alexa-tracking

Naluri Prabowo Jadi Keyakinan Gerindra Kalahkan Ahok di Pilkada

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576b5362162ec277798b4567/naluri-prabowo-jadi-keyakinan-gerindra-kalahkan-ahok-di-pilkada
Naluri Prabowo Jadi Keyakinan Gerindra Kalahkan Ahok di Pilkada
Naluri Prabowo Jadi Keyakinan Gerindra Kalahkan Ahok di Pilkada

Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Gerindra meyakini bakal dapat memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan mendasarkan pada naluri Prabowo Subianto dalam memilih calon yang akan diusungnya. Gerindra mengklaim tak memusingkan besarnya dukungan pada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berhasil meraup 1 juta pendukung dari jalur independen dan sokongan dari tiga partai politik.

“Gerindra yakin dengan naluri Pak Prabowo dalam memilih dan menentukan calon gubernur Jakarta yang akan kami usung. Naluri, insting, Pak Prabowo akan sangat tepat sehingga nantinya calon yang kami usung akan menang,” tutur Wakil Sekjen Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Selasa (21/6).

Aryo menyatakan siapapun yang akan menjadi lawan Gerindra dalam Pilgub Jakarta nanti, terutama Ahok, bakal bisa dikalahkan oleh calon yang akan diusung Gerindra. “Kami tidak khawatir sama sekali dengan besarnya dukungan yang diraih Ahok saat ini,” ujar Aryo.

Gerindra bercermin pada ajang Pilkada Jakarta 2012 lalu yang sukses memenangkan pasangan calon yang diusungnya ketika itu yakni Joko Widodo dan Ahok. “Yang punya ide mengusung Pak Jokowi dan Pak Ahok waktu itu adalah Pak Prabowo. Naluri Pak Prabowo sangat tepat mengusung duet itu,” kata Aryo.

Aryo mengingatkan bahwa ketika itu banyak pihak yang meragukan bahkan menganggap remeh duet Jokowi-Ahok yang diusung Gerindra bersama PDI Perjuangan. “Waktu itu sudah menit-menit akhir kami mengajukan pasangan calon, dan calon yang kami usung itu dipandang pasti kalah oleh calon incumbent Fauzi Bowo,” ucapnya.

Tapi nyatanya, kata keponakan Prabowo itu, yang memenangkan pilkada Jakarta adalah pasangan Jokowi-Ahok. “Artinya yang menentukan itu pada saat hari H pemungutan suara, bukan saat ini yang kelihatannya sudah di atas angin atau meraih banyak dukungan. Hari H yang menentukan, bukan sebelum hari H,” ujar Aryo. “Yang menentukan bukan polling media atau pemberitaan media tapi suara rakyat,” tambah dia.

Anggota Komisi VII DPR itu menegaskan kembali bahwa Prabowo satu-satunya pihak di Gerindra yang mempunyai wewenang untuk menentukan siapa yang akan diusung sebagai kandidat kepala daerah. Adapun pemilihan bakal calon dilakukan oleh tim penjaringan di internal Gerindra. “Sekarang ini kami masih fokus ke kader Gerindra untuk kami usung sebagai calon,” ucap Aryo.

Aryo menyatakan partainya tak akan mendukung Ahok sebagai gubernur Jakarta mendatang. Kemungkinan untuk memberi dukungan juga sudah tidak ada lagi. “Saya katakan 99 persen sudah tidak mungkin untuk mendukung Ahok. Kalau Pak (Ahmad) Muzani bilang sudah 100 persen tak mungkin Gerindra memberi dukungan ke Ahok,” tutur Aryo.

Sementara untuk koalisi dengan partai lain dalam mengusung calon, Aryo mengatakan Gerindra masih sangat terbuka karena membutuhkan tambahan suara untuk bisa mengusung calon. Suara Gerindra di DPRD DKI Jakarta saat ini ada 15 kursi sehingga membutuhkan tambahan tujuh suara lagi untuk bisa mencapai 22 suara sebagai syarat untuk mengusung pasangan calon.


CNN Indonesia

nastak kejang-kejang emoticon-Ngakak
image-url-apps
hmm.......naluri yang mana dulu mblooemoticon-Malu
Naluri jadi Presiden Warbyasah emoticon-Ultah emoticon-Ultah
KASKUS Ads
image-url-apps
Lejen banget, warbiyazah emoticon-Matabelo
image-url-apps
Waktu pilpres yang kalah itu ikutin naluri, insting dan libido wowo ga ?
image-url-apps
ntap

Naluri Prabowo Jadi Keyakinan Gerindra Kalahkan Ahok di Pilkada Naluri Prabowo Jadi Keyakinan Gerindra Kalahkan Ahok di Pilkada
image-url-apps
naluri titisan Allah pasti menang
Titisan Allahnya sendiri belum tentu menang
Wowo akbar emoticon-shakehand
image-url-apps
naluri gagal pilpres emoticon-Blue Guy Bata (L)
yang penting punya calon konsisten, jangan kaya yang dulu pakk, dulu di golkarrr, ehh terus gerinderaa, ehhhhh terus cabut lagi jadi independen.... siapakahh itu anak anakk? emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
image-url-apps
Quote:



libido?
Libido?

kayanya hal itu uda lama dilupakan sama jendral wowo
makanya kuat ngejomblo
image-url-apps
Quote:



di golkar ga bisa nyapres, jd ketum juga ga bisa, akhirnya bikin partai, modal duit banyak doang buat iklan
menjijikan ye? emoticon-shakehand
image-url-apps
Insting cium lantai maksudnya kale wakakakaka.
Jokowi ahok itu menang 2012 karena figur dan track record. Gerindra cuman kendaraan buat lewatin administrasi doank.

Tuh 2014 dibantai habis prabowo. Naluri cium lantai sih wakakaka
image-url-apps
naluri nya termasuk ketika mengangkat fadli zon sebagai ketua DPR, topig jadi ketua DPRD dan sanusi jadi anggota DPRD Jakarta

eh sama memilih desmon sebagai komisi III yaang sekarang udah berani menghina wowo

btw, kalau mo maju lagi ke pilpres, urus partainya dulu dah, partai kagak di urus anggotanya jadi semaunya
image-url-apps
Naluri yang mana nih???
Naluri klo bakalan kalah mulu?
Ato naluri uda bakalan menang sampe sujud sukur??
Ato naluri bakalan kalah trus minta pilpres ulang??

Nasbung nasbung.. orangnya aja lg tenang maen presiden2an di hbalang koq diganggu mulu.. tar klo pengen maen gubernur2an malah pada ribet semua jadinya

emoticon-DP
image-url-apps
Quote:


yang pasti jangan pilih kader kutu loncat
image-url-apps
jangan percaya naluri si wowo
dia pilih bawahan aja gak ada yang beres emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Quote:


ntu jokowi ahok 2012 kalo gak didukung gerindra gak bakal menang. kasian
image-url-apps
Kalau naluri jendral kavaleri itu bagus, kenapa bisa digoblokin sama sapi....



Wkwkwkwkwkwk
image-url-apps
Puja puji wowo dengan segala nikmat kudanya
image-url-apps
Quote:


lagian sapa yg percaya sama omongan lu emoticon-Blue Guy Bata (L)
×