alexa-tracking

Cerita Ramadhanku 2

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576756dbc0d770f3238b4568/cerita-ramadhanku-2
Cerita Ramadhanku 2
Ehm..ehm..assalamualaikum agan dan aganwati yang sedang berbahagia. Tenang, yang lagi sedih, susah, galau, dan yang lagi kepo Assalamualaikum juga. Gimana kabarnya? Nggak terasa puasa udah setengah perjalanan. Hayoo, bagi agan ada yang bolong nggak nih puasanya? Kalau aganwati mah ane paham. emoticon-Malu

Sebelum ane cerita, ane mau mengapresiasi buat temen-temen yang nggak sengaja nyasar di thread ane. Mengingat postingan ane jauh dari kata sempurna dan menarik, ane berharap teman-teman semua segera sadar untuk tidak nyasar lagi ke thread ane. Hehehe. emoticon-Traveller
Tapi kalau masih ada yang nyasar, semoga nggak nyesel ya. emoticon-Salam Kenal


Oke deh langsung aja ane mau cerita lagi pengalaman ane di bulan Ramadhan. Cekidot!
Kejadian ini terjadi sekitar jam 03.05 wib. Seperti biasanya anak kos yang sudah bangun mulai mengetok pintu masing-masing kamar anak kos yang belum bangun untuk membangunkan sahur. "Iya Mbak" ritme sahutan dari dalam kamar ini beragam. Mulai dari yang masih setengah sadar dan menjawab asal-asalan, ada yang biasa aja, dan ada juga yang semangat 45. Jangan tanya ane yang mana ya. emoticon-Betty Oke lanjut. Semuanya silih berganti menuju toilet dan mengantri wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud. Ane yang udah duluan wudhu segera menuju kamar dan langsung menunaikan ibadah sholat tahajud. Ditemani lampu meja yang remang-remang, ane memanjatkan doa. Baru mau khusuk baca doa, tiba-tiba ada suara ketokan pintu yang keras dari pintu depan. Dokkk..dookkk..dookkk (Ini bukan suara manggil dokter ya, ini bunyi ketokan pintu kos yang sangat keras). Awalnya ane pikir temen tetangga kos yang biasanya beli sahur bareng. Tapi ketokan pintu itu semakin menjadi-jadi diiringi suara cowok. Bayangin aja, jam segitu ada cowok gedor-gedor pintu. Satu kosan yang notabene adalah cewek semua langsung berkumpul di depan kamar masing-masing sambil bertanya-tanya satu sama lain.
"Eh siapa tuh?"
"Nggak tau."
Semuanya panik mode on. Suara itu kembali terdengar.
Dokkk...dokkk...dokkk... "Bukaaa! Bukaaa! Bukaaa!"
Panik to the max. Siapa sih pikir kami. Ketokan itu beralih dari pintu depan ke pintu belakang, sampai ke salah satu jendela kamar adek kos. Sebut saja namanya es teh manis. Ups, puasa! Oke sebut saja namanya Combro. Halaahhh. Oke kali ini sebut saja namanya Kebo. Nah si Kebo ini, dari ketokan pertama udah nempel aja sama ane. Ane akhirnya nanya ke semuanya.
"Masmu po?" dijawab "Nggak mungkin masku yo. Kalo masku pasti sms aku dulu"
Oke next.
"Cowokmu po?" dijawab "Cowokku kan di Jakarta" ane tanggepin lagi "Siapa tahu ngasih surprise tiba-tiba di Jogja" dijawab "Nggak mungkin, suaranya cowokku nggak kayak gitu."
Oke next. Pertanyaan ini ane tujukan ke Kebo. Karena samar-samar akhirnya si cowok yang entah siapa itu memanggil namanya. "Bo, buka Booo."
Ane nanya ke Kebo. "Bo, kamu ultah po? Jangan-jangan itu temenmu yang mau ngasih surprise" dijawab "Nggak kok, aku nggak ulang tahun."

Fine! Semuanya pada nggak tahu cowok di luar itu siapa. Akhirnya kami sepakat buat diem aja sampai suara itu menghilang. Sementara kami nunggu, ane udah bolak-balik liat jam yang udah menunjukkan hampir setengah empat. Mampus! Belom pada masak nasi, belom pada beli lauk buat sahur, mau sampe kapan nih kayak begini terus. Hingga akhirnya ada suara ketokan pintu lagi. Tapi kali ini lebih kalem dan ada suara Mbah Kos. "Ayam, buka ini simbah." Salah satu temen kos ane yang akrab sama simbah dipanggil. Masih agak ragu, Ayam membuka pintu kos. Terlihatlah sosok Mbah Kos.
"Nganu, Mbak Kebo dicariin Bapaknya. Tadi diketok-ketok nggak dibuka-bukain terus ke Simbah."
Kami semua langsung bernafas lega. "Alhamdulillaaahhh. Tak kira sopo."
Setelah si Kebo nemuin Bapaknya, yang ternyata Bapaknya ini mau ngasih uang saku, Si Kebo pun minta maaf sama seisi kos. Kami satu kos merasa campur aduk antara lega, sebel sama Kebo, dan mentertawakan diri masing-masing karena kepanikan kami tadi.

*Fakta : 1. Bapaknya si Kebo ternyata nggak ngabarin Kebo duluan kalau ternyata mau dateng.
2. Pas sahur kan rame, dan itu nggak kepikiran sama kami yang ketakutan di dalem kos.
3. Sempet wasapp aa burjo belakang kos buat minta tolong dan ditanggapi aa burjo dengan "Halah paling kucing teh". Fine ini
nyebelin dan malu-maluin.
4. Akhirnya kami beli sahur di aa burjo. Padahal pengennya di tempat yang lain.
5. Panik kami bukan tanpa alasan. Sebelum ramadhan, di sekitar kos ane ada anak-anak seumuran anak SMP yang bawa clurit.
Katanya sih mau tawuran antar geng. Makanya kami lebih waspada.

Iyaappp. Udah selesai nih cerita ramadhan ane yang kedua. Semog yang nyasar sukses dunia akherat dan semoga yang nyasar terus ngebully semoga dijitak Malaikat. Amin. emoticon-Maaf Aganwati emoticon-Maaf Agan emoticon-Wakaka
image-url-apps
lanjutttt gan
emoticon-Toast
ane pertamax nii
Quote:


Siap Gan.. emoticon-Smilie

KASKUS Ads

Cerita Ramadhanku 3

Assalamaualaikum wr. wb. agan dan sista. Nggak kerasa ya kita udah sampai di sepuluh hari terakhir puasa. Sepuluh hari dimana di salah satunya terdapat malam Lailatul Qadar, malam seribu bulan. Hari-hari ini tentunya juga menjadi ajang pulang kampung atau mudik. emoticon-Traveller

Nah, kali ini ane nggak mau membahas tentang mudik, melainkan tentang kejadian sebelum mudik. Masih ingat si kebo kan? Iyap, cerita kali ini ane akan menceritakan cerita konyol lainnya tentang kebo. Cekidot! emoticon-Cipok

Seperti waktu dini hari sebelumnya, ane dan temen-temen satu kos ane selalu membangunkan temen-temen yang belum pada bangun. Biasanya, setelah selesai mengerjakan sholat tahajud, temen-temen dan ane akan berbondong-bondong membeli makan sahur di depan kos. Selain warungnya deket, kami biasanya sekalian cuci mata. Lumayan kan bisa lihat cowok-cowok ganteng biar matanya melek.Hehehe. emoticon-Peluk

Tapi dini hari itu ane dan kebo nggak ikutan beli karena ane berencana masak nasi dan ane masih ada oseng jamur dan tahu chrispy sisa buka. Si Kebo yang kebetulan adeknya nginep di kosan, ane tanyain udah masak nasi apa belom. Begini tanya jawabnya.
"Bo, kamu ada nasi nggak? Kalau nggak mau sekalian tak masakin nasi nggak". tanya ane yang baru selesai nyuci tempat mejikom.
Dengan mata masih setengah sadar, dia menjawab "Aku masih punya nasi sisa sahur kemaren mbak". emoticon-Wow
Astagaaaa..!!! NASI SISA KEMARIN SAHUR? Yang bener aja. Emangnya ga basi dan ga ngerak tuh nasi. Ane pun langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawabannya. "Buahahahahahahahahahaha...emoticon-Wakaka Apa Bo? Nasi sisa kemarin sahur? Astaghfirullah, sing bener wae Bo. Emang nggak ngerak opo? Emang nggak basi? Tak masakin ajalah sekalian."
Dengan sedikit nyengir dia kemudian menjawab, "Sek mbak, tak lihat dulu ding."

Ane yang masih syok mendengar jawaban kebo, masih menunggu keputusan kebo. Ane udah mulai mau masukin beras ke wadah. Nggak lama kemudian si kebo datang menghampiri ane di kamar. "Hehehe mbak, aku ngikut dimasakin nasi deh." emoticon-Wkwkwk
masih dengan ketawa ane pun berujar "Booo...booo...kowe ki ada-ada aja. Nasi sisa kemarin kok yo isih kowe openi."

Akhirnya ane pun masak nasi agak banyakan buat ane, kebo, dan adeknya. Sementara menunggu nasi yang masih ane masak, ane manasin lagi tahu chrispy dan bakwan sisa buka. Selang beberapa menit, temen-temen ane yang baru beli makan pulang. Ada satu temen ane si sapi (bukan nama sebenarnya) nitip gorengannya dipanasin juga. Kemudian, datanglah si kebo membawa plastik yang isinya adalah ayam dan jamur.
"Mbak aku nebeng nggoreng juga ya." sambil memasukkan sepotong paha atas ayam. Pas ayamnya nyemplung, ane curiga nih. Ayam sisa kapan ni. Lalu ane bertanya "Bo, ini ayam sisa kapan?" Sambil nyengir dia menjawab "Ayam sisa sahur kemarin mbak. Hehehe."emoticon-Hammer2
"Keboooo. Ih ih kamu kok iso sih ayam sisa sahur kemarin masih disimpen. Ogah ogah..buang aja nih." sambil begidik ane eliminasi tanpa ampun tuh ayam ke plastik sampah. Si Ayam (temen ane yang lain) ikutan berujar "Buang ajalah Bo, siapa tahu ntar malah perutmu sakit makan tuh ayam." Sementara yang lainnya ketawa ngakak mentertawakan kekonyolan kebo. Kemudian kebo menyodorkan sebungkus jamur chrispy ke ane, "Yowis mbak yang ini aja deh nebeng digorengin." Ane langsung mengintrogasi kebo, "Iki jamur sisa kapan?" Agak sewot dia menjawab "Nek iki jamur sisa semalam mbak!"
image-url-apps
-,-
sis km cerita apaan sih,ga jelas emoticon-Stick Out Tongue
×