alexa-tracking

Harga Gas untuk Industri Akan Turun Sebelum Lebaran

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576786e61cbfaa9c3c8b4568/harga-gas-untuk-industri-akan-turun-sebelum-lebaran
Harga Gas untuk Industri Akan Turun Sebelum Lebaran
KATADATA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan harga gas bumi untuk industri bisa turun sebelum Lebaran. Artinya harga gas bumi di tingkat hulu tidak boleh lebih dari US$ 6 per juta british thermal unit (mmbtu) sebelum awal Juli.

Harga Gas untuk Industri Akan Turun Sebelum Lebaran


Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan saat ini pemerintah sedang menggodok peraturan menteri (permen) mengenai penurunan harga tersebut. Aturan teknis ini merupakan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang penurunan harga gas bumi.

Wirat menjanjikan aturan ini akan terbit dalam waktu dekat, sehingga bisa segera diimplementasikan kepada industri. “Turunan perpres ini akan segera diterbitkan. Tadi sudah finalisasi,” kata dia usai menghadiri rapat di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/6).

Ada beberapa poin penting dalam finalisasi aturan tersebut, salah satunya mengenai industri apa saja yang berhak mendapat penurunan harga gas. Menurut Wirat, jumlah perusahaan yang akan mendapat penurunan harga gas tidak mencapai 100 perusahaan.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 tahun 2016, sebenarnya ada tujuh industri yang bakal menikmati harga gas murah. Yakni industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

Meski baru akan ditetapkan, penurunan harga gas ini akan berlaku surut mulai 1 Januari 2016 dan berlaku surut. Penurunan harga berlaku untuk gas bumi yang dibeli langsung dari kontraktor ataupun dari badan usaha pemegang izin usaha niaga gas bumi.

Wiratmaja mengakui masih ada harga gas tinggi di tingkat hulu dan sulit diserap oleh industri pengguna. Salah satunya gas dari proyek Jambaran Tiung Biru di Blok Cepu. Harganya mahal karena gas yang produksi memiliki kandungan Hidrogen Sulfida (H2S) yang tinggi, mencapai 34 persen.

Ini membuat biaya produksi gas oleh kontraktor ikut terkerek. "Sehingga pabrik pupuk enggak kuat nyerap, PLN enggak kuat nyerap, dan industri lain juga enggak kuat," ujarnya.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Adriansyah mengatakan pihaknya mematok harga gas Tiung Biru sebesar US$ 8 per mmbtu. Harga ini sesuai dengan proposal rencana pengembangan lapangan (PoD) yang telah disetujui pemerintah.

PT Pupuk Kujang yang akan membeli gas ini keberatan dengan harga yang dipatok PEPC. "Harganya belum ketemu. Pupuk kujang juga tidak bisa menjanjikan pabrik mereka siap untuk menyerap gas di tahun 2019," kata Adriansyah kepada Katadata, Jumat (17/6).

Harga gas untuk industri di dalam negeri menjadi sorotan Menteri Perindustrian Saleh Husin. Menurutnya harga gas bumi di Indonesia masih jauh lebih mahal dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN. Harga gas di tiga negara ASEAN seperti Thailand, Singapura dan Malaysia hanya sekitar US$ 4 per mmbtu. Sementara di Indonesia, harganya bisa lebih dari US$ 8 per mmbtu.

Sumber: Harga Gas Industri Akan Turun
image-url-apps
kok turun sih.. emoticon-Mad
×