alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5796d5c354c07a9f7d8b4567/split-blok-masela-masih-belum-diputuskan
Split Blok Masela masih Belum Diputuskan
Split Blok Masela masih Belum Diputuskan

Jakarta, EnergiToday-- Hingga kini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) masih membahas usulan perubahan term and condition termasuk split atau bagi hasil yang diajukan Inpex dan Shell terkait pengelolaan Blok Masela.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi belum lama ini di Jakarta.

Amien menjelaskan, sejak sebulan silam, Inpex sebagai operator Blok Masela, telah mengajukan perubahan term and condition pengelolaan blok tersebut. Perubahan yang diajukan, antara lain split atau bagi hasil, tax holiday dan perpanjangan masa kontrak menjadi di atas 20 tahun.

Padahal, UU membatasi masa kontrak kerja sama untuk jangka waktu 20 tahun. “Inpex juga meminta peningkatan kapasitas produksi,” ujarnya.

Selain itu, Amien melanjutkan, usulan Inpex tersebut masih dalam pembahasan, termasuk splityang paling tepat untuk pengelolaan Blok Masela. Sebagai Kepala SKK Migas, dirinya tidak akan menyerahkan kekayaan negara ke luar negeri dengan gegabah. “Saya harus pertahankan kekayaan bangsa ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, Blok Masela dikelola oleh PT Inpex Masela Limited (65%) dan Shell Upstream Overseas Services Ltd (35%). Blok ini memiliki luas area lebih kurang 4.291,35 km², terletak di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur atau lebih kurang 400 km di utara kota Darwin, Australia, dengan kedalaman laut 300-1000 meter. Kontrak kerja sama Blok Masela ditandatangani pada 16 November 1998 dan mendapat persetujuan PoD I pada 6 Desember 2010.

Cadangan Blok Masela semula 6,97 TCF dan kemudian pada tahun 2013, ditemukan cadangan baru sehingga jumlah cadangan—yang telah disertifikasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”—meningkat menjadi 10,73 TCF. Hal ini menjadi dasar penetapan FID yang dijadwalkan pada 2018 dan oleh karena itu diperlukan persetujuan revisi POD I.

Menyusul keputusan Presiden Joko Widodo bahwa pengembangan Blok Masela dilakukan di darat dengan harapan dapat memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat, Inpex dan Shell diminta menyampaikan kembali PoD yang dibutuhkan. [us]

LINK http://energitoday.com/2016/07/split...um-diputuskan/
kalo bagi hasil minta dirubah dan inpex dapet lebih besar dan bagian negara, jadi turun.................. apa donk kelebihan yg diperoleh indonesia dari LNG Plant onshore ?
Si inpex sebenarnya hanya kehilangan sebagian keuntungan (bukan rugi) ketika LNG plant diputuskan onshore....................nah sekarang opportunity cost itu mau dibebankan kepemerintah..........................alaemoticon-Gila makjan.........!emoticon-Gila

Artinya setelah biaya operasi yg membesar dari LNG onshore ditanggung NKRI terus si inpex masih juga minta bagi hasil lebih gede ?
dan permintaan perubahan (renegosiasi) kontrak ini langsung diterima dan katanya mau dibahas sama ESDM dan SKK Migas ?
Padahal kementerian keuangan meminta bantuan esdm dan SKK migas untuk renegosiasi kontrak-kontrak PSC yg menerapkan treaty yg berakibat pada penurunan penerimaan negara aja pada gak mau sehingga kemenkeu harus berjuang sendiri.

Sektor migas (esdm dan SKK) dibawah kepemimpinan aktivis dan eks pelaku anti korupsi (Said & amien) kok malah gak ada kontribusinya ya terhadap keuangan negara ?
Naik nggak........... turun pasti...............emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... (S)

Udeh kayak ingus aja..................susah naik gampang turun...................emoticon-Wakaka emoticon-Leh Uga emoticon-Wkwkwk