alexa-tracking

Disyanjak Kota Bandung Segel Reklame Rokok Ilegal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576af12214088d52548b456e/disyanjak-kota-bandung-segel-reklame-rokok-ilegal
Disyanjak Kota Bandung Segel Reklame Rokok Ilegal



POJOKJABAR.com, BANDUNG –Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung kembali beraksi menindak reklame yang tidak membayar pajak dan tidak berizin.

“Sesuai dengan perintah kadis di lapangan, selama ini kami melakukan penempelan media peringatan terhadap reklame nunggak pajak,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pajak Disyanjak Kota Bandung, Apep Insan Parid, kepada wartawan, Jumat (17/6).

Apep mengatakan, hal ini akan menimbulkan ketidakadilan, pasalnya di lapangan banyak reklame yang tidak bayar pajak atau tidak berizin.

“Oleh karena itu, kita menempel media peringatan. Kita menyampaikan pesan kepada reklame yang tidak berizin terhadap reklame yang tidak membayar pajak,” tegasnya.

Salah satunya adalah reklame dengan materi iklan rokok yang terletak di perempatan Jalan A Yani-Jalan Laswi. Reklame berukuran 10X5 meter ini, telah berdiri sekitar dua tahun lalu, namun tanpa izin resmi. Tidak jauh dari situ, ada reklame dengan materi iklan rokok namun beda merek, dengan ukuran 8X12 meter, juga tidak memiliki izin.

“Setelah penindakan ini, langkah Selanjutnya kita akan melakukan kerjasama dengan dinas pemakaman dan satpol PP untuk melakukan penertiban lebih lanjut apakah nantinya dilakukan penebangan atau bagaimana,” tambahnya.

Apep berharap, pemilik reklame yang tidak berizin ini untuk segera mengurus perizinannya dan membayar pajak. Apep menerangkan, secara mekanisme perizinan, sebelum izin keluar pajaknya harus dibayar dulu.

“Jadi untuk menghindari tunggakan, maka sekarang mekanismenya dibalik. Pajak harus dibayar dulu, lalu akan keluar izin dari BPPT,” jelasnya.

Apep mengakui, di Kota Bandung ini, masih banyak reklame tidak berizin. Namun pihaknya akan menindak reklame yang terletak di jalan protokol untuk didahulukan, mendapat tindakan.
Dengan jenis produk macam-macam seperti rokok, kecantikan, perbankan, minuman, seluler, pakaian dan lain-lain.

“Untuk sementara ini kita sudah melakukan pengecekan ke lapangan jalan Riau-Peta. Hasil pendataan ada 60 titik reklame dengan berbagai macam ukuran berbeda,” pungkasnya. (mur)





Portal bebas iklan rokok
emoticon-thumbsup






Jakarta - Beritasatu Media Holdings kembali meraih penghargaan pengendalian rokok dari Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komas PT). Penghargaan ini diserahkan Ketua Umum Komnas PT dr Prijo Sidipratomo kepada Wapemred Beritasatu TV, Claudius V Boekan, mewakili Beritasatu Media Holdings pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Jakarta, Jumat (3/6).

Prijo Sidipratomo mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi kepada berbagai pihak, di antaranya Berisatu Media Holdings, yang berperan serta dalam upaya pengendalian rokok di Indonesia.

Beritasatu Media Holdings, kata Prijo, secara konsisten tidak menerima iklan rokok untuk seluruh media grup jaringannya sejak berdiri di bawah Lippo Group. Selain itu juga konsisten menyuarakan pengendalian tembakau di Indonesia melalui berbagai artikel dan pemberitaan baik melalui media cetak, online, maupun televisi.

Jaringan media Beritasatu Media Holdings berada di semua platform -- digital, cetak dan elektronik -- dan terbit baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, antara lain Harian Suara Pembaruan, Investor Daily, The Jakarta Globe, Beritasatu.com, Beritasatu TV, Majalah Investor, Globe Asia, The Peak, dan lain-lain.

“Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka yang telah berperan serta dalam upaya pengendalian rokok. Mereka adalah bagian dari usaha menyelamatkan generasi muda, dan tentu bangsa kita dari kemunduran. Apalah artinya uang dibandingkan menciptakan bangsa yang kokoh karena sumber daya manusianya diselamatkan dari pengaruh yang merugikan,” kata Prijo.

Prijo berharap, Beritasatu Media Holdings bisa menjadi role model bagi pihak lainnya dalam upaya pengendalian konsumsi rokok di Tanah Air. Sebab, kata Prijo, rokok tidak hanya merusak kesehatan, melainkan juga seluruh sendi kehidupan, utamanya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Saat ini, kata Prijo, generasi muda terancam serbuan zat adiktif rokok. Data Global Youth Tobacco Survey 2014 menyebutkan, 20,3% anak usia sekolah 13-15 tahun sudah mengonsumsi rokok. Padahal, generasi muda inilah yang akan menjadi bagian dari bonus demografi yang dinanti Indonesia.

Intervensi industri rokok masuk di berbagai sendi, bahkan dalam peraturan perundang-undangan untuk melegalisasi peningkatan dan perlindungan produksi rokok. Karena itu, dibutuhkan upaya mendesak dari berbagai pihak untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman rokok, yang telah terbukti menjadi gerbang masuk pemakaian narkoba ini.

Dalam kesempatan yang sama Claudius mengatakan, sudah menjadi komitmen pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, agar perusahaan di bawahnya, termasuk Beritasatu Media Holdings harus bebas dari asap rokok dan nikotin.

Sebab rokok tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan keluarga. Media masa sebagai komponen masyarakat harus ikut membantu Pemerintah dalam mengendalikan konsumsi rokok. Sebelumnya pada 2013 lalu, Mochtar Riady juga menerima penghargaan yang sama dari Komnas PT.

Caludius mengatakan, sejak awal berdiri Beritasatu Media Holdings tidak menerima iklan, promosi dan sponsorship rokok. Dari sekitar Rp 118 triliun iklan untuk seluruh media masa di tahun lalu, iklan rokok menempati porsi ketiga terbesar. Tetapi Beritasatu Media Holdings kehilangan 30% keuntungan dari iklan rokok tersebut.

“Meskipun iklan rokok sangat seksi bagi industri media masa, di mana bisa menyumbang 30% dari pendapatan Beritasatu Media Holdings, tetapi kami melepaskannya dan lebih memilih memerangi bahaya nikotin rokok,” kata Claudius.

Selain itu, Beritasatu Media Holdings juga menerapkan kawasan tanpa rokok, dan membuat program sosialisasi bahaya rokok di Berisatu TV dengan menghadirkan narasumber berkompeten, seperti Menteri Kesehatan, Komnas Pengendalian Tembakau, pengamat kesehatan, dan lain sebagainya. Sosialisasi dan edukasi yang sama juga disampaikan melalui media cetak, online, maupu majalah jaringannya.

“Memberikan informasi dan sosialisasi harus terus menerus harus kita lakukan, sampai masyarakat akhirnya menyadari bahwa rokok itu memang berbahaya,” kata dia.

Suara Pembaruan

Dina Manafe/HA






Iklan rokok ini memenuhi layar komputer Anda dan dilihat jutaan netizen
emoticon-thumbdown

Spoiler for sponsor kaskus:




Pesan TS emoticon-thumbsup

Quote:


klakuan nasbung ngrokok sembaranganemoticon-Leh Uga
Quote:


Disyanjak Kota Bandung Segel Reklame Rokok Ilegal________ ikuti rules nya dong buat penjual sama perokok emoticon-thumbsup
bahkan APBN kita juga penerimaan dr industri rokok ini kurang lebih 10%
KASKUS Ads
image-url-apps
ngeroko di wc enak cuy
sambil semedi emoticon-Big Grin
image-url-apps
Berita satu cuma ada di pay tv doang sih emoticon-Cape d...
image-url-apps
Aduh aduh...
Quote:


kamu gak bawa mamin sekalian !
×