alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57625066620881cc2f8b4569/divonis-10-tahun-penjara-remaja-pembunuh-karyawati-ef-ajukan-banding
Divonis 10 Tahun Penjara, Remaja Pembunuh Karyawati EF Ajukan Banding
Tangerang, KOMPAS.com - RA (16), remaja yang jadi terdakwa pembunuh karyawati EF (19) di Kosambi, Kabupaten Tangerang, mengajukan banding atas putusan vonis hukuman sepuluh tahun penjara dari majelis hakim peradilan anak di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (16/6/2016) siang.

RA dinyatakan memenuhi unsur tindak pidana pembunuhan berencana dan terbukti membunuh EF di kamar mes karyawan PT Polyta Global Mandiri, Mei 2016 lalu.

"Saya mengajukan banding," kata RA singkat kepada Ketua Majelis Hakim RA Suharni, usai vonis dibacakan.

Kuasa hukum RA, Selamat Tambunan, menjelaskan bahwa materi untuk banding nanti masih bagian dari kejanggalan yang diungkapkan dalam fakta persidangan. Menurut Selamat, fakta persidangan menyebutkan RA bukanlah pembunuh EF karena ada nama lain yang disebut oleh salah satu saksi mahkota, yakni nama Dimas, yang diyakini berada di tempat kejadian perkara.

"Dalam banding nanti, kami juga akan menyampaikan kejanggalan soal saksi ahli, kenapa dokter yang memeriksa air liur dan sidik jari klien kami itu tidak dihadirkan, itu jadi pertanyaan kami selama ini, tapi tidak digubris," tutur Selamat.

RA dikenakan hukuman maksimal bagi terdakwa anak di bawah umur, yakni hukuman penjara sepuluh tahun, dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana sebagai pasal primer dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Namun, mengingat RA masih di bawah umur dan ketentuan pengenaan hukuman didasarkan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, ada pengecualian yang membuat terdakwa yang masih belum dewasa hanya dapat setengah dari ancaman hukuman maksimal orang dewasa, yakni sepuluh tahun penjara.

Pertimbangan menjatuhkan vonis tersebut salah satunya didasarkan pada bukti sidik jari dari bercak darah pada dinding kamar mes tempat EF dibunuh, yang kemudian diketahui sebagai sidik jari RA.

Selain itu, bantahan RA terhadap isi BAP disebut hanya mengikuti alur cerita saksi mahkota Rahmat Arifin (24), dengan mengatakan, "ya, ya, ya," saja.

Juga hasil tes DNA luka gigitan pada salah satu bagian tubuh EF identik dengan DNA milik RA dan satu tersangka lainnya, yaitu Arifin. Sejumlah keterangan RA pun dianggap berbeda saat pemeriksaan oleh penyidik dengan ketika dia menyampaikan kesaksiannya di persidangan.

Salah satu perbedaan yang dimaksud adalah tentang cara pemeriksaan dilakukan, di mana saat bersama penyidik, pemeriksaan terhadap RA disebut dilakukan sendiri, sedangkan di persidangan, RA mengungkapkan pemeriksaan dilakukan bersama dengan dua tersangka lain, Arifin dan Imam Hapriadi (24).

http://megapolitan.kompas.com/read/2...campaign=Kknwp

emoticon-Entahlah
10 taun dipenjara dijamin kentut tak berbunyi lg emoticon-Wkwkwk
Yaelah napa gak dihukum mati aja sih sampah2 primata ini ?

Quote:Original Posted By lehuga.ntabs
10 taun dipenjara dijamin kentut tak berbunyi lg emoticon-Wkwkwk


Baru umur 16 gan 10 tahun penjara keluar umur 26 potong kelakuan baik grasi grasi bisa keluar lebih awal 2 3 tahunlah...
Quote:Original Posted By lehuga.ntabs
10 taun dipenjara dijamin kentut tak berbunyi lg emoticon-Wkwkwk


10 tahun masih kurang bleh, aturan hukuman seumur hidup di jamin ga bisa ngaceg dah di sel emoticon-Leh Uga
Usianya mepet dewasa hmm
Keluar penjara masih bisa produktif jadi begundal
emoticon-Leh Uga
siap2 aja ditusuk pacul juga di penjaraemoticon-Takut
Gua saranin d bebaskan aj terus d kasih kewarga.. :dor
Ini bukan kasus yang sulit samasekali, jejak pembunuhan dan saksi ada semua, kok ya disangkal dan dibikin ruweet, sampai ada yang bilang RA dikriminalisasi, aelah.

Apalagi ketiga tersangka plus dimas yang disebut2 itu satupun bukan dari keluarga berpengaruh.
gak papa dijamin keluar dari penjara cacat tu bocah
ajukan banding paling jadi 15th penjara...


emoticon-Turut Berduka
×