alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/579760565a516350148b456a/catat-santoso-bukan-syuhada-tapi-teroris
Catat! Santoso Bukan Syuhada, Tapi Teroris

AKARTA - Anggapan bahwa gembong teroris Santoso mati syahid adalah kebohongan belaka. Klaim pengikut dan simpatisan Santoso yang didukung pemberitaan media atau website radikal merupakan bentuk perang opini. Masyarakat diharapkan tidak terjebak dengan propaganda terorisme tersebut dan harus jeli melihat konteks persoalan.

“Ini perang opini melalui media yang diembuskan kalangan tertentu. Mereka menyebarkan bahwa ada spanduk dukungan yang meriah dari masyarakat dan menyebut Santoso itu syuhada, padahal bukan. Dia teroris,” kata pengamat dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Iswandi Syahputra, Selasa (26/7).

Seperti diketahui Satuan Tugas Operasi Tinombala gabungan TNI dan Kepolisian RI berhasil melumpuhkan Komandan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah.

Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, dalam hal ini tim Alfa 29 Batalion 515 Jember, di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Senin (18/7) pekan lalu.

Setelah dilakukan dilakukan identifikasi dengan tes DNA, jenazah Santoso langsung dimakamkan keluarganya di Poso. Pada pemakaman itu, simpatisan dan pendukung Santoso mengklaim mati syahid.

Klaim itu juga tersebar di media radikal dan media sosial kelompok teroris.

Menurut Iswandi, ini bukan hal baru. Dia mengingatkan bahwa pada tahun 2000-an ketika pelaku bom Bali Amrozi dihukum mati, beredar dari mulut ke mulut bahwa dia mati syahid.

Sebab, saat bersamaan dengan adanya lafal Allah dalam bahasa Arab di langit, disertai angin yang bertiup ketika pemakaman, dan burung-burung yang berkicau.
TKP


Pengamat: Santoso Teroris Bukan Syuhada

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat komunikasi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Iswandi Syahputra mengingatkan masyarakat tidak terjebak dengan opini yang dibangun kelompok radikal bahwa teroris Santoso atau Abu Wardah yang tewas ditembak anggota TNI mati syahid (syuhada).

"Ini perang opini melalui media yang diembuskan kalangan tertentu. Mereka menyebarkan bahwa ada spanduk dukungan yang meriah dari masyarakat dan menyebut Santoso itu syuhada, padahal bukan. Dia teroris," kata Iswandi kepada media, Selasa.

Menurut Iswandi, pembentukan opini positif untuk pelaku teror oleh kelompok radikal bukan hal baru. Pada tahun 2000-an ketika pelaku bom Bali Amrozi dihukum mati juga beredar kabar bahwa Amrozi mati syahid karena bersamaan dengan adanya lafal Allah dalam Bahasa Arab di langit disertai angin yang bertiup ketika pemakaman dan burung-burung yang berkicau.

"Jadi, upaya yang dibuat oleh simpatisan terorisme saat pemakaman Santoso itu bukan untuk pertama kali. Saat Amrozi dihukum mati, mereka juga berupaya demikian," tutur dosen Ilmu Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga itu.

Dikatakannya, fundamentalisme agama bisa menular dan cara menularkannya bisa melalui mitos-mitos seperti awan di langit dan hal-hal tertentu.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak terjebak dengan propaganda terorisme yang didukung pemberitaan media atau laman radikal dan dibesar-besarkan di media sosial.

"Di situ saya melihat para simpatisannya lihai dengan masalah opini. Ditambah, mereka tidak mendapat peliputan yang layak di media massa, maka cara-cara seperti itu dianggap efektif untuk menularkan semangat juang terorisme itu," ujarnya.

Ia mengatakan media massa sebaiknya tidak memberikan ruang yang besar untuk pemberitaan yang mendukung terorisme. Menurut dia, ini masalah keberpihakan pada konteks kebangsaan.

"Jika media harus meliput maka harus cover both side dan tidak menggiring opini seperti para fans Santoso. Memang kalau tidak meliput dianggap tidak fair, tapi jika media melihat masalah ini dalam satu perspektif saja itu kurang bijak," imbuh Iswandi.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof Achmad Satori Ismail berpendapat bahwa hanya Allah SWT yang bisa menentukan Santoso mati syahid atau bukan. Dia melihat Santoso adalah orang yang punya kelompok dan merongrong keamanan negara.

"Dalam konteks kebangsaan, seorang warga negara merongrong keamanan negara itu kan tidak baik. Itu sebabnya dia diburu oleh aparat keamanan," kata Satori.
antara
padahal syarat2nya sudah terpenuhi:

- mati sangit eh.... syahid.
- wajah tersungging senyuman yang menawan
- jazad bau wangi semerbak berjuta bunga.
- plus penampakan saat pemakaman...

kurang apalagi coba ?
Lagian pake diberitain, lgs kubur aja di hutan, cukup internal intel aja yg tau. Kl sama teroris ga usah mikir ham
Quote:Original Posted By beli.apa.aja
padahal syarat2nya sudah terpenuhi:

- mati sangit eh.... syahid.
- wajah tersungging senyuman yang menawan
- jazad bau wangi semerbak berjuta bunga.
- plus penampakan saat pemakaman...

kurang apalagi coba ?

Iya kurang apa
emoticon-Traveller
selalu ada 2 sisi dlm 1 cerita

kalau pemakamannya banyak yg hadirin... mmm entahlah
nanti sisa yang 18 langsung eksekusi di tempat n langsung dikubur disitu aja..
makin girang tu para fans teroris, bak nyambut pahlawan bertopeng.. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By beli.apa.aja
padahal syarat2nya sudah terpenuhi:

- mati sangit eh.... syahid.
- wajah tersungging senyuman yang menawan
- jazad bau wangi semerbak berjuta bunga.
- plus penampakan saat pemakaman...

kurang apalagi coba ?


Beneran nih gan? Ko pengamat dari UIN ngomong gitu ya? Apa fenomena yg agan sebutin buatan? Jadi bingung juga ya.
Suruh dia coba dulu satu potong BPK+kidu2 khas karo biar ga jadi teroris atw jadi gilaak macam FPI kimak tuh santoso emoticon-Leh Uga
Saya setuju dengan ketua Ikadi Bpk. Ahmad Satori Ismail.
Yang berhak menentukan syahid tidaknya kematian seseorang adalah Allah SWT.
Tapi, kalau dia disebut teroris adalah hal yang tak terbantahkan.
Karena dia besera kelompoknya melakukan aksi teror diwilayah sana..
emang media yg mana sih?
belum sangit kalo belum ada di amaq newsemoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kome2
selalu ada 2 sisi dlm 1 cerita

kalau pemakamannya banyak yg hadirin... mmm entahlah


Targantung jg sapa yg ngeramein gan.. kalo sanak famili beserta kenalan2 ya boleh lah.. kl pengagum, fans, ato pendukung, apalagi yg belum pernah ketemu.. hmm.. entahlah..
Teroris kelas teri si santoso emoticon-Big Grin
syuhada tuh kaya pejuang muslim dulu yg mati melawan penjajah bangke kolor
uda ngeharumin indonesia tuh sejajar sama majikan
penggorok pertama leher orang kapir /murtad sampe putus
Quote:Original Posted By overcrot
Teroris kelas teri si santoso emoticon-Big Grin


kl kelas kakap siapa?
Quote:Original Posted By bebibluw


kl kelas kakap siapa?


FPI emoticon-Big Grin
perang opini antara media sekuler vs media 'radikal'

Sterah lu cong mau percaya mana..

emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By beli.apa.aja
padahal syarat2nya sudah terpenuhi:

- mati sangit eh.... syahid.
- wajah tersungging senyuman yang menawan
- jazad bau wangi semerbak berjuta bunga.
- plus penampakan saat pemakaman...

kurang apalagi coba ?


Setelah syarat terpenuhi hadiahnya 72bidadari
Tapi menurut fansnya, Santoso itu syuhada.
Pahlawan Poso memerangi Salibis.

 Catat! Santoso Bukan Syuhada, Tapi Teroris

 Catat! Santoso Bukan Syuhada, Tapi Teroris

Banyak yg mau terusin perjuangan Santoso tuh!
Tinggal dicalak IP addressnya, lalu bolongin jidatnya!
emoticon-Ngakak
Dopos
×