alexa-tracking

Ikbal si Kolor Ijo Divonis Hukuman Mati di Pengadilan Negeri Malili

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57bf3d8954c07a222a8b4567/ikbal-si-kolor-ijo-divonis-hukuman-mati-di-pengadilan-negeri-malili
Ikbal si Kolor Ijo Divonis Hukuman Mati di Pengadilan Negeri Malili
TRIBUNNEWS.COM, LUWU TIMUR - Ikbal alias Bala (33) yang dikenal dengan "Kolor Ijo" divonis mati dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu (24/8/2016) sekitar pukul 11.00.

Iqbal terbukti melakukan pembunuhan berencana dan penganiyaan berat terhadap puluhan wanita.

Bahkan, dari puluhan wanita yang ditusuk alat vitalnya, salah seorang di antaranya tewas mengenaskan.

Dalam amar putusan sidang "Kolor Ijo" ini, majelis hakim yang diketahui Khairul, menjelaskan, rentetan perbuatan dan kejahatan yang dilakukan "Kolor Ijo" ini. Perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat.

Terdakwa dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 serta Undang-undang Nomor 23 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman mati.

Bahkan, dalam persidangan ini, majelis hakim menyebutkan, kejahatan yang dilakukan Iqbal terbilang luar biasa atau extraordinary crime.

Vonis mati terhadap terdakwa sesuai dengan tuntutan jaksa penutut umum.

Penasihat hukum terdakwa, Agus Melas yang dikonfirmasi terkait vonis mati terhadap kliennya ini menilai bahwa vonis hakim terlalu berlebihan

"Saya kira vonis hakim terlalu berlebihan karena tidak mempertimbangkan sanak keluarga terdakwa, apalagi klien saya memiliki anak yang masih balita," jelas Agus Melas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Luwu Timur dan Luwu Utara pada tahun 2015 lalu diteror "Kolor Ijo" yang kerap memasuki rumah warga pada malam hari dan melakukan pemerkosaan serta menusuk alat vital korbannya dengan menggunakan pisau. Total korbannya sendiri mencapai 33 wanita. Satu di antaranya adalah An (21) tewas lantaran kehabisan darah.

Saat itu, terdakwa menyelinap ke kamar tidur korban dan menyaksikan korbannya berhubungan badan dengan suaminya. Selain menewaskan An, pelaku juga melukai suami korban.

Terdakwa ditangkap oleh anggota Polres Luwu Timur pada Sabtu, 17 November 2015. Terdakwa yang merupakan warga Indo Agung, Kecamatan Kalaena, Luwu Timur, itu dibekuk setelah polisi berhasil melacak sinyal ponsel yang dicuri pelaku saat terakhir melakukan aksinya di empat tempat kejadian perkara (TKP) di Mangkutana, Luwu Timur.

Dari hasil pelacakan itu, penyidik yang dipimpin langsung Wakapolres Luwu Timur Kompol Agus Khaerul menemukan pembeli ponsel curian dari pelaku.

Dari pengakuan orang yang membeli ponsel tersebut, polisi kemudian berhasil mendapatkan identitas pelaku. Akhirnya polisi menangkap pelaku di daerah Masamba. (Kontributor Kompas.com di Bone, Abdul Haq)

http://www.tribunnews.com/regional/2016/08/25/ikbal-si-kolor-ijo-divonis-hukuman-mati-di-pengadilan-negeri-malili
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Ketua majelis hakim kasus Kolor Ijo, Khairul, mengaku gemetar saat akan menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Ikbal alias Bala alias Kolor Ijo (33).

"Gemetar, karena rasanya kami mengambil kekuasaan Tuhan," kata Khairul kepada TribunLutim.com, Kamis (25/8/2016).

"Tetapi itulah nilai kemuliaan hakim sebagai wakil tuhan di dunia, bukan wakil orang, bukan wakil rakyat, bukan wakili jabatan, hakim harus objektif," tambahnya.

Sesuai aturan hukuman mati di Indonesia, kata Khairul, kalau perkara sudah berkekuatan hukum tetap maka hukuman mati dilaksanakan dengan cara ditembak oleh regu tembak.

Ikbal dijatuhi vonis mati di Pengadilan Negeri Malili, Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan, Rabu (24/8/2016).

Dalam berkas perkara, Ikbal didakwa telah menusuk kelamin 23 wanita di sejumlah kecamatan se-Luwu Timur, satu korbannya meninggal.

Dia masuk ke rumah warga yang sedang pulas dengan cara mencongkel pintu atau jendela rumah.

Tujuannya hanya menusuk kelamin wanita, tidak peduli gadis atau wanita bersuami, kemudian melarikan diri.

Saat ditangkap 17 November 2015, Ikbal mengaku melakukan perbuatan keji itu karena sakit hati pada wanita.

Saat melakukan aksinya, pria ini hanya mengenakan celana dalam warna hijau, karena itulah dia digelari Kolor Ijo.

Ditengarai, Ikbal sedang menuntut ilmu hitam sehingga melakukan perbuatan tak manusiawi itu.
Hati-hati yang gak pakai kolor lebih berbahaya!

emoticon-Ngakak
potong baiknya aja emoticon-Ngakak
Quote:


Gak perlu dipotong, udah mini baiknya.

Eh, ini ngomongin yang gak pakai kolor bukan?
Quote:



bisa ga ketahuan masuk ke rumah emoticon-Takut
dulu gw kira cuma boongan
njirrr beneran ada nih breee cerita nyah emoticon-Takut
Quote:


njir udah mini titidnya, habis di gigit merboy pasti emoticon-Betty

Quote:


rumah gayus pasti emoticon-Wakaka
Yang ini sih cuma karena sakit hati.
Yang kolor ijo asli mah emang bener nuntut ilmu, cuma kebetulan aja warna kolor yang dipakainya berwarna hijau (ijo).
Masa kaga heboh indonesia
Hoax!!!!!!!!
Quote:

wahh kalau punya tanggungan, walau korban jutaan, tidak boleh dihukum berat ?emoticon-Wkwkwk


Coba kalau si kolor ijo orang kaya & berpengaruh, bakal ringan hukumannyaemoticon-Wkwkwk
Beuh byk jg korbannya ya. Ane baru tau ad kasus ginian. Puluhan cewe bray..
wihh ane bergidik ngeri ganemoticon-Takut
harusnya cincang tubuhnyaemoticon-Matabelo
psychopath emoticon-Takut
ngilu amat kelamin ditusuk pake pisoemoticon-Takut
Quote:


Palingan anak istrinya jg malu punya suami/bapak kayak gitu. Dalam hati mereka jg pasti bersyukur gak usah menanggung beban sosial di masa depan. Terutama anaknya yg masih balita. Entar kalo udh gede diembat jg anaknya bisa aja kan? Namanya jg orang psyco.
Mampusin aja orang gila gini meresahkan klo bebas
Quote:


dengan kolor ato tanpa kolor sama bahayanya.



Jangan bawa bawa kolor....

Pemujanya te4singgung...