alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576262259e740418218b4567/bodohnya-pendukung-anti-perda-himbauan-warung-makan-tutup-saat-ramadhan
Poll: Menurut Gw:

451 days left - 43 Voters

View Poll
Perda Melarang Warung Buka Saat Bulan Puasa Tidak Toleran 65.12% (28 votes)
Perda Melarang Warung Buka Saat Nyepi Sangat Toleran 34.88% (15 votes)
Bodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan
Komen TS: "Saya menduga ada skenario dari gerombolan berkolor 2000 tahun untuk menghabisi semua Perda Syariah. Dan kasus ini baru awal dari semua skenario. Saya juga menduga ini dibekingi oleh pemerintahan Presiden Kodok yang anti Muslim.

Perda larangan Warung makan buka saat bulan Ramadhan dii Serang itu kan sudah menjadi keinginan Warga Serang dan sudah ada sejak tahun 2010. Jadi ketahuan siapa yang nakal dan bandel, tentu saja si ibu Warteg.

Dimana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung
"


Di bawah ini beritanya
Quote:
Saeni Orang Mampu

Quote:Sumber: Scan Koran Radar Banten

Quote:Bodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan


Komentar TS: "Kasus Penjual Warteg Yang Di-blow up Media Komando Panastak (KompAss) merupakan upaya Stigmatisasi Islam = Tidak Toleran

Ibu Saeni, lakon utama kehebohan penegakan Perda Kota Serang No. 2 Tahun 2010 ini jelas bukan orang miskin. Sebagaimana para pengusaha Warteg lainnya di Jakarta dan sekitarnya, rata-rata mereka memang adalah orang kaya. Biasanya seorang pengusaha Warteg memiliki lebih dari satu tempat usaha. Biasanya di kampung mereka mempunyai rumah besar dan mewah. Begitu pun dengan Ibu Saeni, penjual nasi bandel ini ternyata mempunyai tiga cabang Warteg, ditambah dengan 1 Warteg yang digrebek kemarin jadi total 4 Warteg. Jadi kalau ada pengakuan bahwa setelah dagangannya diangkut Satpol PP, atas pelanggran yang dilakukannya, ia mengaku kehabisan modal dan harus pinjam duit, logiskah mereka yang mempercayainya?

Terlebih lagi, setelah kasusnya di-blow up habis-hasbisan oleh Kompas dan media sejenisnya, berbagai simpati tak wajar deras mengalir. Sampai Presiden menyumbang 10 juta, Mendagri juga ikutan menyumbang dan konon katanya ada duit 200 juta lebih yang terkumpul dari banyak orang sebagai sumbangan kepada pedagang yang ternyata sudah biasa melanggar peraturan ini.

Nah, sudah disumbang Presiden, disumbang Mendagri dan dapat duit 200 juta lebih, namun ternyata Ibu Saeni masih membandel. Dia masih jualan nasi di siang hari. Lantas apa coba maksudnya? Bu Saeni tetap berjualan, apa memang sengaja diniatkan untuk melanggar peraturan? Terang-terangan melanggar peraturan karena banyak orang yang membela pelanggarannya? Orang biasa membela. Menteri membela. Presiden dan wakilnya pun membela. Mantabs!

Penegakan peraturan ini sebenarnya adalah agenda rutin Satpol PP Kota Serang setiap tahunnya pada bulan Ramadhan. Peraturannya pun sudah disosialisasikan jauh hari sebelumnya. Termasuk juga di rumah makan Bu Saeni. Kalau alasannya dia tidak bisa baca, apakah pegawainya, anaknya, menantunya dan pelanggannya tidak bisa baca semua? Yang bener aja!

Lantas kenapa razia rutin semacam ini bisa sampai heboh seperti sekarang. Semua karena Kompas memang sengaja heboh memberitakannya, mendramatisir sedemikian rupa hingga memantik simpati tak wajar dari banyak orang yang gagal pikir.

Maka, saya akan mengulang kembali, bahwa jangan terlalu lugu menyikapi ini. Apalagi kalau sampai ikutan genderang ketidakwajaran yang mereka tabuh. Semua ini tidak terjadi tiba-tiba. Semua dilakukan bukan tidak mempunyai agenda tertentu. Dan ternyata tidak perlu menunggu lama untuk mengetahuinya, karena dari sandiwara yang sukses diperankan Bu Saeni ini kini banyak orang yang berteriak agar Peraturan Daerah yang dianggap jadi penyebab dagangan Bu Saeni diangkut Satpol PP harus dihapus. Mendagri sangat tanggap, Wali Kota Serang ditegur. Utusan Kemendagri pun sudah bertandang ke Serang.

Lebih jauh lagi, sekarang banyak orang menyoal toleransi ummat Islam. Dengan adanya larangan menjual nasi di siang hari pada bulan Ramadhan, orang Islam dianggap tidak toleran. Toleransi seperti apa yang mereka maksud? Dimana-mana yang namanya toleransi itu adalah orang yang tidak beribadah menghormati yang sedang beribadah. Orang sedang kebaktian harus dihormati itu toleran. Orang sedang nyepi harus dihormati itu toleran. Lantas kalau orang sedang berpuasa harus dihormati, kenapa malah dibalik seakan itu intoleran! Gendeng!"

Bodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan

anak anak manja emoticon-Smilie
Beuh..
Si ketua.komnasham udah Kaskua Addict! Kagak ada nge-junk, kan?
Bodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Ribet amat nih saeni, dah jelas doi yg salah....tp pol PP jg salah sih maen sita aja, tp sebelum di sita dah dipringatin dlu blm ya? Jgn cma alasan ga bisa baca jd alasan buat ga matuhi aturan, kan bisa lihat situasi, tanya tetangga sebelah gampang...ky idup di utan aja...
Masih ngiri gak dapat sumbangan ?
Bodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan
Quote:Original Posted By boniecamel


anak anak manja emoticon-Smilie


Waktu Nyepi di Bali Warung Makan juga Di-razia

ente islam kan ? tau kan kalo rejeki yg atur allah? kalo bu saeni dapet uang 170jt ya berarti emang rejeki dia. atau ente Iri ya ngeliat orang dapet 170jt ? Hahaha
Makanya jadi nasbung lebih rajin biar tunjangannya gede emoticon-Leh Uga




hmmmm hati2 kalau anda gila hormat nanti menjurus ke RIYA' sama seperti bisa naik haji berkali2 biar terpandang....emoticon-Malu
Quote:Original Posted By ketua.komnasham


aktu Nyepi di Bali juga Di-razia



Bodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan


Tololnya TS, Saeni yg seorang muslimah pun dituduh agen KOLOR krn jualan nasi.
Yg bikin perda, yg jualan nasi, & yg razia, semua saudara seiman sendiri, yg disalahin agama lain.
emoticon-Ngakak

Lama2 tiang listrik bisa dituduh misionaris juga sm otak2 cingkrang kyk TS.

Bodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan
emoticon-Ngakak
bakar ts nya,,, laporin,, karena gak toleransi,,, laporin ke jokowi,,, biar di tangkep,,,,















































salam gendeng
http://abdurakhman.com/agama-defensif/

Quote:

“Kita menutup warung bulan puasa diributkan. Tuh, Bupati Jayawijaya juga melarang orang jualan di hari Minggu. Sama aja, kan?”

Ungkapan seperti itu sebenarnya sering saya dengar dari anak-anak saya yang masih SD. Kalau salah satu disuruh berhenti melakukan sesuatu sementara yang lain masih boleh, maka ia akan protes,”Abang kok boleh?” Artinya, orang-orang yang begitu hanya sosok tubuhnya saja yang dewasa. Mentalnya masih kanak-kanak.

“Two wrongs don’t make a right.” Seharusnya begitu. Hanya karena ada pihak lain melakukan kesalahan yang sama dengan kita, tidak membuat kesalahan kita jadi benar. Tapi ini memang bukan soal salah benar. Ini soal membenarkan diri. Jadi kalau pihak sana melakukan kesalahan, artinya saya juga boleh. Two wrongs make a right.

Kita tidak lagi berlomba-lomba melakukan kebaikan, melainkan berlomba-lomba melakukan kesalahan. Yang penting ego terpuaskan. Saya bisa melakukan yang saya mau, karena saya mayoritas yang berkuasa. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu, saya juga harus bisa. Kemudian harus ada sesuatu yang hanya saya yang boleh melakukan. Itulah previllege mayoritas, yang tidak boleh dilakukan oleh minoritas.

Orang di daerah mayoritas muslim melarang pendirian gereja, menghalangi kegiatan penginjilan. Orang di daerah mayoritas Kristen melarang pendirian mesjid dan menghambat dakwah Islam. Agama menjadi alat untuk saling menjatuhkan, kemudian saling bunuh.

Bukankah agama seharusnya berdiri di atas fondasi kebenaran? Kalau ada pihak yang melakukan kesalahan seharusnya kita tidak meniru. Kita tetap istiqamah dalam kebenaran. Lucunya kita merasa diperlakukan tidak adil ketika kita dicegah dari kemungkaran, saat ada pihak lain masih melakukan kesalahan. Makna adil pun kita selewengkan. Adil itu basisnya kebenaran, bukan kesamaan.

Karena agama kita menjadi defensif, bertahan mati-matian dalam kesalahan

Trit opo meneh iki? Poso2 kok ribut pakanan.
emoticon-Big Grin
lagi males baca ... emoticon-Big GrinBodohnya Pendukung Anti Perda Himbauan Warung Makan Tutup Saat Ramadhan
Komentar ini sah karena sudah ditempelkan materai.
itu pitnah....ibu saeni cuma tidur pake alas masa dianggap kaya




:nastak mode on
ts dan nasbung manja lainnya mending ke hutan dan gua aja. disono lu pasti bisa puasa tenang
emoticon-Leh Uga
bagi bagi sembako gratis yah ? emoticon-Request
Ciyee yg demonya kemaren gak dapat dana wkwkwk