alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5762818a14088d2c6e8b4584/tak-ada-penyesalan-pemerkosa-dan-pembunuh-eno-divonis-10-tahun-penjara
Tak ada penyesalan, pemerkosa dan pembunuh Eno divonis 10 tahun penjara
Tak ada penyesalan, pemerkosa dan pembunuh Eno divonis 10 tahun penjara
Keluarga korban pembunuhan Eno Farihah memprotes putusan hakim yang memvonis pelaku dengan pidana penjara 10 tahun, sehingga berujung bentrokan dengan polisi di depan Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (16/6/2016).
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menjatuhkan vonis 10 tahun terhadap Rahmat Alim, terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan Eno Farihah (19). Vonis hakim itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hukuman maksimal untuk anak di bawah umur.

Ketua Majelis Hakim RA Suharni mengatakan, pelaku yang masih berstatus pelajar ini tidak menyesali perbuatannya. Dengan demikian, tidak ada hal yang meringankan pelaku. "Anak tidak menyesal. Meringankan tidak ada. Majelis hakim sependapat dengan penuntut umum," ujarnya melalui Sindonews, Kamis (16/6/2016)

Eno merupakan karyawati PT Polyta Global Mandiri, Pergudangan Dadap, Kosambi, Tangerang. Ia ditemukan tewas di mess pabrik di daerah Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tanggerang pada Jumat 13 Mei 2016. Jenazah Eno di atas kasur dan berlumuran darah dengan gagang cangkul menancap di kemaluannya.

Polisi menetapkan tiga tersangka, yaitu Rahmat Alim, Rahmat Arifin alias Arif (23) dan Imam Harpiadi (23).

PadaJumat (10/6/2016), Rahmat Alim dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang tertutup yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang. Ia dinilai Jaksa telah melanggar pasal 340 ayat 1 juncto 55 KUHP, kemudian Undang-Undang No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Pengacara Rahmat, Alfan menyatakan akan banding terhadap vonis itu. "Putusan ini memberatkan terdakwa. Artinya kami akan melaksanakan apa yang diinginkan klien kami. Mereka (Rahmat dan keluarganya) minta banding," ujar Alfan melalui Detikcom.

Menurut Alfan, Rahmat dan keluarganya tidak terima akan vonis tersebut. Alfan mengatakan, pembacaaan vonis tidak melibatkan orang-orang yang seharusnya dilibatkan. Alfan menyebut orang lain terlibat dalam kasus ini, misalnya Dimas Romadon.

Dimas, kata Alfan, mengnaku didatangi oleh kepolisian. "Tapi kita kan tidak tahu dan apa keputusan itu. Kita minta harus dibuka. Di mana dia malam itu, harusnya dia ada juga. Dia mengakui ditemui polisi. Kenapa dia tak pernah disebut di pengadilan?"

Nahyudin, orangtua Rahmat Alim mengatakan akan mengajukan banding atas vonis 10 tahun pada anaknya. "Bandinglah. Sehari saja kita banding apalagi sepuluh tahun," ujar Nahyudin.

Sedangkan Mahfudoh, ibunda Eno, menangis tatkala pembunuh sadis anaknya divonis 10 tahun penjara, sama seperti tuntutan jaksa. Mahfudoh memarahi pengacara terdakwa. "Pengacara harusnya membela kebenaran, bukan membela orang jahat," ujar Mahfudoh, sambil menangis di Pengadilan Tangerang, Kamis (16/6/2016).
Tak ada penyesalan, pemerkosa dan pembunuh Eno divonis 10 tahun penjara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-tahun-penjara

---

cocok hukum mati lah
masih kaga ngaku tuh bocah emoticon-Marah
emank kita perlu petrus kembali atau semacam punisher atau dexter. abisin aja tuh kotoran emoticon-Tai
Siap2, keluar bui jadi bubur nih orang. Banyak yg dendam dengan kelakuan nya
udah sakit kayaknya tuh bocah emoticon-Blue Guy Bata (L)
Ini korbannya kan sampe meninggal dan terbunuh dengan sadis , kok ngga dihukum mati aja emoticon-Marah

gimana mau menyesal org cuma di penjara 10th..coba di vonis 20th..pasti pingsan2 saki

Quote:Original Posted By beritagarid
Tak ada penyesalan, pemerkosa dan pembunuh Eno divonis 10 tahun penjara
Keluarga korban pembunuhan Eno Farihah memprotes putusan hakim yang memvonis pelaku dengan pidana penjara 10 tahun, sehingga berujung bentrokan dengan polisi di depan Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Kamis (16/6/2016).
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menjatuhkan vonis 10 tahun terhadap Rahmat Alim, terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan Eno Farihah (19). Vonis hakim itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hukuman maksimal untuk anak di bawah umur.

Ketua Majelis Hakim RA Suharni mengatakan, pelaku yang masih berstatus pelajar ini tidak menyesali perbuatannya. Dengan demikian, tidak ada hal yang meringankan pelaku. "Anak tidak menyesal. Meringankan tidak ada. Majelis hakim sependapat dengan penuntut umum," ujarnya melalui Sindonews, Kamis (16/6/2016)

Eno merupakan karyawati PT Polyta Global Mandiri, Pergudangan Dadap, Kosambi, Tangerang. Ia ditemukan tewas di mess pabrik di daerah Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tanggerang pada Jumat 13 Mei 2016. Jenazah Eno di atas kasur dan berlumuran darah dengan gagang cangkul menancap di kemaluannya.

Polisi menetapkan tiga tersangka, yaitu Rahmat Alim, Rahmat Arifin alias Arif (23) dan Imam Harpiadi (23).

PadaJumat (10/6/2016), Rahmat Alim dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang tertutup yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang. Ia dinilai Jaksa telah melanggar pasal 340 ayat 1 juncto 55 KUHP, kemudian Undang-Undang No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Pengacara Rahmat, Alfan menyatakan akan banding terhadap vonis itu. "Putusan ini memberatkan terdakwa. Artinya kami akan melaksanakan apa yang diinginkan klien kami. Mereka (Rahmat dan keluarganya) minta banding," ujar Alfan melalui Detikcom.

Menurut Alfan, Rahmat dan keluarganya tidak terima akan vonis tersebut. Alfan mengatakan, pembacaaan vonis tidak melibatkan orang-orang yang seharusnya dilibatkan. Alfan menyebut orang lain terlibat dalam kasus ini, misalnya Dimas Romadon.

Dimas, kata Alfan, mengnaku didatangi oleh kepolisian. "Tapi kita kan tidak tahu dan apa keputusan itu. Kita minta harus dibuka. Di mana dia malam itu, harusnya dia ada juga. Dia mengakui ditemui polisi. Kenapa dia tak pernah disebut di pengadilan?"

Nahyudin, orangtua Rahmat Alim mengatakan akan mengajukan banding atas vonis 10 tahun pada anaknya. "Bandinglah. Sehari saja kita banding apalagi sepuluh tahun," ujar Nahyudin.

Sedangkan Mahfudoh, ibunda Eno, menangis tatkala pembunuh sadis anaknya divonis 10 tahun penjara, sama seperti tuntutan jaksa. Mahfudoh memarahi pengacara terdakwa. "Pengacara harusnya membela kebenaran, bukan membela orang jahat," ujar Mahfudoh, sambil menangis di Pengadilan Tangerang, Kamis (16/6/2016).
Tak ada penyesalan, pemerkosa dan pembunuh Eno divonis 10 tahun penjara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-tahun-penjara

---



Gimana mau menyesal org cum351a di vonis 10th..coba di vonis 20th..pst pingsan2 saking menyesalnya
Tuh pengacara RA dibayar berapa? emoticon-Mad
waduh; padahal anak itu pendiam; alim ; barokah;
kalo nggak ada tanda penyesalan mungkin sudah terbiasa melihat pembunuhan di acara idul kurban.

membunuh pakek pacul lagi ; waduh ...... nggak terbayang kayak apa menderitanya korban emoticon-Turut Berduka

untung aja anak2; jadi hukumannya ringan; yang harus di hukum 1/2nya lagi itu orang tuanya, sebagai penanggung jawab .
G cocok ini pake UU anak,pelaku ky gini kudu pake hukuman maksimal..Kebiri,diiris" tuh kelaminnya,atau dserahkan kembali aja k..masyarakat,biar masyarakat yg mengadili..
Ini udah beneran mereka yang bunuh?
Pembuktiannya apa? DNA? Kok cuma 10 tahun??

Kelihatannya RA cuma beli HP korban dari Dimas.

Siapa Dimas? Kelihatannya Dimas pun bukan orang penting yang bisa atur2 perkara. Pembunuhan sadis begini bukan dilakukan oleh orang biasa. Pacul masuk dalam sekali, lebih mirip pembunuhan bermotip cemburu/cinta daripada perkosaan iseng oleh alay.

hukuman mati

ternyata masih kurang


genocide
kalo hukum payah spt ini,semoga napi yg lain di penjara bisa "manangani" dng lbh tepat.
Jadi inget kasus hafidz dan assyifa yg dituntut seumur hidup krn penganiayaan ke ade sara..smpe meninggal..



Biadab!!!
Gk ada penyesalan tuh
Mudah"an didalem mdpat balasan

ga jadi di kebiri ya...

nunggu proses kaya kasus junko furutaemoticon-rose