alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Berlebihan, Tindakan Manajemen Freeport Indonesia pada 125 Korban PHK
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57673f65a09a39a3348b456b/berlebihan-tindakan-manajemen-freeport-indonesia-pada-125-korban-phk

Berlebihan, Tindakan Manajemen Freeport Indonesia pada 125 Korban PHK

Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Redpath Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) mengecam manajemen PT Freeport Indonesia (FI) yang dinilai tidak manusiawi dan mencemarkan nama baik 125 karyawan subkontraktor. Untuk itu, Laporan pengaduan terhadap dua pimpinan PT FI yang disampaikan ke Polda Papua diharapkan segera ditindaklanjuti. Sementara itu, kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh PT Redpath Indonesia (RI) yang juga subkontraktor PT FI perlu segera diselesaikan.
Menurut Ketua Panja Redpath DPRP Wilhelmus Pigai di Jakarta, Minggu (19/6), laporan pengaduan terhadap dua pimpinan PT FI sejak awal November 2015 lalu itu harus segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polda Papua. “Bisa dikategorikan dalam tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, atau juga fitnah terhadap 125 korban PHK tersebut. Dua pimpinan PT FI sudah dilaporkan ke Polda Papua oleh perwakilan karyawan,” kata Wilhelmus yang juga anggota Fraksi Hanura DPRP ini.
Dalam laporan ke Polda Papua pada Mei 2015 lalu, Christopher Zimmer selaku Senior Vice President Underground PT FI dan George A Banini selaku Senior Vice President Contracting PT FI diduga telah melakukan penghinaan, pencemaran nama baik, atau juga fitnah terhadap 125 karyawan korban PHK dari PT RI selaku subkontraktor PT FI. Keduanya menyebarkan informasi kepada seluruh jajaran perusahaan (internal maupun subkontraktor) untuk tidak merekrut lagi 125 korban PHK karena dinilai bermasalah.
Seruan melalui surat elektronik disertai lampiran nama dan foto-foto itu muncul setelah PHK PT RI terhadap 125 karyawan pada April 2015 lalu karena aksi mogok menuntut bonus (insentif). Mogok dilakukan untuk menuntut bonus karena semua karyawan PT RI sudah bekerja penuh ketika ribuan karyawan PT FI melakukan aksi mogok selama tiga bulan pada Oktober hingga Desember 2014.
“Tudingan mogok kepada karyawan tidak beralasan. Sebaliknya, aksi mogok menuntut bonus tersebut dipicu oleh provokasi pimpinan PT RI pada Maret 2015,” kata salah satu korban PHK, Yesaya M Adadikam.
Wilhelmus berharap pihak Polda Papua segera menindaklanjuti laporan tersebut. Selain mencemarkan nama baik, PHK oleh perusahaan Kanada tersebut menimbulkan kerawanan baru dalam masyarakat. DPRP membuat Panja karena menilai persoalan ini sangat serius yang menimpa 80% pekerja dari tujuh suku di Mimika.
“Padahal, para karyawan sudah bekerja profesional ketika ada mogok massal selama tiga bulan. Ini menjadi persoalan baru di tengah upaya pemerintah pusat dan daerah menekan kemiskinan dan pengangguran,” kata Wilhelmus yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Mimika ini.
Sejumlah jalan mediasi sudah ditempuh, tetapi masih menemui jalan buntu. Pekan lalu, Panja Redpath DPRP juga sudah mengadukan PHK 125 karyawan PT RI tersebut ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI dan Jamsos) Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) di Jakarta. “Selain mendukung penyelesaian masalah PHK oleh PT RI, tindakan manajemen PT FI yang tidak manusiawi tersebut juga dibahas dalam pertemuan itu,” kata Wilhelmus.
Sementara itu, dalam salah satu suratnya kepada Bupati Mimika , Direktur Hukum PT RI, Kemalsjah Siregar, menegaskan bahwa bonus yang dituntut karyawan tidak tepat dan mogok yang dilakukan pun tidak sah. Pihaknya juga mendorong penyelesaian sesuai UU No 2 Tahun 2014 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
Wakil Ketua Panja Redpath DPRP Decky Nawipa menambahkan, PT RI asal Kanada tersebut sudah tidak punya niat baik sehingga pemerintah perlu memberi sanksi yang tegas.
Wilhelmus justru mengkhawatirkan para korban PHK tersebut justru 'diajak' pihak-pihak lain yang semakin mengancam situasi kondusif di Papua dan memberontak terhadap NKRI. Hal itu bisa saja terjadi di tengah keputusasaan karena tidak ada keadilan.
Heriyanto/HS
Suara Pembaruan














sumbber ; http://www.beritasatu.com/nasional/370776-berlebihan-tindakan-manajemen-freeport-indonesia-pada-125-korban-phk.html
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Papua Indonesia emoticon-I Love Indonesia
merdeka atau mati emoticon-Toast
Emang bisa apa pemerintah.. emoticon-Traveller
Loh,masalah nya dimana sih orang yg diphk terus diminta seluruh divisi gak boleh terima mereka lagi kan hak nya FI
Kom jdi nuntun cemarin nama baik sampe ke masalah ngeberontak lagi
Itu urusan PT sama karyawan gak ada hubungan sama merdeka papua
Quote:


kalau yg saya liat, itu perusahaan subkon milik orang papua, pekerjanya juga papua, yg saya curigai dibalik perusahaan itu pejabat di papua, ya jelas diperes lah FMI emoticon-Wkwkwk

mirip di daerah Bekasi, ormas buat perusahaan penyalur tenaga kerja, yg make perusahaan2x di KI sekitar Bekasi, tapi ujung2xnya juga banyak masalah
Quote:


Bukan gak boleh, tapi disebarkan kalo yang di-PHK itu suka bikin masalah.
Lha yang namanya HRD, kalo ada perusahaan tetangga ngomong gitu, gak bakalan deh mau memasukkan orang-orang itu ... tarohannya jabatan sendiri gitu lho ............................... emoticon-Ngacir
Quote:


klo papua emg otsus gan, kudu diprioritaskan, secara kaumnya juga belum bisa bersaing
klo bekasi, mah laporin aja, ormas perusuh, tenaga kerjanya paling ya orang2nya dia juga....uasyuu emoticon-Betty
ganyang... emoticon-Cool
ayo dimediasi dong :nyantai
emoticon-Hammer emoticon-Hammer Hmmmm

Sub kontraktor demo di lahan FI pasti di complain ke sub kontrakrornya mana mau FI di kasih orang yg sama pasti minta subkontraktornya ganti orang.....

Klo di bilang bermasalah emang benar mengganggu aktifitas di FI dan sehari ngak kerja rugi berapa milyar tuh....
Quote:


Yah emang bermasalah lah orang sub kontraktor demo di lahan FI (demo yah demo di lahan subkontraktirnyalah) perusahaan lain juga ngak mau lagi nerima sampah ginilah...

Ngak usah jauh jauh di jakarta saja satpam demo besoknya langsung di gan ti team satpam baru....
Biasanya masalah seperti ini ujung2nya damai.. Ptfi juga tidak akan berani memphk 125 orang sekaligus.. Cuman hal ini bisa oke jika ir ptfi membackup..: redpath juga sebenernya perusahaan asing yang sudah terlalu lama.. Perlu diketahui agan agan disini redpath itu punya petinggi2 freeport juga (orang dalem).. Jadi mereka mempunyai POWER lebih dibanding Kontraktor lokal, JOS... Cmiiw👌🏽
Quote:



He he he.. Ptfi punya peraturan sendiri bro.. Contract group doang yang paham... Hehehe


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di