alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Parlemen Kanada loloskan RUU bunuh diri dengan pendampingan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57677a385c779851208b457b/parlemen-kanada-loloskan-ruu-bunuh-diri-dengan-pendampingan

Parlemen Kanada loloskan RUU bunuh diri dengan pendampingan

Parlemen Kanada loloskan RUU bunuh diri dengan pendampingan
Ilustrasi seorang pasien yang meminta anaesthesia.
Kanada akhirnya meloloskan rancangan undang-undang mengenai bunuh diri dengan pendampingan, tafsir harfiah dari assisted dying. Kesepakatan itu memecah kebuntuan yang sempat mewarnai majelis rendah dan majelis tinggi Parlemen setempat sejak April lalu.

Dengan keberadaan undang-undang baru tersebut, seseorang yang telah divonis menanggung penyakit stadium akhir atau tidak memiliki harapan hidup dapat meminta bantuan dokter untuk mengakhiri hidupnya. Dalam praktik, sang pasien mesti menyerahkan permintaan tertulis dengan tanda tangan dari dua saksi yang akan diulas oleh dua dokter dan perawat. Kanada pun masuk ke dalam deretan negara yang mengesahkan bunuh diri dengan pendampingan seperti Swiss, Belanda, atau Albania.

Pada saat RUU diajukan, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, berkomentar lewat Twitter bahwa "masalah ini pelik dan teramat pribadi, dan pemerintah telah mempelajari dengan saksama mengenai dukungan terbaik yang dapat diberikan bagi mereka yang mesti menanggung derita hebat."

Demi meminimalisasi kekhawatiran atas dampak yang muncul dari pemberlakuan aturan itu--seperti misalnya suicide tourism, atau kegiatan wisata yang ditujukan untuk bunuh diri--bakal ada undang-undang yang membatasi layanan menjemput kematian itu bagi orang-orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan layanan kesehatan berdasar pembiayaan pemerintah Kanada.

Asosiasi Medis Kanada menyatakan "puas dengan aturan federal tentang bunuh diri dengan pendampingan (tenaga medis)."

Pasalnya, aturan baru ini memungkinkan dokter, perawat, dan apoteker yang memberikan bantuan medis dalam upaya bunuh diri dengan pendampingan takkan dikenai gugatan pidana. Dua dokter swasta mesti menyepakati permintaan pasien dan memastikan bahwa sang pemohon masuk ke dalam kriteria yang dibuat pemerintah. Waktu tunggu antara diterimanya permohonan dan waktu pelaksanaan adalah 10 hari.

Bunuh diri dengan pendampingan punya definisi lain, yakni anaesthesia aktif. Perbedaannya ada pada derajat keterlibatan dan perilaku. Bunuh diri dengan pendampingan berarti ada dokter atau juru rawat yang menyiapkan alat pembawa ajal bagi pasien yang bakal digunakan atas keinginan sang pasien itu sendiri. Sementara itu, euthanasia aktif membutuhkan peran aktif dokter atau juru rawat dalam menunaikan permintaan pasien.

Bagi para dokter atau juru rawat, kategori pertama lebih ringan secara emosional. Pasalnya, mereka tidak harus terlibat langsung dalam eksekusi: mereka 'hanya' menyediakan mediumnya.

Untuk kategori yang kedua ini, negara-negara yang menerapkan adalah Kolombia (1997), Belanda (2002), Belgia (2002), Luksemburg (2008), dan Kanada (2016).

Secara ekonomi, dua model pengambilan nyawa ini punya bahasa ekonomi tersendiri. Menurut hitung-hitungan di Amerika Serikat, ongkos obat untuk bunuh diri dengan pendampingan 35 USD, atau kurang dari Rp500 ribu. Sementara, biaya untuk jaminan kesehatan layak berkisar 35 ribu hingga 40 ribu USD.

Oregon, salah satu negara bagian AS yang melegalkan bunuh diri dengan pendampingan, menyorongkan misal.

Pada 2008, seorang pasien kanker bernama Barbara Wagner dirujuk melakukan terapi kemoterapi oleh dokternya. Namun, jaminan kesehatan di negara bagian itu menampik rujukan itu. Sebaliknya, Barbara mendapatkan tawaran untuk ditangani lewat cara lain, termasuk bunuh diri dengan pendampingan.

Pada titik itu, pasien, yang sebenarnya masih ingin melanjutkan hidup, dihadapkan pada jalan berapi.
Parlemen Kanada loloskan RUU bunuh diri dengan pendampingan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-pendampingan

---

Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Dalam Islam Dilarang gan , Karena kejadian dulu pas perang ada pejuang luka parah dan tertusuk pedang , akhirnya pedang ditusukkan sendiri lebih dalam dan akhirnya tewas .
saat ditanya Apakah pejuang tsb Syahid ? Rasulullah menjawab , pejuang tsb mati dalam keadaan bunuh diri .

sangat disayangkan , karena sejatinya Sakit itu perontok Dosa .
Quote:



Bener gan

Parlemen Kanada loloskan RUU bunuh diri dengan pendampingan

kar43ng
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 12
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 12
nice info gan
Walah.. ngeri bener emoticon-Takut padahal siapa tau ada keajaiban panjang umur nya..
Kok bisa gitu ya? emoticon-Matabelo
serem amet gan emoticon-Takut
hidup mati sudah prerogratif tuhan. kita tinggal melaksanakan ketentuannya emoticon-Cool
Eh buju buset putus asaemoticon-Frown
Quote:


yup
Quote:


setuju banget sama agan ini
Meskipun bukan cara yang diinginkan setiap orang, sakit adalah perontok dosa.
Bunuh diri berarti putus asa atas kasih sayang Tuhan, sesuatu yg harusnya pantang dilakukan setiap makhluk.

Ane Setuju

Manusia bukan memang bukan Tuhan. Tapi gak salah kalo manusia pengen mati atas dasar keinginannya sendiri diluar konsep agama. Karena kalo urusan dosa dia yang nanggung. Tapi harus dengan pembatasan. Misalnya, harus sudah berumur 17 tahun/sudah punya KTP, disetujui oleh anggota keluarga, dan alasan yang masuk akal, seperti sakit, cacat, dan tidak memungkinkan untuk bertahan hidup.
kenapa nggak doa atau Ibadan dlu sebelum mati emoticon-Frown
tuhan yg menentukan hidup mati bukan dokter emoticon-Frown
#beritagaring emoticon-Big Grin
itu fotonya ilustrasi serem amat..

kayak bahagia gitu mw mati emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
misal itu diterapkan di negara kita #abaikan agama#
pasti sangat banyak yang minta disuntik mati, dan dari BP*S akan sangat senang dengan program itu... wakakakaaak..

tau maksud saya kan
Quote:



itu kn kata cerita gan..gatau udah kena bumbu berapa kali.. emoticon-Bingung

kita yg dalam kondisi cenderung sehat gampang gan ngomong kaya gt..bunuh diri tu dosa..sakit itu cuma sementara..sakit itu perontok dosa..klo bunuh diri nanti masuk siksa neraka n ga bisa termaafkan..dan lain2nya..

tapi coba klo kita d posisinya mreka yg udah kesiksa setiap saatnya sama sakit yg mereka derita..dokter udah angkat tangan..orang tua udah pasrah..pemuka agama udah ga ngurusin..

Dalam konteks kemanusiaan..apa bukannya lebih manusiawi klo dia bisa meninggal dgn tenang dibanding hidup yg terus kesiksa setiap detiknya..?
Quote:


yg normal bisa ngomong gitu karena masi normal gan, yang sakit dibilangin gitu intinya buat saling mengingatkan
ibaratny gene..
eloe liat tmn loe nyuri, lo ingetin
liat tmn lo buat salah lo nasehatin
ya itu karena loe ga bertingkah kayak yang lo ingetin atau yg lo nasehatin
coba lo ikutan nyuri, buat apa jg lo ngingetin tmn lo yg nyuri sedangkan lo sndiri juga nyuri?

ngasi semangat buat idup menurut gw lebih baik meskipun orangny menderita, hatinye adem ayem ada yg peduliin
Mati itu mudah, hidup yang sulit. Persepsi masing-masing individu berbeda. Apa pun itu, mereka yang memutuskan pergi secara sepihak menganggap bunuh diri adalah jalan terbaik.
Quote:



Tapi kan Aturan yang diperbolehkan negara tsb adalah bunuh diri yang kondisi pasien tak bisa ditolong lagi .
Artinya Bentar lagi juga meninggal .
mau bagaimana lagi , sesama manusia hanya mengingatkan kembali ke masing masing pihak .
kalo bunuh diri kan kasihan , masuk neraka , lebih menderita lagi .

dari sisi kemanusiaan ya silahkan saja .

tapi apabila ybs adalah seorang muslim , sudah baramg tentu tahu resikonya .
disiksa bersama Pelaku Bom bunuh diri emoticon-Request

Dalam agama saya gan , Islam , Kami Berkeyakinan bahwa Tuhan Tak akan memberikan Cobaan yang Tak mampu dihadapi manusia .
masing2 punya Masalah , masing2 punya dilema hidup .

Saya sering kok melihat orang2 yang kena kanker dan Bertahan dengan sakitnya hingga meninggal Dunia , gak Satu dua orang , Tapi banyak Orang .

Kanker , Tumor , Aids bahkan , dan sakit2 kronis yang lain emoticon-Request Kalau memang sudah ajal ya sudah ajal , jadi lebih manusiawi (menurut Islam) adalah Menunggu Hingga Ajal Bener2 Tiba , karena setiap sakit adalah perontok Dosa .

dosa habis karena sakit ?
ditambah Pahala emoticon-Request
nah makanya kemungkinan Besar para korban kanker , Tumor , dan penyakit2 kronis lainnya , yang meninggal dunia kini Tenang Di Surga Tuhan sana emoticon-Request
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di