alexa-tracking

Dua Tahun, Utang Empat Raksasa Minyak Melonjak Dua Kali Lipat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57bf3817529a457a678b4567/dua-tahun-utang-empat-raksasa-minyak-melonjak-dua-kali-lipat
Dua Tahun, Utang Empat Raksasa Minyak Melonjak Dua Kali Lipat
Empat raksasa perusahaan minyak dan gas bumi (migas) dunia semakin terbenam oleh tumpukan utang akibat masih rendahnya harga minyak. Hanya dalam dua tahun terakhir, total utang ExxonMobil Corp., Royal Shell Dutch Plc, BP Plc, dan Chevron Corp. membengkak lebih dua kali lipat menjadi US$ 184 miliar atau sekitar Rp 2.450 triliun.

Dua Tahun, Utang Empat Raksasa Minyak Melonjak Dua Kali Lipat


Utang keempat perusahaan tersebut terus menumpuk meski sudah memangkas pengeluaran miliaran dolar pada proyek-proyek dan kegiatan operasi baru. Kemampuan perusahaan membayar utang juga menurun karena pendapatan tergerus oleh rendahnya harga minyak.

Ditambah lagi, mereka harus menyetorkan dividen dalam jumlah besar ke para pemegang sahamnya. Mengutip data S&P Global Market Inteligence, Exxon membayar dividen US$ 3,1 miliar pada April dan Juni 2016. Padahal pemasukan bersih perusahaan cuma US$ 1,7 miliar.

Kenaikan utang itu telah mengerek rasio utang bersih terhadap modal (debt to equity) keempat perusahaan tersebut ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Rasio utang bersih terhadap modal Shell mencapai 28 persen dan diperkirakan bakal mencapai target maksimal perusahaan yaitu 30 persen. Adapun rasio utang BP berada di kisaran 25 persen, Chevron 20 persen dan Exxon 18 persen.

Sebagai perbandingan, pada 2012, rasio utang modal Shell baru sekitar 10 persen dan Exxon 1,2 persen. Pada 2005, ketika harga minyak melonjak, Exxon tercatat tak memiliki utang.



Meski begitu, para petinggi raksasa perusahan-perusahaan migas itu meyakinkan para investor bahwa mereka memiliki kecukupan dana untuk membayar utang, membiayai investasi baru tahun depan hingga membayar dividen. “Kami sedang berada di masa transisi 2016,” ucap Kepala Eksekutif Shell, Ben Beurden, dalam keterbukaan informasinya pada bulan lalu, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (24/8).

Shell melaporkan kenaikan utang sekitar US$ 75 miliar pada akhir kuartal II tahun ini dibandingkan periode sama 2015. Adapun BP berharap bisa membayar biaya operasionalnya dan membiayai investasi barunya. Selain itu, mencapai target dividen dengan harga minyak antara US$ 50 sampai US$ 55 per barel tahun depan.

Keempat perusahaan migas itu menyatakan masih memiliki banyak cara untuk membayar utang. Opsinya adalah menjual aset, menawarkan lebih banyak saham kepada pemegang saham daripada memberi dividen tunai, dan memotong biaya. Suku bunga acuan yang rendah juga diklaim membantu meringankan beban perusahaan.

Mereka menilai, lonjakan utang hanya persoalan sementara sebab perusahaan melakukan restrukturisasi. Selain itu, utang juga bakal turun ketika harga minyak merangkak naik.

Namun, sejumlah analis dan investor tidak seoptimistis itu. Mereka berpendapat penurunan harga minyak membuat perusahaan sangat sulit memperoleh duit dari penjualan aset untuk membayar utangnya. Kebijakan membagi lebih banyak saham kepada pemegang saham juga cuma akan menambah beban dividen perusahaan di masa depan.

Sedangkan Analis Senior Macquarie Capital, Iain Reid berpendapat pemotongan dividen keempat perusahaan migas itu cuma akan terjadi jika harga minyak berada di bawah US$ 40 per barel dalam periode yang panjang. Goldman Sachs dalam laporannya yang dirilis pekan ini memprediksi harga minyak bakal berada di kisaran US$ 45 – US$ 50 per barel tahun ini.

Sumber: Katadata
bpln satu pengkolan lagi tong emoticon-Traveller
Salah kamar gann
di perusahaan minyak der 0.28 tinggi yah :nyantai

salah ahok nih pasti
Trus masih bayar pajak 8juta sehari dong...atau udah dipecat
Trid berat negh emoticon-Nohope
Pertamina tetap untung emoticon-I Love Indonesia
Quote:



Ahokers tolol mau sarkas tp lihat2 trit donk.

Ga ada hubungannya sama ahox
emoticon-Blue Guy Bata (L)
Saatnya REVENGE, ayo pemerintah take over Freeport mumpung harga minyak lagi ancur2an emoticon-army
Quote:


setuju bray...

gak ada yg nyadar semua ini salah jokowi emoticon-Cool