alexa-tracking

Merek Mayora Makin Digdaya, Ini Sebabnya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57b7ff5e98e31b2a778b4569/merek-mayora-makin-digdaya-ini-sebabnya
Merek Mayora Makin Digdaya, Ini Sebabnya
Sebanyak 9 merek PT Mayora Indah Tbk (Mayora) masuk Indonesia Top 100 Most Valuable Brand 2016 yang dilakukan Brand Finance dan Majalah SWA. Siapa yang tak kenal merek seperti Beng Beng, Kopiko, Better, Kis, Roma, dan Torabika. Mereka adalah penguasa pasar di kategorinya masing-masing. Mayora punya resep ampuh dalam mengelola sederet merek mereka yang jadi hit.

“Kami membagi merek ke dalam kategori. Ada beverages, kopi, biskuit, candy, wafer, dan noodle. Dari 9 merek yang masuk top 100 Most Valuable Brand, Kopiko kuasai 80% market permen kopi, Kis kuasai 60-70% pasar permen mint, Roma menguasai hampir 80% di pasar biskuit,” kata Marketing Director Mayora, Vienno Monintja.

Seiring banyaknya merek yang memimpin pasar, lanjut dia, perseroan mengambil inisiatif menjadi pendorong (driver). Dengan begitu, seluruh merek Mayora, terutama yang menjadi andalan bisa terus tumbuh. Apa saja bentuknya? Lewat iklan, availability, dan visibility. Termasuk melakukan pendekatan strategi marketing 360 derajat.

“Brand seperti Roma tidak bisa hanya mengandalkan above the line seperti iklan di TV. Tetapi, perlu dilakukan engagement dan relevansi ke konsumen. Kami banyak mensponsori event-event agar lebih dekat dengan konsumen,” katanya.

Perseroan bahkan memiliki Key Performance Index (KPI) untuk brand awareness, brand spontaneous, dan top of mind brand yang terus dipantau. Bahkan, sampai level iklan pun bisa ditelusuri, mulai dari ad awareness hingga pesan-pesannya. Misalnya, bagaimana membuat brand Roma semakin modern dan relevan di masyarakat. Teranyar, mereka melakukan occasion celup-celup ke dalam kopi, susu, dan teh untuk Roma biskuit Kelapa.

“Kami juga terus memantau Nielsen. Di industri ini, kuncinya adalah numeric distribution. Kami harus kuat di ketersediaan barang dan visibilitas karena produk massal. Tak hanya beriklan di TV dan radio, kami juga ada poster, spanduk, atau banner di warung-warung,” ujar pria yang pernah bekerja di Coca-Cola Indonesia, Wyeth Nutrition Indonesia dan Fonterra Brands Indonesia itu.

Dia menjelaskan, pemasaran digital hanya untuk produk yang menyasar Sosial Ekonomi Status (SES) A dan B, seperti Roma Sari Gandung, Beng-Beng, dan Bakmi Mewah. Bahkan, untuk merek yang disebut terakhir eksekusinya melalui kanal digital lebih dulu sebelum TV, billboard, poster, serta spanduk. Untuk produk biskuit yang massal tidak dimasukkan dalam pemasaran digital karena paling kuat lewat above the line seperti TV.

“Memang, biaya iklan dan promosi akan membengkak. Apalagi, ekonomi sepanjang tahun 2015 melambat. Kami drive terus dari iklan. Kami menyiasatinya dengan tidak semua produk lewat strategi marketing 360 derajat. Prinsip kami, lebih baik banyak viewer dan bigger sales. Untuk produk massal hanya perlu iklan di TV, availability, dan sample product,” katanya. (Reportase: Jeihan Kahfi Barlian)

http://swa.co.id/business-champions/...a-ini-sebabnya

makin gan
bakmi mewah dari mayora tho ?. gw harap sih nie barang bisa bertahan kek mie sedap jangan sampe ngulang nasibnya mie&me-nya unilever yang pertama masuk dengan produk mie yang unik tapi langsung dihajar indofood dengan chatzmie-nya dan saat mie&me tumbang malah chatzmie juga ikutan ilang dan pasar produk mie instan tetep mempertahankan varian rasa yang membosankan. ngeliat kasus sekarang dimana indomie ngeluarin indomie real meat yang harganya lebih murah bisa jadi doi mau ngehajar bakmi mewah. dan sekali lagi klo berhasil macam kasus chatzmie bisa jadi malah ngerugiin konsumen yang kehilangan alternatif mie dengan varian laen.
Itu namanya, strategi marketing bray..
Satu lagi dari mayora



Ane tau nya kopiko aja
emoticon-Big Grin
torabika,
yang jadi sponsor bal2an
hebat juga tuh kopi
ane tetep paporit indomi goreng....
favorite ane mah beng-beng sejak jaman sd duluemoticon-Ngakak
Wafer superman emang seng ada lawan bray, duetin ama beng-beng manteb tuh.... Musuh bebuyutannya ayam jago.... Klo top ga terlalu cihuy....

emoticon-Ngakak
Baru tau kalo Roma punya orang indo. Kirain cuman Inter doang.
Gw paling demen cuma ame kopiko,dari piyik ampe bangkot masih demen ngenyot
memang bener-bener digdaya karena banyak produk mereka yang laris
Pasta instan ada kaga
Distributor e sing mumet jempalitan... Geblek... emoticon-Mad emoticon-Gila emoticon-Busa
Quote:


Harga 7000 itu kan cuma harga promosi ya? emoticon-Bingung
Abis promosi mungkin 10 rebuan
IMO kemahalan di kemasannya. Buat apa saos dikemas foil
Quote:


Tiaiti blay, beng beng bisa bikin hubungan dgn pacar nggak di restuin emoticon-Berduka (S)
Teh pucuk tuh primadonanya mayora...sampe merek sosro babak belur

ane liat beng2 kok makin aneh aja dari size ape kemasannya agak rada gitu2deh emoticon-Matabelo
Mayora kalau bikin produk ga main main


Namun ada jg yg gagal dipasaran seperti vitazone,sudah iklan di tv pake agnes monica segala eh gatot jg

Mayora ini memang Seperti unilever kalau bikin produk kualitas rasa nya memang premium,jd kemungkinan sukses dipasar jg besar

Kalau yg lain seperti orangt*a,gar*da food,k*no ,dll sory aja deh..taste makanannya standard abis...beberapa produk unggulan seperti wafer tangg* atau chocolat*s = rasa standard,cm menang adh terlanjur market leader dan iklan doang



Quote:


indomie real meat adalah pembohongan publik!!!
kaga ada dagingnyah om emoticon-Wow
Quote:


kesalahan sosro ga ad inovasi, gt2 doank probuk botol kaca terus, ga ad perubahan kek teh pucuk kan ada dr gelas botol plastik dll
ud merasa dipuncak jd males2an berinovasi, g taunya ad pesaing baru dgn penuh ide langsung kena hajar emoticon-Ngakak