alexa-tracking

Pimpinan KPK Mengaku Tersiksa Usut Kasus Sumber Waras

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/576249e16208810f3c8b4569/pimpinan-kpk-mengaku-tersiksa-usut-kasus-sumber-waras
Pimpinan KPK Mengaku Tersiksa Usut Kasus Sumber Waras
Rabu, 15 Juni 2016 | 16:36 WIB
Pimpinan KPK Mengaku Tersiksa Usut Kasus Sumber Waras


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman menekankan soal perbedaan temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hasil penyelidikan, KPK tak menemukan unsur korupsi dalam kasus tersebut. (baca: KPK Tidak Temukan Korupsi Pembelian Lahan Sumber Waras)

Hasil kerja KPK tersebut bertentangan dengan temuan BPK yang menyebut adanya perbedaan harga lahan yang mengindikasikan kerugian negara Rp 191 miliar.

"Ini kan membingungkan. Dulu KPK bilang tunggu hasil audit investigasi BPK," ujar Benny dalam rapat kerja Komisi III dan KPK di ruang rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Padahal, selama berdiri, KPK dianggap selalu bekerja beriringan dengan BPK dalam menangani kasus korupsi. Terlebih BPK merupakan badan yang memang memiliki kewenangan untuk menaksir angka kerugian negara.

"Pertanyaannya, bedakah pimpinan KPK yang dulu dengan sekarang? Hukumnya sama, lembaganya sama. Mungkin mata hati yang beda," sambung politisi Partai Demokrat itu.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua KPK Laode Muhamnad Syarief curhat perihal tekanan selama penyelidikan kasus Sumber Waras.

"Saya ingin mengatakan bahwa kami berlima dan seluruh teman-teman ini mungkin adalah yang paling tersiksa karena kasus ini. Kami didemo hampir tiap hari," kata Laode.

"Banyak tokoh masyarakat datang katanya memberi dukungan, tapi setelah datang disodori lagi audit BPK," lanjut dia.
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Komisi III DPR RI Benny Kabur Harman menekankan soal perbedaan temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hasil penyelidikan, KPK tak menemukan unsur korupsi dalam kasus tersebut. (baca: KPK Tidak Temukan Korupsi Pembelian Lahan Sumber Waras)

Hasil kerja KPK tersebut bertentangan dengan temuan BPK yang menyebut adanya perbedaan harga lahan yang mengindikasikan kerugian negara Rp 191 miliar.

"Ini kan membingungkan. Dulu KPK bilang tunggu hasil audit investigasi BPK," ujar Benny dalam rapat kerja Komisi III dan KPK di ruang rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Padahal, selama berdiri, KPK dianggap selalu bekerja beriringan dengan BPK dalam menangani kasus korupsi. Terlebih BPK merupakan badan yang memang memiliki kewenangan untuk menaksir angka kerugian negara.

"Pertanyaannya, bedakah pimpinan KPK yang dulu dengan sekarang? Hukumnya sama, lembaganya sama. Mungkin mata hati yang beda," sambung politisi Partai Demokrat itu.

(baca: Penjelasan Pimpinan KPK soal Penanganan Kasus Lahan RS Sumber Waras)

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua KPK Laode Muhamnad Syarief curhat perihal tekanan selama penyelidikan kasus Sumber Waras.

"Saya ingin mengatakan bahwa kami berlima dan seluruh teman-teman ini mungkin adalah yang paling tersiksa karena kasus ini. Kami didemo hampir tiap hari," kata Laode.

"Banyak tokoh masyarakat datang katanya memberi dukungan, tapi setelah datang disodori lagi audit BPK," lanjut dia.

(baca: BPK Ceroboh jika KPK Bisa Buktikan Tak Ada Kesalahan dalam Kasus Sumber Waras)

Ia menegaskan dalam menangani kasus korupsi, KPK tak ingin melindungi pihak manapun dan selalu berusaha berlaku profesional.

Laode pun membantah jika hubungan KPK dan BPK tak baik apalagi saling serang terkait kasus tersebut.

"90 persen keberhasilan KPK juga didukung BPK karena yang diterima di pengadilan adalah perhitungan BPK dan BPKP. Hubungan kami baik," ujarnya.
Ia menegaskan dalam menangani kasus korupsi, KPK tak ingin melindungi pihak manapun dan selalu berusaha berlaku profesional.

Laode pun membantah jika hubungan KPK dan BPK tak baik apalagi saling serang terkait kasus tersebut.

"90 persen keberhasilan KPK juga didukung BPK karena yang diterima di pengadilan adalah perhitungan BPK dan BPKP. Hubungan kami baik," ujarnya.





http://nasional.kompas.com/read/2016...s.sumber.waras
image-url-apps
Gimana nggak kesiksa, tiap saat di desak nasbung buat nangkap Ahok, ngakunya punya bukti akurat tp nggak mau di beberin di depan media. Liat aja di sini, tiap hari nasbung nyebar klipingan berita bukti Ahok korupsi. Katanya udah nggak percaya KPK, KPK di kontrol istana tapi masih ngarep Ahok di ciduk KPK. Munafikun mana suaranya emoticon-Leh Uga
beritanya diulang2 bikin njelimet bacanya emoticon-Blue Guy Bata (L)
KASKUS Ads
bray,
bikin sakit mata tulisannyaemoticon-Metal
Mejeng dolo emoticon-Cool
image-url-apps
wong kpk aja nyerah sama kasus ini... emoticon-Ngakak

masih maw lawan kokoh ahok emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
image-url-apps
Sip, kok masih belom terima ya nih panasbung? Khan institusi yg berwenang masalah RS sdh menyatakan clear ga ada melawan hukum. Mbok cari fitnah lain lagi aja?
image-url-apps
jgn mau dipaksa2 om
image-url-apps
Mencari-cari kesalahan dari orang yg gak bersalah
Gimana gak tersiksa tekanan batin...?
image-url-apps
Quote:


sebelum junjungan nasbung berani keluarin duit trilyunan mah nangkep Gubernur DKI itu cuma... "ngimpi" di siang bolong laper2 bulan puasa bray!
Pimpinan KPK Mengaku Tersiksa Usut Kasus Sumber Waras

Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tawa itu akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah “ (Hadist Bukhari Muslim)

emoticon-Malu
image-url-apps
Quote:


baca thread paling atas gan
image-url-apps
Quote:


kata sapa clear?
salah baca kali lu emoticon-Traveller
ts nya pekok emoticon-Mad
image-url-apps
Quote:


Gue udah baca semua, knp? Tentang hasil audit BPK?
image-url-apps
jadi ingat abraham samad
image-url-apps
beda kepemimpinan beda pandangan, dulu mungkin kpk jaman ruki masihb bisa di ajak kompromi,nah skarang 5 pimpinan nya baru.latar belakang nya beda beda pula wkwkk

mending audit investigatif ketuq bpk aja siapa tau varokah emoticon-Wakaka
Gimana enggak tersiksa targetnya harus memenjarakan orang tidak bersalah. Buktikan Ahok teriima uang suap. BPK juga tidak bisa membuktikan Ahok terima uang komisi. Kan bisa dilacak melalui PPATK.Kayak si BG dulu ketahuan ada aliran dana.
image-url-apps
Apalagi penyidiknya, uda males nanyanya
Wong jelas2 peraturanya kok tinggal dibaca, siapa yg ngaco

Tapi yg paling ngenes yah nasbung, cuma krn mau bangun rumah disorga tiap hari fitnah ahok, ahok jd gubernur, bangunan disorganya disita, ahok presiden, tanah disorganya disita, jd gembel didunia dan disorga
×