alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Peternak: Pemerintah Mau Stabilkan Harga Daging Sapi Atau Menurunkan Harga?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5762a48f60e24be52a8b456a/peternak-pemerintah-mau-stabilkan-harga-daging-sapi-atau-menurunkan-harga

Peternak: Pemerintah Mau Stabilkan Harga Daging Sapi Atau Menurunkan Harga?

Quote:


Pemerintah Indonesia memang sejak dulu kala tak pernah mengerti apa yang terjadi di masyarakatnya. Makanya kebijakan2nya gak pernah bener, terutama dalam sektor pertanian.

Apa yang bisa dilakukan dalam waktu 1 bulan? Turunkan haga? Setelah itu? Tahun depan terulang lagi seperti sebelumnya?

Petani dan peternak kita berbeda dengan petani dan peternak di luar. Terutama dalam hal kepemilikan lahan/ternak, peruntukan, dll. Ini harus di pelajarI dulu untuk masing-masing komoditas di masing-masing wilayah. Misalnya, tidak semua peternak memiliki sapi tujuannya untuk dijual secepatnya, tapi justru untuk tabungan yang bisa dipakai/dijual saat dibutuhkan misalnya anak sekolah/nikahan, dll. Jadi data yang dikumpulkan harus tepat membedakan peternak sapi pedaging dan peternak sapi untuk tabungan.

Kecilnya kepemilikan membuat value chain atau mata ratai yang panjang .. perlu dilakukan penguatan organisasi dan kelembagaan di tingkat bawah. Jika tidak, sampai kapanpun masalah ini gak akan bisa diatasI, karena yang berperan besar saat ini adalah pedagang perantara bukan petani/peternak.

Disamping itu perlu dibuat program agar daging ternak lokal harus dijual dalam keadaan didinginkan atau beku, supaya meningkatkan hygienitas dan membantu ketahanan pangan. Disamping itu perlu membangun infrastruktur berupa cold storage di setiap pasar traditional.

Tambahan soal value chain:
Disclaimer : ini hanya perkiraan saja, bukan hasil studi. Ada kalanya lebih panjang ada kalangan lebih pendek.

Jadi value chain daging sapi lokal kita:
- peternak - pedagang sapi kecil (pedagang pengepul) - pedagang sapi besar - rumah potong - pedagang daging besar - pedagang daging eceran - konsumen akhir.

Ini contoh kenapa mahalnya harga daging merugikan konsumen tapi tetap tidak menguntungkan petani/peternak, makanya butuh pekerjaan besar. Bukan cuma import atau subsidi. Kalau cuma begitu gak usah ada kementrian pertanian, semua juga bisa.
Diubah oleh maize.farmer
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Mau jungkir balik kan harga
Quote:


Bisa aja ente broy emoticon-Wakaka
diturunkan harganya terus dibikin stabil.
klo stabil mahal mah percumah.
mau bikin roket
angkat ts jd mentan emoticon-Recommended Seller
rezim ketidakpastian
Hmm,,,
mentan sudah bekerja keras dan semua perlu proses panjang serta sangat melelahkan.
Sudah cukup bagus kinerja dibidang pertanian dengan percepatan pembangunan irigasi tersier,serta sistem pertanian terintegrasi karet-jagung (kerena pohon karet perlu waktu -/+ 7thn untuk masuk ke usia produktif jadi diintegrasikan dengan jagung),serta mengawasi distribusi pupuk bersubsidi lebih ketat lagi.
Masalah di mentan yang rumit cuma di ketergantungan impor kedelai serta gula saat ini.
Kalo masalah peternakan ane yakin masih lebih lama lagi prosesnya,perlu kerja-kerja-kerja lebih keras lagi,buka selebar mungkin investasi masuk.
Oya saya suka kritik dan saran ts yang adem ayem serta konstruktif.
Diubah oleh sdsgphk
Pemerintah mau stok sapi aman dan mencukupi sehingga tidak ada penyelewngan seperti penimbunan dan pemotongan sapi indukan, sebab jika hal tersebut terjadi, sektor pertanian kita tak akan berhasil mewujudkan swasembada (selama ini Indonesia gagal dalam swasembada bahan pangan berupa daging karena adanya praktek pemotongan sapi yang seharusnya menjadi indukan. Hal ini terjadi ketika permintaan lebih tinggi dari stok daging dan harga daging naik, sehingga pedagang dan peternak secara ilegal memotong indukan demi keuntungan di tengah banjir permintaan.)

Terkadang untuk sesuatu yang baik di butuhkan pengorbanan, jangan cuma mau terima jadi, justru proses adalah bagian yang vital, kalau ingin langsun terima jadi silahkan berkhayal sesuka hati
Gitu aja kok repot

Diubah oleh sarotherodon
Pokoknya harus 80 rb, kalau gak mau jual segitu pasti tuh pedagang nasbung emoticon-Marah
rugi apa untung neh emoticon-Big Grin

1. beli bakalan berapa dulu?

bobot hidup menurut berita Rp.38.000,- (sebagian wilayah saat ini ada yang jual 46rebu). Jadi kalo berat sapi anggap 250 kg maka = Rp.9,500,000/ekor sapi...

kalo mereka jual karkas Rp.80.000,- berarti = Rp. 20.000.000,-

jadi, 20.000.000 - 9.500.000 = Rp.10.500.000 (laba peternak neh dengan harga jual Rp.80.000/kg) emoticon-Big Grin

.... kalo jual daging Rp.100.000,- hitung sendiri tuh berapa laba peternak...

2. lama pemeliharaan berapa?

anggap (biasanya) 3 bulan emoticon-Big Grin kalo lebih emang mau miara sapi gak jadi duit dan mau capek2 nyari rumput mulu emoticon-Big Grin

3. pakan

rumput nyari pun bisa, jerami juga boleh untuk menekan biaya produksi



Oia... peternak itu jual sapi... bukan jual daging yang di pasar emoticon-Big Grin

Koreksi:


Quote:



Quote:




Diubah oleh buceros
Peternak untung besar
Konsumen buntung emoticon-Big Grin


Pokoknya 80rb bray emoticon-Ngakak
Quote:


anda anda itu gimana..ga mudeng kosakata bapak presiden kita...bapak presiden jokowi kan berkata jungkir balikkan harga daging sapi... konteksnya harus anda pahami.. harga daging sapi itu sekarang 120rb di pasaran

di jungkir jadi 80rb an... tapi jangan lupa masih ada kata2 di 'balikkan'.. maka di kembalikan ke harga semula.. jadi ya harga daging tetep 120rb/ kg adalah wajar dan tidak ada yang salah dengan kata2 bapak presiden jokowi...karena sudah sesuai dengan kenyataan lapangan

sekian

emoticon-Big Grin
Quote:


Di itung juga, beli bakalan sapi berapa
Bayar tukang yang melihara
Penggemukan, artinya harus beli sentrat
Belum lagi obat biar sehat

Meliara benda hidup lebih susah, banyak resiko

Oh iya, yang dijual daging lho
Jadi 250kg sapi hidup ga seluruhnya daging
Ada tulang, kulit, jeroan dll

Jadi berapa aslinyabberat daging sapi ?
Diubah oleh suromenggolo
Quote:

gak perlu ngangkat ts jadi mentan, cukup pak mentan dan pak pres mau berkonsultasi dengan para ahli, itu saja, kebijakan nasional gak bisa dicetuskan hanya bermodal gugel dan kalkulator tukang cabe doang
ga belajar dari pengalaman ramadan taun lalu.
meroket bray meroketttt
Quote:


Super sekali, emang kata2 beliau penuh tafsir, jadi harus cari ahli tafsir kalau mau mencernanya emoticon-Ultah
Quote:


tapi kenapa data statistik di kementan bisa beda sama kemendag?
akhirnya ribut2 ga jelas emoticon-Big Grin
1. Tidak ada ranch di indonesia, hanya "peternakan" tradisional.
2. Pemerintah selama ini cukup nyaman sebagai "regulator", tidak berani bermain sebagai supplier daging/sapi yang jumlahnya signifikan untuk mempengaruhi elastisitas harga daging.
3. Sebenarnya harga berapapun ga masalah selama daya beli masyarakat ada. Mau harga semurah apapun kalo daya beli ga ada juga percuma. So silakan ngaku siapa yang menghancurkan daya beli masyarakat mulai tahun lalu?
emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Bold
1. Kasian mentan kita .. sudah lelah, sebaiknya istirahat saja
2. Irigasi tersier? Mau sampai kapan irigasi kayak gini terus? Sampai seluruh lahan pertanian kita dicover irigasi tersier?
3. Pertanian terintegrasi karet-jagung? Tentunya hal ini sangat innovative, saya yakin petani di sumatra akan terkagum2 dengan pemikiran yang sangat brilian ini. Kapan mentan kita dapat Nobel pertanian?
4. Pupuk subsidi? Membantu atau merusak petani? Jika membantu, sudah berapa banyak Peningkatan kesejahteraan petani sebelum dan sesudah adanya pupuk subsidi? Btw, kenapa produktifitas komoditas pertanian kita sangat rendah? Kopi kiya kalah produktif dibanding vietnam, kakao kita kalah produktif dibanding ivory coast? Mungkinkah ini karena pupuk subsidi? Jadi jangan2 pupuk subsidi justru merusak petani kita?

Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di