alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57b78efbc1cb17c33d8b4580/john-kei-benarkan-isi-pembicaraan-freddy-dengan-haris-azhar
John Kei benarkan isi pembicaraan Freddy dengan Haris Azhar
John Kei benarkan isi pembicaraan Freddy dengan Haris Azhar
Ketua Tim Pencari Fakta Gabungan yang juga Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno (kedua kiri) bersama anggota Effendi Ghozali (kanan), Hendardi (kiri) dan Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar berbincang sebelum memberikan keterangan di PTIK Jakarta, Kamis (11/8).
Tim Pencari Fakta pengakuan almarhum Freddy Budiman yang dituturkan Koordinator KontraS terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta. Mereka telah menemui sejumlah saksi yang pernah melihat pertemuan antara Freddy dan Haris. Di antara yang sudah mereka temui adalah adik Freddy, Jhony Suhendar alias Latif di Lapas Salemba, Jakarta, rohaniawan, petugas Lapas Nusakambangan, dan John Kei. John Kei alias Refra Kei adalah terpidana kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono.

Dalam pertemuan dengan John Kei di Lapas Nusakambangan Selasa (16/8/2016) lalu, Tim mendapatkan informasi penting. Menurut anggota Tim, Hendardi, kepada Tim John Kei membenarkan adanya komunikasi antara Haris Azhar dan Freddy Budiman di Lapas Nusakambangan. "Pertemuan itu benar terjadi," Hendardi menirukan ucapan John Kei, seperti dinukil Merdeka.com.

Tak hanya pertemuannya, isi pertemuannya pun, menurut John Kei, benar adanya. "Benar materi pembicaraan yang ditulis oleh Haris. Jadi benar itu, tidak ada yang dilebihkan dan dikurangkan," ucap Ketua Setara Institute ini seperti dilansir Liputan6.com.

Mabes Polri membentuk tim independen pencari fakta untuk menelusuri kebenaran informasi dari terpidana mati Freddy Budiman. Pengakuan Freddy yang dipublikasikan oleh Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar itu mengungkapkan keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba.

Tim dipimpin oleh Inspektur Pengawas Umum, Komisaris Jenderal Dwi Priyatno ini beranggotakan unsur eksternal, yakni komisioner Kompolnas Poengky Indarty, pendiri Setara Institute Hendardi, dan pakar komunikasi politik UI Effendy Ghazali.

Aliran dana dari Freddy itu pernah terendus Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Lembaga ini mengendus adanya aliran dana sampai Rp3,6 triliun --setara dengan pendapatan asli daerah provinsi Riau-- yang diduga sebagai hasil kejahatan narkoba.

Direktur Tipideksus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Agung Setya mengaku telah menerima laporan analisis PPATK milik Freddy Budiman. Meski begitu hasil penyidikan belum dapat dipublikasi ke publik. "Seluruh penyidik telah mendalami itu, biarkan kami bekerja dulu," ujarnya.

"Datanya sudah saya serahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) berikut analisisnya, cukup tebal," kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf.

BNN masih menyelidiki laporan PPATK tentang aliran dana bisnis narkoba, terutama dari jaringan Freddy Budiman. "Enam bulan yang lalu BNN menerima laporan dari PPATK hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan yang berlatar belakang narkotik," kata Kepala bagian humas BNN, Komisaris Besar Polisi Slamet Pribadi melalui Antaranews.

Ia menegaskan isu uang Rp3,6 triliun itu telah disampaikan kepada Kepala BNN, Komisaris Jenderal Budi Waseso lima bulan yang lalu.

Laporan temuan PPATK, kata Slamet, sedang diselidiki oleh Divisi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) BNN. Slamet menambahkan penyelidikan kasus TPPU membutuhkan waktu yang lama dan karena ini jumlahnya sangat besar maka membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 tahun.

Direktur Kerja Sama dan Humas PPATK Brigjen Firman Santiabudi mengaku telah berkoordinasi dengan Polri terkait aliran TPPU Freddy Budiman. Kata dia, dalam menjalankan modus pencucian uang pelaku sangat jarang menggunakan nama asli. "Tentu data data dari penyelidik kita tunggu mereka punya metode dalam penyelidikan siapa ada hubungan kerabat terdekat yang mungkin dijadikan target," kata Firman.
John Kei benarkan isi pembicaraan Freddy dengan Haris Azhar


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...an-haris-azhar

---

Terus di usut rupanya ini kasus
×