alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
2020, Pariwisata Jadi Andalan Devisa Negara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57627d04c0cb17a5718b4568/2020-pariwisata-jadi-andalan-devisa-negara

2020, Pariwisata Jadi Andalan Devisa Negara

2020, Pariwisata Jadi Andalan Devisa Negara


SPORTOURISM — Teuku Riefky Harsya, ketua Komisi X DPR RI, yakin tahun 2020 sektor pariwisata paling berpotensi menjadi primadona dan penyumbang devisa tertinggi.

“Tiga tahun terakhir semua sektor mengalami penurunan, tapi pariwisata justru naik,” kata Harsya.

Harsya berpegang pada data Badan Pusat Statistik (BPS), yang menunjukan trend kenaikan sektor pariwisata di saat sektor lain turun dalam tiga tahun.

“Data UNWTO 2014 dan 2015 juga memperlihatkan grafik perjalanan wisatawan internasional yang terus naik,” kata Harsya. “Dari 25 juta di tahun 1950, menjadi 278 juta di tahun 1980. Tahun 1995 menjadi 528 juta, dan 1,14 miliar pada tahun 2014.”

Tidak keliru jika pariwisata masuk kategori the world’s largest industry, yang membuat Tiongkok perlahan-lahan menggeser arah pembangunan ekonominya menuju industri pariwisata.

Di Asia Tenggara, Singapura mulai fokus ke pariwisata, dan mendeklarasikan diri menjadi surga belanja dunia. Thailand sukses mendatangkan 30 juta wisatawan pada tahun 2015.

“Saya mengimbau kepala daerah; gubernur, bupati, dan walikota, mempertimbangkan untuk mengembangkan pariwisata,” kata Harsya.

Menurut Harsya, jika politik anggaran di daerah berpihak ke pariwisata, peluang setiap daerah untuk mendapatkan devisa sangat besar. Pariwisata, kata Harsya, menambah pendapat asli daerah dan membuka lapangan kerja.

#usaha apa aja yang penting halllaalemoticon-Jempol
Ngomong2 JKW masih presiden ga tuh?
sumur
Urutan Terlama
semoga bisa terealisasi.
secara modal kita banyak
obyek wisata kita banyak yg bagus2 ndak kalah dr luar
tinggal pinter2nya pemerintah buat moles, ngiklanin sama ngebangun sarana prasarana penunjang.
Habiskan perda2 militan
Seluruh turis didunia suka minum, kecuali turis2 arab miskin yg doyan tunge doang dipuncak

Kalo ga bisa, ga usah ngarep
Dimalay aja orang minum dikafe2 twrbuka pinggir jalan kok
Quote:


umur gak ada yang tau breemoticon-Traveller
2020 sapa tuh presidennya!
Quote:


Ada brur, aplikasi deadline emoticon-Hammer2
bir aja dilarang jualan. gimana mau narik wisatawan asing?
Quote:


tapi masalahnya pemerintah pinter ga gan emoticon-Hammer2
Quote:


yah itu yg jg problemnya.
semoga aja pinter.
Quote:



rata2 yang nongkrong juga banyakan arab, nginepnya di bintang 5 . turis cinak kayak lu palingan nginepnye di guesthouse, belanja kagak , tukang berak iya emoticon-Wakaka sama kayak bule aussie rata2 ngegembel nginepnye di hostel.

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Quote:

Cinak? Lu pikir gw sigip sipit
emoticon-Wakaka

Emang banyak arab sama keluarga dimalay, ga kaya dipuncak, lanang doangemoticon-Big Grin
Makanya lu cuma diberakin doang sama arab, goblok!
Fanatik kaya orang gila, cuma diberakin
emoticon-Wakaka

Diubah oleh liberte.
pariwisata dikita aksesnya kurang akses dan fasilitas

belum lagi permainan oknum2 ditempat pariwisata
juga agen2 travel pariwisata

semoga kedepan lebih baik
alam indonesia pancen emoticon-2 Jempolemoticon-Baby Boy 1
Quote:


betul tuh gan..apalagi kalo ijin ambil video punglinya masya allohh
Quote:


emoticon-No Sara Please


Kok tunggu 2020 sih... Tahun depan dong.... Jatah 6 bulan langsung obrak abrik mempersyantik wisata dan tentunya penunjang yang oke..... ah elah. Kartu Jokowi aja bisa kilat. masak wisata yang jelas2 sudah ada dari ntah kapan nunggu 2020.........


Kan pengen juga keliling Indonesia.............
Wisatawan Lokal juga sebenarnya daripada mereka pada piknik ke malay singapur thailand coba difasilitasi bagaimana bisa tur ke daerah lain di indonesia dengan harga terjangkau kek trip ke singapur-bangkok gitu


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di