alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5797272e9a0951d7688b4568/jaksa-kpk-sebut-tafsiran-ahok-tentang-tambahan-kontribusi-keliru
Jaksa KPK Sebut Tafsiran Ahok Tentang Tambahan Kontribusi Keliru
Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai keliru tafsiran Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tentang pembayaran di awal untuk tambahan kontribusi pengembang reklamasi teluk Jakarta.

Menurut Jaksa KPK, rujukan Ahok yakni Pasal 12 dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 1995, tidak dapat diartikan sebagai dasar hukum untuk meminta pengembang reklamasi membayar tambahan kontribusi.

“Justru yang menarik itu adalah ketika kontribusi dibayar di awal. Dia kan mendasari Pasal 12. Tetapi apa yang disampaikan dalam pasal 12 itu keliru. Pasal 12 itu bukan masalah kontribusi, tapi pembiayaan reklamasi. Pembiayaan itu oleh Pemda dan swasta,” papar Jaksa KPK, Ali Fikri, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/7) malam.

Hal ini tentunya menjadi bahan pihak KPK untuk mengkaji tafsiran tersebut. Yang terpenting, dalam persidangan Ahok sudah mengakui bahwasanya beberapa pengembang telah membayar tambahan kontribusi tersebut di awal, sebelum raperda tentang reklamasi disahkan DPRD DKI.

“Ini kan tafsirannya seolah masalah kontribusi dan yang lainnya. Yang penting sudah titik, bahwa betul ada pembayaran di awal. Itu kan jadi fakta sidang, mengenai apakah dapat dibenarkan secara hukum, itu nanti dikaji lagi,” jelas Jaksa Ali.

Dalam persidangan mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, Ahok dengan gamblang menyatakan kalau pembayaran tambahan kontribusi di awal adalah tafsirannya.

Ini dilakukan Ahok dengan merujuk pada Keppres Nomor 52 Tahun 95, serta perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI dengan PT Manggala Krida Yudha pada 1997.

“Ada dalam Pasal-nya, untuk mengembangkan reklamasi dengan maksud pengembangan kawasan dan menata daratan. Kalau menata daratan harus ada uangnya. Ini tafsirannya Pak (Jaksa), ini dasar hukumnya,” tutur Ahok, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam Keppres Nomor 52 Tahun 1995. Dimana pada konsiderans Menimbang berbunyi, ‘bahwa untuk mewujudkann fungsi Kawasan Pantura Jakarta sebagai kawasan andalan, diperlukan upaya penataan dan pengembangan Kawasan Pantura melalui reklamasi Panntura sekaligus menata ruang daratan pantai yang ada secara terarah dan terpadu’.

Yang kemudian, dilanjutkan pada Pasal 12 dengan bunyi, ‘segala biaya yang diperlukan bagi penyelenggaraan Reklamasi Pantura dilakukan secara mandiri oleh Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta bekerjasama dengan swasta, masyarakat dan sumber-sumber lain yang sah menurut aturan perundang-undangan yang berlaku’.

Hal inilah ditafsirkan oleh Ahok, yang kemudian dikukuhkan dalam perjanjian kerja sama antara beberapa pengembang, termasuk Agung Podomoro pada 18 Maret 2014, lewat pertemuan di kantor Wagub DKI.

http://www.aktual.com/jaksa-kpk-sebu...ribusi-keliru/
Mantabbbs
Ahok masuk penjara... smua senang.

ayo teman mabok kumpul dimari...baris yg rafi di bawah
yakiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnn emoticon-Wkwkwk
kudunya nyewa jasa ahli tafsir kawakan hhpurnomo buat nafsirin tuh fatsal
Quote:Original Posted By new.laopan
Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai keliru tafsiran Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tentang pembayaran di awal untuk tambahan kontribusi pengembang reklamasi teluk Jakarta.

Menurut Jaksa KPK, rujukan Ahok yakni Pasal 12 dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 1995, tidak dapat diartikan sebagai dasar hukum untuk meminta pengembang reklamasi membayar tambahan kontribusi.

“Justru yang menarik itu adalah ketika kontribusi dibayar di awal. Dia kan mendasari Pasal 12. Tetapi apa yang disampaikan dalam pasal 12 itu keliru. Pasal 12 itu bukan masalah kontribusi, tapi pembiayaan reklamasi. Pembiayaan itu oleh Pemda dan swasta,” papar Jaksa KPK, Ali Fikri, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/7) malam.

Hal ini tentunya menjadi bahan pihak KPK untuk mengkaji tafsiran tersebut. Yang terpenting, dalam persidangan Ahok sudah mengakui bahwasanya beberapa pengembang telah membayar tambahan kontribusi tersebut di awal, sebelum raperda tentang reklamasi disahkan DPRD DKI.

“Ini kan tafsirannya seolah masalah kontribusi dan yang lainnya. Yang penting sudah titik, bahwa betul ada pembayaran di awal. Itu kan jadi fakta sidang, mengenai apakah dapat dibenarkan secara hukum, itu nanti dikaji lagi,” jelas Jaksa Ali.

Dalam persidangan mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, Ahok dengan gamblang menyatakan kalau pembayaran tambahan kontribusi di awal adalah tafsirannya.

Ini dilakukan Ahok dengan merujuk pada Keppres Nomor 52 Tahun 95, serta perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI dengan PT Manggala Krida Yudha pada 1997.

“Ada dalam Pasal-nya, untuk mengembangkan reklamasi dengan maksud pengembangan kawasan dan menata daratan. Kalau menata daratan harus ada uangnya. Ini tafsirannya Pak (Jaksa), ini dasar hukumnya,” tutur Ahok, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam Keppres Nomor 52 Tahun 1995. Dimana pada konsiderans Menimbang berbunyi, ‘bahwa untuk mewujudkann fungsi Kawasan Pantura Jakarta sebagai kawasan andalan, diperlukan upaya penataan dan pengembangan Kawasan Pantura melalui reklamasi Panntura sekaligus menata ruang daratan pantai yang ada secara terarah dan terpadu’.

Yang kemudian, dilanjutkan pada Pasal 12 dengan bunyi, ‘segala biaya yang diperlukan bagi penyelenggaraan Reklamasi Pantura dilakukan secara mandiri oleh Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta bekerjasama dengan swasta, masyarakat dan sumber-sumber lain yang sah menurut aturan perundang-undangan yang berlaku’.

Hal inilah ditafsirkan oleh Ahok, yang kemudian dikukuhkan dalam perjanjian kerja sama antara beberapa pengembang, termasuk Agung Podomoro pada 18 Maret 2014, lewat pertemuan di kantor Wagub DKI.

http://www.aktual.com/jaksa-kpk-sebu...ribusi-keliru/

AHOX ITU SUCI NJING"""emoticon-Wkwkwk

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller
Wkwkkw nasbung bakalan gagal crot lagi..
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
udah liat di tipi ahok ceramah yang laen mangut2emoticon-Hammer
Akhirnya bentar gi nasbung bakalan klimaks masal.

emoticon-Salaman
Ya kalau pak jaksa punya cara untuk mengatur side effect dari reklamasi dengan cara lain ya sumonggo waktu dan tempat dipersilahkan ?
Quote:Original Posted By boss.bha.bhi
Ya kalau pak jaksa punya cara untuk mengatur side effect dari reklamasi dengan cara lain ya sumonggo waktu dan tempat dipersilahkan ?



ngomong apaan sih lo blog!


emoticon-Traveller
DKI butuh Yusril
Quote:Original Posted By drpadi
ngomong apaan sih lo blog!


emoticon-Traveller





















































































































































































TULUL emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga

mau aj gw begoin scroll smpe sini emoticon-Wkwkwk
Quote:Original Posted By vipart
TULUL emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga

mau aj gw begoin scroll smpe sini emoticon-Wkwkwk



homo lo gan
emoticon-Betty
emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk 1 ekor nasbung kena gw Tulul in emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Menurut Jaksa KPK, rujukan Ahok yakni Pasal 12 dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 1995, tidak dapat diartikan sebagai dasar hukum untuk meminta pengembang reklamasi membayar tambahan kontribusi.

wah ya udah baguss dong...pengembang makin diuntungkan .

ahok senang tofik senang sanusi senang APL senang ,,,

ayo nasbung yang jelas ahh arahnya mau bela siapa nih?
pengembang ato tofik ato kpk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Yang kemudian, dilanjutkan pada Pasal 12 dengan bunyi, ‘segala biaya yang diperlukan bagi penyelenggaraan Reklamasi Pantura dilakukan secara mandiri oleh Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta bekerjasama dengan swasta, masyarakat dan sumber-sumber lain yang sah menurut aturan perundang-undangan yang berlaku’.

udah di bicarakan ama warga setempat yg kena imbas nya gak yak emoticon-Bingung
padahal hok jadiin aja 5 persen supaya dprd pada mingkem kenyang makan uang sogok, dan jadi lebih jinak
emoticon-Shakehand2 go emoticon-Traveller
Lihat awal bulan Agustus siapa yg masuk duluan dibui KPK?!...
Itung-itung hadiah ultah NKRI 17 Agustus 2016...