alexa-tracking

camat pasar rebo banjir di kalisari dan pekayon surut dalam 2 jam

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57b7d05c1cbfaa304d8b456c/camat-pasar-rebo-banjir-di-kalisari-dan-pekayon-surut-dalam-2-jam
camat pasar rebo banjir di kalisari dan pekayon surut dalam 2 jam
JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir di Kalisari dan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur surut sejak pukul 02.00, Sabtu (20/8/2016). Tidak ada warga yang mengungsi karena banjir tersebut.

"Banjir semalam hanya dua jam langsung surut. Ini karena datarannya lebih rendah," kata Camat Pasar Rebo Wahyu Supriyatna.

(Baca juga: Beberapa Wilayah di Jakarta Masih Terendam Banjir Pagi Ini)

Banjir di wilayah tersebut terjadi karena meluap Kali Cipinang. Adapun wilayah yang digenangi air adalah RT 09 dan10 RW 07 Pekayon dengan tinggi air 150 sentimeter.

Wilayah lainnya adalah RT 07, 13, 05 RW 03 serta RT 11 RW 05 Kalisari yang digenangi air setinggi 50 sentimeter.

Menurut dia, saat hujan deras semalam, pintu air di Waduk Arman atau Pedongkelan dibuka. Airnya mengalir ke Kali Cijantung.

Wahyu mengatakan, pintu air dibuka karena dikhawatirkan akan membahayakan. Tanggul waduk bisa jebol akibat tingginya debit air.

Ia juga menyampaikan bahwa banjir di Kalisari terjadi karena posisi permukiman warga yang lebih rendah dibanding aliran kali.

Selain itu, permukiman yang ditempati warga tersebut berdiri di lahan bekas sawah.

"Solusinya harus dibuatkan tanggul memanjang setinggi dua meter. Namun sejauh ini belum ada usulan," ujar dia.

(Baca juga: Hujan Deras Tadi Malam, Sebagian Jakarta Dilanda Banjir)

Kepala Seksi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan, saat banjir tadi malam, pihaknya menyiapkan dua perahu karet dengan 12 personel.

Namun, kata dia, warga tidak ada yang bersedia dievakuasi dengan sudah terbiasa menghadapi banjir akibat luapan Kali Cipinang.

"Kita siapkan dua perahu karet namun saat kita keliling, warga tidak ada yang mau mengungsi. Namun kami tetap standby sampai banjir surut pukul 02.00 karena khawatir warga membutuhkan perahu," kata Gatot.

sumber

wilayah mana yg sampe jam 10 siang ini blom surut ??

ayo tagih janji ahok maksimal 3 hari bakal surut banjirnya

--------

tambahan berita buat hater makin kelojotan
Quote:
image-url-apps
Antek ahok emoticon-Marah
image-url-apps
Quote:


Ahok : walaupun hujan 3 hari 3 malam nonstop selama tanggul ga jebol dan pompa ga disabotase dijamin bebas banjir

Jemaat nastaisus : banjir dijamin surut sebelum 3 hari


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
KASKUS Ads
image-url-apps
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Quote:


link beritanya aja lu jeberin disini, atau ga berita lengkapnya
image-url-apps
Quote:


Ente mempelintir ucapan si Hoktod, GOBLOG?

===========
Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja 'Ahok' Purnama menjamin Ibu Kota tidak akan terendam banjir meski kerap dilanda hujan deras. Kecuali bendungan bobol atau pompa pengendali air milik Pemrov DKI disabotase sejumlah oknum.

"Kalau hujan tiga hari berturut-turut sekalipun, begitu dia berhenti, saya jamin surut. Kecuali pompanya disabotase atau ada bendungan yang jebol," ujar Ahok sebelum Pemaparan Jawaban Gubernur DKI Jakarta atas Pandangan Fraksi-Fraksi terkait RAPBD DKI 2016 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2015).
===================
image-url-apps
Ya ahok ya jemaat nastaisus dua duanya tukang kibul


emoticon-Leh Uga
Quote:


emoticon-Wakaka
image-url-apps
Quote:

emoticon-Leh Uga
Quote:
image-url-apps
Quote:


Jelas jelas mempelintir ucapan yang sudah nyata ya jelas negatif lah GOBLOG.

Menjijikkan kalian.
image-url-apps
Quote:


ga ada kata ga bakal banjir, ahok pernah bilang banjir maksimal 3 hari, malah 1 hari surut, nah sekarang ujan berenti liat aja surut berapa lama, sampe malam atau ga

di berita atas 2 jam surut
image-url-apps
Quote:


yg mana yg kalimat bebas banjir ??
image-url-apps
Quote:


Dia bilang bakal cepat surut walau hujan tiga hari berturut turut GOOOOBBBBLLOOGGG.

Lalu ente plintir jadi maksimal tiga hari akan surut.

Hujan setengah hari saja sampai pagi nggak surut surut tuh GOBLOG.

Menjijikkan ente taik
image-url-apps
Si gip keluar dari peraduaanya setelah sekian lama bertapa di jamban.
image-url-apps
Quote:


Ente kemana saja? Ane di sini tersudut menginjak injak kepala anjing penjilat macam Ente
image-url-apps
Prestasi Foke yg udah merampungkan banjir kanal timur (BKT) emoticon-shakehand


Proyek BKT Dikebut

Meskipun kritik datang bertubi-tubi, tetapi BKT tetap dilanjutkan. Karena itu, barangkali dua pepatah berikut ini cocok untuk diterapkan di sini: “Tidak ada gading yang tak retak” atau “biarlah anjing menggongong kafi lah tetap berlalu”. Kritik ini tidak akan menggugurkan niat Pemprov DKI untuk merealisasikan proyek BKT, karena kritik lebih dilihat sebagai bagian dari proses menuju kesempurnaan. Sehingga benar apa yang dikatakan oleh Filsuf Yunani Sokrates, “Hidup tanpa digugat tidak layak untuk dihayati”. Ini juga yang dilakukan pimpinan Pemprov DKI Jakarta.

Ketika Fauzi Bowo memegang tampuk pimpinan di Provinsi DKI Jakarta, proyek BKT pun dikebut. Ini memang tidak lepas dari janji insinyur lulusan Jerman ini saat melakukan kampanye pemilihan Gubernur DKI. Saat itu Fauzi pernah melempar janji: “Serahkan masalah banjir pada ahlinya”. Menjelang pergantian tahun 2009 ke 2010, BKT memang telah mencapai laut.

Total biaya yang dihabiskan mencapai Rp 4,9 trilyun. Sebagian besar dana itu umumnya digunakan untuk biaya konstruksi dan pembebasan lahan. Kanal sepanjang 23,6 kilometer itu dimulai di Kelurahan Cipinang Besar, membelah kawasan timur Jakarta ke arah utara, hingga berakhir ke laut di kawasan Kelurahan Marunda, Jakarta Utara.

Meskipun proyek ini selesai sesuain dengan yang diperkirakan sebelumnya, Gubernur Fauzi merendah. Dia mengakui bahwa proyek antisipasi banjir itu memang jauh dari sempurna. Masih ada sejumlah titik di sepanjang jalur Kanal Banjir Timur yang belum sempurna. Misalnya, target lebar badan kanal yang seharusnya 75 meter belum tercapai.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Pitoyo Subandrio, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung- Cisadane. Menurut Pitoyo, pembangunan BKT memang belum optimal karena masih ada yang dalam tahap pekerjaan, tetapi semua akan diselesaikan pada waktunya.

Pitoyo optimis bahwa BKT akan menjadi pelengkap berbagai proyek pencegah banjir yang telah ada. Maklum, bicara soal banjir, Jakarta memang menjadi biangnya sejak dahulu kala. Banjir bandang Jakarta direkam sejarah terjadi sejak 1614. “Kemudian banjir datang lagi ketika terjadi perubahan lahan. Belanda mengubah lahan kebun karet di kawasan Puncak dengan perkebunan teh pada 1920-an,” tutur Pitoyo.

Untuk mencegah banjir, ketika itu pemerintah kolonial Belanda membangun kanal yang kelak dikenal sebagai Kanal Banjir Barat. Saluran banjir ini membentang dari Kelurahan Manggarai hingga kawasan Muara Angke sepanjang 17,4 kilometer. Sebelumnya, Kanal Banjir Barat itulah yang selama ini bersusah payah meredam banjir bandang Jakarta. Toh, kemampuannya terbatas karena hanya bisa menaklukkan air bah sampai 370 meter kubik per detik.

Nah, Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur akan berpasangan, bahu-membahu mencegah banjir tahunan Jakarta. Kanal Banjir Timur didesain untuk menjaga lima daerah aliran sungai yang mengalir di Jakarta, yakni Sungai Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung. Dulu kelima aliaran sungai itu langsung bermuara ke laut, tetapi sekarang kelima sungai tersebut ditampung dulu di BKT, sebelum dibuang ke laut.

Dibandingkan dengan Kanal Banjir Barat, BKT memang mempunyai daya tampung lebih besar, dengan debit air hingga 390 meter kubik per detik. Selain itu, BKT juga dilengkapi dengan sistem kolam sedimen berukuran 300 x 350 meter di kawasan Ujung Menteng. Sistem kolam ini berguna untuk menangkap sedimen agar badan kanal tetap leluasa.

Bukan Zero Banjir

Terkait dengan bencana banjir yang terus menerus menggelontor ke wilayah DKI hampir setiap tahun, munculpertanyaan apakah proyek BKT bisa membuat Jakarta menjadi daerah zero banjir. Pertanyaan ini timbul utama terkait dengan mencuatnya anggapan bahwa proyek BKT dapat membebaskan Jakarta dari banjir. Anggapan ini memang tidak seluruhnya keliru, tetapi sebenarnya lebih sebagai sebuah harapan dari beberapa kelompok masyarakat yang selama ini menjadi langganan korban banjir.

Harus diakui bahwa proyek BKT bukan untuk menghilangkan banjir di kawasan yang membentang dari dari Jakarta Timur hingga Jakarta Utara, tetapi lebih sebagai sebuah upaya maksimal untuk mengurangi banjir. Hal ini ditegaskan oleh Pitoyo.Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung- Cisadane ini, proyek BKT bukan untuk membebaskan Jakarta dari banjir, tetapi untuk mengurangi risiko banjir di sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Jadi tidak benar kalau dikatakan bahwa proyek BKT ini akan membuat Jakarta bebas banjir. Yang benar adalah mengurangi risiko banjir di sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur, yang luas wilayahnya mencapai 270 kilometer persegi. Wilayah inilah yang diamankan.

Dengan adanya BKT ini, maka aliran 5 sungai yang melintasi kawasan kawasan Jakarta Timur hingga ke Jakarta Utara dipotong dan mengalir ke BKT. Itu berarti kawasan tersebut tidak akan mendapatkan air banjir dari atas karena alirannya sudah dipotong ke BKT.

Tetapi Pitoyo juga menegaskan, kalau hujan dari atas (air hujan yang turun di wilayah itu) tidak akan ditampung di BKT sehingga kawasan itu juga harus mempunyai sistem drainase yang baik. Meskipun kemungkinan genangan tetap ada, kalau hujan yang turun melebihi kapasitas, BKT tetap bisa meluap.

Nah, untuk mengatasi dampak meluapnya air tampungan BKT, dibuatlah tanggul beton dan memiliki daya kuat lebih baik sehingga menghilangkan kemungkinan tanggul jebol. BKT sendiri mampu menampung air hingga 390 kubik per detik.

Proyek BKT ini memang dirancang sesuai dengan rencana penataan ruang seluruh daerah aliran sungai di DKI sehingga bisa tertata dengan baik di samping sebagai pengendali banjir dan mengurangi genangan di 13 kawasan. Alur Kanal Timur dibuat sepanjang 23,6 km dengan lebar kanal 100-300 meter, dengan memotong sungai di bagian timur guna dialirkan langsung ke laut.

Tetapi harus dicatat juga bahwa dengan selesainya proyek ini tidak berarti persoalan banjir di Jakarta semuanya sudah teratasi. Ini adalah sebuah upaya untuk mengurangi banjir. Sebab kadang-kadang, tak ada angin tak ada hujan, air bah tetap rajin datang berkunjung. Itu gara-gara sistem tata air yang amburadul, sehingga banyak air yang menggenang. Apalagi, sejumlah wilayah di Jakarta berada lebih rendah dari ketinggian permukaan air laut.

Karena itu Pitoyo menegaskan bahwa sesungguhnya mencegah datangnya banjir bisa identik dengan mengelola suatu negara. Soalnya, banyak kepentingan yang terlibat. “Karena ada batas daerah, penduduk, kondisi sosial, dan lingkungan. Ada undang-undang dan peraturan yang harus ditaati,” katanya.

Persoalan yang senada secara lugas diungkapkan oleh pakar lingkungan dan drainase dari Universitas Indonesia, Elkhobar M. Nazech. Ia berpendapat bahwa proyek BKT boleh jadi tidak banyak manfaatnya bila kebijakan penanggulangannya hanya sebagian dan masyarakat tetap tidak peduli lingkungan. Salah satunya, misalnya soal drainase perkotaan tadi.

Berdasarkan pantauan Elkhohar, masih banyak saluran air yang mampet dan tidak terpelihara. Padahal, salah satu syarat bebas banjir adalah sistem saluran air dan penggunaan lahan yang baik. Menurut Elkhobar, banjir Jakarta terjadi karena tiga hal. Pertama, meluapnya sungai-sungai yang melintasi Ibu Kota. Soalnya, ada 13 sungai di Jakarta yang harus dipelihara agar tetap baik. Jika badannya semakin sempit, tidak dapat menampung air yang masuk.

Penyebab kedua, dalam kondisi tertentu, air pasang laut dapat merambah sebagian wilayah Jakarta karena memang berada di bawah permukaan laut. Ketiga, sistem drainase perkotaan yang buruk, sehingga pada saat curah hujan tinggi, air meluap.

Perawatan sistem drainase memang perlu secara rutin dilakukan. Terakhir kali, Pemda DKI melakukan rehabilitasi dan berhasil mengangkat 1,5 juta kubik endapan lumpur dari 64 saluran air dan anak sungai di lima wilayah Jakarta. Biaya yang dihabiskan mencapai Rp 154 milyar. Tapi sedimen dan perambahan lahan bantaran sungai seakan tak pernah habis.

Jika kondisi itu dibiarkan, ujung-ujungnya sumber air bersih semakin menyusut. “Pada saat ini, Jakarta sudah miskin air bersih. Dari Sungai Ciliwung saja tinggal 2,5 kubik per detik. Sumber air bersih dari Sungai Cipinang, Sunter, dan yang lainnya lebih banyak bercampur dengan limbah kamar mandi dan dapur,” kata Pitoyo. Bersyukurlah, Jakarta masih memiliki Waduk Jatiluhur sebagai sumber air bersih.

Ampuh atau tidaknya BKT nanti bakal terlihat ketika banjir melanda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMG), bersama Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum, serta Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, menegaskan bahwa ancaman banjir melanda Jakarta biasanya mulai Desember lalu hingga Februari. Saat itulah BKT akan menunjukkan tajinya, apakah bisa menampung debit banjir.

http://www.jakarta.go.id/v2/news/2011/10/kanal-timur



Kalo gak ada BKT udah pasti kelelep tuh daerah emoticon-Embarrassment



Ahok ngapain aja selain nyalahin pompa rusak? emoticon-Stick Out Tongue
image-url-apps
anak haramjadah lagi kesurupan abis makan nasi bungkus isi tai.....


well done ahok,salam dua periode emoticon-Angkat Beer
image-url-apps
Quote:


U tau kalisari gak blog? emoticon-Leh Uga
Kalo tau mah pasti ga heran
Bukan warga jakarta mo komen emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Quote:


Pertanyaan ente nggak nyambung nyet.

Nonton aja di pojokan sana ane menginjak injak kepala rekan Ente sesama penjilat taik.
image-url-apps
Quote:


biasanya kalau orang cuman bisa koar2 di medsos nyali and titidnya secuil.