alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Aku seorang pengusir hantu
4.9 stars - based on 181 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576ec08e9e74042b738b4569/aku-seorang-pengusir-hantu

Aku seorang pengusir hantu

Aku seorang pengusir hantu

Prologue


Nama gua Benandino, gua sekarang hanyalah pemuda berumur 20 tahun, yah masih muda memang untuk pengalaman luar biasa yang sering gua alami semasa SMA, benar gua adalah seorang pengusir hantu.

Kisah ini berawal dari gua masuk salah satu smk terkenal di Bandar Lampung, SMK Negeri ini baru saja pindah dari lokasi lama yaitu di Rawa Laut ke daerah morotai, bagi kalian yang juga bersekolah disini pasti kalian pernah mengalami beberapa hal mistis ketika sekolah disini, dan kalian harus tau satu hal dari gua, gua gak percaya adanya hantu.

Awal masuk mos

Kelas untuk peserta didik baru di bagi menjadi beberapa ruangan, gua masuk ke ruangan 1.9, yang gua kenal hanya 1 orang sebut saja dia Praja, rumah gua dan praja dekat, Praja adalah salah satu teman kecil gua, dan tanpa sengaja gua dan praja di terima di SMK ini dan sama-sama memilih jurusan yang sama yaitu Multimedia, di ruangan ini mos berjalan seperti biasa seperti ya dilakukan oleh sekolah lain, sebaiknya gak usah gua jelaskan, kalian juga pasti mengerti.

Kelas Multimedia pada awal mos di bagi menjadi 2 kelas, yaitu 1.9 dan 1.10 dan pada akhirnya kedua kelas ini digabung dan diacak dan gua terpilih untuk masuk kelas Multimedia 2, kita singkat saja MM2, dan lagi-lagi gua dan Praja satu kelas, dengan terpaksa gua dan Praja duduk sebangku, dan ada beberapa orang yang gua kenal juga dikelas ini, maaf bukan rasis dia adalah keturunan Tionghoa, namanya sebut saja Aping, dia memiliki badan yang gemuk dan ciri khas wajah Tionghoa, dan ada juga yang gua kenal di kelas 1.9 namanya sebut saja Al, walaupun dia baru masuk dia cukup populer di kalangan kakak kelas dan juga di kalangan kami, dan mungkin nanti gua akan mengenalkan beberapa kawan-kawan gua yang lain.

Pengalaman pertama.

Pada awal minggu gua sekolah, gua mendengar gosip yang beredar dari lingkungan kelas gua, bahwa sekolah ini angker, satu hal yang menjadi prinsip gua, bahwa gua gak percaya yang namanya hantu, saat ada pelajaran di kelas tiba-tiba salah satu kawan wanita sekelas gua berteriak, dan suasana kelas jadi kacau, di ikuti beberapa siswi wanita yant juga ikut berteriak, posisi gua duduk berada dipojok belakang karena memang ini adalah tempat duduk kesukaan gua, guru wanita yang waktu itu baru mengajar terlihat takut melihat teriakan siswi-siswi dikelas gua dia lari ke arah ruang guru untuk memanggil guru agama kami, lalu guru agama kami datang, gua tetap bersikap cuek dan tidak mau ikut campur awalnya melihat kelakuan wanita gila ini yang mencari perhatian, ketika guru agama gua datang dia hanya bicara satu kalimat.

"Kalo belum terbang, biarin aja nanti juga berenti sendiri." Ucapnya

Lalu guru agama pergi dari kelas kami, gua cukup lucu mendengar ucapannya, setelah sekian lama gua merasa terganggu karena para wanita ini terus menjerit bahkan bukan cuma satu atau dua orang tapi sampai tujuh orang, kepala sekolah kami panik dan mencoba mencari dukun, persetan dengan dukun gua juga bisa.

"Pra, gua bakal ngusir setan setan itu dari badan cewe-cewe itu." Ucap gua ke Praja

"Alah becanda lo Ben." Praja mengejek gua

Hahaha, awalnya gua memang berniat bercanda, tapi tiba-tiba kelas kami jadi sangat ramai dan di rubungi oleh para siswa lain, dan yang jelas teriakan mereka sangat menganggu kuping gua.

Gua berdiri dan berjalan ke depan kelas, semua mata memandang ke arah gua, ada beberapa siswa yang mencoba menahan amukan siswi siswi gila ini yang terus menjerit, lalu dengan lantang gua berteriak didepan kelas.

"Hei demit busuk! keluar dari tubuh mereka!" Teriak gua

Semua mata melihat kearah gua dan menatap gua aneh, mungkin yang di pikirkan mereka, "apasih nih orang", "apasih gak jelas", "alah anak baru cari perhatian", itu yang di pikiran gua ketika mereka semua menatap gua.

Jujur gua melakukan hal ini bukan karena gua mau mencari perhatian, tapi karena gua merasa terganggu dengan teriakan mereka.

Tidak lama setelah itu, salah satu siswi melihat kearah gua dan menjerit, lalu melotot ke arah gua, jujur aja ini pengalaman pertama gua yang di luar dugaan gua, dia memberontak hingga beberapa pria yang memegangnya tidak dapat memegangnya lagi, ini gak mungkin, dia bisa bebas dan lepas gitu aja, dia lari ke arah gua dan berencana mencakar wajah gua, dengan sigap gua melindungi wajah dari cakarannya menggunakan tangan gua, sakit memang tapi ini tidak ada apa-apanya di banding rasa malu gua. Gua dorong wanita itu lalu gua ambil spidol yang ada di meja dan menunjuk wanita itu.

"Kalo lo mau nyentuh gua lagi, jujur aja bakal gua buat mampus lo seumur hidup lo!" Teriak gua kearahnya

Suasana di luar kelas gua makin ricuh, jeritan penyemangat untuk gua banyak datang entah dari mana, wanita itu mundur perlahan, lalu gua buka spidol gua dan menggambar salah satu yang gua tau untuk memanggil setan, karena liat di film-film, yaitu bintang yang berada di dalam lingkaran, gua gambar tujuh buah gambar itu di dalam papan tulis kelas, wanita itu terus mengeram tapi dia tidak berani mendekat ke gua.

"Oke ritual mulai." Ucap gua

Gua tau wanita-wanita bohongan melakukan aksi ini, entah apa yang ada di pikiran mereka, dan gua juga sebenernya bohongan melakukan aksi pengusiran setan ini, tapi karena sudah terlanjur harus gua selesaikan semua kepura-puraan ini.

Gua berlari ke arah wanita itu dan menepuk jidatnya, lalu gua berlari ke arah wanita lain yang juga kerasukan, setelah itu gua berlari ke papan tulis dan menempuk gambar yang gua buat, 7 gambar yang gua buat gua tepuk satu-satu, lalu gua menjerit.

"Tersegel lah kalian setan!" Teriak gua

Ini memang menjijikan, tapi gak ada hal lain yang dapat gua perbuat selain melakukan hal ini, karena memang sudah terlanjur.

Lalu dengan cepat gua menghapus papan tulis itu, wanita wanita itu masih mengeram dan lagi-lagi gua tepuk kepalanya satu-satu. Dan ajaibnya rencana gua berhasil, setelah gua tepuk kepala wanita wanita itu, tiba-tiba mereka berhenti menjerit dan mata mereka terpejam, seperti pingsan.

Setelah ritual selesai, gua dengan kebohongan gua harus menyelesaikan tahap akhir, gua gambar sesuatu yang abstrak di telapak tangan gua, dan gua menepuk jidat gua sendiri.

"Selesai." Ucap gua dengan gaya keren

Semua orang yang melihat bertepuk tangan, ini goblog, semua ini yang gua lakukan karena gua pernah nonton film tv series di tv kabel, tolol.

Tapi seperti teori, agar kebohongan 7 orang pencari perhatian itu berhenti, harus ada 1 orang yang mampu melakukan kebohongan lainnya, lalu tidak lama dukun yang dipanggil ke sekolah gua datang.

"Jadi mana setannya?" Dukun itu nertanya dengan wajah yang angkuh

"Udah pergi pak!" Teriak Al

"Tidak, saya masih dapat merasakan auranya disini." Ucap dukun itu

Gua cuma tersenyum kecil, lalu para wanita itu di bawa ke uks, dukun itu membawa bunga-bungaan lalu di lemparkan kepojokan kelas kami, termasuk bangku gua.

"Oke setelah ini dengan bunga yang telah di doakan, mungkin setan itu akan pergi." Ucap dukun itu

Lalu dia pergi begitu saja, popularitas gua pun naik di kalangan para siswa, popularitas sebagai penghusir hantu, tapi jujur masalah yang sebenarnya muncul disini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doctorkelinci dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh benandino
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 73
profile-picture
profile-picture
profile-picture
calvinkatana dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh benandino
Yang mau gabung grup Telegram bisa save nomor gua, untuk nanya-nanya atau sekedar ngobrol dan saling mengenal.

+62895640353135 a/n Benandino

Chat aja,

Atau boleh klik tautan ini.

Ini

Nama :
Domisili :

Nanti langsung gua invite grup.

Untuk grup wa..

Yang mau gabung grup whatsapps bisa klik link dibawah ini...

GRUP WHATSAPPS

NOTE : Segala jenis bentuk tulisan disini dilindungi undang-undang Hak Cipta, TS tidak pernah menulis cerita selain di KASKUS dan jika menemukan cerita diluar KASKUS sudah dapat dipastikan bahwa mereka mengcopy paste tanpa izin dan bisa diusut kekepolisian, terimakasih.

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
heykas dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh benandino
Hmmmm.
Selamat ente berhasil membuat ane penasaran.
Lanjut gannnn...
Btw udah ane rate *5 yah.
profile-picture
profile-picture
alissonbecker dan benandino memberi reputasi
Permulaan

Satu

Di sekolah gua ini ada dua buah pohon beringin yang menjadi ciri khas, bahkan sampai gua jadi alumni beringin ini belum di tebang juga, saat itu gua lagi duduk di bawah beringin dengan Praja, Al, Aping dan salah satu teman kami lagi sebut saja Etet.

"Kok lo bisa sih ngusir setan gitu?" Tanya Al

"Bakat, maybe" Ucap gua seadanya

"Kalo di budaya gua ngusir setan pake jimat." Ucap Aping

"Hmm mungkin ada banyak cara, tapi yang gua pelajarin yah kaya tadi." Ucap gua lagi-lagi ngasal

"Gua kawan lo dari kecil kok gak tau ya lo bisa kaya gini, nanti gua bilang ayah lo ya ben." Ucap Praja

"Jangan bego, ini perjanjian dengan sebuah mahluk, kalo lo cerita bisa-bisa gua di marahin." Ucap gua bohong lagi

"Mahluk apa itu?" Tanya Etet

Etet yang dari tadi diam tiba-tiba berbicara.

"Lo gak tau tet? mahluk semacam iblis gitu bego, tadi aja yang di gambar dia di papan tulis itu lambang setan." Ucap Al

"Hmm gak juga sih, gak ada sangkut pautnya sama nyawa, tapi setan yang gua usir tadi itu jiwanya diserahin ke dia." Gua mulai berbohong gua

"Siapa dia?" Tanya Etet lagi

"Yah Mahluk itu." Ucap gua

"Siapa namanya?" Tanya Etet lagi mengintrograsi

Gua sedikit tercengang dengan pertanyaan Etet ini, kenapa dia lebih banyak ingin tau, apa gua harus terus nutupin kebohongan yang gua lakuin.

"Salazar." Ucap gua ngasal

Gua inget Salazar adalah salah satu Boss di Resident Evil 4 yang dikalahin Leon Scoot Kennedy.

"Hahahahahaha, Salazar mah boss cebol di RE 4 bego." Praja tertawa dengan lepas

"Itu nama mahluk yang buat perjanjian sama gua." Kata gua berbohong lagi

"Oh gitu." Gumam Etet

Lalu dia pergi meninggalkan kami semua, ada apa dengan orang itu, bikin takut aja.

"Ajarin gua ngusir hantu sih." Ucap Al

"Iya gua juga, kan gak ada kaitannya dengan nyawa." Kata Aping menimpali

"Gua juga boleh?" Tanya Praja juga

Gua diam sejenak, dan menarik nafas panjang seakan-akan gua lagi berfikir.

"Nanti deh, gua pikir dulu." Jawab gua

Lalu ada pengumuman, bahwa hari itu kami disuruh pulang karena ada beberapa kejadian diluar dugaan, tapi anehnya gua disuruh menghadap dulu ke ruang guru sebelum pulang.

Gua segera kembali kekelas dan membereskan tas gua, sampai tiba-tiba seorang wanita yang mencoba mencakar lengan gua datang menghampiri gua.

"Gua Nabilah, salam kenal, maaf tadi kata temen-temen, gua cakar lengan lo ya?" Tanyanya sembari tersenyum

Senyum yang menjijikan.

"Ya, gpp. Satu hal yang gak gua suka dari lo, untuk apa lo ngedukung kebohongan lo sampe lo ngelukain orang lain?" Tanya gua

Dia diam sejenak, wajahnya memerah entah karena malu atau hal lain

"Maksud lo bohong?" Tanyanya

"Udah lagi lah, persetan dengan hal yang lo lakuin, bukan cuma tangan gua yang luka, tapi bangku gua di siram bunga sama dukun bego itu !" Suara gua agak tinggi kearahnya

Hampir seluruh kelas menengok ke gua karena gua meninggikan suara gua, tapi seperti nya pembicaraan kami tidak mereka perhatikan. Lalu Nabilah mengambil kertas dan pulpen, dia menulis sesuatu di kertas itu.

"Boleh kapan-kapan kita keluar, ini nomor hp gua, gua mohon simpen, gua gak ngerti apa yang lo omongin, tapi gua harap lo ngehubungin gua." Ucapnya

"Terserah." Ucap gua sembari pergi

Gua menggegam kertas yang di berikan Nabilah, percuma lo cantik tapi kelakuan lo busuk demi ketenaran, anjing! Gua gak suka hal ini, tambah keras cengkraman gua ke kertas itu, gua berjalan ke ruang guru dengan cepat, lalu sampai gua di ruang guru, gua lihat ada dukun gila itu masih disini.

"Iya pak, ada apa?" Tanya gua ke arah guru yang memanggil gua

"Maaf Benandino, kalo kamu mau ketenaran atau suatu hal lebih baik jangan sekolah disini." Ucapnya

"Maaf pak saya gak paham." Ucap gua lagi

"Saya kata pak dukun ini, gak ada setan di kelas kamu, dan kamu udah ngerencanain semuanya agar kamu terkenal di sekolah ini." Ucap guru itu lagi

"Maaf pak saya mencela, tapi jujur pak saya gak ada kerja sama apapun dengan mereka, bahkan saya siap di sumpah pak di depan orang ramai kalau saya gak ada sangkutpaut nya dengan mereka, bahkan saya gak kenal dengan mereka, dan satu hal lagi pak ada seorang wanita bernama Nabilah yang termasuk korban kesurupan massal itu memberikan nomor telponnya ke saya, ini nomornya." Gua memberikan nomor telpon itu ke guru itu

"Ini Nabilah apa namanya? kamu dari MM2?" Tanya guru itu

"Saya gak tau nama kepanjangannya pak, ya pak saya dari MM2." Jelas gua

Seketika gua menengok karena wanita bernama Nabilah itu ada di belakang gua.

"Ada apa pah?" Tanya Nabilah

Pah? Jadi guru ini papahnya Nabilah

"Oh, kamu termasuk korban kesurupan?" Tanya guru itu ke Nabilah

"Nabilah gak tau, tapi kata temen-temen iya, dan dia yang nolong." Ucap Nabillah

Gua tetap diam, karena gua gak tau apa maksud dari cewe ini.

"Maaf Benandino, kamu boleh pulang sepertinya saya salah sangka" Ucap guru itu

"Saya pamit pak." Ucap gua sembari ngeloyor pergi

Gua berjalan keluar ruang guru, gua masih memikirkan hal tadi, persetan dengan ketenaran, lalu dukun itu.

Cih! apa-apaan dukun itu dengan mudahnya fitnah gua! B*ngsat.
Ketika gua mau sampai pintu keluar gua liat dukun itu dengan motornya menghampiri gua.

"Jangan pernah buat saya malu, atau saya santet kamu, sekali lagi kamu ganggu kerja saya, saya santet kamu !" Ucapnya

Gua senyum kecil, dengan tegas gua bilang ke dukun gila itu.

"Silahkan pak, bahkan ilmu bapak tidak setinggi saya." Ucap gua

Hahaha gua sendiri gak nyangka gua bisa bilang gitu, tapi paling tidak gua buat dukun ini gak nyantet gua.

Plak. Sebuah tamparan mulus mendarat di pipi gua, gua merasakan darah mengalir dari hidung gua. Anjing dukun ini nampar gua!

"Awas kamu." Ucapnya

Lalu dia pergi, ah tamparannya sakit. Gua pergi ke warung terdekat dan nyari tisu untuk berentiin idung gua yang mimisan, setan! ya itu setan yang sebenarnya! Gua duduk sejenak di warung itu dan beli es, lalu ada mobil yang berenti di dekat warung itu.

"Mau bareng?" Panggil Nabillah

Oh ini mobil guru tadi.

"Makasih, gua jalan aja" Ucap gua ke nabillah

"Sini." Panggil guru itu

Dengan terpaksa gua naik ke mobil itu.

"Rumah kamu dimana?" Tanyanya

"Di Gunung Sulah." Ucap gua

"Oooh, Nabillah tadi katanya mau ngomong." Ucap guru itu

"Ben, ini nomor hp gua. Yang tadi udah lecek, terus juga di pegang papah. Nanti sms ya." Ucapnya sambil tersenyum

"Iya." Jawab gua singkat

Pembicaraan kami sepertinya tidak penting untuk di ceritakan disini, setelah gua sampai rumah gua salin dan merebahkan diri gua di kasur.

"Sms gak ya?" Gumam gua sendirian

Gua ambil hp gua dan mengetik sms dan mengirimnya ke Nabillah.

"Hai, ini gua Ben." Isi sms gua

Gua tunggu lama, sampai akhirnya gua tertidur karena tidak ada balasan dari dia.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
heykas dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh benandino
lanjut gan..
emoticon-Toast
profile-picture
benandino memberi reputasi
Quote:


Ane udah update lagi gan, Makasih atas ratenya, moga betah di mari ya gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
markomar1234 dan 2 lainnya memberi reputasi
Ijin nenda dimari gan..

Bikin jd merinding2 syedap bacanya..

Btw dh ane rate *5 gan..
profile-picture
benandino memberi reputasi
Nitip sandaal gan, keknya rame
profile-picture
benandino memberi reputasi
Dua

Gua terbangun sore menjelang maghrib, setelah itu, gua pergi ke kamar mandi tanpa mengecek terlebih dahulu isi hp gua, sehabis mandi gua cek hp gua ternyata ada sms dari Nabilah, 4 sms di terima dan 2 panggilan tak terjawab.

"Lo dimana?" Sms pertama

"Gua kerumah lo ya?" Kedua

"Gua udah di depan." Ketiga

"Gua nungguin lo masih di depan rumah." Keempat

Hah? ngapain dia, lalu gua segera pakai baju dan mengecek ke depan rumah dan ternyata ada Nabilah sedang duduk dikursi halaman rumah gua.

"Ngapain?" Tanya gua

"Gua nungguin lo dari jam 3, boleh gua masuk, ada siapa di rumah?" Tanyanya

"Gak ada siapa-siapa, ayok masuk, mau minum apa?" tanya gua

"Orang rumah pada kemana? Terserah Ben gua minum apa aja." Katanya sambil tersenyum

Gua kebelakang memasak air dan menyeduh segelas teh, lalu gua bawakan dan gua kembali dan memberikan teh gua ke Nabilah. Setelah itu gua menceritakan kemana orang-orang dirumah gua pergi.

"Ibu gua punya usaha, pulang malem, ayah gua udah cerai. Jadi kenapa lo disini dari tadi dan gak bilang-bilang dulu, tadi gua ketiduran gak tau ada sms atau telepon dari lo." Jelas gua

"Oh gitu, gak apa-apa sih main aja." Katanya

"Emang betah dari tadi?" Tanya gua

"Betah kok, sambil ngeliatin anak kecil main tadi." Ucapnya

"Emang lo suka anak kecil, gua anak bungsu sih jadi kurang suka sama anak kecil." Ucap gua

"Lumayan, gimana luka lo? Mendingan gak? Ini gua bawa makanan, siapa tau sembuh."

Dia memang sedari tadi membawa plastik, ternyata itu berisi makanan.

"Gua bawain jeruk sama nasi, tapi kayanya nasinya udah lama jadi gua beli lagi aja ya?" Katanya.

"Udah gak usah, untuk apa sih lo repot-repot bawa ginian?" Tanya gua

"Untuk nebus kesalahan gua sama lo, gua juga mau minta kejelasan ata-kata lo di sekolah tadi." Jelasnya

"Lupain, gua udah gak mau inget apa-apa tentang kejadian itu, gua ngerasa konyol."

"Tapi jujur gua gak inget apa-apa tentang semuanya, dan gua disini mau minta tolong sama lo." Ucapnya

"Minta tolong apa itu?" Tanya gua

"Tolong usir hantu yang selalu ngelilingin gua, gua mohon."

Wajahnya berubah, dia menunduk lesu lalu airmatanya keluar dari matanya.

"Gua bukan pengusir hantu, gua bukan siapa-siapa, gua gak percaya hantu." Jelas gua

"Gua mohon, ini masalah serius."

Air matanya makin mengalir, gua bingung apa yang harus gua lakuin

"Oke oke, semoga aja gua bisa bantu, jelasin masalahnya." Ucap gua

"Ini dimulai saat gua kelas 2 SMP, saat itu gua main ke rumah kawan gua, disana katanya ada pohon mangga angker, dan gak boleh satupun makan mangganya, karena rasa penasaran gua dan banyak mangga disitu gua manjat ke pohon itu dan gua petik beberapa, lalu gua makan mangganya, dan dari saat itu gua ngerasa ada yang ngelilingin gua, gua gak pernah cerita ke papa, sampai kejadian hari ini." Jelasnya

"Gua muak dengan kebohongan ini, mending lo pergi, bawa jeruk dan nasi itu pulang, gua gak percaya namanya hantu!" Gua berteriak dan menggebrak meja di depan gua

Mata Nabilah ternganga menatap gua, sampai untuk pertama kalinya dalam hidup gua, gua melihat sesosok bayangan pria muncul di belakang Nabilah dan menjerit ke arah gua, gua terhantak kaget dan lompat dari kursi gua kebelakang, setelah itu sosok itu hilang, walaupun itu sangat sebentar, tapi kejadian itu sangat jelas di depan mata gua. Nabilah bangun dari duduknya dan keluar dari rumah gua.

"Jeruk sama nasinya gua tinggalin, makasih, bukan maksud gua juga maksa lo Ben." Lalu dia pergi keluar

Gua mencoba panggil dia, sepertinya dia memang menderita, dan tadi itu apa, oke gua memutuskan untuk menolong dia.

"Nabilah" Panggil gua

"Iya?" Dia menoleh

"Gua bakal bantu lo." Kata gua

Dia belari dan memeluk gua, air matanya menetes di bahu gua, entah gua gak tau apa yang bakal terjadi selanjutnya, tapi sekarang gua ngerasa ada kedamaian di dalam hati Nabilah.

"Makasih." Ucapnya

Yah, ini mungkin hal yang terbaik yang akan gua lakukan dalam hidup gua.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
oddy23 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh benandino
Cerita bagus anti mainstream, udah ane rate gan. lanjutkan
profile-picture
benandino memberi reputasi
Judul? Keren ! Buat orang penasaran.

Setelah masuk, dan baca Prologue? Hihihi, unik.
"Seorang pengusir hantu yang tidak percaya hantu?" > Masih menjadi pertanyaan

Setelah baca Prologue? Keren dan bikin penasaran.

Setelah baca Part Permulaan (1)
Ini cerita gua kira gila dan sepertinya ada cinta yang bersemi

Setelah baca Part Permulaan (2)
Mampus lo ! di tunjukin sesosok.

Dengan senang hati dan agar agan ini rajin update, emoticon-Rate 5 Star melayang untuk cerita ini.
profile-picture
profile-picture
benandino dan boku.no.kira memberi reputasi
Makasih semuanya yang udah dukung cerita ini, dan makasih atas ratenya, ane gak bisa multiquote, intinya ane makasih, ane bakal rajin update dan gak akab ngecewain para pembaca.
profile-picture
boku.no.kira memberi reputasi
Kereen gan..buruan updet ceritanya ya gan..mumpung kopi ane masih anget..
profile-picture
profile-picture
oddy23 dan benandino memberi reputasi
Cendol sent... Katakan inferior dan sampah untuk setan, jin dan iblis... emoticon-Big Grin cuman gara-gara setan lu difitnah dukun, gitu masih mau berhubungan sama setan??? emoticon-Ngakak (S) lanjut bang, usir semua setan terkutuk dan inferior itu... emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan benandino memberi reputasi
Quote:


Hahaha makasih gan cendolnya, tau itu dukun dia ngerasa ilang job kali emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
boku.no.kira memberi reputasi
wkwkwkwk pengusiran setan yg anti mainstream,absurd bgt hahaha... tuh setannya mungkin takut jadi bloon karna jidat nya lu keplakin mulu emoticon-Hammer2
profile-picture
benandino memberi reputasi
Diubah oleh aloen71
Quote:


Waktu itu ane pernah nontob di fox gan, kaya gitu jadi waktu ada kesurupan massal ane praktekin, eh ternyata berhasil emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
boku.no.kira memberi reputasi
Wah ghost hunter nihhh hahaha mantap
Tak bangun rumah di sini dah sambil nyruput susu hahaha emoticon-Ngakak
profile-picture
benandino memberi reputasi
Tiga

Setelah Nabilah pulang, gua masih memikirkan cara untuk mengusir hantu, dan tadi yang gua liat di belakang Nabillah itu apa?

Gua tetap pada pendirian gua bahwa gua gak percaya hantu, setela pikiran gua melayang jauh, tiba-tiba Praja menelpon gua.

"Dimana lo ben?" Tanyanya diseberang telepon

"Di Bumi."

"Serius njing!"

"Dirumah, ngapa?" Tanya gua balik

"Ke Gramedia yok anterin gua." Ajaknya

"Ayok, gua juga mau nyari buku."

"Oke, OTW gua susul."

Lalu Praja menutup telponnya, Praja memang kawan gua dari kecil, rumahnya dekat dengan rumah Ayah gua. Tidak lama gua menunggu kemudian Praja datang dengan motor butut nya.

"Ayok, buruan." Panggilnya dari luar.rumah

Gua tutup pintu rumah gua dan naik ke atas motor Praja.

"Jadi buku apa yang mau lo cari Ben?" Tanyanya

"Gua dapet job, entahlah kehidupan gua berubah Pra." Jelas gua

"Job apa bego? gua disana mau nyari buku cara mengusir hantu." Katanya

"Sama njing, kalo gitu lo aja yang beli nanti gua nebeng." Ucap gua

"Eh sokongan lah." Praja menyanggah

"Mau gua ajarin ngusir hantu gak?" Gua menggodanya

"Si anjing, yaudah ayok"

Sesampainya di gramedia kami langsung keliling mencari buku tersebut, gua mencari buku itu di bagian religi, dan Praja mencari buku itu di bagian sejarah, ternyata gak ada apapun di bagian Religi, lalu Praja menghampiri gua dengan membawa sebuah buku aneh.

"Ini bukan?" Tanyanya sambil memberikan buku itu ke gua

Gua baca judulnya, Witch And Vodoo, Hahahaha buku Mexico, lalu gua liat lagi buku itu ternyata sudah di translate ke bahasa Indonesia.

"Ambil aja Pra, berapaan?" Tanya gua

"362 Ribu, gila mahal bener buku ini, gua cuma megang duit 300." Ucapnya

Gua cek dompet gua, untung masih ada beberapa uang sangu gua yang tersisa.

"Mana uang lo, sini gua tambahin." Ucap gua

"Nih."

Praja memberikan uangnya dan kami langsung membayarnya ke kasir, setelah itu kami langsung pulang.

"Jadi buku ini tentang apa Ben?" Tanya Praja

"Ini buku tentang penyihir dan Agama Voodoo, ini buku sejarah dari Mexico, mungkin ini bisa ngebantu." Jelas gua

Praja hanya ngangguk-angguk bego, sesampainya dirumag, gua buka buku itu ada tongkat kecil, bentuknya seperti tongkat Harry Potter tapi lebih kecil, bukunya memang tebal, ternyata ada bonus tongkat di dalemnya. Cukup lucu juga gua ngeliat tongkat ini.

"Tongkat apa ini ben?" Tanya Praja lagi

"Kayanya tongkat sihir." Jelas gua

"Notadamus air spritus." Ucap praja

Gua ngakak disitu sambil menoyor kepala Praja

"Wakakak, air spritus apaan bego?" Tanya gua

"Itu mantra Harry Potter, makanya jangan kampungan tolol." Ucapnya

Gua gak tertarik dengan tongkat mainan itu, tapi Praja masih saja memainkan tongkat itu, gua mulai membaca buku itu dan ada beberapa sejarah tentang keberadaan penyihir yang bekerja sama dengan para iblis, mereka mengorbankan darah seseorang untuk di jadikan tumbal pada saat perjanjian dengan Iblis. Ini seperti sekte aliran sesat, gua juga baca tentang Agama Voodoo, awalnya mereka menolak keberadaan penyihir tapi lama kelamaan mereka menggunakan sihir dalam upacara keagamaan mereka, seperti mengusir iblis yang menguasai manusia.

"Praja, lo sampe kapan maenan sama tongkat bego itu?" Tanya gua karena gua mulai terusik dengan keberadaanya, hahaha

"Seru bego." Bantahnya

Ah lebih baik gua terus baca, dan gua baca halaman demi halaman, ternyata dibuku ini ada suatu ritual agar kita dapat mengusir setan, yaitu sebuah cincin yang di teteskan darah ayam hitam betina, di dalam cincin itu dilindungi suatu kekuatan magis yang dapat menghindari kita dari malabahaya.

"Ini Musyrik! Masa gua percaya sama cincin!" Gua ngedumel sendirian

"Apaan sih lo bego." Praja ngomel mendengar gua bergumam

"Gak apa-apa"

Lalu gua meneruskan membaca buku itu, disitu juga di ajarkan beberapa ilmu sihir "Galdabrok" lupa gua tapi kayanya iya Galdabrok, disitu kita dapat menggunakan ilmu sihir untuk pengobatan bahkan untuk membunuh manusia lainnya.

Gua pikir buku ini kurang berguna untuk pengusiran setan, udah beli mahal, lagi-lagi gua liat Praja masih mengotak atik tongkat sihir itu.

"Udah belum coba gua pinjem." Gua mulai penasaran dengan tongkat kecil ini

"Huu baru aja gua lawan Voldemort." Candanya

"Terserah lo aja Pra."

Gua pegang tongkat mainan itu, hmm mungkin besok gua bakal bawa tongkat ini kesekolah dan mencari beberapa mantra sihir di internet.

Setelah itu gua dan Praja mengobrol sebentar, lalu Praja pamit pulang sambil membawa buku nya tapi tongkatnya di tinggalin, gua taruh tongkat itu di dekat kaca kamar gua. Lalu gua berebah di kasue, saat gua baru ingin memejamkan mata, tiba-tiba gua terbangun dan gua mencoba duduk di kasur kamar gua, gua berdiri dan memegang tongkat sihir itu lagi, sampai gua menengok ke arah kasur, gua melihat tubuh gua sedang tertidur di kamar gua. Gua melihat dengan kepala gua sendiri bahwa gua tidur di kasur gua, apa gua sudah mati? Dan apa yang sedang terjadi sebenarnya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh benandino
Aku seorang pengusir hantu

ghostbuster yak ane ijin nenda ya bre
Halaman 1 dari 73


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di