alexa-tracking

[EDISI RAMADHAN] SATU BUAH APEL UTK AZIS

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576273b032e2e60d378b4568/edisi-ramadhan-satu-buah-apel-utk-azis
[EDISI RAMADHAN] SATU BUAH APEL UTK AZIS
SATU BUAH APEL UTK AZIS
by FB : Lia Imelda Siregar
(Kamu ndak sendiri,nak)

Anak ganteng itu bernama Azis. Anak tertua dari 7 bersaudara di salah satu tempat di tanah air ku dalam keadaan salah satu kaki nya yang terikat rantai, Lewat selang air ia bermain tanpa menghiraukan sekitarnya. Begitulah hari hari ia lalui.Semetara adik dan keluarganya yang ramai sibuk dengan dunia nya masing masing. Azis jarang diajak bicara.Diawal pertemuan Azis menatap ku curiga. Seperti nya ia jarang berinteraksi dengan orang asing. Aku berusaha bicara dengan bahasa indonesia.tanpa perlawanan dia hanya menatap ku lekat.aku terus berusaha bicara untuk mengambil kepercayaan nya. Sampai ia mengijinkan aku untuk memandikan nya, Hari pertama berlalu dan aku tak terlalu memaksa ia utk berunteraksi dengan ku Menurut si ibu,azis sudah di rantai sejak berumur 10 tahun. Anak sekecil itu.. Sekarang usia nya sudah 19 tahun. Masya Allah Alasan nya ia di takut takuti di sekolah lalu lambat laun perangai nya berubah, Ayahya lain lagi kata sang ayah azis dulu sering dipukul ibu guru sehinga malu utk sekolah.

Aku tak.sempat menggali banyak mengapa terjadi dengan azis Tapi sekilas kulihat orang tua azis sangat penyayang.
Mungkin tak tau berbagi sedih lagi Atas apa yang terjadi, Sesekali si ayah menghela nafas panjang, Sesekali kulihat membuang wajah agar tak tampak kesedihan, Ibunya selalu menunjukan rasa tegar dan tersenyum Ntah.lah Aku pun tak mengerti.

Azis sudah dua tahun tidak bicara, Itu informasi awal yang kudapat Tetangga kampung kanan kiri ketika kutanya sepertinya mereka enggan bercerita apa sebab musabab Azis diperlakukan demikian. Mereka lebih memilih bilang "tidak tau persis, bu dokter." Mungkin supaya tak banyak pertanyaan .Yanng ekstrem bilang bahwa itu adalah penyakit turunan karena di keluarg AZIS ada yang seperti itu. Hari ke dua Azis pipis diatas tempat tidur besi nya Tanpa alas Tanpa baju Pipis jongkok dan menghadap dinding.
Hari itu ia tak mau bermain dengan ku Hanya sekedar pegangan tangan lalu ia nyengir dan tak memperdulikan aku lagi
Tapi teman ku As Wadi sempat bertanya apa kesukaan nya Dengan bahasa yang tak jelas ia mengatakan "APEL", As wadi juga berusaha menarik hati azis agar ia mau bermain. Kami kecewa ,ia tak mau balik badan hanya tersenyum. Dan kami pun tak memaksa ia utk bicara lalu kami pun pulang.

Hari ke tiga Bawa buah kesukaan Azis, Dia senang sekali. Aku nggak mau kehilangan momen itu .kami selfie dan foto bersama. Beberapa gaya dia mau nurut apa yang kami minta. Bahagia melihat ia tersenyum diatas ranjang besi nya tanpa kasur itu.
Aku sempat meminta nya menggambar. Dan apa yang kudapat ?
Ia menggambarkan bunga. Katanya utk ku
"Untuk siapa zis?"
"Bu dokter..lirih nya
"Yang kuat bicara nya"pintaku
Buuu dokterr jerit nya tetep lirih
"Azis sayang siapa?tanya ku lagi
"Bu doter ama bang wadi" lagi lagi kalimat lirih hampir tak terdengar
Terharu aku...

Aku bertanya ke ibunya. Berkata pada ayahnya.mereka hanya bilang mana bisa sembuh bu azis. Ya begitu saja
Aku meyakinkan ke mereka kalau ada usaha pasti bisa. "Bapak,ibu. Azis harus diobati Bagaimana nanti kalau bapak ibu sudah tua. Sudah sttoke Siapa yang nolong azis Mengharap enam saudaranya merekaa masing mmasing nanti akan berkeluarga
Lalu siapa..." Mereka terdiam Lalu aku menghampiri adek azis yang perempuan. Kutaaksir umur nya 12 tahun
"Bu dokter titip ya.jangan ppernah malu punya abang kayak azis. Abang nya tetap disayang ya dek Bu dokter doain kamu bisa jadi dokter sehingga nanti kamu rawat abang Jangan pernah tinggalkan bang azis Sore itu aku menghubungi kepala dinas , kepala puskesmas menceritakan kondisi azis.

Hari terakhir Aku bawakan mainan balon sabun dan bermain dengan azis. Lalu tiba tiba ide gila ku muncul.
"Kamu mau jalan jalan nggak sama bu dokter naik mobil?"" jangan bu. Nanti dia ngamukIbu nggak bisa mengendalikan " cegah ibunya, Aku tak perduli "Ibu percayakan sama saya ya. Azis pake baju dan celana ya nak kita jalan jalan naik mobil
Kawan ku Fety Rauzana sempat protes lewat ekor matanya seolh ia keberatan bukan karena apa takut azis ngamuk dijalan. Ia memilih duduk belakang ketika aku menyetir mobil dan azis di sampingku, Aku mengetes azis Ak bilang aku ingin ke desa POLAN
Setiap persimpangan kutanya ia belok kanan atau belok kiri padahal aku tau jalan nya Dan ia menunjuk ke jalan yang benar
Tidak salah arah Menurut sang ibu azis sebulan sekali di bawa jalan naik kereta oleh tetangganya. Dan tetangganya di bayar oleh sang ibu Hari pun mulai gelap Azis ndak mau turun Ia mau tetep ikut dengan ku Setelah di bujuk akhir nya ia pun turun.

Pemandangan yang menyakitkan terjadi Ketika di depan kamar yang tanpa kasur itu Di depan kamar yang ada ranjang besi dan tempat ee Didepan kamar yang tanpa pintu Tanpa atap bahkan .jendela yang tak tertutup Pasti banyak nyamuk Pasti dingin
Pasti nggak nyaman Tapi azis mampu hidup bertahun tahun Dengan rantai di kaki kirinya Azis Ya azis membuka baju nya Membuka celanaya Menghampiri kamar syurga versi azis yang di huni nya hampir 10 tahun

"Mak.. rantai kaki azis lagi ya.nanti azis lari"dalam bahasa daerah dan tanpa ekspresi.

Dia naik ke tempat tidur besi dan si ibu merantai nya Pemandangan gila Ini gila Aku tak sanggup melihat nya Kupeluk ia kuat kuat
"AZis..kamu bukan binatang nak Sabar nak Sabar Kamu pasti sembuh Bu dokter doakan Bu dokter hanya bisa doa kamu pasti sembuh,nak Aku memeluk dia dengan erat Tangis ku pecah sejadinya Aku nggak peduli Ini anak manusia Ini bukan binatang Kucing dirumah ku aja tak kuperlakuka seperti ini Apa salah azis Apa salah aziss... Ibu.. kenapa ibu tega buat ini utk azis Dia bukan binatang Ia anak baik Ibu enak tidur disana Ia kedinginan disini Bu..ibu macam apa ibu Kemudian aku melepas pelukanku
Kutatap mata azis merah Tidak ada air mata disana Mungkin sudah habis Mungkin sudah tak ada Aku marah sebesar besarr nya
Lalu lari menuju mobil dan meninggalkan rumah itu Aku benci.... Aku sedih.... Maka pulang lah aku ke negeri ku Malam nya dering sms di hp "Bu dokter.. maafkan kami atas kesedihan ibu. Kami juga sudah tak tau lagi. Kami passrah. Azis tadi panggil nama ibu. Maafkan kami sekali lagi.bu seppuluh tahun kami tahan kan ini bu. Ini bukan mau azis buka juga mau kami. Tapi ini mau yang diatas. Mohon ibu maklum Aku pun membalas nya Ia ndak apa. Semoga azis lekas sembuh Aku sering sms nya tentu saja melalui ibu azis Hari hari aku mengingat nya Aku berusaha mencari tau camat nya azis lewat info wa dari kawan kawan. Pak camat menyambut baik laporan ku. Dua hari kemudian aku sms pk camat mau nanya keadaan azis. Mungkin pak camat sibuk .sms ku tak di balas mungkin lagi sibuk pak camat. Ia juga ya Aku ini siapa Bukan orang berpengaruh Yang hanya empati Pada salah satu anak negri Aku siapa Haa Aku mencoba utk melupakan azis Mengabaikan penderitaan nya Tapi tak bisa Temanku Munazar M Ali berkata "Ikhlaskan saja, ambil hikmah nya. Bahwa setidak nya aku sudah berusaha. Hanya empat hari bersama Azis
Tak banyak kulakukan Utk menyenangka hatinya yang tertekan Malam ini terfikir utk ku Untuk menggalang donasi utk kehidupan azis Insya allah lebaran aku akan mengunjunginya Mengunjungi azis di negeri orang Mungkin utk perobatan nya
Agar ia bisa membaca kembali
Agar ia bisa menggambar bunga warna warni utk kita
Agar ia bisa berhitung apa saja yang mau ia hitung
Mungkin utk tempat tidur nya
Bukan tempat tidur besi dengan kawan rantai sepanjang dua meter
Tapi tempat tidur empuk dikelilingi kelambu sehingga ia tak jadi umpan nyamuk
Tempat tidur yang tidak bau ee
Tempat tidur yang besi nya tak membuat tulang punggung nya sakit
Bahkan.....
Mungkin utk sekilo apel kesukaan nya
Bila kawan ada kemudahan dan kepercayaan membantu azis
Ini no rek saya

Lia imelda Siregar
Bri kuala simpang 0657 01 001179 50 8
mohon konfirmasi ke WA 081361269499
Atau sms ke no 0822 9406 9510
Ditunggu sampai AKHIR RaMADHAN


Indahnya berbagi Berdamai dengan hati Jangan biarkan cerita ini hanya kawan baca ngelike dan sedih Uluran tangan kalian sangat ia butuhkan Walau itu hanya SATU BUTIR APEL AZIS Mungkin banyak azis lain diluar sana Aku ppun tak tau
Yang kutau azis di depan mata ku saat itu Nggak ada maksud apapun Hanya kasihan liat anak negri pada Allah saya mohon ampun
Pada kawan kawan saya mohon maaf atas kelancangan saya

FOTO - FOTO
Spoiler for Picture:



Ane cuman bantu share gan.. silahkan lansung ke CP nya jika agan berniat membantu.. emoticon-shakehand
cerita yg menyentuh,yg begini nih harus d bantu emoticon-Traveller
semoga mendapat hidup yg lbh baik
jalani hidup dengan penuhsemangat emoticon-thumbsup
tolong kasih paragraf gan, biar rapi dikit
menyentuh bet ceritanya, pas bet puasa-puasa ginih
siapa yang naro bawang disini nih emoticon-Mewek
Semoga keberkahan selalu menyertaimu zisemoticon-Angel
kasian bray
sini ke malang, apel murah disini
Menyentuh kisahnya emoticon-Matabelo
dirapihin dong, biar enak baca nya ... emoticon-Nohope
siapa itu aziz?

numpang nyimak dulu
booking dulu dah...

liat fotonya aja bikin mata berair...emoticon-Frown
yang seperti ini kadang ane menangis bray, teringat akan keluarga ane yang salah satu nasibnya hampir sama dengan azis ini
ane kira aziz gagap emoticon-Leh Uga



[EDISI RAMADHAN] SATU BUAH APEL UTK AZIS
ane sedih bacanya luur,
Ane sedih gan.... sedih gak kebagian kolak..emoticon-Frownemoticon-Frown

Btw ...ini yg mustinya dibantu gan..!!
Bukan kak lio....udah kaya dia.

Rapihin lagi gan tritnya. Ini trit berpotensi.. emoticon-Big Grin
ane kira puisi gan emoticon-Hammer2
Sangat menyentuh emoticon-Frown
Ta kurang lengkap nih ceritanya, ada kronologi lain gak knp dia gitu ???

btw, bawang Bombay banyak Amir nih 😰
emoticon-Frownemoticon-Frown
owe bukmak dulu nanti balu membaca emoticon-Frown

owe gembok ya