alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576afced56e6af4b298b4569/panglima-tni-kapal-ri-disandera-abu-sayyaf-kabar-bohong
Panglima TNI: Kapal RI Disandera Abu Sayyaf Kabar Bohong
Panglima TNI: Kapal RI Disandera Abu Sayyaf Kabar Bohong

VIVA.co.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Gatot Nurmantyo, memastikan hingga kini tidak ada lagi Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang disandera kelompok militan di Filipina Selatan, Abu Sayyaf.

"Saya pastikan itu bohong," kata Gatot usai berbuka puasa bersama di kediaman Ketua DPD RI, Irman Gusman, Jakarta Selatan, Rabu 22 Juni 2016.

Sebelumnya, ada informasi diungkapkan Mega, istri dari Ismail yang menjadi mualim I di sebuah kapal tugboat bernama Charles 00. "Suami menelepon, mereka disandera Abu Sayyaf dan meminta tebusan 20 juta ringgit Malaysia," kata Mega, Rabu 22 Juni 2016.

Telepon Ismail itu diterima Mega pada Rabu 22 Juni 2016. Dia mengabarinya hingga tiga kali dengan menggunakan sebuah nomor telepon, yang diklaim milik kelompok Abu Sayyaf.
Menurut Mega, berdasarkan cerita suaminya Ismail. Kapal yang digunakan suaminya berlayar dari Sanga-sanga Kalimantan Timur pada 4 Juni 2016. Direncanakan kapal ini akan tiba kembali ke Indonesia pada Senin, 27 Juni 2016.

Dalam kapal itu, terdapat 13 ABK. "Tapi yang disandera hanya tujuh orang dan dibawa ke sebuah pulau. Sisanya enam orang lagi disuruh bawa pulang kapal kembali," kata Mega.

Sejauh ini identitas tujuh ABK yang tersandera yakni, Ismail yang bertugas sebagai mualim, Robin Peter sebagai juru mudi, M Nasir sebagai kapten kapal, Sofyan sebagai juru mudi, lalu ada Edgar, dan dua lainnya yang belum diketahui identitasnya. Sejauh ini belum ada keterangan apa pun dari pihak perusahaan atas kasus penyanderaan ini.



Sumber : http://m.news.viva.co.id/news/read/788903-panglima-tni-kapal-ri-disandera-abu-sayyaf-kabar-bohong

Ternyata hoax emoticon-Traveller


Tambahan kaskuser

Quote:Original Posted By papiroach

Penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf Diduga Ulah Sindikat Penipuan

JAKARTA - Kabar penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf diduga ulah sindikat penipuan. Minister Councellor KBRI Manila, Eddy Mulya menginformasikan, setelah berkoordinasi dengan KSOP Samarinda serta pihak perusahaan, kabar pennyanderaan itu ternyata tidak benar.

"Kami konfirmasi dengan staf KSOP Samarinda atas nama Zul Qodri berita tersebut tidak benar," terang Eddy melalui pesan singkatnya, Rabu (22/6/2016).

Pihak KBRI Manila pun sempat berkoordinasi dengan pihak perusahaan kapal yang dikabarkan dibajak, TB Charles 001 TK Robby 152 yakni PT Rusianto Bersaudara, nomor yang menghubungi Mega, salah satu istri dari mualim kapal adalah nomor operator Tri (3).

"Kami juga sudah koordinasi dengan Polda Kaltim, setelah dilacak, nomor tersebut ternyata nomor Bandung. Setelah dicek, posisi berada di Jalan Petamburan Timur. Kemudian selang berapa saat penelfon menghubungi lagi dan memberikan nomor telefon untuk negosiasi dengan nomor 021-0000007. Setelah dicek kembali di Google ternyata nomor tersebut merupakan sindikat penipuan," papar Eddy.

Sebelumnya, warga negara Indonesia (WNI) jadi korban penyanderaan militan teroris asal Filipina–Abu Sayyaf. Dalam kabar yang beredar, WNI yang kembali disandera kali ini berjumlah tujuh orang.

Tujuh WNI tersebut merupakan anak buah kapal (ABK), di mana mereka disergap dan disandera Abu Sayyaf di perairan Filipina sekira pukul 11.00 Wita.

http://news.okezone.com/read/2016/06...dikat-penipuan

Oooh telponnya dari daerah petamburan...ga heran ane emoticon-Big Grin
daerah situ emang banyak tukang tipu....emoticon-Traveller
bener pa boong ni?
emoticon-Bingung (S)

menyebarkan kabar bohong secara elektronik bisa dipidana toh?
Quote:Original Posted By biawak.pink
bener pa boong ni?
emoticon-Bingung (S)

menyebarkan kabar bohong secara elektronik bisa dipidana toh?


Ntahlah, kita tunggu berita klarifikasi dari bu Mega nya langsung. Untuk saat ini omongan Jendral Gatot yg masih gue percaya emoticon-shakehand
semoga benar... kamsudnya ga ada warga kita yang disandera emoticon-Malu

puasa2 gini mana bebasin sandera lagi... emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By buceros
semoga benar... kamsudnya ga ada warga kita yang disandera emoticon-Malu

puasa2 gini mana bebasin sandera lagi... emoticon-Big Grin



Amin, penasaran sama pernyataan bu Mega aja nih kalo boong kelewatan banget emoticon-Big Grin
Tenggelamkan saja sumber beritanya
Itu media yang bohong-bohong suruh tutup aja. Parah rakyat diracunin berita hoax mulu. emoticon-Mad
Quote:Original Posted By ilhamramadhani8
Tenggelamkan saja sumber beritanya


Wkwkwk bisa jadi kalo beneran bohong nanti dia di masukin ke sel emoticon-Big Grin
Penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf Diduga Ulah Sindikat Penipuan

Ilustrasi (foto: Okezone)
Ilustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA - Kabar penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf diduga ulah sindikat penipuan. Minister Councellor KBRI Manila, Eddy Mulya menginformasikan, setelah berkoordinasi dengan KSOP Samarinda serta pihak perusahaan, kabar pennyanderaan itu ternyata tidak benar.

"Kami konfirmasi dengan staf KSOP Samarinda atas nama Zul Qodri berita tersebut tidak benar," terang Eddy melalui pesan singkatnya, Rabu (22/6/2016).

Pihak KBRI Manila pun sempat berkoordinasi dengan pihak perusahaan kapal yang dikabarkan dibajak, TB Charles 001 TK Robby 152 yakni PT Rusianto Bersaudara, nomor yang menghubungi Mega, salah satu istri dari mualim kapal adalah nomor operator Tri (3).

"Kami juga sudah koordinasi dengan Polda Kaltim, setelah dilacak, nomor tersebut ternyata nomor Bandung. Setelah dicek, posisi berada di Jalan Petamburan Timur. Kemudian selang berapa saat penelfon menghubungi lagi dan memberikan nomor telefon untuk negosiasi dengan nomor 021-0000007. Setelah dicek kembali di Google ternyata nomor tersebut merupakan sindikat penipuan," papar Eddy.

Sebelumnya, warga negara Indonesia (WNI) jadi korban penyanderaan militan teroris asal Filipina–Abu Sayyaf. Dalam kabar yang beredar, WNI yang kembali disandera kali ini berjumlah tujuh orang.

Tujuh WNI tersebut merupakan anak buah kapal (ABK), di mana mereka disergap dan disandera Abu Sayyaf di perairan Filipina sekira pukul 11.00 Wita.

http://news.okezone.com/read/2016/06...dikat-penipuan

Oooh telponnya dari daerah petamburan...ga heran ane emoticon-Big Grin
daerah situ emang banyak tukang tipu....emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By rizkyathenry
Itu media yang bohong-bohong suruh tutup aja. Parah rakyat diracunin berita hoax mulu. emoticon-Mad


Bukan media nya, sumber beritanya yg harus di ciduk emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By papiroach
Penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf Diduga Ulah Sindikat Penipuan

Ilustrasi (foto: Okezone)
Ilustrasi (foto: Okezone)

JAKARTA - Kabar penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf diduga ulah sindikat penipuan. Minister Councellor KBRI Manila, Eddy Mulya menginformasikan, setelah berkoordinasi dengan KSOP Samarinda serta pihak perusahaan, kabar pennyanderaan itu ternyata tidak benar.

"Kami konfirmasi dengan staf KSOP Samarinda atas nama Zul Qodri berita tersebut tidak benar," terang Eddy melalui pesan singkatnya, Rabu (22/6/2016).

Pihak KBRI Manila pun sempat berkoordinasi dengan pihak perusahaan kapal yang dikabarkan dibajak, TB Charles 001 TK Robby 152 yakni PT Rusianto Bersaudara, nomor yang menghubungi Mega, salah satu istri dari mualim kapal adalah nomor operator Tri (3).

"Kami juga sudah koordinasi dengan Polda Kaltim, setelah dilacak, nomor tersebut ternyata nomor Bandung. Setelah dicek, posisi berada di Jalan Petamburan Timur. Kemudian selang berapa saat penelfon menghubungi lagi dan memberikan nomor telefon untuk negosiasi dengan nomor 021-0000007. Setelah dicek kembali di Google ternyata nomor tersebut merupakan sindikat penipuan," papar Eddy.

Sebelumnya, warga negara Indonesia (WNI) jadi korban penyanderaan militan teroris asal Filipina–Abu Sayyaf. Dalam kabar yang beredar, WNI yang kembali disandera kali ini berjumlah tujuh orang.

Tujuh WNI tersebut merupakan anak buah kapal (ABK), di mana mereka disergap dan disandera Abu Sayyaf di perairan Filipina sekira pukul 11.00 Wita.

http://news.okezone.com/read/2016/06...dikat-penipuan

Oooh telponnya dari daerah petamburan...ga heran ane emoticon-Big Grin
daerah situ emang banyak tukang tipu....emoticon-Traveller


Gue angkut ke atas ya emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By bobybs


Bukan media nya, sumber beritanya yg harus di ciduk emoticon-Leh Uga


Iya maksud ane itu gan. Ciduk aja!!! emoticon-Mad
Quote:Original Posted By rizkyathenry


Iya maksud ane itu gan. Ciduk aja!!! emoticon-Mad


Niat tipu2 atau kena tipu, ntahlah emoticon-Traveller
ternyata sindikat tukang tepu.
kasihan tu bu mega.
pasti dah was2 denger kabar kyk gitu.
yaelah ribett amat

tinggal nybrang ke negara putang ina mo
bumi hanguskan thu pilip
Quote:Original Posted By mbahmomon
ternyata sindikat tukang tepu.
kasihan tu bu mega.
pasti dah was2 denger kabar kyk gitu.


Masih bingung jg mbah, kok tukang tipu bisa tau sehebat itu tau suami dia kerja nya apa dgn siapa aja dan sbg. Apa kemungkinan dia jg termasuk dalam sindikat tsb?
Quote:Original Posted By bobybs


Ntahlah, kita tunggu berita klarifikasi dari bu Mega nya langsung. Untuk saat ini omongan Jendral Gatot yg masih gue percaya emoticon-shakehand


...
Telepon Ismail itu diterima Mega pada Rabu 22 Juni 2016. Dia mengabarinya hingga tiga kali dengan menggunakan sebuah nomor telepon, yang diklaim milik kelompok Abu Sayyaf.
Menurut Mega, berdasarkan cerita suaminya Ismail
...


misal penculikan ini bohong, entah bu Mega bohong, Ismail yang bohong, ato malah media penyebar berita penculikan yang bohong/dibohongi...
Quote:Original Posted By rizkyathenry


Iya maksud ane itu gan. Ciduk aja!!! emoticon-Mad


Tunggu aja beritanya, kalo di ciduk berarti dia bohong kalo ga di ciduk berarti dia ke tipu di spontan uhuy hahaha
kalo tebusannya berupa pulsa kemungkinan palsu tuh emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By biawak.pink


...
Telepon Ismail itu diterima Mega pada Rabu 22 Juni 2016. Dia mengabarinya hingga tiga kali dengan menggunakan sebuah nomor telepon, yang diklaim milik kelompok Abu Sayyaf.
Menurut Mega, berdasarkan cerita suaminya Ismail
...


misal penculikan ini bohong, entah bu Mega bohong, Ismail yang bohong, ato malah media penyebar berita penculikan yang bohong/dibohongi...


Yg jelas penipu ini nekat (atau bodoh emoticon-Big Grin) mencoba nipu negara emoticon-Leh Uga