alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576c0c421a99754b0b8b4580/antara-ada-dan-tiada

Antara ada dan Tiada

emoticon-Malu

Antara ada dan Tiada

Salam untuk para sesepuh pinisepuh forum supranatural.
perkenalkan saya newbie disini, ingin berbagi cerita tentang kehidupan saya.
mohon maaf jika ada hal yg saya lewatkan atau tutur kata yg salah.
saya menerima segala bentuk kritik.
terimakasih

Prologue

Hari itu cerah ketika aku menginjakkan kaki pertama kali di sebuah kecamatan kecil di timur kota M*l*ng, jam sudah menunjukkan pukul 13.00 namun disini tidak terasa terik. Hari ini aku memulai hari baru dengan tinggal di asrama Y*n*f L*n*d 5*2 bersama orang tua angkatku. Nenek masih sibuk cek barang dan kakek dengan santai duduk di teras rumah. Kakek dan nenek tidak asing dirumah ini, disini adalah tempat tinggal pamanku, anak laki laki bawaan nenekku sebelum menikah dengan kakekku (anak tiri kakek). Aku tidak terlalu kenal dengan pamanku ini, dulu sempat beberapa kali mendengar cerita dari tante tanteku jika paman satu ku ini luar biasa hebat. Nenek dan kakek menyarankan orang tuaku untuk menitipkan aku di pamanku ini karena menurut mereka disini aku bisa meneruskan sekolah dan hidup lebih layak serta belajar kedisplinan.
Rumah asrama ini tidak cukup luas tapi juga tidak terlalu sempit. Masuk kerumah ada ruang tamu yang langsung tembus dengan ruang keluarga, kamar tidur 2 di samping kiri, dapur dan garasi sebelah kanan, dan kamar mandi terpisah dibelakang rumah. Dibelakang masih ada halaman cukup luas yang sebagian digunakan untuk tempat menjemur pakaian, dan disamping ada rumah kecil diatas pohon yang setelah kudekati ternyata berisi monyet peliharaan pamanku. Pamanku sudah menikah dan memiliki 1 putra berumur 2 tahun bernama Ariya, Ariya anak yang manis dan pemalu. Nantinya Ariya ini yang akan ku asuh ketika pulang sekolah.
Kakek dan Nenek masih berbasa basi dengan pamanku ketika tanteku memberi tahu kamarku, "Ini kamarmu ya ndok," sambil membuka pintu kamar pertama sebelah kiri. Kamar ini luas,berisi springbed ukuran queen dan 1 lemari besar berisi pernak pernik yang di koleksi tanteku, gelas piring piring cantik berjejer rapi didalam kaca, dalam hatiku aku sangat bahagia, aku tidak pernah memiliki kamar sebelumnya, dan ini amat sangat istimewa bagiku.
Tanteku kemudian mengajakku tour keliling rumah, meski tadi sudah sempat berkeliling, aku tidak menolak ketika beliau memberi tahuku penjelasan singkat tentang ruangan ruangan yang dia punya. Kamar disampingku adalah kamar mereka ,kamar yang kutempati sebelumnya hanya sebagai tempat penyimpanan mainan Ariya.
Kakek dan nenek menceramahiku beberapa hal sebelum mereka pergi kembali ke rumah mereka. Aku hanya mengangguk angguk patuh mendengar mereka berkata kata. Kakekku hanya cukup berkata beberapa patah kata saja, namun nenekku bisa menghabiskan waktu bermenit menit.
Akhirnya mereka pulang juga.
Pamanku memberikan uraian singkat tentang syarat syarat menjadi anak angkatnya. Yang paling kuingat adalah disiplin dan rajin harga mati ditempat ini.
Senja akhirnya datang setelah aku selesai merapikan barang barangku , barangku tidak terlalu banyak, apa yang dimiliki oleh anak SMP kelas 2? hanya baju secukupnya, dan buku buku dari SMP lama yang kubawa.
Hujan turun disenja kala itu, membuatku menatap jauh diantara rintikan hujan dan sejenak mengingatkan keluargaku yang kutinggal disana. Aku rindu meski baru beberapa jam terpisah .
Malam pertama kulalui dengan tidur pulas karena perjalanan dari rumah ke tempat ini memakan waktu 8 jam di bus dan cukup membuatku kelelahan. Esok paginya aku bangun jam setengah 5 pagi, menunaikan solat subuh dan bergegas menyapu dan mencuci piring. Aku belum melihat paman atau tanteku bangun, kupikir mereka mungkin kesiangan. Ketika aku selesai mencuci piring, aku melihat pamanku sudah bangun dan bergegas ke kamar mandi, tante maupun Ariya masih terlelap.
jam menunjukkan pukul 6 pagi ketika pamanku sudah siap dengan seragamnya dan bersiap memakai sepatu. Aku masih bingung melakukan apa karena aku tidak berani bertanya macam karena takut dikira cerewet. Pamanku seperti tahu apa yang kupikirkan, beliau merogoh sakunya dan memberiku uang 5ribuan "ini untuk uang saku mu, jika kamu mau masak, sayuran ada dikulkas, itu sepeda mu untuk ke sekolah nanti" , aku menganngguk dan melihat beliau berangkat naik motor.
Aku lupa jika hari ini aku harus sekolah, cepat cepat aku mandi dan memakai baju seragam sekolah lamaku. Masalahnya, dimana sekolahku? aku belum tahu.
Tidak ada cara lain selain menunggu tanteku bangun, beliau akhirnya bangun pukul 7, dan akhirnya selesai bersiap diri di jam 7.30. Beliau memintaku memandikan Ariya, aku sudah pernah mengurus adik sebelumnya maka hal itu tidak jadi masalah, masalahnya hanya Ariya yang masih malu malu denganku.
Pukul 8 pagi aku sampai disekolahku, tanteku mengendarai motor dengan Ariya dan aku naik sepeda sendirian. Tanpa proses yang lama akhirnya aku mendapat kelas baru di 8B. Dan ini hari pertamaku sebagai anak kelas 8.

Aku agak suntuk ketika perkenalan di depan kelas, anak anaknya kelas ini luamayan banyak, sekilas kuhotung sekitar 38 orang, ditambah aku menjadi 39 orang .
Aku menempati absen terakhir dengan nomor ganjil.

Aku duduk dibelakang tanpa teman karena yang lain sudah berpasang pasangan,mereka tertawa mendengar aku berbicara karena menurut mereka logatku aneh. Aku pun tak begitu peduli. Aku hanya ingin meneruskan sekolahku.

Hari pertama aku tidak berhasil membuat pertemanan, hanya sapaan standart dengan orang orang baru, aku juga merasa asing karena seragamku masih belum sama dengan seragam mereka, menghindari terlalu banyak pandangan mata aneh,sampai pulang sekolah aku hanya duduk dibangku ku saja.

Akhirnya jam pulang tiba, aku buru buru pulang karena ingat tugasku, menjaga Ariya.
aku smpai rumah pukul 12.30, tanteku meminta tolong untuk merawat Ariya sedangkan beliau ada urusan dengan PerS*t. Maka tinggalah aku dengan Ariya di rumah.
Ariya belum banyak berbicara, dia hanya berkata kata kata terbatas seperti ya, gak, mau , maem , mama dan kata kata mudah lainnya. Beberapa katanya terkadang tidak kupahami.
Aku memutuskan mengajak Ariya jalan jalan ke depan rumah, sambil observasi lingkungan baru, rumah disini sekilas sama semua, yang membedakan hanya nomor rumah yang terpasang di tiap dinding depan rumah.
Ariya sedang lari lari kecil ketika banyak ayam jago dan betina (mungkin milik tetangga) sedang mencari makan di sebrang jalan. Oh ya sebrang jalan rumah pamanku hanyalah hamparan tanah kosong, sebagian ditanami ubi jalar dan sebagian singkong, itupun hanya dipinggir dekat selokan. Aku menggoda Ariya dengan bertanya "Ariya, ayamnya banyak ya...ayam ckckckc", Aku memanggil ayam ayam itu agar mendekatiku. Ariya terlihat antusias dengan tertawa tertawa setiap ayamnya mendekat ke arah kami.
Akhirnya ayam ayam itu berpindah ke tempat lain, tinggal aku dan Ariya di teras rumah. Aku bermaksud menggendong Ariya masuk kerumah ketika kudengar Ariya mengucap "ayam ayam.. ", aku duduk dan mendengarkan Ariya dan bertanya dimana ayamnya?. Ariya menunjuk tapi aku tidak melihat apapun, aku masih berpositive thinking dengan bertanya Ariya, "Ayamnya warna apa Ya?", Ariya tidak menjawab dan tertawa tawa seperti saat kugoda dengan mendekatkan ayam ayam tadi.
Ariya kugendong dan hendak kuajak beranjak ke dalam rumah tapi setiap aku berdiri Ariya menangis. Sore itu aku tidak punya pilihan lain selain menungguinya. Aku merasa aneh karena aku tidak lagi menemukan seekorpun ayam di sekitar rumah maupun disebrang jalan.Namun Ariya masih tertawa tawa seolah aku menggodanya.Mengesampingkan rasa aneh dan takut, aku mengalihkan perhatian ariya dengan menjanjikannya melihat cicak.

Setelah memandikan Ariya, tanteku datang. Ariya dimintanya dan aku melanjutkan membersihkan rumah.
Malam harinya aku tidak banyak kegiatan aku hanya membaca baca buku sambil melihat hujan.Aku mendengar pamanku pulang sekitar jam 9 malam, aku tidak bangun karena malas. Malam itu kulalui dengan tenang, meski agak aneh dengan tingkah Ariya, aku mencoba berpikir bahwa itu hanyalah khayalan anak kecil.


to be continued emoticon-Maaf Aganwati



Pagi hari aku terbangun lebih pagi, pukul 4.30. Segera ku bereskan tempat tidur, solat dan hari ini aku berniat memasak. Ini kali pertama aku memasak,aneh rasanya,terbiasa dengan tungku kayu dan panci gosong, disini aku dibiasakan memakai kompor gas dan alat alat canggih. Aku membuka pintu kulkas dan mencari sayuran yang ada, ada bahan sop di tray paling bawah, segera kuambil dan kucari ayam di bawah freezer, ayam dan sayuran sudah ditangan, sejenak sebelum menutup pintu kulkas, mataku melihat deretan botol di pintu kulkas, sekilas terbaca "Ch*vas R... ", aku ingat bahwa ini adalah minuman keras, tetanggaku dikampung pernah pamer bahwa dia peenah minum minuman ini dan botol ini persis dengan apa yang dulu temanku perlihatkan.

Minuman keras ? pamanku apakah minum minuman keras? untuk apa?

Aku segera menutup pintu kulkas dan berniat langsung ke dapur namun langkahku terhenti karena pamanku sudah berdiri di pintu dapur.

Aku berpura pura bersikap biasa saja, tapi lagi lagi pamanku bisa tahu apa yang kupikirkan. Dia berjalan ke kulkas dan mengambil botol itu dan minum didepanku, " Ini minuman om udah lama, kamu jangan minum ya ", beliau meletakkan botol itu ketempatnya lagi. Aku buru buru mempersiapkan bahan dan bumbu sop. Dalam setengah jam sopku tinggal menunggu matang, sedang nasi di magic com sudah berubah menjadi warm.
Tante dan Ariya belum bangun, aku menawari pamanku makan dan beliau bilang nanti saja dan berangkat terlebih dahulu. Aku mengambil tempat bekal dan menyiapkan sop dan nasi untuk kumakan di sekolah. Aku pamit berangkat ke tanteku meski aku yakin beliau tidak dengar, aku tidak perlu mengunci pintu disini karena aman, lagipula siapa yang mau mencuri di asrama tenta*a?

Hari ini aku sudah memakai seragam baru, sekilas aku seperti anak anak lama, tidak ada yang berbeda kecuali logatku.
Duduk dibangku belakang amat menyebalkan. Kesepian dan kesulitan melihat catatan di papan tulis menjadi tantanganku setiap hari. Aku bukan tipe orang yang mudah berteman, daripada aku salah berbiacara, aku lebih baik diam.
Sekolah ku ini luas sekali, muridnya banyak dan memiliki banyak Toilet. Toilet?. ya toilet, karena di sini toilet ada 3 titik, dan semuanya luas. 1 bangunan toilet cewek bisa berisi 20 an kamar toilet, ajaib bukan?.

Hari ini hari olagraga, dan kami diwajibkan ganti baju olahraga terlebih dahulu. Teman yang lain berpasangan di toilet sedangkan aku sendirian. Aku mengambil toilet paling dekat pintu keluar karena aku ingin cepat olahraga. Sialnya aku tidak tau bahwa teman yang lain sudah memakai seragam olahraga terlebih dahulu sebelum seragam sekolah (2 lapis) sehingga banyak dari mereka kudengar sudah selesai dahulu. Aku masih berkutat dengan baju seragam ku ketika ku dengar orang mengetuk pintu kamar toiletku 3x. "Tok Tok tok ", aku hanya menjawab "aku belum selesai!". Kupikir siapa ini kenapa tidak mencari toilet lain.
"Tok tok tok" .Suara itu muncul lagi, dan segera aku membuka pintu karena bertepatan dengan aku selesai ganti. Tapi tidak ada siapapun didepan kamar toiletku. Aku menoleh ke kanan kiri tapi kulihat pintu toilet terbuka semua. Aku mengintip dibawah pintu berharap mencari kaki orang yang usil bersembunyi setelah mengetuk toiletku tapi tidak ada siapapun. "Ada orang??", tidak ada jawaban yang ada hanya suara gema dari suaraku sendiri. Aku kesal dan bersiap ke tempat olahraga, dan sialnya aku orang terakhir datang. Guru menyuruh kami berbaris dan absen satu satu, dari semua murid, semua sudah hadir. Tidak ada yang terlambat selain aku. Aku makin kesal karena aku yakin pasti ada anak kelas lain yang menggodaku. Tapi pikiran lainku menyangkal. "Adakah anak kelas lain mereka ke toilet saat jam pertama?". Pikiran lainku menyanggah "ya mungkin siswa yang kena sakit diare". Pikiranku beradu argumen 1 sama lain.Dan kucoba lupakan dengan melakukan pemanasan olahraga.


Hari itu sekolah selesai tanpa halangan, aku pulang ke rumah dan biasa mengasuh Ariya sambil menonton televisi. Tanteku sedang membuat kerajinan tangan di sofa depan. Rutinitas harian kukerjakan seperti biasa, namun besok aku punya kerja tambahan, mencuci baju. Setelah semuanya selesai aku berniat untuk tidur.
Lampu sudah kumatikan semua dan mengunci pintu kamar. Sejenak kupikirkan adik adikku supaya aku lekas tertidur, bukannya mengantuk justru aku malah menangis. Aku merindukan canda tawa mereka.
Karena tidak bisa tidur, aku berjalan melihat melihat lemari milik tanteku. Koleksinya amat sangat banyak, gelas gelas berwarna warni, Teko lucu dengan pernak perniknya, Aku sedang asyik melihat seemua itu ketika tiba tiba pintuku diketuk dengan keras oleh Pamanku. "Tidur, besok sekolah", kata beliau dari luar. Aku kaget, bagaimana beliau tahu aku belum tidur?? lampu sudah kumatikan?, pintu sudah kukunci.Segera ku jawab dan aku buru buru ke kasur dan memaksa mataku untuk tidur.

emoticon-Maaf Aganwati
Diubah oleh imtheblackqueen
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
pertamax...mna lanjutannya

makasih gan ditunggu ya..

Quote:



panjang bener om ceritanya,,

lanjut besok aja dech baca nya,mata udah samar liat tulisan
emoticon-Amazed

iya om...nice sleep heehe

Quote:



panjang gann emoticon-Hammer2
komen dolo baca belakangan kalo mw emoticon-Malu

maaf gan..

Quote:



😥😥😥

Quote:



supranya dmn gun??
:ceyem

belum gan.. nnti kuselesaikan itu msih prologue.. pnjang soalnya..

Quote:



Gan, ente cerita, nulis, bikin novel atau lagi cuci baju kok sampe berbusa busa gitu? emoticon-Bingung
mestibkuganti ya sepertinya gaya menulisku.. terlalu panjang ya.. maaf..
Quote:



Gan cuma saran percakapannya di quote aja biar enak bacanya
Paman ente berarti TNI ya?
gaya penulisan ny dirapiin lgi gan
puyeng baca nya
oke next akan ikut saran agan. iya beliau TNi
Quote:



oke gan
Quote:



emoticon-nulisah cocok di SFTH
Disinimah to the point aja,, dgn alur kalimat yg ringan tanpa bumbu kalimat ekspresif. emoticon-cystg

Perkenalan *1

Oke Gan, Dikarenakan banyak komplain tentang penulisanku yang terlalu bertele tele mulai saat inis aya berjani ji akan membuat tulisan lebih padat dan berisi.

Pagi ini aku bangun jam 4 pagi karena aku harus mencuci pakaian, karena aku menumpang disini maka cucian yang ada dikeranjang harus kucuci semua. Tidak ada mesin, jadi tidak ada pilihan lain aku harus mengucek (lagian biasanya juga ngucek, dikali lagi.. ) . Hawa dingin seperti biasanya, apalagi masih pagi buta, rasanya aku menggigil kedinginan. Aku taruh cucian di ember dan mulai ku kunyalakan kran, sambil menunggu air penuh, aku bermaksud menyiapkan bahan buat masak. Suara air kran masih terdengar sampai keruang tengah. Aku membuka pintu kulkas dan mengambil bahan, setelah dapat yang kubutuhkan, segera aku menuju dapur meletakkan sayuran dan berjalan ke kamar mandi. Aku mengumpat karena air tidak lagi mengucur, mungkin memang airnya mati. Akhirnya aku mengambil air dari bak setelah penuh aku tuang detergent dan kemudian hendak beranjak ke dapur lagi,baru selangkah, air kran menyala. Kututup kran karena aku tidak membutuhkannya lagi,aku telah sampai di meja dapur ketika aku dengar air kran menyala lagi. Sial, menyala di saat yang tidak tepat, gerutuku. Aku sudah berputar kembali dan kakiku sudah melangkah ke arah pintu kamar mandi ketika aku sadar, kran sudah kumatikan. Badanku sudah kepalang menghadap ke kamar mandi,Terlambat disana sudah ada sesosok putih,memunggungiku, menyalakan kran, mematikan kran,aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, belum sempat pikiranku memikirkan bacaan bacaan,sosok itu memutar tubuhnya, menatapku dan menangis, suara menyayat hati memenuhi ruang pikiranku, berat dan membuatku tak bisa bernafas.


Quote:


mulai to the point gan... SFTH apa gan? maaf newbie
Quote:


Ane suka ceritanya, dilanjutin neng, abang nunggu hehe..
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di