alexa-tracking

TNI AL: Tidak ada nelayan Tiongkok yang tertembak

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5767a463dc06bda8268b4568/tni-al-tidak-ada-nelayan-tiongkok-yang-tertembak
TNI AL: Tidak ada nelayan Tiongkok yang tertembak
TNI AL: Tidak ada nelayan Tiongkok yang tertembak
Ilustrasi nelayan gelap Tiongkok yang ditangkap pihak berwenang.
Untuk kali ketiga, konfrontasi antara pihak militer Indonesia di Laut Cina Selatan dengan nelayan asal Tiongkok yang melabrak batas perairan terjadi. Dalam perbenturan, tembakan peringatan sempat dilepaskan armada Angkatan Laut Indonesia. Tiongkok mengklaim aksi itu melukai salah seorang anak buah kapal.

Namun, bantahan langsung dilontarkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Edi Sucipto. "Angkatan Laut (Indonesia) tidak brutal," ujarnya kepada BBC Indonesia (20/6). "Ketika dilakukan penembakan peringatan ke udara, dia malah tetap lari, kita berikan tembakan peringatan juga di depannya. Tapi tidak berhenti juga, malah dia mau memutar haluannya mengancam mau menabrak," kata Edi.

Dia yang dimaksudkan sang laksamana adalah 12 kapal pencuri ikan yang dipergoki KRI Imam Bonjol (383) pada Jumat (17/6).

Dilansir Detik, semua kapal ikan itu bermanuver dan melarikan diri ketika disergap. Pengejaran pun dilakukan. Di tengah proses itu, tembakan peringatan dilepaskan. Satu dari selusin kapal pencuri itu berhasil dihentikan setelah sejumlah salak senjata. Isinya, enam awak pria dan seorang awak perempuan berkebangsaan Tionghoa.

Pemerintah Tiongkok melayangkan protes kepada Indonesia sekaligus mengancam agar pihak berwenang tidak lagi bertindak lebih jauh. "Indonesia telah melanggar hukum internasional, termasuk UN Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) dan Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, dikutip Katadata (20/6).

"Tidak ada yang tertembak," ujar Edi memberikan sanggahan, "dan sekarang semuanya sudah diamankan di Lanal Ranai."

Dilansir laman ABC News, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan perahu nelayan itu tengah beroperasi dengan normal di kawasan perairan tradisionalnya--yang disebut dengan wilayah sembilan garis putus-putus--ketika armada AL Indonesia menembakinya. Menurut kementerian, perahu itu rusak dan seorang nelayan menderita cedera. Kemudian, sang awak yang terluka itu ditransfer ke Pulau Hainan untuk mendapatkan perawatan. Ia berada dalam kondisi stabil.

"Kalau ingat senjata yang digunakan cuma sekedar senjata 7,62 atau 12mm, mana mungkin sampai ke sana. Mereka 'kan sudah lari semua, kecuali satu (kapal) yang tidak bisa lari," ujar Edi, lagi-lagi, membantah klaim Tiongkok.

Kolonel Arif Badruddin, Komandan Pangkalan AL (Lanal) Ranai di Kepulauan Riau, mengatakan bahwa kapal perang TNI AL memergoki kapal nelayan berbendera Tiongkok, Yueyandong Yu, dengan nomor lambung 19038 di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia pada Jumat (17/6).

Menurutnya, pihak AL menangkap percakapan antara 12 kapal Tiongkok di ZEE itu dan mengerahkan KRI Imam Bonjol. Kapal-kapal Tiongkok pun tercerai berai dan mulai mengelak. Tembakan peringatan pun berbunyi. "Tembakan peringatan kami tidak diacuhkan. Jadi, sesuai dengan prosedur standar, kami mengarahkan tembakan ke arah lambung (Yueyandong Yu) untuk menghentikan kapal," kata Arif dikutip The Straits Times.

Kapal yang berhasil ditahan AL pun hanya Yueyandong Yu semata.

ZEE berjarak 200 mil laut diukur dari garis pantai terluar. Di kawasan itu, negeri pemiliknya berhak atas sumber daya alam yang terkandung di perairan zona seperti ikan. Pada beberapa tahun belakangan, Tiongkok aktif melakukan klaim atas sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan berdasar atas sembilan garis putus-putus. Dalam kasus Indonesia, garis itu bersirobok dengan ZEE yang membentang dari kepulauan Natuna.
TNI AL: Tidak ada nelayan Tiongkok yang tertembak


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...yang-tertembak

---

×