alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57970ecd529a45a8228b4571/daging-atau-ikan-sama-mahalnya
Daging atau Ikan Sama Mahalnya
JEROAN sapi di Pangkalpinang, Bangka Belitung, dihargai Rp100 ribu per kilogram, hampir menyamai daging sapi yang berada di angka Rp120 ribu per kilogramnya.

Mahalnya harga jeroan ini di sebabkan permintaan jeroan sapi tinggi sedangkan stoknya terbatas

Yusrizal, 41, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Pembangunan Pangkalpinang mengatakan, harga jeroan di sana memang lebih mahal dari daerah lain.

"Di daerah lain jeroan hanya berkisar dibawah Rp50 ribu per kg," kata dia.

Usai Lebaran, sambung Yusrizal, pembeli jauh sekali berkurang.

Jumlah sapi yang dipotong pun menyusut drastis dari 5 ekor sapi per harinya menjadi 1 ekor sapi saja.

"Itupun harus bagi-bagi dengan beberapa pedagang," terangnya.

Di Kota Cimahi, Jawa Barat, saat ini, harga jeroan sapi berkisar Rp80 ribu untuk hati dan babat sapi, sedangkan harga usus sapi berkisar Rp60 ribu per kg.

Meski mahal, Rukmini ,54, pedagang daging sapi di Pasar Atas Cimahi menyatakan, pemerintah tidak perlu mengimpor jeroan sapi karena permintaan terhadap jeroan lokal juga tidak terlalu tinggi.

Pedagang lain, Ade, 45, menyebutkan, impor jeroan tidak diperlukan karena harga daging sapi sudah turun jadi Rp115 ribu.

"Belum lagi kita enggak yakin dari sananya di-sembelihnya kapan, kan datangnya dalam bentuk beku," tuturnya.

Di Kabupaten Badung, Bali, harga daging sapi sejak setelah Lebaran masih bertahan di kisaran Rp100 ribu per kg, walau sempat melonjak hingga Rp120 ribu jelang Lebaran.

Harga daging sapi segar di pasar tradisional di Klaten, Jawa Tengah, juga masih tinggi Rp125 ribu per kg, setelah sempat menembus angka Rp140 ribu saat Lebaran.

Harga daging sapi dikhawatirkan semakin mahal, menjelang Idul Adha.

Tak hanya sapi, harga daging ayam di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, masih tinggi di angka Rp45 ribu per kg, usai Lebaran.
Harga daging ayam sering turun selama dua hari Rp40 ribu per kg dan keesokan harinya naik lagi Rp45 ribu per kg sehingga pedagang sulit untuk menentukan harga kepada pembeli," kata Sik Yet, 53, pedagang di pasar Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Mengais ikan

Mahalnya harga daging disusul dengan ikan dan sayur-mayur. Gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter ditambah terang bulan menyebabkan nelayan tidak melaut.

Akibatnya, pasokan ikan berkurang.

Abidin Tanjung,35, warga Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, bahkan harus mengais ikan dipinggiran laut dengan pukot topi atau jaring tepih, demi untuk memenuhi kebutuhan lauk untuk kedua buah hatinya.

Sedang, Neti Hutagalung,33, warga Kota Sibolga, Sumut, mengurangi porsi ikan laut setiap harinya dan beralih ke tahu serta tempe.

Sebagian lain memilih ikan air tawar.

"Masyarakat banyak yang pesan ikan gurame, ikan emas Rp25 ribu, lele Rp20 ribu, bawal patin Rp25 ribu, tawes Rp28 ribu, nilam Rp28 ribu, dan nila Rp28 ribu per kilonya," beber Iip, 40, pedagang di Karawang, Jawa Barat. (RS/JS/MY/JH/AD/DG/N-4)

http://mediaindonesia.com/news/read/...ya/2016-07-25#

Hanya jeroan rupanya pilihan kita. Negeri biadab.
Ente jangan lupakan jengkol gan, jengkol alias daging gepeng juga makin mahal jon!
lah emang sekarang apaan yang ngga mahal? emoticon-No Hope
Rakyat kecil ga mungkin makan ikan tengiri atau kakap...mahal
Apalagi salmon atau tuna?!
Komen goblok, lha itu di trit nya ada ikan, tahu tempe, telor juga bisa. Udah enak itu lah emoticon-Traveller
×