alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576b7d01d675d4b73f8b456a/monitoring-amp-pengawasan-teritorial-laut-bagi-tni-al-sharing-pemikiran-open-diskusi
Monitoring & Pengawasan Teritorial Laut Bagi TNI AL (sharing pemikiran/open diskusi)
Dalam rangka pengawasan teritorial masing-masing angkatan punya pendekatan berbeda. berikut ini view point saya

TNI AD dengan kodim, koramil babinsa terlepas adanya kritik dan kekurangannya berhasil memperbanyak titik singgung dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi.
TNI AU dengan integrasi radar sipil dan militernya dibawah kohannudnas dalam rangka menutup cover di radar militernya.
TNI AL mirip dengan TNI AD menyebar lanal dan sional dalam memperbanyak titik singgung dengan masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Fokus ke TNI AL sebagai diskusi kita sekarang ada kelemahannya karena mengawasi dipinggir tapi tanggung jawab dilaut dimana gangguan keamanan bisa dari luar daerah tersebut yang tidak termonitor dari informasi lokal.

Berikut ini saran perbaikan dalam 4 layer dimulai dari yang paling murah:
1. Integrasi informasi dari beberapa online site yang menyediakan informasi posisi kapal secara real time
2. Sistem cluster
3. Loon Google
4. Spy satelit di orbit geostasioner

Pada akhirnya 4 layar tersebut diintegrasikan dlm satu sistem monitoring.
1. Integrasi informasi dari beberapa online site yang menyediakan informasi posisi kapal secara real time

Investasi yang paling murah adalah memonitor via online site. Dengan jalan mengintegrasikan data2 tsb KAL, BAKAMLA yang ada di lapangan tinggal mengabsen yang tidak ada. kelemahannya pada saat transponder dimatikan atau kapal nelayan yang tidak menggunakan transponder tidak terlacak..

Contoh tampilan:
https://www.dropbox.com/s/q0sgboaeaa...oring.jpg?dl=0

Perkiraan biaya investasi 20 M


2. Sistem cluster
Pernah lihat kompleks perumahan lama yang banyak jalan keluar masuk. Oleh penghuni kompleks di portal situ sini terus dijaga satpam di pintu masuknya membentuk cluster. Paling hanya sesekali satpam tersebut keliling kompleks untuk memastikan cluster dalam keadaan aman.

Dengan konsep diatas perairan kita bagi dlm cluster2 dengan tingkat pengawasan aktif minimum tetapi terpaksa mengorbankan sisi luar perairan.
Sebagai ilustrasi silahkan download link berikut:

Silahkan dibuka di google earth
https://www.dropbox.com/s/cb5egkmk6n...%20AL.kmz?dl=0

Pengawasan dengan CCTV dan radar laut di pintu-pintu masuk walaupun ada celah tertentu yang terlalu lebar sehingga harus ditempatkan floating base (seperti KAL) untuk menutup celah tersebut.

Perkiraan biaya investasi untuk 152 titik adalah 1 M per titik
3. Loon Google
Apa dan bagaimana Loon Google bekerja silahkan cari diinternet ya. Secara teknologi memang blm mature, namun prospektif. dengan kelemahan Loon tersebut punya life cyle pendek (180 hari) dan bersifat internasional. keuntungannya informasinya riil time.

Saran saya TNI AL pakai hak menggunakan tanpa kompensasi /nebeng.com seperti pada BRISAT

http://tekno.liputan6.com/read/24425...kan-balon-loon
https://ngonoo.com/2015/10/161629/in...ternet-google/
https://www.dropbox.com/s/94iyig5yda...e%201.png?dl=0

Perkiraan biaya investasi 0 (nebeng)
4. Spy satelit di orbit geostasioner (Jika budgetnya ada)

Speknya sbb:
1. 2 in one dengan satcom
2. Geostasioner

Manfaat:
+Private SatCom
+ Intai Strategis
+ Opsus
+ Spy satelit tanpa interupsi (satelit biasa ada jedah karena dalam 1 hari hanya melintas beberapa kali di titik tertentu)
+ Peluncuran rudal OTH

Perkiraan biaya investasi ?? (800 Juta USD/menggunakan biaya pengajuan kemenhan untuk satelit militer)

Quote:Original Posted By yosstefano
4. Spy satelit di orbit geostasioner (Jika budgetnya ada)

Speknya sbb:
1. 2 in one dengan satcom
2. Geostasioner

Manfaat:
+Private SatCom
+ Intai Strategis
+ Opsus
+ Spy satelit tanpa interupsi (satelit biasa ada jedah karena dalam 1 hari hanya melintas beberapa kali di titik tertentu)
+ Peluncuran rudal OTH



Masalak klasik kita tidak terlalu leluasanya memilih teknologi yang hampir semuanya di import, yang kita bisa adalah menggabung sistem yang sifatnya open dan modifikasi sesuai keperluan. Upayakan pabrikasi elektronik yang ada didorong untuk membuat modul-modul telekomunikasi, data dan kendali yang bisa dipergunakan di perangkat-perangkat monitoring tersebut. Karena sebagus apapun perangkat yang diimport ada mengandung ancaman dan kerentanan keamanan sesuai dengan standar iso 27000 family yang sudah diadopsi menjadi SNI 27000. Jadi saatnya kita sesuai dengan kemampuan saling mengingatkan bahayanya jika kita tidak mandiri dalam berbagai bidang, dan banyak menyerahkan konsultan teknologi pada orang luar negeri.

butuh dana berapa, butuh waktu berapa lama, dapet uang dari mana ? emoticon-Peace

lah wong defisite 299T, ngapain mikirin ina inu itu anu ... emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By chendole
butuh dana berapa, butuh waktu berapa lama, dapet uang dari mana ? emoticon-Peace

lah wong defisite 299T, ngapain mikirin ina inu itu anu ... emoticon-Stick Out Tongue


layer 1 murahlah bro untuk hitungan lembaga negara
layer 2 perlu kerajinan tangan seperti ITS yang integrasi radar-radar sipil dan au. Mahalnya karena kita minim invest ke arah situ hitungan saya masih dibawah 1 T (ada jurus nebengnya juga)
layer 3 nebeng.com khan
layer 4 ini yang versi mewah ditunda dulu ngak apa2 dengan adanya 3 layer di atas namun mindset jangan ditunda dan dianggap ngak mungkin.
emoticon-Ngacir sekarang tiarap dulu gan, bujetnya kena potong
Pas genep setaun saya lirak lirik&mikir usil soal drone model gini,
http://www.krossblade.com/store/
Murah meriah, padat manfaat untuk tiap KRI
Apalagi payload cukup untuk gotong aki emoticon-Big Grin
perbanyak jatah solar blm tah gan?
sudah ada Satelit Lapan A1, A2 dan A3 yg buat lebih murah dalam pengawasan, tetapi tetap membutuhkan coastal radar yang banyak dan kapal patroli untuk pemeriksaan rutin
hiks... hiks...

sebenernya obyek monitoring dan pengawasan di TNI AL itu..... ada 3 yaitu udara, permukaan termasuk pesisir dan pulau kecil serta bawah laut.

nunggu yg berkenan membahasnya dan tidak perlu disertai potensi ancaman, ntar jadi mengancam

apakah jadi oot kalo juga bahas kolinlamil untuk menbandingkan dengan linud
pakai drone aja.. kek nya mantep
Quote:Original Posted By bukansbytapifby
pakai drone aja.. kek nya mantep


AU yang drone maupun pesawat banyak, tidak mengandalkan drone untuk pengawasan pasif gan. yah pakai radar sipil militer lah.
AL baiknya pakai CCTV dan radar laut lah.
CCTV? nice idea emoticon-Embarrassment
Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang?
Quote:Original Posted By Mistaravim
CCTV? nice idea emoticon-Embarrassment
Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang?


yang di selat sempit gan. taruh radar khan mahal dan mubazir. selama masih bisa dilihat dilihat aja sekalian.

Saya malah tidak propose di sepanjang pantai sistem pemasangannya di pintu-pintu masuk.
Quote:Original Posted By yosstefano


yang di selat sempit gan. taruh radar khan mahal dan mubazir. selama masih bisa dilihat dilihat aja sekalian.

Saya malah tidak propose di sepanjang pantai sistem pemasangannya di pintu-pintu masuk.


Source thread kamu apa ya? Kenapa tidak dicantumkan?
Quote:Original Posted By Mistaravim


Source thread kamu apa ya? Kenapa tidak dicantumkan?


Mungkin ide dia sendiri gan, kita monitor dulu
nanya aja, di pelabuhan2 yg di bawah pelindo sdh ada coastal radar (indera?) blm ya? sayang indonesia sdh bisa bikin tp blm ada yg mborong. jadinya pengembangan berikut sulit dilakukan. klo sdh ada, tinggal di link aja model kohanudnas .. integrasi radar sipil - militet + sistem lainnya. lumayan laah ... terutama utk perairan sempit (pintu masuk)