alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menanti Keputusan Ahok
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576773875a5163a8558b4567/menanti-keputusan-ahok

Menanti Keputusan Ahok

Menanti Keputusan Ahok

JAKARTA - Perseteruan Basuki Tjahaja Purnama dengan anggota DPRD DKI Jakarta pada awal 2015 menjadi momen penting untuk dia meraih popularitas.

Ketika itu, Ahok, begitu ia akrab disapa, mengajukan draf APBD ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pihak DPRD tidak terima. Mereka menilai, Ahok telah melanggar kesepakatan kedua belah pihak. Sebab, draf yang dikirimkan bukanlah draf APBD yang telah disetujui bersama dalam paripurna DPRD.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku sengaja. Dia memang tidak mau memberikan draf hasil paripurna. Alasannya, dalam draf tersebut terdapat dana "siluman" yang muncul tiba-tiba. Jumlahnya sebesar Rp12,1 triliun.

Masing-masing kubu saling melempar bola panas. Secara otomatis, perseteruan itu menjadi panggung untuk Ahok lebih mengenalkan diri. Sekaligus, ajang untuk membuktikan bahwa dia memiliki kredibilitas sebagai pemimpin Ibu Kota.

Sebagian warga Jakarta mengacungi jempol. Gaya buka-bukaan ala Ahok ternyata dianggap sesuatu yang berbeda oleh warganya dan menjadi tren positif yang tidak dimiliki pemimpin-pemimpin Jakarta sebelumnya. Apalagi, isu yang dilempar Ahok memang sudah menjadi rahasia umum di masyarakat.

Dukungan mulai mengalir. Hingga terwujudlah aksi simpatik bertajuk “Lawan Begal APBD” pada 1 Maret 2015. Ratusan orang pendukung Ahok turun ke Jalan. Aksi inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Teman Ahok, wadah para relawan pendukung Ahok yang diresmikan pada 16 Juni 2015.

Motifnya mengusung Ahok untuk dapat maju dalam Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen. Sebab, Ahok bukan lagi orang partai. Dia sudah hengkang dari partai yang mengusungnya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Alhasil, sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 9 tahun 2015, bila ingin maju dalam pemilihan, harus mendapat dukungan minimal dari 750 ribu warga Jakarta.

Kini, apa yang diupayakan Teman Ahok telah terwujud. “Total, sudah terkumpul 1.024.632 KTP hingga malam ini,” kata Amalia Ayuningtyas, penggagas Teman Ahok, Minggu (19/6/2016).

Namun, kepastian Ahok maju lewat jalur independen belum bulat. Ahok terkesan galau menentukan pilihan.

Bahkan, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta bidang Pemenangan Pemilu, Gembong Warsono menilai Ahok tidak percaya diri maju lewat jalur independen.

Ahok, menurut Gembong, masih suka ‘menggoda’ partai politik lewat ucapan-ucapannya. "Contoh, Ahok bilang bahwa dia belum talak tiga dengan Djarot. Artinya, dia bisa kembali lagi. Ini kan menggoda partai politik," kata Gembong.

Itu mungkin karena intensnya komunikasi yang dilakukan oleh partai-partai politik. Apalagi, Nasdem, Golkar, dan Hanura sudah memberi isyarat kuat mendukung Ahok. Belum lagi, soal revisi Undang-Undang Pilkada terkait verifikasi faktual.

PDIP sendiri masih tetap konsisten tidak mendukung calon independen. Ini juga ditegaskan oleh politisi PDIP anggota DPR RI Charles Honoris. PDIP akan tetap berusaha mengajukan calon lewat jalur partai politik (parpol). Jalur parpol adalah yang utama.

"Karena kita percaya jalur partai politik (parpol) adalah alat perjuangan untuk kesejahteraan rakyat. Makanya, kita melakukan kaderisasi untuk menjaring kader terbaik ke depan,” kata Charles.

Restu Teman Ahok

Namun,Ahok mengatakan, independen atau parpol semua tergantung restu dari Teman Ahok. "Saya ketemu Teman Ahok dulu. (Keputusan tergantung Teman Ahok) Iya. Saya tidak ingin mengecewakan masyarakat yang mendukung saya," kata Ahok usai menghadiri acara pembukaan Musda Ke-IX DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (19/6/2016).

Pada dasarnya, Ahok tak memungkiri partai politik cukup efektif mengumpulkan dukungan masyarakat. Partai memiliki jaringan hingga ke bawah. Namun, untuk menggerakkan mesin partai memerlukan dana yang tidak sedikit. Mesin partai harus digerakkan sehingga dukungan untuk calon yang diusung bisa menang pilkada.

"Saya buka aja. Partai kan selalu berpikir harus menggerakkan mesin partai. Parpol enggak minta mahar loh, tapi cuma minta anak cabang rantingnya bergerak. Kalau 1 bulan Rp 10 juta, 267 kelurahan belum lagi kotanya, kecamatan, itu bisa Rp 2,67 miliar sebulan. Belum kecamatan. Kalau 10 bulan berarti Rp 26 miliar, belum lagi saksi, ini baru 1 partai loh," kata Ahok.

Yang pasti, peluang Ahok untuk melaju sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 terbuka lebar saat ini. Sudah ada dua ‘tiket’ yang dimilikinya. “Teman Ahok pun bersyukur atas dukungan tiga parpol. Soal setuju atau tidak, Teman Ahok belum memberikan pernyataan,” ucapnya.

SUMBER

Antara Independen dan Parpol nih Ahok emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Koh Ahok harus maju lewat jalur Politik karena tanpa partai koh Ahok akan kalah dan tidak bisa mengantarkan Indonesia bertransformasi ke arah yang lbh baek



Menanti Keputusan Ahok
Transformasi Indonesia 2020
Bagusnya: elu tinggalin jakarta, pulang ke habitatmu sana di pulau hok, eneg gue liet elu terus dimari emoticon-Cool
Lewat parpol aja biar ktp yg udah ngumpul di kiloin lumayan buat beli gorengan emoticon-Ngakak
ku tunggu keputusanmu hok ................. emoticon-Entahlah


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di