alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576ad10512e25713608b456e/catatan-sorang-pemimpi-harapan
Catatan sorang pemimpi harapan
Hanya sekedar menuangkan yang ada di kepala ini
Tak lebih dari sebuah susunan kata-kata
Bila tak jelas mohon dimaafkan
Karna ane bukan penyusun kata yang baik dan benar

Bila agan mempunyai puisi, sajak atau yang lainnya dengan senang hati ane persilahkan post. rulesnya ikutin forum poerty aja.
Dan jika ada yang ingin copas mohon izin dulu kepada ownernya, disini ada beberapa temen ane ikut post juga emoticon-Smilie

- Falah N
==================================

Di Sebuah Ruangan Gelap

Ruangan ini begitu gelap
Membawa ku ke alam mimpi
Di mimpiku kau datang
Dengan membawa cahaya

Iya cahaya itu
Cahaya yang aku tunggu
Cahaya harapan
Yang selama ini aku rindukan

Bangun ..
Ruangan masih gelap
Dan cahaya itu tak ada
Harapan hilang

Kamu kemana?
Aku rindu
Rindu senyummu
Rindu canda tawamu
Rindu pelukanmu

Kau hilang bagaikan ditelan kegelapan dalam ruangan ini
Waktu Terus Berlalu

Waktu itu terus berlalu
Hanya aku dan kamu
Yang mampu
Mengobati rindu

Waktu terus berlalu
Sudah berlalu masa itu
Hanya ada aku
Dan tanpamu

Waktu terus belalu
Aku menantimu
Sampai kapan jiwa ini terbelenggu
Hanya kamu pengobat rindu

Waktu terus berlalu
Aku mengaharapkan kedatanganmu
Ingin sekali ku memelukmu
Namun kusadari sekarang kau bukan milikku
Terdiam Disudut Kamar

Terdiam disudut kamar, hanya ada lantunan melody dari ventilasi udara
Menanti suara sorang perempuan yang ku rindukan malam ini
Rindu hanyalah rindu, suara dari bibir tipisnya tak terdengar
Sunyi, bisu, hanya suara hati yang bernyanyi tangisan

Semakin lama ku terdiam di sudut kamar
Hingga malam berujung pagi
Ya, nyanyian itu masih setia
Setia, seakan tangisan itu menikam jiwa

Tidak !
Aku tidak mau mengingatnya
Itu hanya bisa membuat hati ini semakin merdu tangisannya
Dirimu hanya perasaan semu
Yang tak dapat ku harapkan kembali

Aku terus berlari
Aku akan terus berlari
Hingga kau benar-benar letih
Ya letih, letih untuk menghantui fikiranku
Kisah Malam Pohon Bambu Dan Pagarnya

Malam itu begitu letih
Dengan awalan doa yang begitu indah
Melewati siang dengan keringat
Dan diakhiri syukur akan nikmatnya

Malam itu doa dan syukur tak bisa kuterima
Hatiku ditikam
Tikaman itu sungguh membuatku terkejut
Karna tikaman itu tepat didepan mataku

Ini kisah sang pohon bambu
Seakan pagarnya tak kuat lagi menahannya
Sang pagar hanya bisa berdiri tegar
Walau sang bambu telah merunduk ke arah yang lain

Aku hanyalah sebuah pagar
Pagar yang mencoba menahanmu
Sekuat mungkin pagar menahanmu
Tapi rundukkan batangmu semakin kuat dan itu hakmu
Bagaikan daun yang jatuh tanpa izinnya
Daunpun jatuh dengan kemauannya
Seperti mencoba bicara lancang tanpa permisi dan bertindak semaunya seakan tak punya salah.
Sore itu langit terlihat orange
Kita berdiri di balkon ini
Angin sejuk mengusap kulit kita
Lengkungan bibir tergambar jelas di wajahmu

Besi yang kita sentuh masih sama warnanya
Kita berdiri sejajar
Memandangi sawah di sebalah kanan kita
Hanya angin dan hati berbicara

Semua berlalu begitu lama
Hingga aku lupa bahwa kita pernah sejajar
Kamu mencoba mengingatkan ku
"Ya aku ingat"

Bisakah kita kemasa itu?
Dan mulut kita yang akan berbicara
Bukan angin ataupun hati

Kini kau sudah bersama orang lain
Aku hanya bisa menunggu
Tapi itu hanya buang-buang waktu
Mungkin rasa itu telah pudar disapu waktu
Malam itu kamu menyelipkan kata harapan padaku
Aku sungguh resah, kita sahabat
Tetapi hati tak bisa berbohong
Aku sudah menunggumu juga selama ini

Pohon bambu malam itupun jadi saksi bisu
Ia sedang melihat kita, mengucapkan sebuah kata " cinta " yang kau aminkan
Ia melihat kita bercanda, tertawa
Dan ia juga melihat, ketika aku mendekap tubuhmu

Sedikit cerita harapan
Kamu bahagia, aku bahagia
Dan ternyata
Di antara kita sedang ada dusta

Saat dusta itu kulihat dan kupandang
Aku hanya diam dan tak berdaya
Aku ingin sekali mendekat dan bertanya
Tapi aku hanya setitik butiran rasa di hatimu

Hari berlalu,
Malam yang dingin pun memaksa kita untuk bertemu kembali didepan pohon bambu
Kamu berbeda
Bukan, bukan wajah atau lekuk tubuhmu
Tapi sikapmu, ya sikapmu berubah

Saat senja datang untuk menyambut malam
Kau membuat pesan singkat
Seperti harapan yang kau buat waktu itu
Tapi kali ini menyakitkan

Aku hanya pandangi pesan itu
Aku tak bisa berbuat banyak
Itu pilihannya dan itu haknya
Ketika ku bermimpi
Begitu indah dan nyaman di dekatmu
Tak ada rasa kecewa ataupun duka
Tapi itu hanya sebuah mimpi

Ketika ku berangan
Dia mencintaiku tulus tanpa ragu
Kita bercanda hingga tawa kita lepas
Tapi itu hanya sebuah angan

Ketika ku rindu
Aku berusaha mencarimu
Dalam mimpi
Dalam angan

Ketika ku sadar
Itu semua hanya mimpi
Itu semua hanya angan
Dan itu semua ketidakpastian

Apakah itu yang disebut "HARAPAN"
Kembali ku duduk di sudut ruang gelap
Ku tekuk kedua lututku hingga kupeluk
Ku menanti sang surya bangun
Untuk menyinari ruang gelap ini

Angin mulai menusuk-nusuk tulang ini
Embun mulai membasahi wajahku
Meraka mencoba menyadarkan ku
Bahwa sang surya tak akan muncul

Aku kedinginan
Berharap engkau datang
Untuk sekedar menghangatkanku
Setelah itu engkau boleh pergi

Harap, Harap, Dan Harap
Ku coba bisikan angin tuk sampaikan harapanku kepadanya
Ku coba bisikan embun tuk menyadarkan harapanku kepadanya
Ku coba bisikan pada hewan yang sedang terbang tuk menceritakan harapanku kepadanya

Pagi tinggalah pagi
Senja tinggalah senja
Aku tetap sendiri
Tanpa sorang hawa

Rindu terus berlalu
Aku hanya bisa menikmatinya
Tanpa adanya dirimu
Tanpa adanya cinta

Walau hanya sekedar rindu
Aku sering kehilangan kendali
Special apakah dirimu
Hingga ku seperti ini

Ya, dirimu sangat indah
Tatkala aku sering resah
Karna kehilangan arah
Sekarang aku hanya bisa pasrah
Pelampiasan

Kamu begitu lama menantikan
Sama halnya diriku yang menantikanmu
Lamanya kita lewati penantian
Hingga akhirnya kau sadarkanku

Berawal dengan kepercayaan
Yang engkau berikan
Tanpa ada rasa belas kasihan
Hingga kita berstatus pacaran

Tapi semua tak seindah harapan
Nikmatnya penghianatan
Yang telah engkau berikan
Membuatku tenggelam dalam kegelapan

Semua yang kau tinggalkan
Membekas difikiran
Tatkala aku hilang kesadaran
Akan ketidakpastian

Ketulusan
Kesetiaan
Kerinduan
Membuat ku jadi pelampiasan
Quote:Original Posted By fginart
Di Sebuah Ruangan Gelap

Ruangan ini begitu gelap
Membawa ku ke alam mimpi
Di mimpiku kau datang
Dengan membawa cahaya

Iya cahaya itu
Cahaya yang aku tunggu
Cahaya harapan
Yang selama ini aku rindukan

Bangun ..
Ruangan masih gelap
Dan cahaya itu tak ada
Harapan hilang

Kamu kemana?
Aku rindu
Rindu senyummu
Rindu canda tawamu
Rindu pelukanmu

Kau hilang bagaikan ditelan kegelapan dalam ruangan ini


Quote:Original Posted By fginart
Waktu Terus Berlalu

Waktu itu terus berlalu
Hanya aku dan kamu
Yang mampu
Mengobati rindu

Waktu terus berlalu
Sudah berlalu masa itu
Hanya ada aku
Dan tanpamu

Waktu terus belalu
Aku menantimu
Sampai kapan jiwa ini terbelenggu
Hanya kamu pengobat rindu

Waktu terus berlalu
Aku mengaharapkan kedatanganmu
Ingin sekali ku memelukmu
Namun kusadari sekarang kau bukan milikku


Quote:Original Posted By fginart
Terdiam Disudut Kamar

Terdiam disudut kamar, hanya ada lantunan melody dari ventilasi udara
Menanti suara sorang perempuan yang ku rindukan malam ini
Rindu hanyalah rindu, suara dari bibir tipisnya tak terdengar
Sunyi, bisu, hanya suara hati yang bernyanyi tangisan

Semakin lama ku terdiam di sudut kamar
Hingga malam berujung pagi
Ya, nyanyian itu masih setia
Setia, seakan tangisan itu menikam jiwa

Tidak !
Aku tidak mau mengingatnya
Itu hanya bisa membuat hati ini semakin merdu tangisannya
Dirimu hanya perasaan semu
Yang tak dapat ku harapkan kembali

Aku terus berlari
Aku akan terus berlari
Hingga kau benar-benar letih
Ya letih, letih untuk menghantui fikiranku


Quote:Original Posted By fginart
Kisah Malam Pohon Bambu Dan Pagarnya

Malam itu begitu letih
Dengan awalan doa yang begitu indah
Melewati siang dengan keringat
Dan diakhiri syukur akan nikmatnya

Malam itu doa dan syukur tak bisa kuterima
Hatiku ditikam
Tikaman itu sungguh membuatku terkejut
Karna tikaman itu tepat didepan mataku

Ini kisah sang pohon bambu
Seakan pagarnya tak kuat lagi menahannya
Sang pagar hanya bisa berdiri tegar
Walau sang bambu telah merunduk ke arah yang lain

Aku hanyalah sebuah pagar
Pagar yang mencoba menahanmu
Sekuat mungkin pagar menahanmu
Tapi rundukkan batangmu semakin kuat dan itu hakmu


Quote:Original Posted By fginart
Bagaikan daun yang jatuh tanpa izinnya
Daunpun jatuh dengan kemauannya
Seperti mencoba bicara lancang tanpa permisi dan bertindak semaunya seakan tak punya salah.


Quote:Original Posted By fginart
Sore itu langit terlihat orange
Kita berdiri di balkon ini
Angin sejuk mengusap kulit kita
Lengkungan bibir tergambar jelas di wajahmu

Besi yang kita sentuh masih sama warnanya
Kita berdiri sejajar
Memandangi sawah di sebalah kanan kita
Hanya angin dan hati berbicara

Semua berlalu begitu lama
Hingga aku lupa bahwa kita pernah sejajar
Kamu mencoba mengingatkan ku
"Ya aku ingat"

Bisakah kita kemasa itu?
Dan mulut kita yang akan berbicara
Bukan angin ataupun hati

Kini kau sudah bersama orang lain
Aku hanya bisa menunggu
Tapi itu hanya buang-buang waktu
Mungkin rasa itu telah pudar disapu waktu


Quote:Original Posted By fginart
Malam itu kamu menyelipkan kata harapan padaku
Aku sungguh resah, kita sahabat
Tetapi hati tak bisa berbohong
Aku sudah menunggumu juga selama ini

Pohon bambu malam itupun jadi saksi bisu
Ia sedang melihat kita, mengucapkan sebuah kata " cinta " yang kau aminkan
Ia melihat kita bercanda, tertawa
Dan ia juga melihat, ketika aku mendekap tubuhmu

Sedikit cerita harapan
Kamu bahagia, aku bahagia
Dan ternyata
Di antara kita sedang ada dusta

Saat dusta itu kulihat dan kupandang
Aku hanya diam dan tak berdaya
Aku ingin sekali mendekat dan bertanya
Tapi aku hanya setitik butiran rasa di hatimu

Hari berlalu,
Malam yang dingin pun memaksa kita untuk bertemu kembali didepan pohon bambu
Kamu berbeda
Bukan, bukan wajah atau lekuk tubuhmu
Tapi sikapmu, ya sikapmu berubah

Saat senja datang untuk menyambut malam
Kau membuat pesan singkat
Seperti harapan yang kau buat waktu itu
Tapi kali ini menyakitkan

Aku hanya pandangi pesan itu
Aku tak bisa berbuat banyak
Itu pilihannya dan itu haknya


Quote:Original Posted By fginart
Ketika ku bermimpi
Begitu indah dan nyaman di dekatmu
Tak ada rasa kecewa ataupun duka
Tapi itu hanya sebuah mimpi

Ketika ku berangan
Dia mencintaiku tulus tanpa ragu
Kita bercanda hingga tawa kita lepas
Tapi itu hanya sebuah angan

Ketika ku rindu
Aku berusaha mencarimu
Dalam mimpi
Dalam angan

Ketika ku sadar
Itu semua hanya mimpi
Itu semua hanya angan
Dan itu semua ketidakpastian

Apakah itu yang disebut "HARAPAN"


Quote:Original Posted By fginart
Kembali ku duduk di sudut ruang gelap
Ku tekuk kedua lututku hingga kupeluk
Ku menanti sang surya bangun
Untuk menyinari ruang gelap ini

Angin mulai menusuk-nusuk tulang ini
Embun mulai membasahi wajahku
Meraka mencoba menyadarkan ku
Bahwa sang surya tak akan muncul

Aku kedinginan
Berharap engkau datang
Untuk sekedar menghangatkanku
Setelah itu engkau boleh pergi

Harap, Harap, Dan Harap
Ku coba bisikan angin tuk sampaikan harapanku kepadanya
Ku coba bisikan embun tuk menyadarkan harapanku kepadanya
Ku coba bisikan pada hewan yang sedang terbang tuk menceritakan harapanku kepadanya



Quote:Original Posted By fginart
Pagi tinggalah pagi
Senja tinggalah senja
Aku tetap sendiri
Tanpa sorang hawa

Rindu terus berlalu
Aku hanya bisa menikmatinya
Tanpa adanya dirimu
Tanpa adanya cinta

Walau hanya sekedar rindu
Aku sering kehilangan kendali
Special apakah dirimu
Hingga ku seperti ini

Ya, dirimu sangat indah
Tatkala aku sering resah
Karna kehilangan arah
Sekarang aku hanya bisa pasrah


Quote:Original Posted By fginart
Pelampiasan

Kamu begitu lama menantikan
Sama halnya diriku yang menantikanmu
Lamanya kita lewati penantian
Hingga akhirnya kau sadarkanku

Berawal dengan kepercayaan
Yang engkau berikan
Tanpa ada rasa belas kasihan
Hingga kita berstatus pacaran

Tapi semua tak seindah harapan
Nikmatnya penghianatan
Yang telah engkau berikan
Membuatku tenggelam dalam kegelapan

Semua yang kau tinggalkan
Membekas difikiran
Tatkala aku hilang kesadaran
Akan ketidakpastian

Ketulusan
Kesetiaan
Kerinduan
Membuat ku jadi pelampiasan


sungguh

Sungguh






Sungguh aku membukmark thread ini.

Thx juragan 2emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By circ






















sungguh

Sungguh






Sungguh aku membukmark thread ini.

Thx juragan 2emoticon-2 Jempol


Terima kasih sudah mampir gan. emoticon-Smilie
agan baik sekali ingin membukmark thread ini. terima kasih emoticon-Smilie
Rindu ...
Akh, lagi-lagi dia keluar
Tak ada kawan hanya langit sore
Untuk berbagi cerita tentang rinduku

Tak bisa kubicara
Tak bisa kumendengar
Ku hanya pandangi senja
Yang membawa ku kedalam imaji

Semakin lama senja kian pekat
Rinduku semakin kuat
Lantunan musik dari hewan
Terdengar semakin merdu

Hingga senja benar-benar tenggelam
Di telan gelapnya malam
Dan diriku masih saja merindu
Ntah kapan rindu ini usai

Ya, rindu ini kan usai
Bila bertemu denganmu
Dan kan merasa lagi
Bila kau pergi dari ku
Pandangilah senja ini
Cobalah engkau dengarkan angin yang berhembus di wajahmu
Itu ada sebuah ucapan rindu dari diriku
Walau kau tak pernah ingin tahu

Bila angin tak mampu menyadarkanmu
Lalu, apa yang bisa menyadarkanmu?
Bawah aku benar-benar rindu
Harus kah aku kubisakan pada tuhanmu?

Setiap doaku
Selalu ku ceritakan rinduku pada tuhan
Semoga tuhan menceritakannya kepadamu
Tapi itu hanya sebuah harapan

Ku tau dirimu takan pernah perduli
Akan rindu yang teramat ingin di obati

Nada Lama

Iringan nada lama malam ini
Yang pernah kau tanyakan
Kini nada itu ku putar kembali
Dan terus mengulanginya lagi

Hingga aku benar-benar memikirkanmu
Tak sengaja bayangmu hadir disampingku
Ku coba mendepak bayangmu
Untuk melapaskan rinduku

Ketika dekapan ku eratkan
Bayangmu menghilang
Bagai tertiup angin
Yang begitu kencang

Ntah mengapa nada ini selalu ku dengar
Mungkin karna nada ini menggambarkan jiwamu
Begitu lembut tak tergores
Begitu suci tak berdosa

Tuh

Quote:Original Posted By fginart
Nada Lama

Iringan nada lama malam ini
Yang pernah kau tanyakan
Kini nada itu ku putar kembali
Dan terus mengulanginya lagi

Hingga aku benar-benar memikirkanmu
Tak sengaja bayangmu hadir disampingku
Ku coba mendepak bayangmu
Untuk melapaskan rinduku

Ketika dekapan ku eratkan
Bayangmu menghilang
Bagai tertiup angin
Yang begitu kencang

Ntah mengapa nada ini selalu ku dengar
Mungkin karna nada ini menggambarkan jiwamu
Begitu lembut tak tergores
Begitu suci tak berdosa



Nada lama teriring kembali malam tadi
Tanya yang pernah kau lontarkan
Kini terdengar lagi
Dan terus terulang dan berulang

Pikirku mendekapmu
Erat, hinggaku lupa bahwa kau hanya imajinasi
Lepaslah sesaat rinduku
Ya hanya sesaat

Terngiang selalu nada merdu
Nada yg keluar dari mulut manismu
Gambaran dari hati yg suci
Tanpa goresan dan keburukan.
Quote:Original Posted By krizkia



Nada lama teriring kembali malam tadi
Tanya yang pernah kau lontarkan
Kini terdengar lagi
Dan terus terulang dan berulang

Pikirku mendekapmu
Erat, hinggaku lupa bahwa kau hanya imajinasi
Lepaslah sesaat rinduku
Ya hanya sesaat

Terngiang selalu nada merdu
Nada yg keluar dari mulut manismu
Gambaran dari hati yg suci
Tanpa goresan dan keburukan.


Wah terima kasih sudah mampir gan emoticon-Smilie

==================================

Nada itu mengingatkanku pada asamu
Yang pernah kau ucap malam lalu
Tapi mengapa kau kian menjauh dariku
Lalu bagaimana dengan nasib asamu?

Sekarang rinduku
Hanya sebatas imajinasiku
Aku lelah bila melepas rindu
Tanpa dirimu disampingku

Nada itu akan begitu merdu
Ya, bila keluar dari mulut manismu
Nada yang begitu tulus
Yang keluar dari hati kecilmu

Bisakah saat ku putar nada itu
Kau datang padaku
Hanya untuk melihatmu
Dan bercerita tentang rinduku
Secangkir kopi pahit malam lalu begitu manis bila disampingmu. Kini dirimu sudah tak lagi disampingku, jadi malam ini ku terpaksa menuangkan beberapa sendok gula kedalam cangkir kopi ku agar terasa manis. Walau tak semanis kopi pahit ketika berada disampingmu.
Resah akan rindu ini
Ingin sekali terobati
Dengan hadir dirimu disini
Kurasa itu sudah mencukupi

Tapi apalah dayaku
Kau jauh disana dengan dia
Dia yang kau bandingkan denganku
Dan jelas aku jauh berbeda

Tapi kamu harus tau
Rasa sayangku padamu begitu besar
Bila kau benar-benar milikku
Ku kan berusaha takkan mengecewakanmu

Apakah kamu tidak pernah mengerti akan rasa ini
Rasa yang selalu ku teriakan dalam gelap
Rasa yang selalu ku bisikan pada angin
Rasa yang selalu ku selipkan dalam do'a

Coba kau lihat kebelakang sejenak
Aku tak pernah lelah mengikuti jejakmu
Walau aku harus menangis di simpang jalan
Ketika ku lihat kau bersama dengannya