alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57675c719a0951033d8b4567/tambah-panas-ulama-dukung-pemkot-serang-lawan-pemerintah-pusat

Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat

Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat


SERANG – Ulama dan pimpinan ormas Islam di Banten terus menggalang kekuatan menolak wacana pemerintah pusat melakukan revisi Peraturan daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat (Pekat). Pada Sabtu (18/6) malam kemarin, mereka menggelar pertemuan yang menghasilkan sejumlah poin kesepakatan terkait revisi perda tersebut.

Poin pertama, menuntut pemerintah pusat untuk menghentikan pencabutan perda bernuasa Islam di seluruh Indonesia.

Kedua, menuntut presiden sebagai kepala negara untuk menghormati syariat Islam, kearifan lokal, dan kebijakan pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan ketertiban masyarakat.

Ketiga, memberikan dukungan kepada DPRD dan Pemkot Serang untuk mengabaikan atau melawan upaya pemerintah pusat.

Selanjutnya, mendesak wali kota Serang untuk terus menindak warga yang melanggar hukum dan peraturan yang berlaku di daerah.

Poin kelima, menuntut Dewan Pers untuk melakukan investigasi terhadap Kompas TV atau media yang menciptakan opini sesat. Terakhir, menyerukan umat Islam bersatu membentuk koalisi nasional penyelematan moral bangsa.


“Pernyataan tadi akan disampaikan ke pusat, khusunya Kemendagri. Termasuk tembusan kepada DPRD Kota Serang, Pemkot Serang dan instansi terkait sebagai bentuk penolakan ulama Banten,” kata Ketua FSPP Banten Ahmad Maimun Alie usai pertemuan.
Menurutnya, kasus Saeni yang dibesar-besarkan telah menyakiti masyuarakat Serang dan para ulama Banten. “Kasus Mbok Saeni cukup menyakitkan, apalagi dia orang kaya, punya tiga warung, rumah gedong, mobil tapi pura-pura miskin. Ironisnya, suaminya bandar togel. Jadi jangan lagi kita terkelabuhi, juga presiden kita yang sudah terkelabui dengan memberikan sumbangan,” katanya.

Selain mengirimkan pernyataan sikap tersebut, pihaknya juga akan mengundang Kemendagri untuk memberikan klarifikasi mengenai rencana revisi perda yang bernuansa islami. “Habis lebaran, kita akan undang Mendagri untuk klarifikasi langsung revisi perda,” kata Sekjen FSPP Banten Wawan Wahyudi.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Serang pada beberapa waktu lalu sudah tepat sebagai penegak perda. “Tiga hal yang membuat masyarakat gaduh itu salah paham, paham salah, dan salah memahami. Ketiganya harus diantisipasi supaya kehidupan harmoni tetap terjaga.

Untuk itu, kami kami merasa terpanggil memberikan tanggapan, terutama setelah terjadi razia Satpol PP kepada Saeni,” katanya.

Kata Wawan, meski kasus tersebut terjadi di Kota Serang, namun berimbas pada masyarakat Banten secara umum. “Karena terus diblow up media dengan tidak berimbang isu ini terus berkembang.

Makanya kami wajib memberikan informasi yang benar. Apalagi dikaitkan dengan isu pencabutan perda yang berbau syariah,” tambahnya. (mg04/dil/jpnn)


Sumber


Tambah rame aja nih kasus
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Diubah oleh BlackPope
page one di aman ken..emoticon-Wakaka
Diubah oleh win061
sudahlah, PANCASILA saja emoticon-Traveller
babirohman klo ga ada yg belain mending bantu doa aja, biar ikhlas dan perjalanannya lancar menuju alam baka, ga jadi arwah penasaran emoticon-Sorry



Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat


Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat


Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat

Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat
Quote:


Ntu poto yg terakhir lagi pada ngapain bray ? emoticon-Gila
Alhamdulillah, Banten dan Jabar semua warganya dijamin masuk Sorga...
Quote:


lg pada sholatin jenazah pak babiburohman di monas bray emoticon-Turut Berduka
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Hanya di rejim kowi, terjadi carut marut birokrasi n degradasi moral. fix...kowi pro sosialis. emoticon-linux
semakin banyak ulama yang tidak menjalankan hakikat agama..... demi gengsi sebagai mayoritas, semua dilakukan.
buakakakakakak emoticon-Leh Uga
kota serang pasti varokah emoticon-Leh Uga
gak kaget lah
rata rata emang semua dari ulama
itu kayak isis, taliban dll kan ulama yang mulai
hobi kafir kafirin orang
sama kayak yang disini, si habib tuh
makin tinggi tingkat agamanya, makin bahaya buat kelangsung hidup manusia heterogen.
orang kayaj gitu emang harus tinggal sama sesamanya aja, bikin planet baru planet namec
Kompas TV emang jadi KOMPOR neeh.,!!

emoticon-Wkwkwk
Quote:


sejak ada internet, kelakuan kaum munafik semakin tersiar. kalo dulu cerita yang terdengar dari mulut ke mulut ya yang bagus bagus aja. karena apa? no way exit.
kayak diisis, ketauan mau kabur ya di matiin.
cerita lama tentang murtad, di anggap penghianat dan halal darahnya.

jadi kompas kagak salah, toh yang beginian real, dan kagak diberitain di situs piyungan
hormat GRAAAKKKKKKK !!

Tambah Panas! Ulama Dukung Pemkot Serang Lawan Pemerintah Pusat

anak anak manja emoticon-Smilie
Quote:


Onta Onta Manja beraksi,
Fitnah model apalagi ya habis gini setelah fitnah ibu saeni orang kaya ?
Quote:


Eh kampret.,!!

Gw kagak bilang KOMPAS SALAH.,!!

Posisinya mirip Saat Lu ke Gep sama adek Lu lg COLI di WC terus adek Lu bilang ke BONYOK Lu.,!!

Pan adek Lu kagak salah.,!!

emoticon-Wow
syariat Islam, kearifan lokal, dan kebijakan pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan ketertiban masyarakat.
itu Kearifan Lokal yg mana yg di Maksud?
Itu Kota Serang uda pernah survey ke masyarakat belum setuju ga sama perda itu?
Komunis berkedok agama ini sudah mulai keliatan bibit2nya. Densus harap segera merapat
Segelintir orang Nyari duid Pake agama ngaku2 Masyarakat. CUIH
Waini. Pesen tempat emoticon-Cool
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di