kebawah, sementara golongan atas saat ini justru beramai2 melarikan asetnya ke luar negeri berupa tabungan di negara2 yang melawan project tax amnesty indonesia.

Pemerintah bisa membuka data orang diluar negeri tidak lebih dari omong kosong belaka, sementara sistem pendataan di dalam negeri aja masih kacau balau. Belum lagi negara seperti singapura bahkan australia (anggota g20) yang secara diam2 ikut berusaha mengagalkan proyek TA di indonesia dengan berbagai Cara.

TA ini adalah salah satu contoh Hukum Tajam Ke Bawah (Kelas menengah kebawah) dan Tumpul Ke Atas (Kelas Atas bisa dengan mudah menyembunyikan asetnya di luar negeri)


Salah satu ketidak adilan :
Sebagai contoh saya membeli tanah di tahun 2001 dengan njop cuman senilai 60 juta, entah setan yang merasuk darimana pemerintah menaikkan njop tanah saya menjadi 1.2 milliar di tahun 2015.
Akibatnya saya yang seumur hidup tidak pernah memiliki npwp, secara rumah masih nunut ortu dan tanah itu satu2nya harta saya.
Saya dipaksa membayar tebusan sebesar 24jt

Dimanakah Keadilan ? Kenapa harus menebus sebesar 24jt untuk tanah senilai 60jt?

Lagipula belum tentu tanah itu laku 1m kalau saya jual, banyak penentuan NJOP belakangan ini hanya akal2an pemerintah untuk mengeeruk pajak yang lebih tinggi dari rakyat.

rakyat khusunya ane binun juga gan, rakyat dicekek dari njop ato dari nilai jual, yg pasti berbeda , misal ane punya rumah njop nya 100 juta , kalo nilai jualudah pasti diatas 100 juta bisa 200 ato 300...nah TA ini kita digorok dari nilai mana?njop ato nilai jual?
baru kali ini setuju ma nasbung
Gak punya apa apa alias kismin musti kena PAJAK juga emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By kata.nalar
Undang-undang (UU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty sudah efektif berlaku sejak awal Juli lalu dan terus bergulir sampai sekarang. Namun, selang dua bulan berjalan, tax amnesty justru dianggap menjadi teror bagi rakyat.

“Presiden bahkan dalam beberapa kali pidatonya selalu mengatakan bahwa sudah mengantongi nama, alamat dan tempat penyimpanan dana di luar kini tak mampu menarik dana tersebut,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Menurutnya, mimpi indah pemerintah yang merasa akan mampu menarik uang Rp4.000 triliun yang parkir di luar, kini beralih jadi menyasar rakyatnya sendiri yang sedang kesulitan pertumbuhan ekonomi dan bahkan bekerja keras untuk sekedar mampu bertahan di tengah ketidakpastian yang ada. Sehingga berubah menjadi jadi mimpi buruk dan jadi jargon teror


“Presiden bahkan seperti mengancam dan menakut-nakuti secara halus para pemilik uang tersebut, tapi presiden sepertinya lupa bahwa kepastian politik dan kepercayaan pada pemerintah adalah modal utama arus modal masuk, dan inilah yang tidak dimiliki oleh pemerintah,” ungkap dia.

Ha piye toh. Negara emang bisa aja ngeburu yang punya aset tanpa ada program pengampunan sama sekali, itu kan yang diusulin DPR pertama kali? Tapi pertimbangan jokowow sebaiknya ada sosialisasi dan kesempatan bertobat dulu sebelum diburu

Quote:Original Posted By kata.nalar
Dia melanjutkan, setelah gagal menarik uang dari luar, sekarang pemerintah menjadikan rakyatnya jadi target tax amnesty. Pemerintah menjadikan aset sebagai sesuatu yang harus dipajak berganda.

Emang yg diutamain sekarang adalah pengampunan untuk rakyat sendiri, kalo perusahaan asing sih sepertinya ga bisa ikut tax amnesty, tunggakannya tetep dikejer full.

Quote:Original Posted By kata.nalar
“Memangnya semua orang punya NPWP? bukankah PBB tanah dan rumah, PKB kendaraan serta pajak-pajak lain itu adalah bentuk pelaporan harta kepada negara? Mengapa sekarang jadi masalah dan dengan akal-akalan tax amnesty seolah rakyat yang menyembunyikan asetnya?,” tulis dia.

Ini yang paling WTF. Semua warga negara di Indonesia WAJIB punya NPWP, itu hukum dr UUD. Kalopun ga punya, akan banyak masalah di depannya (ga bisa beli rumah, susah deposito dan kredit, pembelian investasi >200 juta akan jadi inceran)

Emang yang diributin sekarang bukan pajak asetnya, tapi pajak pendapatan. Klo lo ga bayar PBB, rumah lo bisa disita, tapi ini kan engga. Klo lo ketauan punya rumah tp ga lapor di SPT, rumah lo ga akan disita (secara lo bayar PBB), tapi lo akan dipertanyakan dapet rumah itu duitnya dari mana, dan udah bayar PPH dan PPN belon.

Emang pada nyembunyiin aset koq, liat aja yg punya NPWP, lapor aset di SPTnya full ga? rumah, mobil, tabungan dilaporin secara bener ga? klo ada yang ga dicatet di SPT, artinya orang tersebut MENYEMBUNYIKAN asetnya dari pajak.

Quote:Original Posted By kata.nalar

“Lazimnya, pajak itu adalah untuk produktivitas, untuk hasil atau pendapatan bukan kepada aset. Lama-lama sendok garpu di dapur juga harus masuk laporan tax amnesty. Yang paling parah, bisa jadi isi septick tank juga harus lapor pajak karena dianggap aset oleh rezim ini,” ungkap dia.

Gw ga ngerti ini editor berita ato yg diwawancara yang lebih Failed. Pernyataan dia semua bisa dijawab dengan basic knowledge orang yg pernah punya NPWP. Penambahan aset tentu hrs diimbangi dengan pendapatan yg seimbang. Apa org dengan gaji 30 juta setaun bisa beli mobil 300 juta cash? Logikanya dia punya uang minimal 300 juta toh, klo belon lapor ke SPT artinya pendapatannya belon kena pajak.

Yang dihimbau di tax amnesty sekarang ya orang2 dengan kasus di atas. Orang dengan aset tinggi yang ga dilaporin UDAH PASTI punya pendapatan minimal setara asetnya tersebut. Yang diampuni sekarang ya itungan si pendapatan itu.
ada namanya mekanisme pembetulan SPT


Quote:Original Posted By dabriz
Ha piye toh. Negara emang bisa aja ngeburu yang punya aset tanpa ada program pengampunan sama sekali, itu kan yang diusulin DPR pertama kali? Tapi pertimbangan jokowow sebaiknya ada sosialisasi dan kesempatan bertobat dulu sebelum diburu


Emang yg diutamain sekarang adalah pengampunan untuk rakyat sendiri, kalo perusahaan asing sih sepertinya ga bisa ikut tax amnesty, tunggakannya tetep dikejer full.


Ini yang paling WTF. Semua warga negara di Indonesia WAJIB punya NPWP, itu hukum dr UUD. Kalopun ga punya, akan banyak masalah di depannya (ga bisa beli rumah, susah deposito dan kredit, pembelian investasi >200 juta akan jadi inceran)

Emang yang diributin sekarang bukan pajak asetnya, tapi pajak pendapatan. Klo lo ga bayar PBB, rumah lo bisa disita, tapi ini kan engga. Klo lo ketauan punya rumah tp ga lapor di SPT, rumah lo ga akan disita (secara lo bayar PBB), tapi lo akan dipertanyakan dapet rumah itu duitnya dari mana, dan udah bayar PPH dan PPN belon.

Emang pada nyembunyiin aset koq, liat aja yg punya NPWP, lapor aset di SPTnya full ga? rumah, mobil, tabungan dilaporin secara bener ga? klo ada yang ga dicatet di SPT, artinya orang tersebut MENYEMBUNYIKAN asetnya dari pajak.


Gw ga ngerti ini editor berita ato yg diwawancara yang lebih Failed. Pernyataan dia semua bisa dijawab dengan basic knowledge orang yg pernah punya NPWP. Penambahan aset tentu hrs diimbangi dengan pendapatan yg seimbang. Apa org dengan gaji 30 juta setaun bisa beli mobil 300 juta cash? Logikanya dia punya uang minimal 300 juta toh, klo belon lapor ke SPT artinya pendapatannya belon kena pajak.

Yang dihimbau di tax amnesty sekarang ya orang2 dengan kasus di atas. Orang dengan aset tinggi yang ga dilaporin UDAH PASTI punya pendapatan minimal setara asetnya tersebut. Yang diampuni sekarang ya itungan si pendapatan itu.



Quote:Original Posted By kata.nalar
ada namanya mekanisme pembetulan SPT







sebenernya sih, the thruth is sptnya temen2nya gayusyg buat , mereka yg atur om, jadi kalo sampe dsuruh ibetulin spt , kita yg rugi 2 kali, dimakan gayus cs,terus suruh betulin lagi.emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By jokowowo8888
Ikut nimbrung dulu, karena terus terang gue merasa keberatan dengan aturan tax amnesty ini.


Menurut saya Tax amnesty memang dibuat untuk memeras dan menjebak rakyat yang tidak memiliki pilihan untuk melindungi dirinya.

Akibat kegoblokan pemerintah mengelola keuangan, kita semua dipaksa ikut menanggung kegoblokan mereka.

Tidak ada keadilan bagi golongan menengah kebawah, sementara golongan atas saat ini justru beramai2 melarikan asetnya ke luar negeri berupa tabungan di negara2 yang melawan project tax amnesty indonesia.


keadilan bagi golongan bawah sih paling PTKPnya dinaekin jd 54 juta setaun dan untuk taun ini lo dapet pengembalian pajak tanpa pemeriksaan. Klo di kalangan wiraswasta, itu udah miracle lho emoticon-Big Grin

btw pernah baca berita pengusaha yang ditahan gara2 ga bayar pajak? ini misalnya http://metro.news.viva.co.id/news/re...bang-dipenjara

org miskin punya privilage tersembunyi bahwa mereka nunggak pun ga akan sampe dipenjara emoticon-Ngakak

Quote:Original Posted By jokowowo8888

Pemerintah bisa membuka data orang diluar negeri tidak lebih dari omong kosong belaka, sementara sistem pendataan di dalam negeri aja masih kacau balau. Belum lagi negara seperti singapura bahkan australia (anggota g20) yang secara diam2 ikut berusaha mengagalkan proyek TA di indonesia dengan berbagai Cara.

TA ini adalah salah satu contoh Hukum Tajam Ke Bawah (Kelas menengah kebawah) dan Tumpul Ke Atas (Kelas Atas bisa dengan mudah menyembunyikan asetnya di luar negeri)

Ini juga gw ragu, membuka data itu bukan hal mudah. TAPI.. klo sampe jadi kenyataan... mari berdoa lo ga punya pendapatan ato aset gede selama 10 taun ke belakang, krn dendanya bakal bener-bener besar. 2% untuk total aset? sounds very fucking great to me.

Lagian lo yakin mo sistem perpajakan jd bagus? seperti IRS di Amrik? Yakin siap? emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By jokowowo8888

Salah satu ketidak adilan :
Sebagai contoh saya membeli tanah di tahun 2001 dengan njop cuman senilai 60 juta, entah setan yang merasuk darimana pemerintah menaikkan njop tanah saya menjadi 1.2 milliar di tahun 2015.
Akibatnya saya yang seumur hidup tidak pernah memiliki npwp, secara rumah masih nunut ortu dan tanah itu satu2nya harta saya.
Saya dipaksa membayar tebusan sebesar 24jt

Dimanakah Keadilan ? Kenapa harus menebus sebesar 24jt untuk tanah senilai 60jt?

Lagipula belum tentu tanah itu laku 1m kalau saya jual, banyak penentuan NJOP belakangan ini hanya akal2an pemerintah untuk mengeeruk pajak yang lebih tinggi dari rakyat.

Eh lo gila kah? Lo ga yakin bisa jual rumah di bawah harga NJOP? Sini gw aja yg beli rumah lo emoticon-Big Grin

Di mana-mana yang namanya jual rumah itu harga pasar bisa 2 - 10 kali harga NJOP. Kantor gw pun beda harga pasar sama NJOPnya 5 kali lipat, gw kasih harga 4x NJOP aja ludes udah.
Quote:Original Posted By kata.nalar
ada namanya mekanisme pembetulan SPT



betul betul, dan kalo ada selisih harta, tetep hrs bayar lagi toh
Quote:sekarang pemerintah menjadikan rakyatnya jadi target tax amnesty

siapl-siap lo duit dibawah bantal.... dilemari kena rajia emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka ....

pemerentah kerahkan para tuyulemoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
jangan kaget lu tiba sekampung geger ilang duit.......
Quote:Original Posted By dabriz


keadilan bagi golongan bawah sih paling PTKPnya dinaekin jd 54 juta setaun dan untuk taun ini lo dapet pengembalian pajak tanpa pemeriksaan. Klo di kalangan wiraswasta, itu udah miracle lho emoticon-Big Grin

btw pernah baca berita pengusaha yang ditahan gara2 ga bayar pajak? ini misalnya http://metro.news.viva.co.id/news/re...bang-dipenjara

org miskin punya privilage tersembunyi bahwa mereka nunggak pun ga akan sampe dipenjara emoticon-Ngakak


Ini juga gw ragu, membuka data itu bukan hal mudah. TAPI.. klo sampe jadi kenyataan... mari berdoa lo ga punya pendapatan ato aset gede selama 10 taun ke belakang, krn dendanya bakal bener-bener besar. 2% untuk total aset? sounds very fucking great to me.

Lagian lo yakin mo sistem perpajakan jd bagus? seperti IRS di Amrik? Yakin siap? emoticon-Big Grin


Eh lo gila kah? Lo ga yakin bisa jual rumah di bawah harga NJOP? Sini gw aja yg beli rumah lo emoticon-Big Grin

Di mana-mana yang namanya jual rumah itu harga pasar bisa 2 - 10 kali harga NJOP. Kantor gw pun beda harga pasar sama NJOPnya 5 kali lipat, gw kasih harga 4x NJOP aja ludes udah.


Agan yang pintar, saya mau tanya. Kalau saya sudah bayar pajak penghasilan, kenapa saya harus bayar lagi pajak 10% setiap saya makan di KFC atau restoran lain? Bukan kah uang yang saya pakai untuk makan sudah dipotong pajak, kenapa harus dipotong pajak makanan lagi?

Demikian juga pajak bumi dan bangunan, mobil/kendaraan. Semua sudah saya laporkan dan dipotong pajak penghasilan, terus kenapa uang yang sudah dipotong pajak, harus dipotong pajak lagi (bayar pbb, stnk dll)?
Quote:Original Posted By jokowowo8888


Salah satu ketidak adilan :
Sebagai contoh saya membeli tanah di tahun 2001 dengan njop cuman senilai 60 juta, entah setan yang merasuk darimana pemerintah menaikkan njop tanah saya menjadi 1.2 milliar di tahun 2015.
Akibatnya saya yang seumur hidup tidak pernah memiliki npwp, secara rumah masih nunut ortu dan tanah itu satu2nya harta saya.
Saya dipaksa membayar tebusan sebesar 24jt

Dimanakah Keadilan ? Kenapa harus menebus sebesar 24jt untuk tanah senilai 60jt?

Lagipula belum tentu tanah itu laku 1m kalau saya jual, banyak penentuan NJOP belakangan ini hanya akal2an pemerintah untuk mengeeruk pajak yang lebih tinggi dari rakyat.


Berarti penghasilan selama ini gk pernah bayar pajak? Dulu bisa beli rumah penghasilan darimana? Udah 'bebas pajak 'selama puluhan tahun. Cuman tebus bayar 2% aja gk mao? Sementara kalo yg atas tiap tahun pasti bayar biar banyak ato sedikit, kalo gk mao kena periksa dan dipenjara.......
Ini kok kayak di film2 kerajaan,prajurit2 datang narik upeti..kata ibu saya yg punya rumah pemotongan ayam,kalau daging ayam broiler di tambah pajak ppn 10persen tambah gak laku,lha sekarang harga daging ayam sgt murah 1kg 15rb sudah di sembelihkan bersih,tapi seret bakul2 pasar yg ambil bilang lesu,daya beli msyrkt lagi drop.